Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

PERGUNAKANLAH TALENTA YANG BAIK


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 17:1. “Tuhan Allah hadir”
Tuhan Allah hadir pada saat ini hai sembah sujud di sini
Diam dengan hormat tubuh serta jiwa, tunduklah menghadap Dia
Marilah umatNya hatimu serahkan dalam kerendahan.

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Mazmur 119:105-112.
 Malam : 2 Korintus 4:1-12.

03. Renungan: Markus 4:25.
Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.

Tuhan Jesus merupakan guru Agung karena Dia mengajar tidak dibatasi waktu dan tempat serta memberikan pengajaran pada muridNya dan pengikutNya sering dengan mempergunakan perumpamaan. Kalau kita lihat nats diatas memang sangat sulit untuk dipahami karena orang yang tidak punya malah diambil, tapi maksud dari perumpaan ini yaitu berkaitan dengan talenta dan kemampuan untuk mengerti tentang ajaran Tuhan Jesus.

Kita harus mampu menempatkan posisi yang benar tentang talenta yang kita miliki sama seperti pelita dalam ayat 21, dengan menempatkan posisi yang benar mampu menyinari sekitarnya, demikian juga terhadap talenta yang kita miliki harus disalurkan sehingga talenta yang kita miliki akan semakin bertumbah dan berkembang, sementara jika talenta yang kita miliki tidak disalurkan maka telenta kita akan semakin kerdil dan diambil oleh Pemberi talenta (baca Matius 25:14-29).

Hidup kita harus menjadi berkat buat orang lain melalui apa yang kita miliki. Dalam Kisah Para Rasul 20:35b….lebih berbahagia memberi daripada menerima. Allah pasti senang kalau kita memberi dengan sukarela. Pecayalah apabila kita sudah hidup di dalam Tuhan dan melakukan apa yang seharusnya kita lakukan, maka Ia akan memberikan berkatNya kepada kita. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 122:1. Ida hinadenggan ni
Ida hinadenggan ni, angka na saroha i
Parpambaenan na burju, nang hatana pe tutu

06. Doa Bapa kami – Amin.

SERAFIM & KERUBIM


MINGGU SEPTUAGESIMA
(Tujuh Puluh hari sebelum Kebangkitan Kristus)

Topik: Kebahagiaan orang yang takut akan Tuhan
(Hatuaon ni halak na manghabiari Jahowa)

Warna Tutup Altar : Na ratarata (Hijau)
Warna Pertumbuhan dan Kasih

Ev. Mazmur 112:1-10
Ep. Matius 5:17-20

SERAFIM & KERUBIM
Merupakan kelompok malaikat yang melayani Allah, mereka ini bersayap. Contoh, reprensestasi KERUBIM dibuat di Kemah Suci di padang belantara. Dua Kerub yang terbuat dari emas ditempatkan di kedua ujung Tutup Pendamaian, di atas tabut perjanjian, di dalam tempat yang maha suci (Kel 25:17-22; 1 Tawarikh 28:18; Ibrani 9:5).

Ketika Salomo membangun Bait Suci, dibuatnya dua kerub dari kayu minyak dan dilapisi dengan emas, masing-masing 10 hasta tingginya, dengan kedua sayap panjangnya 10 hasta (1 Raja 6:23-28). Pertanyaannya, apakah semua malaikat punya sayap? Kita tidak dapat memastikannya. Ketika beberapa perempuan di Minggu pagi subuh datang menengok kubur Yesus, mereka dapati seorang malaikat telah menggulingkan batu penutup kubur itu, serta berkata kepada mereka, “Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit.” (Mat 28:1-5). Namun kitab Markus 16:1-6, malaikat ini disebut “seorang muda yang memakai jubah putih” (yang kemungkinan dalam penampakan itu tidak bersayap). Mungkin rupanya saat itu kelihatan muda. Dengan kata lain, disimpulkan, malaikat-malaikat dapat mengambil rupa dalam berbagai bentuk –rupa– menurut apa yang Allah kehendaki.

TAKUT MELAKUKAN DOSA


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 388:1. “S’lamat di tangan Yesus”
S’lamat di tangan Yesus, aman pelukanNya.
Dalam teduh kasihNya, aku bahagia.
Lagu merdu malaikat olehku terdengar
Dari neg’ri mulia, damai sejahtera, S’lamat di tangan Yesus,
aman pelukanNya. Dalam teduh kasihNya, aku bahagia.

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Yesaya 29:13-16.
 Malam : Markus 7:1-8.

03. Renungan: Mazmur 112:1.
Berbahagilah orang yang takut TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya.

Takut akan Tuhan semestinya dipahami dengan baik dan tepat, yaitu karena kita merasa dekat dengan Tuhan atau kerena kita merasa Tuhan baik dan mengasihi, jadi bukan karena Tuhan akan menghukum orang yang jahat. Memang Tuhan akan marah kepada orang bebal, namun takut Kita bukan karena hal itu. Jadi takut kita berarti karena kesetiaan kita kepadaNya. Tentu hal Ini hanya dapat dilakukan oleh orang yang benar-benar mengenal Allah dengan baik dan benar.

Ketahuilah bahwa orang yang takut akan Tuhan akan mendapatkan berkat, yaitu akan menikmati hasil jerih payahnya bekerja. Berarti ada orang yang tidak dapat menikmati hasil jerih payahnya. Jika itu terjadi berarti ada hubungan yang kurang baik dengan Tuhan.

Kita diajak untuk menciptakan hubungan yang baik dengan Tuhan dengan cara takut akan Dia. Mari ciptakanlah hubungan baikmu kepada Tuhan, maka kebahagiaan dan kebaikanmu akan engkau dapatkan.

Dengan mengasihi Tuhan dan sesama serta melakukan perintah-perintah Tuhan, kita memanifestasikan sikap takut akan Tuhan. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 118:1-2. Paian ma di hami
Paian ma di hami, o Jesus, asiMi, asa tung unang hami diansi musu i.
Paian Tuhannami, HataM di hami be, Asa martua hami, nuaeng nang sogot pe.

06. Doa Bapa kami – Amin.

TAMAN EDEN YANG BARU


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 293:1. “Puji Yesus”
Puji Yesus! Pujilah Juru Selamat! Langit, bumi, maklumkan kasihNya
Haleluya, nyanyilah para malaikat. Kuasa hormat b’rilah kepadaNya
Selamanya Yesus Gembala kita, siang-malam kita didukungNya
Puji Dia b’ritakanlah keagunganNya! Puji Dia, mari bernyanyilah!

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Yesaya 29:1-12.
 Malam : Yakobus 3:13-18.

03. Renungan: Wahyu 7:16.
Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi.

Penderitaan bukan kata yang menyenangkan untuk dibayangkan. Bahkan sebagian dari doa-doa kita berisi permohonan mengenai kesehatan, berkat, perlindungan, dan penyertaan Tuhan, yang bila direnungkan lebih dalam, tujuannya adalah agar diluputkan dari penderitaan. Namun kenyataannya… kesedihan, kegagalan, kehilangan, dan berbagai hal yang dikonotasikan sebagai penderitaan akan selalu menjadi bagian dari kehidupan. Bukan karena Tuhan tidak sayang, tetapi karena Tuhan memiliki tujuan mulia demi kepentingan kita.

Penderitaan merupakan salah satu cara Tuhan untuk mengajar, mendidik, mendewasakan, dan memurnikan umat-Nya. Lebih dari itu… sebagai orang yang telah dibenarkan oleh darah Yesus, setiap penderitaan yang harus kita tanggung karena kebenaran, atau penderitaan yang kita lalui di dalam ketaatan pada firman dan kehendak Tuhan, merupakan proses untuk menghasilkan kualitas rohani yang tahan uji dan menjadikan kita semakin kuat berpegang pada Tuhan sebagai satu-satunya pengharapan.

Bukan hanya untuk hidup yang sekarang tetapi sampai pada hidup kekal. “Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi KJ. No. 464:1. Huboan ma diringku
Huboan ma diringku Tuhan hibul tu Ho. Ai au do tinobusMu umbaen tarbaen au ro.
Pagalak ma rohangku, di son managam, au TondiMi ma suru, na boi manggomgom au.

06. Doa Bapa kami – Amin.

MENDERITA SEBAGAI SAKSI KRISTUS


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 287b:1. “Sekarang Bersyukur”
Sekarang bersyukur, hai hati mulut tangan
Sempurna dan besar segala karya Tuhan!
Di b;riNya kita pun anug;rah dan berkat
Yang tak terbilang t;rus, semula dan tetap.

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Ulangan 4:1-14.
 Malam : 1 Yohanes 5:1-5.

03. Renungan: 1 Petrus 4:16.
Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu.

Kita bisa merasa tidak nyaman bahkan menderita karena kita seorang Kristen. Yesus telah mengatakan ini ribuan tahun yang lalu. Pada masa-masa sulit iman kita sedang diuji aoakah kita murni menjadi milik Yesus atau tidak. Kesetiaan kita sebagai pengikut Yesus selalu diuji setiap saat, apakah kita Kristen militant atau tidak.

Seorang gadis kecil yang harus menjalani operasi, merasa ketakutan. Untuk membujuk dia, maka orangtuanya kemudian berjanji akan memberinya apa yang telah diingininya sejak lama, yaitu seekor anak kucing. Operasi itu berjalan dengan baik, namun saat pengaruh obat bius mulai sirna, sang anak terdengar bergumam kepada dirinya sendiri, benar-benar cara yang tidak enak untuk mendapatkan seekor kucing!

Orang-orang kristiani yang mengalami kesukaran sewaktu melayani Tuhan tidak akan merasakan hal seperti itu saat mereka menoleh ke belakang. Memang benar bahwa setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya (2Timotius 3:12). Yesus berkata kepada para murid-Nya, Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya, dan mengikut Aku (Mat 16:24). Ingat riwayat Santo Thomas More (1478-1535), seorang perdana menteri yang mati demi cintanya kepada Yesus yang jauh lebih besar daripada cintanya kepada boss-nya: raja Henry VIII dari Inggris. Menderita bagi Dia mendatangkan upah yang pasti, tanpa penyesalan. Melayani Tuhan merupakan investasi. Amin

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 118:2. Paiam ma di hami
Paian Tuhannami hataM di hami be
Asa martua hami, nueng nang sogot pe

06. Doa Bapa kami – Amin.

BAHAGIA BERSAMA YESUS


Saat Teduh …………..

01. Nyanyian KJ. No. 285:1. “Tuhankulah Gembalaku”
Tuhankulah Gembalaku; olehNya ‘ku ten’ram
Di padang hijau yang segar, di pinggir air tenang

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Rut 3:1-13.
 Malam : Lukas 6:17-25.

03. Renungan: Lukas 6:22.
Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat.

Masih ingatkan saat kita menyanyikan judul lagu: Saya mau ikut Yesus… dst. Seruan “Berbahagialah…” ditujukan kepada mereka yang mengalami kesulitan dalam hidup berkaitan dengan iman mereka kepada Tuhan. Mereka menjadi dibenci, dikucilkan, dicela, dan ditolak (Ay. 22). Itulah harga yang mereka harus bayar karena komitmen mereka untuk mengikuti Yesus. Kepada orang-orang semacam inilah, Yesus menjanjikan Kerajaan Allah dan berkat-berkat, termasuk kecukupan makanan, sukacita, dan upah besar di surga. Penganiayaan memang sudah menjadi drama tragis yang mewarnai kehidupan para pengikut Tuhan Yesus sejak awal. Hal itu bukan sesuatu yang baru, sebab para nabi dan orang-orang saleh sebelum Yesus pun telah mengalaminya. Mereka menderita, bahkan menjadi martir, demi membela kebenaran dan imannya akan Allah. Maka, sesungguhnya bagi para pengikut Yesus, kesempatan menderita juga bisa menjadi sarana untuk menguji kesetiaannya pada Tuhannya. Berbahagialah orang yang tidak tergoyahkan imannya dan tetap setia kepada Allah, meski celaan, fitnah dan aniaya menimpa dirinya, sebab upahnya besar di surga. Kebahagiaan yang sejati adalah ketika seseorang dapat menikmati hidup yang Tuhan berikan saat ini dengan suatu antisipasi pasti untuk hidup yang kelak jauh lebih baik. Kebahagiaan itu terjadi bukan karena hidup sekarang sudah tidak ada penderitaannya lagi, tetapi karena kesadaran akan kehadiran Tuhan dalam hidup sekarang ini.Karena itu, kita harus menyadari bahwa Tuhan hadir dalam suka dan duka. Kebaikan akan kita dapatkan apabila menggantungkan hidup kita sepenuhnya pada Tuhan. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 231:3. Ida hinadenggan ni
On ma na di rohangki. Jesus ima Tuhanki
Mago pe portibi on, tu Ibana rohangkon

06. Doa Bapa kami – Amin.

DEKAT DENGAN ALLAH


Saat Teduh ………..

01. Nyanyian KJ. No. 8:1. “BagiMu Tuhan nyanyianku”
BagiMu Tuhan nyanyianku, karena setaraMu siapakah?
Hendak kupuji Kau selalu; padaku Roh Kudus berikanlah
Supaya dalam Kristus, PutraMu, kidungku berkenan kepadaMu

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Rut 2:1-15.
 Malam : Yakobus 5:1-6.

03. Renungan: Yesaya 55:3a.
Sedengkanlah telingamu dan datanglah pada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup!

Ayat Renungan hari ini merupakan Nubuat Allah yang disampaikan nabi Yesaya dimasa akhir hidupnya. Tuhan Allah menginginkan agar umat Israel dalam masa pembuangan Babel tetap tegar tidak kehilangan harapan dan merasa terhibur karena Tuhan tetap berserta mereka dalam menjalani masa-masa sulit selama masa pembuangan Babel. Dan Tuhan meminta agar bangsa Israel tetap tekun membaca Firman Tuhan seperti tertulis di Mazmur 1:2-3 “tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil”. Di saat ini, apakah kita dalam posisi yang mengalami kesulitan hidup seperti apa yang dirasakan orang Israel dalam masa pembuangan dan perbudakan di Babel? Suatu kondisi kehidupan yang tidak merdeka dan terjebak dalam kunkungan permasalahan kehidupan yang datang silih berganti. Kalau jawabannya “Iya” maka kita harus benar-benar merenungkan ayat hari ini, dimana kita harus dekat dengan Tuhan Maha Pengasih, setia mendengar FirmanNya, dan tekun melakukan perbuatan kasih yang diajarkanNya. Maka dengan demikian, kita akan memperoleh kemenangan, kemerdekaan dan hidup yang sejati, hidup yang penuh rasa syukur dan penuh suka cita. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 227:3. Jesus ngolu ni tondingku
Jangkon au baen siseanMu, na girgir tu podaMi
Sai surdukkon ma tanganmu, asa tong hutiop i.

06. Doa Bapa kami – Amin.