Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

Buah Pertobatan


BERNYANYI BE. 369:1. Na marhahangi hita sasude
Na marhahaanggi, hita sasude. Ndang mardia imbar manang ise pe. Asing be hatanta, nang luat ta pe. Sada do Amanta i taingot be.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Ratapan 3:22-23
Malam: Lukas 1:45-50

RENUNGAN
Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu.
Yesaya 1:19

Buah Pertobatan
Hidup gagal dan menderita dituding karena tidak mendengar Tuhan. Tetapi kehidupan bergaul dengan Tuhan ditandai dengan penyerahan diri artinya setiap hari selalu belajar Firman Tuhan dan berdoa secara sungguh-sungguh, kemudian setia melakukan perintah Tuhan tiap hari. Murka Allah akibat dosa dipicu oleh ketidaktaatan pada perintah Tuhan seperti sikap tegar tengguk, sombong, egois, dan tidak mau diatur Tuhan. Nas hari ini menyuarakan bagaimana Nabi Yesaya diutus Tuhan berbicara pada Bangsa Israel yang pada masa itu digerogoti kemerosotan moral, hidup meninggalkan Tuhan, menyembah berhala, berontak, berlaku tidak adil, menindas hak orang lemah dan janda miskin. Untuk hal itulah Tuhan berkata agar Bangsa yang jahat itu bertobat, menuruti dan mendengar Tuhan. Saat itulah Tuhan menanti pertobatan, bukan persembahan atau pengorbanan materi dari umat-Nya.

Bagaimana kehidupan kita saat ini? Sudahkah mengutamakan Tuhan, atau justru meninggalkan atau menomorduakan Tuhan? Hendaklah kita hati-hati pada abad, karena tidak jarang orang meninggalkan Tuhan akibat nafsu roh zaman, roh jahat, materialisme, mempertuhan harta atau jabatan serta fasilitas, sehingga ibadah dan penyembahan serta ketaatan pada Allah Tritunggal dikorbankan. Sebagai keluarga atau pribadi, kita diingatkan agar taat mendengar dan setia menuruti Tuhan. Hari ini kita dipanggil dan diajak untuk mengembangkan kualitas kerohanian kita melalui pertobatan dari dosa dan berjuang hidup berkenan bagi Tuhan. Kiranya hidup kita makin memberikan buah pertobatan sejati.Amin

BERDOA

BERNYANYI KJ-419:1 “Yesus Pimpinlah”
Yesus pimpinlah kami s’lamanya
Hanya di Kau kami ikut, di sepanjang jalan hidup
Tuntun umatMu, masuk rumah-Mu.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Hidup Sebagai Anak-Anak Terang


BERNYANYI BE. 122:1. Ida Hinadenggan ni
Ida hinadenggan ni, angka na saroha i. Parpambaenan na burju, nang hatana pe tutu.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Mazmur 69:20-33
Malam: Ibrani 11:1-6

RENUNGAN
Karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran.
Efesus 5:9

Hidup Sebagai Anak-Anak Terang
Terang menurut Alkitab merupakan metafora yang mengandung berbagai makna antara lain: gambaran dari karakter Allah sendiri, gambaran dari kebaikan, kebenaran dan keadilan, gambaran dari kekudusan Allah yang digunakan khusus untuk Kristus kemudian diturunkan kepada orang-orang percaya dan mereka bersaksi bagi Dia melalui kekudusan kehidupan mereka dan pemberitaan Injil, gambaran untuk sesuatu yang tersingkap. Rasul Paulus dalam Efesus 5:8 – 9 mengatakan “Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran”.

Nas hari ini menjelaskan kepada kita bahwa terang tidak dapat bersatu dengan kegelapan. Ketika terang datang, kegelapan akan sirna karena terang akan meningkatkan segala sesuatu yang tertutup oleh kegelapan. Oleh karena itu, satu-satunya jalan untuk melenyapkan kegelapan adalah dengan mendatangkan terang. Yesus Kristus adalah terang dunia, siapa saja yang beriman kepada Kristus akan menjadi terang dan dipanggil untuk hidup dalam terang. Karakter terang akan nyata melalui kebaikan, keadilan, dan kebenaran yang muncul sebagai buahnya. Hidup sebagai anak terang juga berarti selalu mencari apa yang berkenaan bagi Tuhan yang telah menganugerahkan keselamatan. Hidup sebagai anak terang adalah panggilan utama kita sebagai pengikut Kristus. Bangunlah dan biarkanlah cahaya Kristus menyala di dalam dan melalui hidup kita. Mari kita pancarkan terang Kristus itu kepada orang-orang di sekitar kita.

BERDOA

BERNYANYI KJ-235:1 Kudengar Berkat-Mu Turun
Ku dengar berkat-Mu turun bagai hujan yang lebat,
menghidupkan padang gurun dan menghibur yang penat. Aku pun, aku pun, ya, berkati aku pun!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Estomihi


Tahukah kita bahwa dalam liturgi yang disusun, minggu ini biasa disebut dengan Quinquagesima, sama artinya dengan lima puluh hari sebelum kebangkitan Kristus. Sesuai dengan namanya, maka pada minggu ini kita di ajak untuk mengenang bagaimana kesempurnaan ciptaan Allah, yaitu segala yang dibutuhkan oleh manusia. Tumbuh-tumbuhan dan hewan yang telah diciptakan Allah, semua itu diberikan Allah kepada manusia untuk dikuasai dan dipelihara. Ini artinya Allah telah terlebih dahulu menciptakan segala kebutuhan manusia, sebelum manusia itu dibentuk dan dihidupkan oleh Tuhan. Minggu Quinquagesima ini mengajak kita untuk lebih memahami, bahwa tidak ada yang lain yang ada pada manusia selain dari Tuhan itu sendiri. Bukan saja makanan dan minuman, tetapi juga seluruh elemen yang pada manusia berasal dari Tuhan.

Di sisi lain, manusia harus hidup dalam banyak pergumulan, tidak ada tempat atau kekuatan yang mampu melepaskan manusia itu dari jerat dosa. Hanya Tuhan satu-satunya tempat dimana manusia aman dan tentram. Pertolongan, kebebasan dan kemerdekaan yang diberikan Tuhan kepada manusia menunjukkan bahwa Allah adalah perisai yang teguh. Maka dengan mengingat kesempurnaan ciptaan Allah sampai hari yang kelima, hidup kita akan dipenuhi dengan rasa syukur, sebab Allah sendiri telah menyediakan segala sesuatunya bagi kita, termasuk pembebasan dari segala belenggu dosa. Maka patutlah kita menyuarakan: Estomihi in Deum protectorem-Ya Tuhan, Engkaulah Gunung Batuku (Mazmur 31).

Berjalan Dalam Terang


BERNYANYI BE. 115:1 Tuhan Debata
Tuhan Debata, sai ramoti ma
Daging dohot tondinami, ido pangidoannami
Sai pahipas be, hami on sude

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Mazmur 85:1-7
Malam: Lukas 15:10-24

RENUNGAN
Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa.
Efesus 5:11a

Berjalan Dalam Terang
Paulus ingin berkata kepada jemaat di Efesus bahwa mereka yang sekarang berbeda dengan mereka yang dahulu. Sejak mereka percaya kepada Yesus Kristus keadaan mereka benar-benar berubah. Manusia yang hidup dalam kegelapan mereka pasti sudah jauh meninggalkan Tuhan. Sebaliknya jika kita tetap tinggal di dalam Tuhan kegelapan tak akan menguasai hidup kita. Ada tertulis: “Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.” (Yoh 1:4-5). Ketika kita berada di dalam situasi yang gelap, mungkin karena listrik padam dan sebagainya, kita pasti akan mengalami kepanikan dan kita akan berusaha untuk mencari lampu, senter atau lilin; kita tidak membutuhkan barang-barang berharga lainnya. Demikian juga apabila saat ini hati kita sedang mengalami kegelapan, segeralah undang Tuhan Yesus yang adalah Terang dunia itu masuk ke dalam hati kita, maka kegelapan pasti akan lenyap.

Sebagai anak-anak Tuhan kita telah dipanggil dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib. Dikatakan, “Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang” (Ef. 5:8). Setelah kita memiliki ‘Terang’ itu maka kita harus benar-benar berpisah dengan gelap. Jangan lagi hidup dalam kegelapan, tetapi kita harus berjalan di dalam terang Tuhan, “karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran,” (Ef. 5:9).

BERDOA

BERNYANYI KJ-401:1 Makin Dekat Tuhan
Makin dekat, Tuhan, kepada-Mu;
walaupun saliblah mengangkatku,
inilah laguku: Dekat kepada-Mu;
makin dekat, Tuhan, kepada-Mu.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Pergi Dan Berbuah


BERNYANYI BE 14:1 “Puji hamu Jahowa tutu”
Puji hamu Jahowa tutu,
Pardenggan-basa, parasi roha salelengna i,
Pardenggan-basa i, parasiroha i.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Mazmur 1:1-6
Malam: 1 Yohanes 5:14-21

RENUNGAN
Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.
Yohanes 15:16b

Pergi Dan Berbuah
Dalam perumpamaan penabur, Yesus berbicara tentang empat kategori orang yang mendengar Firman. Kategori kedua dan ketiga adalah mereka yang tidak berbuah, dan kategori terakhir, yang mendapatkan pujian adalah mereka yang “mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat” (Mat. 13:23). Allah Bapa bersukacita apabila anak-anak-Nya menghasilkan buah. Perhatikan bagaimana Ia memberikan perawatan khusus dengan cara memangkas dan membersihkan ranting-ranting yang berbuah sehingga mereka lebih banyak lagi berbuah! Allah Bapa tidak menginginkan ranting-ranting anggur biasa. Dia menginginkan ranting-ranting yang berbuah lebat, ranting-ranting yang berbuah selebat dan semaksimal mungkin. Hari ini banyak orang kristiani yang senang duduk bersantai dalam pertemuan-pertemuan, menunggu orang lain untuk “menjadi pelaksana” bagi mereka; menunggu seseorang yang “profesional” karena mereka menganggap diri mereka bukan “profesional”. Tetapi, Petrus dan murid-murid yang lain — yang kebanyakan adalah nelayan, sama sekali bukan para “profesional”. Mereka bukan sarjana, Satu-satunya kemampuan yang mereka miliki adalah dalam hal menangkap ikan! Ada pula orang-orang kristiani yang mengaku percaya, namun tidak menunjukkan adanya perubahan hidup. Kehidupan kristiani tanpa berbuah, sama sekali bukan kehidupan seorang Kristen. Amin

BERDOA

BERNYANYI KJ- 4:1 Hai Mari Sembah
Hai mari sembah Yang Maha besar, nyanyikan syukur dengan bergemar. Perisai umat-Nya, Yang Maha esa,
Mulia nama-Nya, takhta-Nya megah.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Mulutmu Harimaumu


BERNYANYI BE 248:2 Saleleng Ho Di Tano on
Sai songon hau na denggan ho ramos parbue ni. Bulungna pe na uli do, antong sai tiru i.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Amos 5:7-13
Malam: Matius 7:15-20

RENUNGAN
Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya.
Matius 12:33a

Mulutmu Harimaumu
Hati adalah akar pohon, bahasa adalah buah. Jika pohonnya baik, buahnya juga akan baik. Jika anugerah bertakhta dalam hati manusia, maka bahasa yang keluar adalah bahasa yang takut akan Tuhan, dan mensyukuri berkat-berkat Tuhan. Hati murni dapat melahirkan kata kata yang murni dan perbuatan yang murni. Akibat dosa manusia, hati murni dalam hati manusia telah hilang, sehingga kata kata dan perbuatan manusia telah berdosa. Pengampunan oleh darah Tuhan Yesus menjadikan hati, kata-kata dan perbuatan manusia dimurnikan kembali. Oleh sebab itu, percaya dan hidup dalam pengajaran Yesus akan melahirkan hati murni, jujur, baik, kasih, berkata berbuat jujur.

Perkataan harus sesuai perbuatan. Tuhan Yesus melayani manusia melalui Firman-Nya. Apa yang dikatakan, sesuai dengan apa yang dilakukannya, Yesus mendidik manusia agar perkataan sesuai dengan perbuatan, agar dalam berkata-kata perlu hati hati, apa yang dikatakan perlu dipertimbangkan apakah menyakiti orang lain, atau kita tidak mampu melakukannya, lebih baik sedikit bicara banyak berbuat. Ada ungkapan: “Mulutmu adalah harimaumu, dan jangan pula lain di bibir lain di hati atau manis di mulut pahit perbuatannya.” Melalui Firman ini, Tuhan Yesus mengajar kita agar kata-kata dan perbuatan kita sesuai, dapat dipercayai, sehingga kebaikan, kejujuran, dan kasih kita tidak sia-sia. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ. 309:1. Biar ‘Ku Tumbuh Di Batang-Mu
Biar ‘ku tumbuh di batang-Mu, ya Pokok Anggur yang benar, supaya Kau hidupkan daku menjadi ranting yang segar. Jika Engkau beri berkat, aku berbuah yang lebat.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Allah Memberikan Kekuatan Kepada Orang Percaya


BERNYANYI BE 247:1 Sai Hehe Ma Hamuna
Sai hehe ma hamuna, hamu parangan ni Tuhanta Jesus Kristus, tu paraloan i. Ai ndang tarbaen ho monang, nda na mangalo ho; ai musu ni Tuhanta tung ingkon talu do.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: 1 Timotius 1:3-11
Malam: Imamat 19:1-8

RENUNGAN
Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?
Roma 8:31b

Allah Memberikan Kekuatan Kepada Orang Percaya
Kemenangan Kristus di atas kayu salib adalah berita buruk bagi si Iblis, tapi merupakan berita sukacita bagi kita orang percaya. Maut telah ditelan dalam kemenangan. Allah yang telah memberikan kepada kita kemenangan melalui Yesus Kristus, Tuhan kita. Kini, belenggu dosa dan akibatnya, telah dipatahkan.

Kekuatan orang percaya tidak ditentukan oleh berapa lama ia menjadi orang Kristen, atau seberapa aktif ia terlibat dalam pelayanan di gereja; tapi kekuatan sepenuhnya ditentukan oleh faktor iman, “sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?” (1 Yohanes 5:4-5). Berbicara tentang iman tak lepas dari apa yang disebut ketaatan, asal kita hidup taat maka tak ada yang perlu ditakutkan! Sebab kekuatan kita untuk mencapai kemenangan bukan tergantung keadaan yang ada di sekeliling, tetapi tergantung seberapa dekat hubungan kita dengan Tuhan, karena Tuhanlah yang membawa kita kepada jalan kemenangan. Kata lawan bisa berbicara tentang masalah, kesulitan, penderitaan, atau orang-orang yang merancang kejahatan terhadap kita.
Mengapa masih banyak orang Kristen yang hidup dalam kekalahan? Karena mereka tidak memahami benar siapa dirinya di dalam Tuhan. Ini terjadi karena mereka tidak memiliki persekutuan yang karib dengan Tuhan. Artinya kita ini sangat berharga dan istimewa di mata Tuhan Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ No. 453:1 Yesus Kawan Yang Sejati
Yesus kawan yang sejati bagi kita yang lemah. Tiap hal boleh dibawa dalam doa pada-Nya. Oh, betapa kita susah dan percuma berlelah, bila kurang pasrah diri dalam doa pada-Nya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin