Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

TUHAN MAHA TAHU


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 287b:1. “Sekarang Bersyukur”
Sekarang bersyukur, hai hati mulut tangan
Sempurna dan besar segala karya Tuhan!
Di b;riNya kita pun anug;rah dan berkat
Yang tak terbilang t;rus, semula dan tetap.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Efesus 2:1-10.
Malam : 2 Timotius 1:11-18.

03. Renungan: Mazmur 139:2.
Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.

Mazmur ini ditulis oleh Daud berdasarkan pengalamannya bergaul erat dengan Allah. Betapa Allah itu maha tahu atas hidupnya dan tidak sekejap pun dia merasa ditinggalkan oleh Allah. Bahkan Daud bersaksi bahwa sejak di kandungan ibunya Allah lah yang menenunnya demikian juga membentuk buah pinggangnya (ay 13). Merenungkan nas ini Daud mengajar setiap orang percaya untuk memahami bahwa Allah maha tahu terhadap manusia ciptaan-Nya. Timbul pertanyaan dalam hati seperti apakah saya dahulu dikandung oleh ibu saya dan bagaimana pula anak perempuan saya mengandung demikian juga istri dari anak laki-laki saya mengandung. Apakah semua itu boleh terjadi oleh karena cinta kasih? Teringat dengan kesaksian dalam suatu persekutuan. Perjumpaan seorang gadis Barat dengan seorang pria Negro. Gadis Barat mencoba menyangkal hatinya yang mengatakan bahwa hatinya terpaut dengan pria Negro dalam persekutuan. Masa dia (kulit lebam hitam) menarik hati saya (cantik kulit putih). Ternyata, orang tua baik gadis Barat maupun pria Negro tersebut telah mendoakan anak-anak mereka sejak dalam kandungan agar bertumbuh di dalam Tuhan dan untuk dipertemukan dengan pasangan yang sepadan. Hal ini diajarkan oleh orang tua kepada mereka berdua untuk senantiasa mendoakan hal yang sama. Niscaya mereka berdua dipersatukan oleh Tuhan dan menjadi penginjil yang handal di kawasan Afrika. Tuhan berkatilah anak-anak kami yang sedang mengandung demikian juga yang belum mengandung Engkau buka rahimnya sehingga pada saatnya boleh mengandung agar janin yang dikandung dapat bertumbuh secara normal dan lahir dengan selamat. Anak yang sehat, cantik, ganteng, pintar, bijaksana, dan anak yang di atas itu semua, anak yang takut akan Tuhan. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 118:2. Paiam ma di hami
Paian Tuhannami hataM di hami be
Asa martua hami, nueng nang sogot pe

06. Doa Bapa kami – Amin.

FIRMAN IMAN


Saat Teduh …………..

01. Nyanyian KJ. No. 285:1. “Tuhankulah Gembalaku”
Tuhankulah Gembalaku; olehNya ‘ku ten’ram
Di padang hijau yang segar, di pinggir air tenang

02. Pembacaan Firman
Pagi : Mazmur 97:1-7.
Malam : 2 Timotius 1:3-10.

03. Renungan: Roma 10:8b
Itulah firman iman, yang kami beritakan.
Nas ini dituliskan oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Roma. Paulus rindu supaya jemaat di Roma diselamatkan karena dia yakin bahwa mereka sungguh sangat giat untuk Allah. Namun mereka mendirikan kebenaran sendiri tentang apa itu kebenaran yang membuat mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah. Oleh sebab itu jemaat Roma harus menyadari bahwa giat untuk Allah menuju keselamatan harus sejalan dan tunduk kepada kebenaran Allah bukan kebenaran yang lain. Kebenaran Allah yang menjadi hakiki dari keselamatan itu adalah bahwa jemaat Roma (demikian juga kita) harus berada dalam hubungan yang seharusnya dengan Allah. Hal ini boleh kita miliki karena kita beriman kepada Yesus Kristus yang adalah firman kebenaran itu.

Firman kebenaran yang tidak lain ialah Yesus Kristus itulah yang diberitakan kepada kita membuat mulut kita mengaku, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan kita percaya dalam hati kita, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati maka kita diselamatkan. Itulah firman iman yang dikatakan oleh Paulus dekat sekali kepada kita, yakni di dalam mulut dan hati kita. Sekarang semakin jelas kerinduan Paulus kepada jemaat di Roma juga kepada kita, ketika kita mendengar dan berseru kepada Tuhan, maka kita diselamatkan. Timbul pertanyaan : “Bagaimana dengan mereka yang belum percaya?” Dengan cara apakah mereka mendengar dan berseru. Jawabannya adalah mari kita renungkan pertanyaan Paulus berikutnya : “Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus?” Oleh karena kita telah percaya dan diselamatkan, mari sama-sama berseru : “Ini aku Tuhan, utuslah aku.” Puji Tuhan Haleluya. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 231:3. Ida hinadenggan ni
On ma na di rohangki. Jesus ima Tuhanki
Mago pe portibi on, tu Ibana rohangkon

06. Doa Bapa kami – Amin.

ELSADAY


Saat Teduh ………..

01. Nyanyian KJ. No. 8:1. “BagiMu Tuhan nyanyianku”
BagiMu Tuhan nyanyianku, karena setaraMu siapakah?
Hendak kupuji Kau selalu; padaku Roh Kudus berikanlah
Supaya dalam Kristus, PutraMu, kidungku berkenan kepadaMu

02. Pembacaan Firman
Pagi : Hagai 2:1-9.
Malam : Yesaya 32:1-8.

03. Renungan: 2 Timotius 4:18.
Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam kerajaanNya di sorga. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.

Hidup kita dipenuhi dengan kesesakan dan pergumulan. Di saat hidup terasa sesak, tampaknya kita sering hendak mengambil jalan pintas mengatasinya. Daud sering mengalami hidup yang tertekan. Hidup yang tertekan harus kita hadapi dengan tenang. Hidup yang tertekan bagaikan sebuah balon yang dihembus. Jika balon ditekan, air atau udara di dalamnya akan mencari saluran penglepasan. Ditekan di atas akan meletus di bawah. Ditekan di samping kiri akan meletus di samping kanan. Singkat kata, air atau udara akan mencari saluran pelepasan sebagai reaksi atas tekanan. Begitu pun jiwa manusia. Apabila tertekan, jiwa akan mencari “jalur pelampiasan” atau jalan keluarnya.
Daud tidak kurang-kurang mengalami tekanan. Ia diancam, dijebak, diburu. Dimusuhi, dll. Pengalaman ini memberi tahu kita, saat jiwanya tertekan dan terguncang begitu rupa, kita harus mencari saluran pelepasan yang tepat, yaitu Tuhan, Sang Pelepas. Dengan itu ia mendapatkan pertolongan, perlindungan, dan pemeliharaan-Nya. Kita akan mengalami kelegaan yang sesungguhnya. Pencobaan- pencobaan yang kita alami ialah pencobaan- pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 227:3. Jesus ngolu ni tondingku
Jangkon au baen siseanMu, na girgir tu podaMi
Sai surdukkon ma tanganmu, asa tong hutiop i.

06. Doa Bapa kami – Amin.

WAKTU TELAH SINGKAT


Saat Teduh ……………

01. Nyanyian KJ. No. 249:1. “Serikat Persaudaraan”
Serikat persaudaraan berdirilah teguh. Sempurnakan persatuan
didalam Tuhanmu. Bersama-sama majulah dikuatkan iman
Berdamai bersejahtera dengan pengasihan.

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Zakaria 3:1-4.
 Malam : Yesaya 28:14-22.

03. Renungan: 1 Korintus 7:29.
Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: waktu telah singkat! Karena itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri.

Berbicara tentang waktu, dalam kaitannya dengan kehidupan kita, kita mendapati satu fakta bahwa kehidupan yang sementara kita jalani adalah sangat singkat. Dalam Mazmur 90:10 “Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.” Banyak waktu yang disia-siakan untuk hal-hal yang tidak berguna atau untuk hal-hal yang sifatnya duniawi sementara waktu untuk hal-hal yang rohani bagi pekerjaan Tuhan sangat sedikit. Kehidupan ini penuh dengan pilihan. Kita bisa memilih hidup yang bermakna atau menjalani hidup yang sia-sia. Mazmur menggambarkan akan kesadarannya betapa pentingnya waktu yang telah disediakan Allah bagi kita, “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” (Mzm 90:12).

Jika kita bandingkan kehidupan kekal yang menantikan kita, hidup di dunia ini memanglah sangat singkat. Paulus dalam surat Efesus 5:1-21 mengatakan bagaimana kita bisa mengisi dan memanfaatkan waktu dengan baik. Namun banyak orang yang tidak tahu pentingnya nilai hidup yang diberikan Tuhan bagi dirinya, sehingga mereka mengabaikan kebenaran firman Tuhan, Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 424:1. Soara ni Tondi
Soara ni Tondi ni Tuhanta i jotjot dilaosi, ditulak ho i.
Sai tanda jeamu, pauba roham, dapothon Tuhanmu, sisesa dosam.

06. Doa Bapa kami – Amin.

Firman yang menjadi manusia


MINGGU ADVENT II

Masa Penantian Kelahiran Yesus Kristus

Topik: Firman yang menjadi manusia (Gabe daging ma hata i)

Warna Tutup Altar : Violet (Ungu)
Warna Kasih dan Pengharapan

Ev. Yohanes 1:14-18
Ep. Ulangan 18:15-19

FIRMAN YANG TELAH MENJADI DAGING

“Firman” (Logos) di dalam Yohanes pasal satu merujuk kepada Yesus. Yesus adalah keseluruhan dari Pesan itu – semua yang hendak disampaikan Allah kepada manusia. Pasal pertama Yohanes memberi sebuah pengertian akan hubungan antara Allah dan Putra sebelum Yesus datang ke bumi sebagai manusia. Ia berada dengan Bapa dari sebelumnya, Ia terlibat dalam penciptaan segala sesuatu, dan Ia adalah “terang manusia”. Sang Firman (Yesus) adalah perwujudan semua yang adalah Allah (Kol 1:19, 2:9; Yoh 14:9). Akan tetapi Allah Bapa adalah Roh. Ia tidak dapat dilihat oleh mata manusia. Dengan terlalu mudah manusia mengabaikan pesan Allah yang tak terlihat dan berlanjut dalam dosa dan pemberontakan mereka. Jadi, Pesan itu menjadi manusia, mengenakan darah-daging, dan berdiam di antara kita (Mat 1:23; Roma 8:3; Filipi 2:5-11). Bahasa Yunani menggunakan istilah logos untuk membahas “pikiran,” “logika,” atau “hikmat” seseorang. Yohanes menggunakan konsep Yunani itu untuk menyampaikan bahwa Yesus, Pribadi Kedua dalam Tritunggal, adalah ekspresi-Diri Allah kepada dunia. Di dalam Perjanjian Lama, firman Allah menjadikan alam semesta (Mazmur 33:6) dan menyelamatkan orang yang tersiksa (Mazmur 107:20). Dalam pasal pertama Injil Yohanes, Ia sedang berbicara baik kepada orang Yahudi maupun orang non-Yahudi supaya mereka menerima Kristus yang kekal.

CARILAH TUHAN SANG PENOLONG


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 367:1. “PadaMu Tuhan dan Allahku”
PadaMu Tuhan dan Allahku, ‘ku persembahkan hidupku
dariMu jiwa dan ragaku, hanya dalamMu ‘ku teduh
hatiku yang Engkau pulihkan, padaMu juga ‘ku berikan

02. Pembacaan Firman
Pagi : Mazmur 103:1-8.
Malam : 1 Timotius 2:1-7.

03. Renungan: Amos 5:4.
Sebab beginilah firman Tuhan kepada kaum Israel: “Carilah Aku, maka kamu akan hidup!

Ayat Renungan diatas merupakan pernyataan Nabi Amos kepada kaum Israel supaya mereka sungguh-sungguh beribadah kepada Tuhan, bukan hanya menjalankan ritual keagamaan secara rutin tapi tanpa makna. Hal ini dikatakan Nabi Amos kepada kaum Israel supaya mereka jangan binasa tetapi memperoleh hidup yang kekal. Di saat ini juga banyak orang yang mengaku sebagai orang Kristen telah menjalankan ritual agamanya dengan baik, rajin menghadiri kebaktian di Gereja tiap minggunya, aktif dalam kumpulan paduan suara gereja, rajin mengikuti persekutuan doa dan rajin membaca Firman Tuhan. Namun tetap mereka tidak merasakan suatu kepastian akan keselamatan dan kenyamanan dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Mereka sering menjadi kuatir atau panik ketika menghadapi permasalahan dalam kehidupan ini.

Terkadang mereka terdesak untuk melakukan jalan pintas atau dosa untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi mereka, namun mereka malah terjebak kedalam suatu lingkaran permasalahan yang sulit cari jalan keluarnya. Dan bisa hal tersebut terjadi dalam suatu rumah tangga, dimana permasalahan ekonomi menghampiri keluarga tersebut, sehingga keluarga tersebut tidak mampu menutupi biaya kehidupan keluarga tersebut. Malah sang suami dan isteri sering bertengkar, saling menyalahkan dan sampai menelantarkan anak-anaknya. Terkadang sampai terjadi perpecahan dalam keluarga bahkan sang suami bercerai dengan si isteri. Untuk itu marilah kita cari Tuhan sang pemilik kehidupan itu, berdoalah kepadaNya agar kita dikuatkan dan dimampukan dalam perjalanan hidup ini. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi KJ. No. 350:1. O Berkati kami
O berkati kami dan lindungi kami
Tuhan b’rilah rahmatMu oleh sinar wajahmu.

06. Doa Bapa kami – Amin.

PELAYAN YANG BAIK


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 401:1. “Makin dekat Tuhan”
Makin dekat, Tuhan, kepadaMu; walaupun saliblah mengangkatku,
Inilah laguku: dekat kepadaMu; makin dekat, Tuhan, kepadaMu

02. Pembacaan Firman
Pagi : Roma 8:1-8.
Malam : 1 Timotius 1:12-17.

03. Renungan: Markus 9:35b
Katanya kepada mereka: “Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya.

Nas ini merupakan pernyataan Yesus kepada para murid yang terdiam ketika Yesus menanyakan apa yang diperdebatkan oleh mereka. Sebenarnya Yesus sudah mengetahui apa yang diperdebatkan para murid tersebut, yaitu siapa yang terbesar diantara mereka. Memang merupakan hal yang wajar jika dalam suatu kumpulan akan terjadi kekosongan pimpinan (Yesus memberikan tanda/sinyal bahwa dia akan mati disalib), maka para murid membicarakan siapa yang terbaik dari antara mereka yang layak menjadi pimpinan mereka. Kondisi murid di saat itu dengan kondisi orang-orang di zaman Now masih sama saja. Begitu banyak orang dengan segala cara mau menunjukkan kebesarannya dan berambisi menjadi pimpinan atau kedudukan yang tinggi dan terhormat. Namun karena mereka tidak memahami Firman Tuhan ini, maka kebanyakan dari mereka gagal mendapatkan yang diinginkannya. Jika seseorang ingin menjadi pimpinan yang baik dan terhormat harus siap untuk jadi pelayan bagi sesama dan harus siap mengalah kepada yang lain supaya tercipta kondisi yang nyaman dan aman serta damai. Dan untuk dapat memiliki sifat atau karekter demikian haruslah mengenal Yesus dengan baik, mengenal perjuangan Yesus untuk menolong dan menyelamatkan manusia, dan memahami makna di balik kematian Yesus di kayu salib. Orang-orang yang menjadi pengikut Kristus yang sejati tidak lagi memusingkan dirinya sendiri namun sudah naik ke level bagaimana hidup yang dimilikinya menjadi berkat bagi sesama. Mari kita berlomba melayani sesama. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 165:1. O Jesus na pangolu au
Na basa do rohaM di au, o Jesus, Tuhanki,
Di ihuthon Ho au tu na dao, mambuat rohangki.

06. Doa Bapa kami – Amin.