MENDERITA SEBAGAI SAKSI KRISTUS


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 287b:1. “Sekarang Bersyukur”
Sekarang bersyukur, hai hati mulut tangan
Sempurna dan besar segala karya Tuhan!
Di b;riNya kita pun anug;rah dan berkat
Yang tak terbilang t;rus, semula dan tetap.

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Ulangan 4:1-14.
 Malam : 1 Yohanes 5:1-5.

03. Renungan: 1 Petrus 4:16.
Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu.

Kita bisa merasa tidak nyaman bahkan menderita karena kita seorang Kristen. Yesus telah mengatakan ini ribuan tahun yang lalu. Pada masa-masa sulit iman kita sedang diuji aoakah kita murni menjadi milik Yesus atau tidak. Kesetiaan kita sebagai pengikut Yesus selalu diuji setiap saat, apakah kita Kristen militant atau tidak.

Seorang gadis kecil yang harus menjalani operasi, merasa ketakutan. Untuk membujuk dia, maka orangtuanya kemudian berjanji akan memberinya apa yang telah diingininya sejak lama, yaitu seekor anak kucing. Operasi itu berjalan dengan baik, namun saat pengaruh obat bius mulai sirna, sang anak terdengar bergumam kepada dirinya sendiri, benar-benar cara yang tidak enak untuk mendapatkan seekor kucing!

Orang-orang kristiani yang mengalami kesukaran sewaktu melayani Tuhan tidak akan merasakan hal seperti itu saat mereka menoleh ke belakang. Memang benar bahwa setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya (2Timotius 3:12). Yesus berkata kepada para murid-Nya, Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya, dan mengikut Aku (Mat 16:24). Ingat riwayat Santo Thomas More (1478-1535), seorang perdana menteri yang mati demi cintanya kepada Yesus yang jauh lebih besar daripada cintanya kepada boss-nya: raja Henry VIII dari Inggris. Menderita bagi Dia mendatangkan upah yang pasti, tanpa penyesalan. Melayani Tuhan merupakan investasi. Amin

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 118:2. Paiam ma di hami
Paian Tuhannami hataM di hami be
Asa martua hami, nueng nang sogot pe

06. Doa Bapa kami – Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s