Pulih


BERNYANYI BE. No. 176:2 Na Mungkap Do Surgo
Dosam do tinaonNa di Golgata i, :’: disi dipasae do sude utangmi.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Yohanes 8:30-36
Malam: Mazmur 119:73-80

RENUNGAN
Aku akan mentahirkan mereka dari segala kesalahan yang mereka lakukan dengan berdosa terhadap Aku, dan Aku akan mengampuni segala kesalahan yang mereka lakukan dengan berdosa dan dengan memberontak terhadap Aku.
Yeremia 33:8

Pulih
Sejak semula Allah menciptakan manusia sempurna adanya. Alkitab bersaksi manusia diciptakan segambar dengan Allah. Namun dosa dengan pemberontakan manusia itu membuat manusia yang tadinya kekal karena segambar dengan Allah menjadi fana karena keberdosaannya. Kefanaan manusia ini yang dicoba untuk dibuat lagi menjadi kekal oleh Allah sendiri dengan cara memulihkan kembali yang menurut nas ini dengan cara mentahirkan dan mengampuni. Mentahirkan dan mengampuni adalah suatu hal yang sangat diharapkan datang segera ketika seseorang berada dalam posisi sakit dikucilkan, dan seorang terpidana yang dalam waktu dekat akan menjalani hukuman mati. Bagaimana jika kedua hal ini terjadi pada diri kita? Mentahirkan. Sakit kusta adalah sesuatu yang najis (Imamat 14). Dikatakan najis membuat penderita kusta yang sudah sangat menderita sakit ditambah lagi harus diasingkan yang artinya tidak boleh bergabung dengan sesama manusia sehat. Dalam kondisi seperti itu tentu kita juga dapat merasakan bagaimana penderitaan orang tersebut. Sang Allah dalam Yesus Kristus datang mentahirkan 10 orang kusta, ketika mereka berteriak: “Yesus, Guru, kasihanilah kami!” Kata Yesus: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.” Sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir (Lukas 17). Yesus memulihkan hidup mereka untuk boleh berinteraksi lagi dengan sesama yang adalah hak azasi yang sangat mendasar sebagai manusia. Mengampuni. Seseorang yang divonis hukuman mati oleh pengadilan (yang kadang tidak adil), mendapat pengampunan dari seorang Presiden yang adalah pimpinan pemerintahan dengan kewenangan Grasinya. Tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah (Roma 13). Presiden tadi mengampuni terpidana sehingga dia menjadi pulih kembali. Betapa sukacitanya orang tersebut karena luput dari hukuman mati. Adalah jauh lebih besar pentahiran dan pengampunan yang dilakukan Yesus di kayu salib untuk menebus dosa kita dengan darah-Nya sendiri sehingga kita dipulihkan menjadi segambar dengan Allah kembali. Betapa beruntungnya kita orang percaya. Mari kita berkomitmen untuk tidak lagi memberontak terhadap Allah. Amen.

BERDOA

BERNYANYI – KJ No. 27:1 Meski Tak Layak Diriku
Meski tak layak diriku, tetapi kar’na darah-Mu dan kar’na Kau memanggilku ‘ku datang, Yesus pada-Mu.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s