Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

Bersukacita dalam Penderitaan-Nya


BERNYANYI BE. 227:3 Jesus Ngolu ni Tondingku
Jangkon au baen siseanMu, Na girgir tu podaMi. Sai surdukkon ma tanganMu, Asa tong hutiop i.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Kisah Para Rasul 13:46-52
Malam: Yesaya 18:1-7

RENUNGAN
Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
1 Petrus 4:13

Bersukacita dalam Penderitaan-Nya
Mengapa penderitaan tidak membuat orang berbahagia apalagi bersukacita? Jawabnya adalah karena penderitaan itu diyakini sebagai hukuman; tidak ada pengharapan tetapi merupakan nasib atau takdir belaka. Penyebab penderitaan bisa karena miskin, sakit, kegagalan, musibah kecelakaan atau karena merasa tidak ada yang bisa dibanggakan. Nasib atau takdir, seringkali dijadikan kata penutup untuk menghibur diri. Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa ada sukacita di dalam penderitaan, yakni jika penderitaan kita ada di dalam penderitaan Kristus. Mengapa? Karena penderitaan kita dalam Yesus Kristus memiliki pengharapan yang kuat dan pasti.

Sebagai orang Kristen atau pengikut Kristus kita selalu hidup berpegang pada nilai-nilai yang ada dalam Firman-Nya. Dalam realitas hidup sehari-hari, nilai kristiani itu akan membawa dan menjadikan kita berbeda. Prinsipnya walau terjadi penderitaan, kita tidak menganggap itu sebagai sesuatu kejadian luar biasa yang bisa menyiksa. Tetapi, semua itu harus dihadapi dan dijalani, ibarat para pelajar yang sedang menghadapi ujian yang akan membawanya naik kelas. Inilah yang dimaksud bersukacita dalam penderitaan-Nya, yakni jika kita lulus menghadapi ujian maka kita naik kelas dan bisa bersukacita. Lebih dari itu, kita juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Yesus Kristus Raja menyatakan kemuliaan-Nya kepada kita. Tuhan memberkati. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-356:2 Tinggallah Dalam Yesus
Kita sebagai ranting pasti berbuahlah, asal dengan setia tinggal di dalam-Nya. Tinggallah dalam Yesus, muliakan nama-Nya: hidup berlimpah kurnia hanya di dalam-Nya!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Bersukaria dan Bersorak-sorai di dalam Tuhan


BERNYANYI BE. 435:1. Marolopolop Tondingki
Marolopolop tondingki ai naung di tobus Jesus i. Hamu sude, bege ma i, sai las ro hangku mandok i. Sonang ni tingki i, dung jumpang Jesus Tuhanki! Tondi na mangajari au, tarbaen marlasniroha au! Sonang ni tingki i, dung jumpang Jesus Tuhanki.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Kisah Para Rasul 11:19-26
Malam: Yesaya 26:13-21

RENUNGAN
Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku
Yesaya 61:10a

Bersukaria dan Bersorak-sorai di dalam Tuhan
Bersukaria dan bersorak-sorai adalah gambaran hati yang gembira dan bersyukur. Orang yang mempunyai hati yang gembira pasti ada sukaria dan orang yang bersukaria pasti mempunyai semangat hidup.” Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang” (Amsal 17:22). Untuk itu tak ada alasan bagi orang percaya untuk tidak bersukaria karena Allah adalah sumber sukacita.

Nas ini mengingatkan kita untuk bersukaria dan bersorak sorai di dalam Tuhan. Lantas bagaimana caranya agar kita selalu hidup bersukaria dan jiwa yang bersorak sorai di dalam Tuhan.

1. Mengingat Kebaikan-Nya. (Mazmur 143:5) Mengingat dan merenungkan kembali kebaikan Tuhan dan kebaikan orang yang pernah menolong kita dapat membantu kita mengatasi pikiran dan perasaan buruk, tetapi sebaliknya mengingat hal-hal yang buruk yang menimpa kita akan membuat kita sakit hati, kecewa, susah, sedih dan tertekan sehingga kita kehilangan sukacita. Untuk itu mari pikirkan hal-hal yang positif (Filipi 4:8).

2. Setia Kepada Tuhan. Ketika kita mengalami keadaan yang paling buruk tetaplah setia memuji dan menyembah Tuhan. Disaat kita memuji dan menyembah Tuhan dengan sungguh-sungguh maka hati kita akan merasa damai oleh karena sukacita yang dari Tuhan.

3. Meminta Pertolongan Tuhan (Maz. 143:7). Dalam menghadapi masalah jangan pernah mencari pertolongan manusia, paranormal, dukun karena hasilnya hanya kekecewaaan dan masalah menjadi makin berat. Yesus meminta kita untuk datang menghampiriNya, karena Yesus sanggup memberi kekuatan dan pertolongan kepada kita yang letih lesu dan berbeban berat. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-299:1 Bersyukur Kepada Tuhan
Bersyukur kepada Tuhan, bersyukur kepada Tuhan sebab Ia baik. Bersyukur kepada Tuhan.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Reminiscere Tuorum Domine


Seruan Passion Pertama:
“Reminiscere Tuorum Domine”

Saat ini kita memasuki Minggu Passion yang pertama. Pada minggu ini kita diajak untuk menyerukan kepada Allah “ingatlah segala rahmat dan kasih setiaMu” dalam bahasa Latin dikatakan: Reminiscere Tuarum Domine. Itu sebabnya minggu ini disebut dengan Minggu “Reminiscere”.
Pada tradisi beberapa gereja, minggu ini akan dibacakan penggalan cerita tentang perjalanan penderitaan Kristus sesuai dengan tema “reminiscere”. Salah satu peristiwa yang berkenaan dengan Minggu ini adalah dimana Kristus berjumpa dengan perempuan yang menaburkan kakiNya dengan minyak narwastu yang sangat mahal. Tetapi seorang muridnya mengecam perbuatan itu, katanya: “bukanlah lebih baik jika minyak itu dijual dan diberikan kepada orang miskin?” tetapi Yesus menjawab mereka: “orang ini mengingatkan Aku akan hari kematianKu”. Dengan mengingat pengorbanan Kristus, kita mengingat kembali bagaimana janji Allah telah digenapi.

Reminiscere memiliki arti “ingatlah”. Mengingat tentu kita akan menggunakan pikiran (kepala). Dengan mengingat janji-janji Allah, kita diajarkan agar seluruh hidup kita dimulai dari kepala dipenuhi akan Firman Allah. Pikiran adalah pusat kendali manusia. Pikiran (otak) adalah pusat system yang mengatur seluruh pergerakan, seluruh saraf manusia akan terhubung kepada otak. Maka dengan dipenuhinya Firman Allah di dalam pikiran, seluruh perasaan dan pergerakan kita lahir dari Firman yang hidup.

Kerajaan Allah


BERNYANYI BE. 789:1 Lului Hamu Harajaon ni Debata
Lului hamu harajaon ni Debata, Rap dohot hatigoranNa, Tambahononna ma ondeng tu hamu, Haleluya, Haleluya. Haleluya, haleluya. Haleluya, haleluya, haleluya.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Kisah Para Rasul 18:1-10
Malam: Yesaya 26:1-12

RENUNGAN
Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.
Roma 14:17

Kerajaan Allah
Betapa luar biasa bahagianya jika usaha dan kerja keras kita untuk melayani Kristus, berkenan kepada Allah dan dihormati manusia. Lantas, bagaimana caranya supaya kita bisa melayani Kristus dengan hasil yang luar biasa?

Pertama, kita melayani Kerajaan Allah. Fokus utama pelayanan kita haruslah untuk kebesaran dan kemuliaan Kerajaan Allah, bukan untuk “kerajaan” kita pribadi, dan bukan pula untuk “kerajaan” denominasi organisasi gereja. Dalam melayani, biarlah Kristus yang semakin bertambah besar dan mulia, sedangkan kita menjadi semakin kecil serta semakin berkurang kebanggaan dan ketenaran pribadi kita.

Kedua, melayani Kristus bukan berfokus utama pada soal makanan dan minuman. Melayani Kristus bukanlah soal untuk mencari keuntungan agar kebutuhan makanan dan minuman kita menjadi lebih terjamin. Bukan pula seperti kita menjalankan bisnis dengan berhitung soal untung rugi. Melayani Kristus tak berbeda dengan menempatkan diri kita sebagai hamba Tuhan yang setia dan dapat dipercaya.

Ketiga, melayani Kristus berfokus utama pada kebenaran Firman Tuhan.

Keempat, melayani Kristus dengan mengutamakan pelayanan damai sejahtera, bukan permusuhan, perpecahan, mencari kemenangan diri sendiri atau kelompok tertentu.

Kelima, melayani Kristus dalam sukacita oleh Roh Kudus. Hati yang dipenuhi sukacita oleh Roh Kudus akan selalu membuat kita bergembira dan bersemangat dalam melayani Tuhan, meski harus menghadapi banyak tantangan dan rintangan, sebagai proses yang harus dijalani dalam melayani Tuhan dari hari ke hari. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-409:1 Yesus Kau Nahkodaku
Yesus, Kau Nahkodaku di samud’ra hidupku. Badai topan menggeram dan gelombang menyerang. Kemudikan bidukku, Yesus, Kau Nahkodaku!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Harapan Dan Sukacita


BERNYANYI BE. 227:1 Jesus Ngolu Ni Tondingku
Jesus ngolu ni tondingku. Ho do haporusanki. Gok di Ho nama diringku. Ro di nasa langkaki

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Kisah Para Rasul 8:9-25
Malam: Yesaya 9:13-18

RENUNGAN
Harapan orang benar akan menjadi sukacita, tetapi harapan orang fasik menjadi sia-sia.
Amsal 10:28

Harapan Dan Sukacita
Semua orang berharap pada sesuatu. Beberapa orang berharap pada diri mereka atau pada manusia. Tetapi sesungguhnya keyakinan diri dan manusia tidak akan cukup mampu menguatkan mereka. Di manakah Anda dapat menaruh harapan Anda? Serahkan ke dalam Allah. Dia tidak akan pernah mengecewakan Anda. Allah ada untuk saya, dan Dia pun ada untuk Anda. Tidak peduli apa yang tengah Anda hadapi dalam hidup, Ia akan berjalan bersama Anda melewati itu semua. Seperti pemazmur berkata, “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.” (Mazmur 23:4) Anda adalah orang yang penuh harapan, atau orang yang putus asa? Alkitab mengatakan, “Harapan orang benar akan menjadi sukacita, tetapi harapan orang fasik menjadi sia-sia” (Amsal 10:28) Jadi berharaplah hanya kepada Tuhan. Apa kepada-Nya harapan Anda berada? Mungkin saat ini Anda sedang menghadapi krisis kehidupan. Mungkin Anda baru saja mendengar kabar terburuk yang pernah Anda terima. Mungkin Anda sedang melalui masalah dalam pernikahan Anda, masalah di tempat kerja, masalah dalam keluarga, masalah kesehatan, masalah keuangan, dan masalah-masalah lain yang menurut Anda sulit untuk dihadapi. Mungkin saat ini Anda sedang berada dalam kesedihan atau kecemasan yang mendalam, dan Anda bertanya-tanya apa yang harus diperbuat? Satu hal yang perlu kita lakukan: “Berseru dan berharaplah kepada Tuhan”. Apa pun yang terjadi kita mempunyai satu jaminan kepastian di dalam Dia. Berharaplah hanya kepada Allah, Dia tidak pernah mengecewakan, Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-417:1 Serahkan Pada Tuhan
Serahkan pada Tuhan seluruh jalanmu; kuatirmu semua ditanggung-Nya penuh. Sedangkan angin lalu dituntun tangan-Nya, pun jalan di depanmu, Tuhan mengaturnya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Jangan Melupakan Tuhan


BERNYANYI BE. 262:1. Jahowa Tuhanki
Jahowa Tuhanki, Ho mual ni na denggan. Sitompa sasude, silehon hangoluan. Sai lehon ma di au, pamatang na hipas
Maringan ma di au, baen roha na ias.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Kisah Para Rasul 8:1-8
Malam: Yesaya 9:7-12

RENUNGAN
Kesukaan kami ialah menyebut nama-Mu dan mengingat Engkau.
Yesaya 26:8b

Jangan Melupakan Tuhan
Beberapa hari yang lalu di suatu acara televisi, saya menonton diskusi panel mengenai cara otak bekerja, khususnya mengenai perbedaan cara mengingat antara pria dan wanita. Para pria biasanya mengingat hal-hal secara klinis dan langsung memisahkan mana hal penting yang perlu diingat atau hal yang tidak terlalu penting. Sebaliknya para wanita mengingat suatu momen secara detail bersamaan dengan emosinya saat itu. Itulah sebabnya pria mungkin lebih tangguh ketika menghadapi persoalan yang memerlukan daya ingat dan pengalaman, sedangkan wanita lebih luwes dalam mengingat momen-momen dalam kehidupan. Namun, di akhir pembicaraan, sang pakar menegaskan bahwa secara keseluruhan manusia itu cenderung mudah lupa.

Sama halnya dengan kehidupan kita sebagai orang Kristen, kita mungkin sering lupa akan kebaikan Tuhan. Alkitab mencatat manusia mudah lupa akan kasih Tuhan. Satu contohnya adalah kisah orang Israel yang dilepaskan dari perbudakan di Mesir, berjalan melewati Laut Teberau, dan saat mereka bersungut-sungut karena tidak ada makanan. Dalam Nas ini, nabi Yesaya juga mengingatkan kita dengan perkataannya: “Kesukaan kami adalah menyebut nama-Mu dan mengingat Engkau” (Yes. 26:8b). Jangan pernah merasa bahwa Tuhan itu melupakan kita. Kita harus tetap percaya kepada Tuhan. Manusia dapat melupakan kita, tetapi ingatlah bahwa Yesus tidak pernah meninggalkan serta tidak melupakan kita. Yesus juga sangat mengasihi kita. Dia selalu beserta dengan kita. Apapun kondisi kita hari ini, tetaplah kuat di dalam iman. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-344:4 Ingat Akan Nama Yesus
Bila mendengar nama-Nya, baiklah kita menyembah
dan mengaku Dia Raja kini dan selamanya.
Indahlah nama-Nya, pengharapan dunia!
Indahlah nama-Nya, suka sorga yang baka!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Hidup Baru


BERNYANYI BE. 30:1. Jesus Lehon Hatorangan
Jesus lehon hatorangan, hapistaran mangantusi hataMi. Lehon mata na marnida dohot roha na umboto dalanMi. Asa tongtong maradophon bohiMi mardalan hami, asa digomgomi TondiMi ma hami.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Kisah Para Rasul 2:26-36
Malam: Yesaya 2:1-6

RENUNGAN
Dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
Efesus 4:24

Hidup Baru
Bila kita berbicara tentang “manusia baru” tentu kita akan bertanya apakah ada manusia lama? Bagaimanakah ciri-ciri manusia lama? Seperti tertulis pada Efesus 4:17-19 dikatakan bahwa manusia lama adalah orang orang yang hidupnya tidak mengenal Allah, jauh dari persekutuan Allah, mereka bodoh dan degil hatinya, perasaannya tumpul dan mereka hidup dengan hawa nafsu dan serakah serta penuh kecemaran. Hari-hari ini ada banyak orang yang aktif ke gereja tapi gaya hidupnya masih seperti manusia lama, masih gelap, karakternya masih seperti karakter orang yang belum mengenal Tuhan, tidak berpikir panjang, gampang emosi, mudah terpancing amarah, gampang memilih jalan pintas, sering mengambil keputusan yang keliru, dan menjadi seorang yang masa bodoh terhadap orang lain. Hidup ini adalah pertarungan antara manusia lama dan manusia baru, kalau ingin menang dengan manusia lama, mau tidak mau kita harus membiasakan diri dengan cara-cara Allah dalam menyelesaikan sesuatu. Kita harus berani berkata tidak dengan cara-cara hidup yang lama dan selalu berkata ya dengan kehendak Allah. Memang tidaklah mudah untuk mewujudkannya, tetapi ingatlah kita hanya dituntut untuk “mengenakan” artinya yang menyediakan hidup baru itu adalah Allah, berarti Allah juga yang akan memampukan kita untuk menjalani kehidupan baru itu asal kita berserah kepada Dia pemilik kehidupan itu. Kemenangan akan Tuhan sediakan bagi setiap mereka yang percaya dan yang mengandalkan Tuhan, Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-388:1 S’lamat Di Tangan Yesus
S’lamat di tangan Yesus aman pelukan-Nya. Dalam teduh kasih-Nya aku bahagia. Lagu merdu malaikat olehku terdengar.
Dari neg’ri mulia, damai sejahtera. S’lamat di tangan Yesus aman pelukan-Nya. Dalam teduh kasih-Nya aku bahagia.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin