Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

TUHAN PEMILIK HIDUP


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-115:1 Tuhan Debata
Tuhan Debata sai ramoti ma, daging dohot tondinami, i do pangidoannami.
Sai pahipas be, hami on sude.

PEMBACAAN FIRMAN
Kis. 3:22-26 (Pagi)
2 Raj. 2:23-25 (Malam)

RENUNGAN
Matius 10:28
Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.

TUHAN PEMILIK HIDUP
Penganiayaan dapat saja membunuh kita, namun tidak dapat membinasakan kita. Lukas, memaparkan dalam Lukas 21:16-18; Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi tidak sehelaipun dari rambut kepalamu akan hilang. Ini karena seluruh keberadaan kita, akan dipulihkan sepenuhnya pada hari kebangkitan – bahkan setiap helai rambut kita sudah dihitung oleh Allah dan akan dipulihkan pada hari itu (Luk. 12;7). Kepala kita mungkin bisa dipenggal, tubuh bisa hangus terbakar, tetapi semuanya akan dipulihkan secara sempurna sampai setiap sel dalam tubuh kita, saat hari kebangkitan yang mulia. Kita tidak boleh takut kepada “yang bisa membunuh tubuh”. Ini teramat sangat sulit, karena takut adalah sifat alamiah manusia normal. Kalau ada orang yang menodongkan pistol ke kepala saya, pasti saya ketakutan. Yesus memerintahkan supaya kita tidak takut kepada segala kuasa dunia ini, penjahat maupun teroris. Melainkan kita harus takut dan menaati Allah dalam segala situasi. Karena pada akhirnya kita akan menjadi pemenang. Bagaimana kita menghadapi masa sulit? Kita harus mengalahkan rasa takut dan menanggapi penganiayaan dengan mendoakan para penganiaya, memberkati mereka dan membalas dengan kebaikan. Kita bukan menjadi orang Kristen yang sok berani, tetapi menghindari penganiayaan sebisa mungkin sambil mendoakan pemerintah negara kita, supaya kita bisa terbebas dari para penganiaya. Penganiayaan oleh sebab kebenaran merupakan tanda bahwa kita layak untuk Kerajaan Surga serta menerima upah yang telah dijanjikan Tuhan. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-457:1 Ya Tuhan Tiap Jam
Ya Tuhan tiap jam, ‘ku memerlukanMu. Engkaulah yang memb’ri sejahtera penuh. Setiap jam ya Tuhan, Dikau ‘kuperlukan. ‘Ku datang Jurus’lamat, berkatilah.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

UPAH PELAYAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-716:1 Di Na Mamolus Sandok Ngolu on
Di na mamolus sandok ngoluon gok do na marsak gale boan sinondang tu na holom i asa margogo muse.
Bahen ma ahu parhiteanMu pasupasuM mabaor ma i. Ale Tuhan hupatupa ma au baen pasupasu tu dongan sude.

PEMBACAAN FIRMAN
1 Kor. 11:23-33 (Pagi)
Bil. 12:1-10 (Malam)

RENUNGAN
1 Korintus 9:13
Tidak tahukah kamu, bahwa mereka yang melayani dalam tempat kudus mendapat penghidupannya dari tempat kudus itu dan bahwa mereka yang melayani mezbah, mendapat bahagian mereka dari mezbah itu?

UPAH PELAYAN
Sering sekali kita mendengar kalimat atau ungkapan “upahmu besar di sorga.” Bagi sebagian orang menganggap atau merespon ungkapan ini biasa-biasa saja, namun sebagian orang lagi merespon ungkapan ini dengan Ya dan Amin. Realitas di kehidupan kita sehari-hari pun mengajarkan bahwa setiap pekerja berhak mendapatkan upah. Bahkan menurut hukum taurat, seekor lembu yang mengirik berhak mendapatkan hasil panen dari yang dia kirik. Upah adalah hasil atas akibat dari suatu perbuatan, upah itu bersifat MATERIL dan IMATERIL.

Upah telah di mulai dari masa Abraham bapa segala orang beriman (Kej 15:1) “janganlah takut Abraham, akulah perisaimu, upahmu akan sangat besar.” Setiap pekerja patut mendapatkan upahnya, ini adalah prinsip alkitabiah. Melayani Tuhan bukan berarti harus berada di belakang mimbar atau menjadi Fulltimer di gereja. Kita bisa melayani Tuhan sesuai dengan profesi kita masing-masing dimanapun dan kapanpun waktunya. Dan biarlah kehidupan kita senantiasa melayani Tuhan (Kol 3:23-24). Maka berhentilah mengeluh dan bersungut-sungut dalam melayani Tuhan, meskipun harus diperhadapkan dengan masalah atau ujian. Sebab penderitaan jaman sekarang ini, tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang dinyatakan kepada kita (Rom 8:18).

Upah apa saja yang kita terima bila kita bekerja/ melayani bagi Tuhan? Apa yang tidak dilihat oleh mata, dan tidak pernah di dengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia, semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi DIA. Dan “UPAH” yang terbesar yang akan kita terima adalah yang sifatnya kekal yaitu “SURGA.”

BERDOA

BERNYANYI KJ-356:1 Tinggallah Dalam Yesus
Tinggallah dalam Yesus jadilah murid-Nya. B’lajarlah firman Tuhan, taat kepada-Nya. Tinggallah dalam Yesus, andalkan kuasa-Nya. Dia-lah pokok yang benar, kitalah ranting-Nya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

MELAYANI KRISTUS BUKANLAH SUATU PEMAKSAAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-248:5 Saleleng Ho Di Tano On
Sai tiru Tuhan Jesus i, naung ro humokhop ho
PambaenNa nang hataNa i, hangoluanmu do.

PEMBACAAN FIRMAN
1 Kor. 4:6-16 (Pagi)
Ul. 17:8-13 (Malam)

RENUNGAN
Matius 10:14
Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu.

MELAYANI KRISTUS BUKANLAH SUATU PEMAKSAAN
Saat ini orang-orang tertentu yang berusaha memaksa dan bahkan tidak sedikit yang mencoba menjalankan pekerjaan sosial, mau membawa seorang percaya kepada Kristus. Ini adalah suatu yang bertentangan bagi Firman Tuhan. Bukan berarti bahwa pekerjaan sosial dari gereja bagi Tuhan itu tidak baik. Tetapi mengadakan pemaksaan dengan melakukan kegiatan sosial agar seseorang menjadi percaya kepada Kristus, itu adalah sesuatu yang bertentangan dengan Firman Tuhan, mengapa? Untuk membuat hati seseorang menjadi percaya, itu bukan hasil karya kita, tapi adalah urusan Tuhan. Ayat 14 dikatakan dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu. Alkitab jelas-jelas berkata jika seseorang tidak menerima salamnya, kebaskanlah debunya dari kakimu. Karena yg menjamah hati manusia bukan kita, tetapi Kristus. Beritakanlah Injil dengan berbuat yang terbaik, dan menabur kebaikan karena Allah sendirilah yg akan menumbuhkan dan merubah hati manusia.

Kadang kala ada seseorang yg menjadi sombong, karena hasil pelayanannya. Dan bilang, kalau bukan karena saya mana mungkin orang itu bertobat. Melayani Kristus bukan hasil karya kita. Karena tugas kita masing-masing sama, yaitu hanya menabur, hanya menabur dan hanya menabur. Ini adalah perintah yg Tuhan berikan buat kita. Karena Allah sendirilah yg akan menumbuhkan dan merubah hati seseorang. Jika kita sudah siap untuk melangkah bagi Kristus, jalankanlah etika dengan baik, milikilah perilaku hidup yang sesuai dengan kehendak dan jalan Tuhan, dan akhirnya, layanilah Kristus dengan kesadaran. Karena, jika bukan Kristus, kita ini bukan apa-apanya. Biarlah kita berdoa, mau buka hati dan bersedia dijamah, karena hanya kekuatan dan kuasa Yesus yang dapat memberi kita kemenangan. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-40:2 Ajaib Benar Anugerah
Ketika insaf ‘ku cemas, sekarang ‘ku lega. Syukur bebanku t’lah lepas, berkat anugerah.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

KETIKA MENGHADAPI MASALAH


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-176:3 Na Mungkap Do Surgo
Antong, o tondingku tu Jesus ma ro,
Ai las do rohaNa manjangkon nang ho
Ai las do rohaNa manjangkon nang ho.

PEMBACAAN FIRMAN
Mat. 12:18-21 (Pagi)
Yes. 42:18-21 (Malam)

RENUNGAN
1 Samuel 8:7
TUHAN berfirman kepada Samuel: “Dengarkanlah perkataan bangsa itu dalam segala hal yang dikatakan mereka kepadamu, sebab bukan engkau yang mereka tolak, tetapi Akulah yang mereka tolak, supaya jangan Aku menjadi raja atas mereka.

KETIKA MENGHADAPI MASALAH
Pada zaman hakim-hakim yang memimpin Israel, mereka mengalami keamanan dan kemerdekaan yang baik. Saat itu Samuel sudah tua, sementara anak-anaknya tidak bisa diharapkan menggantikan dia (ayat 3). Israel menyadari bahwa tanpa dipimpin seorang raja, sebagaimana yang dimiliki bangsa-bangsa lain, mereka rentan untuk dijadikan bulan-bulanan musuh-musuh mereka. Maka mereka meminta raja untuk menggantikan Samuel menjadi hakim atas mereka (ayat 5-6). Mereka lupa bahwa Allah adalah Raja, pemimpin sejati mereka. Samuel menguraikan harga mahal yang harus mereka bayar kepada raja (ayat 10-18). Walau demikian, bangsa Israel bersikeras untuk mengambil jalannya sendiri.

Sebagai orang Kristen, kita pun sering seperti itu, ketika tekanan hidup mendera kita mengandalkan kemauan dan pikiran kita saja. Seharusnya menjadikan kita lebih dekat dan bersandar pada Tuhan, dan minta petunjuk Tuhan lebih dulu dalam menghadapi masalah. Sebab pilihan kita belum tentu sesuai dengan kehendak dan rancangan Allah. Oleh karena itu, libatkan Allah ketika kita menghadapi setiap kesukaran. Ingatlah bahwa Tuhan mau campur tangan dan tidak akan tinggal diam dalam setiap masalah yang dihadapi anak-anak-Nya. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-401:1 Makin Dekat Tuhan
Makin dekat Tuhan kepada-Mu, walaupun saliblah. Mengangkatku. Inilah laguku, dekat kepada-Mu. Makin dekat Tuhan kepada-Mu.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Garis Tangan


Suatu kali, di Taiwan ada seorang konglomerat dan pengusaha kaya. Hebatnya, kekayaan itu menurut banyak pihak diperoleh benar-benar dari nol. Karena itu, apa yg dilakukannya mampu menginspirasi banyak orang..

Suatu ketika, karena penasaran, ada seorang pemuda ingin belajar menimba pengalaman dari sang pengusaha. Setelah mencoba beberapa kali, akhirnya sang pemuda berhasil menemui si pengusaha sukses.

“Terimakasih Bapak mau menerima saya. Terus terang saya sangat ingin menimba pengalaman dari Bapak shingga bisa sukses seperti Bapak,” ujar pemuda itu.

Mendengar permintaan itu, sang pengusaha tersenyum sejenak. Kemudian, ia pun meminta anak muda tadi menengadahkan tangannya. Si pemuda pun terheran-heran. Namun, lantas si pengusahapun menjelaskan maksudnya. “Biar aku lihat garis tanganmu. Dan, simaklah baik-baik apa pendapatku tentangmu sebelum aku memberikan pelajaran seperti yg kamu minta,” jawab pengusaha tersebut. Setelah menengadahkan kedua tangannya, si pengusaha pun berkata, “Lihatlah telapak tanganmu ini. Di sini ada beberapa garis utama yang menentukan nasib. Di sana ada garis kehidupan. Kemudian, di sini ada garis rezeki dan ada pula garis jodoh.

Sekarang, menggenggamlah. Di mana semua garis tadi?”
“Di dalam telapak tangan yang saya genggam.” Jawab si pemuda yg penasaran.
“Nah, apa artinya itu? Hal itu mengandung arti, bahwa apapun takdir dan keadaanmu kelak, semua itu ada dalam genggamanmu sendiri. Kamu lihat bukan? Bahwa semua garis tadi ada di tanganmu. Dan, begitulah rahasia suksesku selama ini. Aku berjuang dan berusaha dengan berbagai cara utk menentukan nasibku sendiri,” terang si pengusaha. “Tetapi coba lihat pula genggamanmu. Bukankah masih ada garis yg tidak ikut tergenggam? Sisa garis itulah yang berada di luar kendalimu. Karena di sanalah letak kekuatan spiritual dari Sang Maha Pencipta yang kita dimana kita tidak dapat mendapatkan itu tanpa Tuhan.

BERBAHAGIA DI DALAM KRISTUS


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-248:1 Saleleng ho di tano on
Saleleng ho di tano on patigor ma roham
Paingotingot ma tongtong nidok ni
Debatam.

PEMBACAAN FIRMAN
Fil. 4:13-20 (Pagi)
Kej. 39:2-5 (Malam)

RENUNGAN
Matius 5:11
Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.

BERBAHAGIA DI DALAM KRISTUS
Peristiwa berdarah 11 September 2001 (17 tahun lalu) di Amerika serikat merupakan hal yang tidak terlupakan, duka yang mendalam khususnya bagi negara Amerika Serikat. Menurut informasi sekitar 2.977 orang meninggal dunia dan ribuan orang terluka. Pastinya setiap tanggal 11 September dunia diingatkan akan peristiwa tersebut. Tetapi nas hari ini tidak membicarakan tentang penderitaan. Kita perlu membedakan penganiayaan yang dimaksud Tuhan Yesus di sini dengan penderitaan karena kesalahan. Kita juga mungkin mengalami perlakuan buruk yang tidak ada kena-mengenanya dengan alasan-alasan religius. Bukan ini yang dimaksud nas hari ini. Penganiayaan yang sedang dibahas oleh Tuhan Yesus memiliki beberapa karakteristik. Yang pertama, penderitaan ini karena kebenaran (ayat 10). “Kebenaran” merujuk pada gaya hidup yang benar (kesalehan). Gaya hidup kita yang benar sebagai warga kerajaan Allah bisa saja dipandang sebagai ancaman bagi orang lain, apalagi jika gaya hidup tersebut terlihat lebih baik dan benar dibandingkan gaya hidup yang ada. Sebagai contoh, kesalehan orang Kristen yang melebihi kesalehan legalistik orang-orang Farisi dan ahli Taurat (5:20) bisa menjadi sumber kebencian bagi dua golongan religius.

Kedua, penderitaan ini karena Kristus (ayat 11). Penambahan “karena Aku” memberikan nuansa personal sekaligus spesifikasi atau karena iman-setianya kepada Yesus. “Berbahagilah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat”. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-467:1 Tuhanku Bila Hati Kawanku
Tuhanku bila hati kawanku terluka oleh tingkah ujarku,
dan kehendakku jadi panduku. Ampunilah.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

DIPANGGIL DAN DIUTUS


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-207:1 – Sai Tiop Ma Tanganku
Sai tiop ma tanganku, sai togu au. Paima
tos hosangku ramoti au. Ndang olo au
mardalan sasada au; Sai Ho ma ale Tuhan, manogu au.

PEMBACAAN FIRMAN
Mat. 10:40-42 (Pagi)
Yer. 20:1-6 (Malam)

RENUNGAN
Yeremia 1:7
Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: “Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapa pun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apa pun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan.

DIPANGGIL DAN DIUTUS
Kadang kita merasa tidak mampu dalam melakukan suatu pekerjaan dengan melihat banyaknya keterbatasan yang kita miliki. Juga sering terjadi apabila kita dipanggil untuk menjadi pelayan, alasan yang sering muncul adalah belum layak, saya masih banyak dosa, belum saatnya dan sebagainya. Tentu baik apabila hal itu didorong oleh pengenalan diri di hadapan Tuhan, tetapi sebenarnya itu bukan alasan untuk tidak mau melayani Tuhan, sebab bukan karena kebaikan dan kemampuan diri, semata-mata hanyalah panggilan Tuhan, tentu sebagai orang percaya yang dituntut adalah kemauan untuk mau belajar dan mau menekuninya.

Nabi Yeremia juga mengalami keadaan merasa tidak mampu, tetapi itu bukan penghalang baginya untuk dipakai oleh Tuhan, malah Tuhan mengulurkan tangan-Nya dan menjamahnya sehingga ia bukan layak tetapi dilayakkan oleh Tuhan. Saudara, keadaan kita memang semakin sulit, beragam kejadian membuat kita merasa takut, belum selesai masalah yang satu sudah muncul masalah yang baru, kita mendengar banyak orang tersangkut kasus narkoba, dan ternyata di sekitar kita ancaman ini semakin mengkuatirkan, kita perlu menjaga diri dan menjauhkan diri dari hal-hal yang merusak masa depan kita. Pergaulan bebas, berita perceraian, sering dipertontonkan di berbagai media cetak, seakan-akan sudah kehilangan norma-norma kesusilaan, dan tayangan itu sangat diminati berbagai kalangan, kita juga sebagai orangtua sering bergumul di mana semakin sulitnya anak-anak mau mendengar nasihat, dengan berbagai macam alasan yang dibuat-buat. Jadi hendaklah kita semua orang yang sudah dipanggil oleh Tuhan berusaha terus mensuarakan dan menghayati nilai-nilai hidup yang baik dan membangun. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-29:4 Di Muka Tuhan Yesus
Di muka Tuhan Yesus, kudapat kasih sayang-Nya. Hatiku pasrah berserah. Di muka Tuhan Yesus.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin