Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

Pesta Peringatan Kebangkitan Yesus Kristus dari Kematian


Topik:
Memberitakan Keselamatan Dari Tuhan
(Mamaritahon Haluaon Na Sian Tuhan)

Warna Tutup Altar : Putih (Bontar)
Warna kekudusan dan kesempurnaan, lambang kekudusan Tuhan Yesus dan para malaikat.

Ev. Yesaya 63:7-9
Ep. Kisah Para Rasul 4:5-12

SIMBOL PASKAH – BUNGA BAKUNG

Bunga Bakung atau bunga lili ini adalah bunga yang tumbuh pada musim semi. Selama musim peralihan antara musim panas menuju musim dingin banyak tumbuh-tumbuhan atau pepohonan yang menggugurkan daunnya, sehingga musim dingin hampir tidak ada tumbuhan yang hidup. Tetapi ketika musim dingin berakhir, maka musim panas akan dimulai. Dalam peralihan tersebut musim semi dimulai. Pada musim semi inilah bunga lili atau biasa disebut dengan bunga bakung, akan tumbuh dan berkembang. Bunga ini diangkat menjadi simbol Paskah sebagai tanda kehidupan baru dimulai. Di Asi sendiri bunga bakung ini telah lama dikenal sebagai bentuk pengobatan. Air rebusan bunga ini cukup pahit, tetapi mampu memberikan dampak yang baik bagi tubuh terutama kekebalan tubuh dalam masa peralihan antara musim dingin menuju musim panas.
Demikianlah orang yang percaya harus hidup dalam kehidupan yang baru yang telah diberikan Allah melalui PutraNya, Yesus Kristus. Orang percaya hendaknya tumbuh dan berbunga, sebagaimana bunga bakung ini tumbuh dan berbunga. Kehadirannya hendaknya memberikan keindahan bagi sekeliling dalam pola pikiran, perbuatan dan perkataan yang baru.

Bersama Tuhan Kita Menang


BERNYANYI BE. No. 275:1 O Jesus Tuhanki
O Jesus Tuhanki, Ho Siparmo-nang i. Raja tongtong. Ndang na margogo au, molo so ho di au. Ipe dongani au, di tano on.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Hakim-hakim 6:1-10
Malam: Ayub 35:9-16

RENUNGAN
Berkatalah Daud kepada Saul: “Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu.”
1 Samuel 17:32

Bersama Tuhan Kita Menang
Dalam perjalanan hidup kita, tidak selamanya bisa mulus, bahagia, tenang dan damai tetapi selalu ada tantangan, cobaan, marabahaya dan musuh yang bisa sesewaktu menjerumuskan hidup kita. Masalahnya adalah: “Bila kita mengalami pergumulan dan cobaan kepada siapa kita berseru dan meminta pertolongan? Apakah meminta kekuatan akan kuasa-kuasa dunia ini?” Tetapi kita sebagai orang percaya janganlah kita mengandalkan akan kuasa dunia ini atau kekuatan, kepintaran yang kita miliki, tetapi marilah kita mengandalkan akan kuasa Allah. Sebagaimana yang dialami oleh Daud waktu berhadapan dengan musuhnya orang Filistin yaitu Goliat yang waktu masa mudanya sudah seorang prajurit, yang lengkap dengan senjata perangnya, dan mengetahui strategi perang sedangkan Daud yang masih mudah dan hanya seorang gembala. Karena itulah ada keragu-raguan Saul mana mungkin Daud bisa melawan Goliat. Saul mengingatkan Daud supaya jangan pergi melawannya. Tetapi Daud berkata kepada Saul: “Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia, hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu.” Daud meyakinkan Saul, walaupun hambamu ini hanya seorang gembala dengan alat perang tradisional, tetapi dengan pertolongan dan kuasa Tuhan akan mampu menaklukkannya. Daud percaya bersama Tuhan pasti akan menang. Inilah yang membuat Daud tidak tawar hati menjalani hidup ini.

Demikian jugalah kita sebagai orang percaya dalam menjalani hidup ini, marilah kita mencontoh hidup Daud yang selalu menyerahkan hidupnya kepada Tuhan. Pasti menjalani hidup ini, tidak selamanya aman selalu ada tantangan yang harus kita alami, karena itulah mintalah campurtangan Tuhan untuk menolong, sehingga semuanya akan bisa teratasi dengan baik. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ No. 363:1 Bagi Yesus Kuserahkan
Bagi Yesus kuserahkan, hidupku seluruhnya. Hati dan perbuatanku, pun waktuku milik-Nya. Bagi Yesus semuanya, pun waktuku milik-Nya. Bagi Yesus semuanya, pun waktuku milik-Nya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Lamb of God


Jumat Agung
Peringatan Hari Kematian Tuhan Yesus

Topik:
Yesus Terkutuk Karena Dosa Kita
(Ampe Tu Jesus Do Bura Ni Dosanta)

Warna Tutup Altar : Hitam
Warna kegelapan, lambang kematian dan kesedihan.

Ev. Markus 15:22-32
Ep. Mika 7:7-13

LAMB OF GOD = Agnus Dei

Alkitab banyak bercerita tentang domba, hal ini sering dipergunakan untuk menggambarkan bagaimana Allah adalah seorang gembala agung yang menjaga umatNya dan memberikan apa yang perlu bagi domba-dombaNya (Mazmur 23). Tetapi disisi lain, Alkitab juga memberikan gambaran mengenai domba yang dikurbankan. Hal ini dituliskan oleh Yohanes dalam kitab Injil 1:29 “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia”.
Mengorbankan domba telah menjadi tradisi bagi bangsa Israel, dimulai dari tanah Mesir ketika tulah kesepuluh akan terjadi. Setiap rumah dimana palang pintunya diolesi dengan darah domba, pasti akan selamat dari kematian ketika Tuhan melawat tanah Mesir. Peristiwa ini adalah cikal bakal dimana bangsa Israel merayakan Pesakh, dimana domba-domba akan dikurbankan bagi Allah. Peristiwa ini adalah janji Allah untuk membebaskan manusia. Penggenapan janji tersebut ada pada Kristus yang dikurbankan (sebagai domba) sehingga Kristus menjadi perantara perdamaian antara manusia dengan Allah. Ketika penyaliban terjadi, jelaslah bahwa Kristus sudah berada diantara bumi dan langit. Ia penyambung antara umat dengan Tuhan.

Kejarlah Kekudusan


BERNYANYI BE. No. 566 Na Badia
Na badia do Ho dipuji rohangkon do diboto rohangkon do mandok badia do Ho.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: 2 Raja-raja 5:20-27
Malam: Roma 5:12-21

RENUNGAN
Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: “Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!”
Yesaya 6:3

Kejarlah Kekudusan
Sifat utama Allah yang dinyatakan kepada Yesaya adalah kekudusan-Nya. Allah menunjukkan kesucian-Nya, terpisah dari dosa dan menentang semua kejahatan. Sebagai umat Tuhan, kita juga harus juga hidup kudus, menentang segala kejahatan dan perbuatan dosa. Dalam khotbah di Bukit, Tuhan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya bahwa mereka harus berbeda dari dunia ini. Kita harus menelaah dengan seksama, apa artinya menjadi orang-orang kudus. Pengertian kita tentang kekudusan seringkali tidak cukup luas. Kita mengira bahwa kekudusan hanyalah sejauh: “Saya tidak merokok, saya tidak peminum minuman keras, saya tidak memakan atau minum obat2 terlarang, dan tidak bergaul dengan mereka yang melakukan ltu.

Jadi apa yang dimaksudkan dengan kekudusan? Untuk mengerti makna kekudusan, kita harus menatap kepada Salib Kristus dan kebangkitan-Nya. Dari Salib Kristus terlihat bahwa kita dipanggil untuk mati. Rasul Paulus berkata dalam kitab Roma 6 bahwa kalau Yesus Kristus mati, maka kita juga mati. Maksudnya, segala sesuatu yang menjadi penghalang antara kita dengan Allah, yaitu segala perbuatan dosa seharusnya tidak dapat lagi menguasai kita. Untuk menjadi pengikut Kristus yang disebut juga umat Kristen, kita selalu perlu menatap Salib Kristus. Untuk menjadi saksi Kristus, kita harus hidup kudus. Dan bila Yesus Kristus adalah teladan kita, maka hal pertama yang harus kita lakukan dengan penuh kesungguhan ialah: mati terhadap dosa, yaitu tidak mau kompromi terhadap perbuatan-perbuatan dosa. Amen.

BERDOA

BERNYANYI KJ No. 235: 4 Kudengar Berkat-Mu Turun
Mampirlah, ya Roh Perkasa, t’rangi mata hatiku; sabda Kristus b’ri berkuasa, dalam diri hamba-Mu. Aku pun, aku pun, ya, terangi aku pun!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Pulih


BERNYANYI BE. No. 176:2 Na Mungkap Do Surgo
Dosam do tinaonNa di Golgata i, :’: disi dipasae do sude utangmi.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Yohanes 8:30-36
Malam: Mazmur 119:73-80

RENUNGAN
Aku akan mentahirkan mereka dari segala kesalahan yang mereka lakukan dengan berdosa terhadap Aku, dan Aku akan mengampuni segala kesalahan yang mereka lakukan dengan berdosa dan dengan memberontak terhadap Aku.
Yeremia 33:8

Pulih
Sejak semula Allah menciptakan manusia sempurna adanya. Alkitab bersaksi manusia diciptakan segambar dengan Allah. Namun dosa dengan pemberontakan manusia itu membuat manusia yang tadinya kekal karena segambar dengan Allah menjadi fana karena keberdosaannya. Kefanaan manusia ini yang dicoba untuk dibuat lagi menjadi kekal oleh Allah sendiri dengan cara memulihkan kembali yang menurut nas ini dengan cara mentahirkan dan mengampuni. Mentahirkan dan mengampuni adalah suatu hal yang sangat diharapkan datang segera ketika seseorang berada dalam posisi sakit dikucilkan, dan seorang terpidana yang dalam waktu dekat akan menjalani hukuman mati. Bagaimana jika kedua hal ini terjadi pada diri kita? Mentahirkan. Sakit kusta adalah sesuatu yang najis (Imamat 14). Dikatakan najis membuat penderita kusta yang sudah sangat menderita sakit ditambah lagi harus diasingkan yang artinya tidak boleh bergabung dengan sesama manusia sehat. Dalam kondisi seperti itu tentu kita juga dapat merasakan bagaimana penderitaan orang tersebut. Sang Allah dalam Yesus Kristus datang mentahirkan 10 orang kusta, ketika mereka berteriak: “Yesus, Guru, kasihanilah kami!” Kata Yesus: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.” Sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir (Lukas 17). Yesus memulihkan hidup mereka untuk boleh berinteraksi lagi dengan sesama yang adalah hak azasi yang sangat mendasar sebagai manusia. Mengampuni. Seseorang yang divonis hukuman mati oleh pengadilan (yang kadang tidak adil), mendapat pengampunan dari seorang Presiden yang adalah pimpinan pemerintahan dengan kewenangan Grasinya. Tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah (Roma 13). Presiden tadi mengampuni terpidana sehingga dia menjadi pulih kembali. Betapa sukacitanya orang tersebut karena luput dari hukuman mati. Adalah jauh lebih besar pentahiran dan pengampunan yang dilakukan Yesus di kayu salib untuk menebus dosa kita dengan darah-Nya sendiri sehingga kita dipulihkan menjadi segambar dengan Allah kembali. Betapa beruntungnya kita orang percaya. Mari kita berkomitmen untuk tidak lagi memberontak terhadap Allah. Amen.

BERDOA

BERNYANYI – KJ No. 27:1 Meski Tak Layak Diriku
Meski tak layak diriku, tetapi kar’na darah-Mu dan kar’na Kau memanggilku ‘ku datang, Yesus pada-Mu.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Undanglah Tuhan Dalam Pekerjaanmu


BERNYANYI BE. No. 262:1 Jahowa Tuhanki
Jahowa Tuhanki, Ho mual ni na denggan; Sitompa sasude, silehon hangoluan! Sai lehon ma di au pamatang na hipas. Maringan ma di au, baen roha na ias.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Maleakhi 2:1-9
Malam: Galatia 3:9-12

RENUNGAN
Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.
Mazmur 127:1

Undanglah Tuhan Dalam Pekerjaanmu
Apakah Anda pernah berpikir, “Kalau bukan saya yang bekerja, mana bisa keluarga saya hidup?” atau “Kalau bukan saya yang mengatur semuanya, mana ada kerjaan di kantor yang beres?” Hati-hati dengan pikiran seperti itu karena hal itu adalah suatu bentuk kesombongan tersembunyi. Saat kita berpikir atau berkata seperti itu sebenarnya kita sedang mengagungkan diri sendiri melebihi Allah. Kita berpikir, kitalah yang menjadikan keluarga atau perusahaan kita mampu bertahan. Padahal, tidak begitu kebenarannya. Beberapa waktu ini saya menghadapi tantangan dalam pekerjaan, saya mengubah jadwal kerja yang saya pikir akan membuatnya produktif. Ketika hasil akhir yang diharapkan tidak juga muncul, saya berusaha lebih keras. Saya bekerja lebih lama dan lebih keras lebih dari biasanya namun hasil akhirnya lebih sedikit dari rata-rata biasanya. Ketika Tuhan tidak bekerja bersama kita maka kerja keras kita akan sia-sia. Pertanyaan pentingnya adalah: apakah kita percaya bahwa Tuhan sanggup mengurus segala sesuatu dalam hidup kita? Kadang sebagai orang Kristen berfikir bahwa Tuhan menciptakan dunia ini yang kemudian membiarkan semuanya berjalan dengan sendirinya. Tetapi tidak demikian, Tuhan campur tangan dalam segala hal di setiap waktu. Biarlah kebenaran ini mendorong kita untuk terus mengandalkan pemeliharaan dan kedaulatan Tuhan dalam seluruh aspek kehidupan kita. Amin

BERDOA

BERNYANYI KJ- No. 370:1 ‘Ku Mau Berjalan Dengan Jurus’lamatku
‘Ku mau berjalan dengan Jurus’lamatku di lembah berbunga dan berair sejuk. Ya, ke mana juga aku mau mengikut-Nya. Sampai aku tiba di neg’ri baka. Ikut, ikut, ikut Tuhan Yesus; ‘ku tetap mendengar dan Mengikut-Nya. Ikut, ikut, ikut Tuhan Yesus; ya, ke mana Juga ‘ku mengikut-Nya!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Habis Gelap Terbitlah Terang


BERNYANYI BE. 453:1. Sada Goar na Umuli
Sada goar na umuli sian nasa goar i. Goar ni Tuhanta Jesus, i do naumuli i. GoarMi Tuhanki holan i do endengki. GoarMi Jesushi do pamalum rohangki

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Mazmur 91:9-12
Malam: Amsal 3:1-7

RENUNGAN
“Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.”
Yesaya 53:11

Habis Gelap Terbitlah Terang
Tidak selamanya dukacita itu terus berlangsung. Pasti ada akhirnya, di mana dukacita itu digantikan dengan sukacita, oleh karena itu jika menghadapi dukacita janganlah menyerah, atau berputus asa. Demikian juga dengan sukacita, tidak selamanya berlangsung; oleh sebab itu jangan terlalu sombong jika mendapat suka cita. Semua ada waktunya, ada waktu berdukacita atau pun bersukacita, oleh karena Tuhan telah menentukan waktunya semuanya. “Habis gelap terbitlah terang”(bnd. 2Kor.4:16). Nabi Yesaya memberitakan di dalam teks ini, bagaimana TUHAN berbuat dalam kehidupan bangsa Israel. Dia melepaskan bangsa Israel dari tawanan bangsa lain. Harapan yang telah rapuh diperbaharui Tuhan dengan pemberitaan kebebasan yang akan diberikan-Nya kepada bangsa itu. Namun ada syarat yang harus mereka penuhi, yakni hidup di dalam kebenaran atau dengan singkatnya hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Demikian juga dalam kehidupan kita, mungkin saja kita menghadapi berbagai macam penderitaan di dalam hidup ini; itu semua dapat kita hadapi dan mampu kita atasi hanya di dalam kekuasaan TUHAN. TUHAN datang menyelamatkan orang-orang yang percaya dan yang mau datang kepada-Nya, karena Dia adalah TUHAN yang Mahakuasa, yang mampu membebaskan dari seluruh penderitaan. Dia akan membuat “Habis gelap terbitlah terang”. Amin

BERDOA

BERNYANYI KJ-376:4 “Ikut Dikau Saja, Tuhan”
Ikut dalam kesucian, lahir batin yang bersih. Aku rindu mengikuti suri yang Engkau beri. Aku ingin ikut dikau dan mengabdi pada-Mu: dalam Dikau Jurus’lamat, ‘ku bahagia penuh!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin