Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

MENGASIHI


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE- 212: 1. Haholongon Na Badia
Haholongon na badia, Sian Tuhan Jesus i. Sai Songgopi, sai bongoti, Roha dohot tondingki.

PEMBACAAN FIRMAN
Mat. 15:11a+18-20 (Pagi)
Why. 16:1-9 (Malam)

RENUNGAN
Yohanes 14:24
Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.

MENGASIHI
Semua agama di dunia ini pasti selalu mengajarkan kasih dan tidak ada agama yang tidak mengajarkan kasih. Demikian juga kita sebagai orang Kristen sebagai tanda menuruti firman Allah harus berbuahkan kasih. Hal inilah yang ditekankan oleh Yesus dalam Matius 22:37+39 yang menyebut: Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Masalahnya sekarang adalah apakah kita sudah benar-benar mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa dan akal budi kita? Apakah kita sudah mengasihi sesama manusia seperti diri kita sendiri? Mengasihi Tuhan tidak cukup hanya sekedar diucapkan atau sebatas melalui kegiatan-kegiatan kerohanian yang kita lakukan, dengan doa, bernyanyi, kebaktian. Sebagaimana firman Tuhan menyebut: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya pada hal hatinya jauh dari pada-Ku (Matius 15:8). Tetapi kita harus membuktikan kasih kita kepada Tuhan melalui perbuatan dan tindakan nyata dalam hidup kita sehari hari.

Mengasihi Tuhan harus benar-benar menyediakan waktu untuk mendengar, menghayati, merenungkan, menpercayai dan terutama melakukan firmanNya. Jadi bila ada pencobaan dengan seberat apapun masalah yang kita hadapi maka kita tidak mudah putus asa tetapi mampu menghadapinya dengan positip dan tahan uji, dengan mengingat firman Tuhan: Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia (Roma 8:28). Karena itu marilah kita selalu hidup dalam kasih, sebagaimana firman Tuhan menyebut: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya (I Yoh. 4:21). Jadi bila kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati maka kita juga harus mengasihi sesama manusia seperti diri kita sendiri. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-381: 1 Yang Mahakasih
Yang Maha kasih yaitu Allah. Allah Pengasih pun bagiku. Aku selamat oleh kasihNya. Oleh kasihNya kepadaku.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

DIBENARKAN KARENA IMAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE- 649: 1. Dipasada Ama i
Dipasada Ama i, angka na porsea i,
ni rahutan ni holong ni Kristus i,
marhite TondiNa i.

PEMBACAAN FIRMAN
Mat. 5:2-12 (Pagi)
Why. 15:5-8 (Malam)

RENUNGAN
Roma 5:1
Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.

DIBENARKAN KARENA IMAN
Orang Kristen tentu tidak asing lagi dengan istilah “Sola Gracia”, yang berarti keselamatan hanya oleh karunia atau anugerah Tuhan semata dan bukan karena usaha kita dengan melakukan perbuatan baik. Anugerah itu telah diberikan Allah sebagai bagian dari proses pembenaran, di mana manusia yang berdosa dijadikan benar bukan berdasarkan pada apa yang diperbuatnya atau karena amal baiknya, tetapi berdasarkan apa yang telah Allah lakukan. Dengan usaha dan upaya sendiri, bahkan dengan perbuatan baik sekalipun, manusia tidak akan pernah dapat memperoleh keselamatan dan mengalami pemulihan hubungan dengan Allah, terkecuali inisiatif itu datangnya dari Allah sendiri. Jadi proses pembenaran ini dikerjakan oleh Allah sendiri, di mana Ia membenarkan setiap orang yang percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Dibenarkan adalah berkenaan dengan perubahan dalam hubungan, yaitu hubungan antara Allah dan orang yang percaya kepada Yesus.

Dalam proses ‘pembenaran’ ini Allah berperan sebagai Hakim, yang oleh karena Anak-Nya Ia membenarkan orang berdosa (mengampuni dosa-dosanya) yang percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, sehingga hukuman dosa tidak lagi ditanggungkan ke atas orang itu. Oleh karena itu, kita harus menyadari bahwa iman kita harus diwujudnyatakan dalam bentuk perbuatan. Tidak ada gunanya kita berkata bahwa kita adalah orang beriman kepada Yesus Kristus, tetapi kehidupan kita justru mempermalukan-Nya. Iman kita harus kita tunjukkan melalui perbuatan. Oleh karena itu, jangan bangga jika kita sudah percaya kepada Yesus. Banggalah jika kita mampu setia kepada-Nya, setia mengikuti jalan-Nya, hingga kita mati nanti. Jika kita mampu setia hingga akhir, Tuhan Akan memberikan mahkota kehidupan kekal kepada kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-446: 1 Setialah
Setialah kepada Tuhanmu, hai kawan yang penat. Setialah, sokongan-Nya tentu di jalan yang berat. ‘Kan datang Raja yang berjaya menolong orang yang percaya. Setialah!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

PENDERITAAN SAAT INI BERSIFAT SEMENTARA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-262:1 – “Jahowa Tuhanki”
Jahowa Tuhanki, Ho mual ni na denggan
Sitompa sasude, silehon hangoluan
Sai lehon ma di au, pamatang na hipas
Maringan ma di au, baen roha na ias.

PEMBACAAN FIRMAN
1 Tim. 5:4-8 (Pagi)
Why.15:1-4 (Malam)

RENUNGAN
Roma 8:18
Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.

PENDERITAAN SAAT INI BERSIFAT SEMENTARA
Dunia memandang penderitaan sebagai suatu yang harus dihindari. Penderitaan bisa dalam bentuk penyakit, masalah berat atau kehilangan seseorang yang kita kasihi. Penderitaan bisa berbentuk kegagalan hidup atau kekecewaan dalam pekerjaan atau dalam studi, dan lain-lain yang membawa kesedihan. Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana-Nya. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara (Roma 8:28-29). Sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun (Yakobus 1:3-4).

Keputusan kita untuk mengikut Kristus mungkin menimbulkan kesulitan bagi kita. Petrus menuliskan, “Adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung” (1 Pet 2:9). Saat mengalami ketidaknyamanan atau penderitaan karena iman kita, kita rela menanggungnya karena “Kristuspun telah menderita untuk kita dan telah meninggalkan teladan bagi kita, supaya kita mengikuti jejak-Nya”. Bahkan saat orang mengejek Yesus, “Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil (ay.23). Yesus adalah teladan kita dalam penderitaan. Kita dapat berpaling kepada-Nya untuk menerima kekuatan, Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-388:1. S’lamat Di Tangan Yesus
S’lamat di tangan Yesus aman pelukan-Nya. Dalam teduh kasih-Nya aku bahagia. Lagu merdu malaikat olehku terdengar. Dari neg’ri mulia, damai sejahtera. S’lamat di tangan Yesus aman pelukan-Nya. Dalam teduh kasih-Nya aku bahagia.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

HIDUP KARENA PERCAYA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-369:1 – O Jesus Panondang
Na marhahaanggi, hita sasude. Ndang mardia imbar manang ise pe. Asing be hatanta, nang luat ta pe. Sada do Amanta i taingot be.

PEMBACAAN FIRMAN
Fil. 1:22-26 (Pagi)
Why. 14:14-20 (Malam)

RENUNGAN
Lukas 11:10
Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.

HIDUP KARENA PERCAYA
Doa adalah ungkapan iman yang ada dalam hati dan diucapkan dengan mulut (Rom 10:8). Ketika kita berdoa kepada Tuhan, kita harus memiliki iman dan kesungguhan hati kepada Tuhan. Berdoalah kepada Tuhan dengan keyakinan penuh, kesungguhan dan sikap yang tidak putus asa. Dalam perumpamaan Yesus, kita dapat melihat orang yang datang kepada sahabatnya ini, menunjukkan kesungguhan hati dan keyakinan penuh. Walaupun ia sudah mendapat penolakan dari sahabatnya, tetapi ia tetap tidak putus asa dan terus menerus meminta dengan kesungguhan hati dan keyakinan bahwa sahabatnya ini pasti memberikan apa yang diperlukannya. Karena ia tidak merasa malu dan minta kepadanya terus-menerus, maka ia pun bangun memberikan apa yang diperlukannya.

Dalam pengalaman doa kita, mungkin kita merasa sudah meminta sesuai kebutuhan kita, sepenuh hati, dan dengan mencucurkan air mata serta penuh kesabaran, tetapi kita tidak mendapatkan apa yang kita minta. Mengapa? Apa yang menjadi kunci utama supaya ketika meminta kita diberikan, mencari mendapatkan serta mengetok pintu dibukakan bagi kita? Doa kita dijawab bukan semata-mata karena kita meminta sesuai dengan kebutuhan kita, kesungguhan hati dan kesabaran, tapi itu terletak pada bagaimana hubungan kita dengan Tuhan. Amsal 15:29 mengatakan bahwa “Tuhan mendengar doa orang yang benar” dan Yakobus 5:16 mengatakan bahwa“doa orang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” Jadi, masalahnya adalah apakah kita sudah hidup benar di hadapan Tuhan? Bila kita hidup dan tinggal di dalam Dia, dan firman-Nya tinggal di dalam kita, maka kita akan menerima apa yang kita minta (Yoh. 15:7).

BERDOA

BERNYANYI KJ-344:4 Ingat Akan Nama Yesus
Bila mendengar nama-Nya, baiklah kita menyembah dan mengaku Dia Raja kini dan selamanya. Indahlah nama-Nya, pengharapan dunia! Indahlah nama-Nya, suka sorga yang baka!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

LAWAN RASA TAKUT


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-115:1 Tuhan Debata
Tuhan Debata sai ramoti ma, daging dohot tondinami, ido pangidoannami. Sai pahipas
be, hami on sude.

PEMBACAAN FIRMAN
Kel. 18:13-17 (Pagi)
Wahyu 14:1-5 (Malam)

RENUNGAN
Ulangan 1:29-30
Ketika itu aku berkata kepadamu: Janganlah gemetar, janganlah takut kepada mereka; TUHAN, Allahmu, yang berjalan di depanmu, Dialah yang akan berperang untukmu sama seperti yang dilakukan-Nya bagimu di Mesir, di depan matamu,

LAWAN RASA TAKUT
Kita tahu cerita tentang dua belas pengintai: dua orang memberikan laporan positif, tetapi 10 orang memberikan laporan negatif. Setelah mereka kembali ke perkemahan orang Israel, ternyata laporan sepuluh orang ini lebih manjur, sebab semua orang Israel berteriak dalam ketakutan. Dalam situasi seperti mereka, yakni situasi di mana mereka hanya mengandalkan peralatan militer yang sederhana dengan kenyataan bahwa mereka adalah bangsa yang baru, tak ayal lagi ini menimbulkan keresahan nasional. Serentak saat itu terjadilah apa yang dinamakan dengan krisis iman. Tidak ada satu pun orang yang mampu meyakinkan bangsa itu, kecuali Musa, Harun, Yosua, dan Kaleb, bahwa Allah pasti menyerahkan tanah Kanaan kepada mereka. Bilamana semua orang tidak lagi menaruh imannya kepada Allah, sesungguhnya ia hidup dalam ketakutan.

Dari sudut psikologi ketakutan adalah wajar, salah satu emosi dasar manusia selain kebahagiaan, kesedihan dan kemarahan. Namun ketakutan akan menjadi masalah besar bila dibiarkan berlarut-larut atau berkepanjangan, karena ketika kita terus dikuasai olehnya, sukacita dan damai sejahtera kita akan terampas. Alkitab menyatakan bahwa Tuhan memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Artinya rasa takut bukanlah berasal dari Tuhan, karena itu sebagai orang percaya tidak seharusnya kita hidup dalam ketakutan. “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”(Ibr 13:5b). Oleh karenanya “janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.” (Yes 41:10). Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-457:1 – Ya Tuhan Tiap Jam
Ya Tuhan tiap jam, ‘ku memerlukan-Mu. Engkaulah yang memb’ri sejahtera penuh. Setiap jam ya Tuhan, di Kau ‘kuperlukan. ‘Ku datang Jurus’lamat, berkatilah.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

TUHAN SETIA DAN BERDAULAT


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-207:1 – Sai tiop ma Tanganku
Sai tiop ma tanganku, sai togu au, paima
tos hosangku ramoti au. Ndang olo au
mardalan sasada au; Sai Ho ma ale
Tuhan, manogu au.

PEMBACAAN FIRMAN
Ulangan 27:11-26 (Pagi)
Wahyu 13:11-18 (Malam)

RENUNGAN
2 Tesalonika 3:3
Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat.

TUHAN SETIA DAN BERDAULAT
Dalam perjalanan sejarah umat Tuhan, jemaat sering mengalami penindasan, tekanan bahkan penganiayaan. Misalnya, Pemerintahan China dan Sovyet Rusia mengeluarkan peraturan larangan membangun gereja. Gedung gereja dihempang dan dibongkar dan ibadah dibubarkan. Ibadah dilarang, siapa yang melanggar dihukum. Di Indonesia juga banyak tekanan terhadap orang percaya dan di beberapa daerah khususnya di Pulau Jawa, pembangunan gedung gereja sangat sulit. Orang Kristen ditekan, gereja di bom dan orang percaya didiskriminasi dalam jabatan publik. Demikianlah juga pada abad pertama pelayanan Rasul Paulus, orang percaya di Tesalonika ditekan, dibenci dan dimusuhi. Iblis memakai orang jahat untuk menindas orang percaya. Dalam kondisi hidup menderita itulah Paulus meyakinkan setiap jemaat untuk terus berharap pada pemeliharaan Tuhan yang selalu menguatkan dan melindungi mereka. Orang percaya diingatkan bahwa Tuhan setia, Tuhan tidak meninggalkan mereka dalam penderitaan.

Jika saat ini kita menghadapi berbagai tekanan atau kejahatan, apa sikap kita? Sebagai orang percaya, kita menghadapi pergumulan, tantangan, tekanan, dan seakan doa kita belum atau tidak dijawab Tuhan. Namun Tuhan tetap setia, sampai saat ini pun Dia tetap setia dan mengasihi orang percaya. Renungan hari ini mau menguatkan iman dan pengharapan kita, sehingga kita tetap teguh beriman, setia beribadah, dan berkarya bagi Tuhan. Amin

BERDOA

BERNYANYI KJ-356:1 – Tinggallah dalam Yesus
Tinggallah dalam Yesus jadilah murid-Nya. B’lajarlah firman Tuhan, taat kepada-Nya. Tinggallah dalam Yesus, andalkan kuasa-Nya. Dia-lah pokok yang benar, kitalah ranting-Nya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

HAMBA YANG SETIA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-252:1 “Paian Ma Di Hami”
O Jesus sai dongani ma hami sasude
Pasada rohanami asa bulus sude

PEMBACAAN FIRMAN
1 Kor. 9:16-18 (Pagi)
Yes. 50:4-5 (Malam)

RENUNGAN
Lukas 12:43
Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.

HAMBA YANG SETIA
Suatu malam, seorang bapak dan istrinya masuk ke sebuah hotel kecil untuk bermalam. Sayangnya, hotel itu sudah penuh karena ada acara besar di daerah itu. Namun, melihat cuaca yang buruk, seorang pegawai hotel mempersilakan pasangan itu untuk beristirahat di kamarnya. Keesokan harinya, bapak itu berkata, “Karena kamu melakukan pekerjaanmu dengan sungguh-sungguh dan dengan sikap melayani, suatu saat saya akan membuat hotel untukmu.” Dua tahun kemudian, bapak itu—William Waldorf Astor—mengangkat pegawai hotel tersebut, George Charles Boldt, untuk menjadi pimpinan hotel Waldorf-Astoria, salah satu hotel paling bergengsi di dunia. Dalam perumpamaan “Hamba yang setia dan hamba yang jahat,” Kristus memperlihatkan bagaimana seorang hamba yang setia terhadap pekerjaannya akan mendapat kepercayaan yang lebih besar. Perumpamaan itu menjadi sangat lekat bagi kita sebagai orang Kristen karena kita sesungguhnya adalah hamba-hamba itu dan Tuhan Yesus adalah tuan kita.

Kita semua telah dipanggil oleh Tuhan untuk melakukan tugas pelayanan di dunia. Namun, apakah kita sudah melakukannya dengan penuh kesungguhan? Atau, jangan-jangan, karena kita merasa bahwa Tuhan sedang tidak mengawasi kita, lantas kita berbuat seenaknya? Kepada setiap orang dipercayakan tugas yang berbeda-beda sesuai dengan talenta yang dimilikinya. Mereka yang bertalenta organisatoris bisa menjadi pengurus di gereja. Mereka yang bertalenta musikal bisa berbagi sukacita lewat musik. Setiap hal kita lakukan dengan sungguh-sungguh karena kita melakukannya untuk Tuhan, amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-460:1. Jika Jiwaku Berdoa
Jika jiwaku berdoa kepada-Mu Tuhanku. Ajar aku t’rima saja pemberian tangan-Mu. Dan mengaku s’perti Yesus di depan sengsara-Nya. Jangan kehendakku Bapa, kehendak-Mu jadilah.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin