Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

​Batu dan Mutiara


Pada suatu ketika, hiduplah seorang pedagang batu-batuan. Setiap hari dia berjalan dari kota ke kota untuk memperdagangkan barang-barangnya itu. Ketika dia sedang berjalan menuju ke suatu kota, ada suatu batu kecil di pinggir jalan yang menarik hatinya. Batu itu tidak bagus, kasar, dan tidak mungkin untuk dijual. Namun pedagang itu memungutnya dan menyimpannya dalam sebuah kantong, dan kemudian pedagang itu meneruskan perjalanan nya.

Setelah lama berjalan, lelahlah pedagang itu, kemudian dia beristirahat sejenak.Selama dia beristirahat, dia membuka kembali bungkusan yang berisi batu itu. Diperhatikannya batu itu dengan seksama, kemudian batu itu digosoknya dengan hati-hati. Karena kesabaran pedagang itu, batu yang semula buruk itu, sekarang terlihat indah dan mengkilap. Puaslah hati pedagang itu, kemudian dia meneruskan perjalanannya.

Selama dia berjalan lagi, tiba-tiba dia melihat ada yang berkilau-kilauan di pinggir jalan. Setelah diperhatikan, ternyata itu adalah sebuah mutiara yang indah. Alangkah senangnya hati pedagang tersebut,mutiara itu diambil dan disimpannya tetapi dalam kantong yang berbeda dengan kantong tempat batu tadi. Kemudian dia meneruskan perjalanannya kembali. 

Adapun si batu kecil itu merasa bahwa pedagang itu begitu memperhatikan dirinya, dan dia merasa begitu bahagia. Namun pada suatu saat mengeluhlah batu kecil itu kepada dirinya sendiri. “Tuan begitu baik padaku,setiap hari aku digosoknya walaupun aku ini hanya sebuah batu yang jelek, namun aku merasa kesepian. Aku tidak mempunyai teman seorangpun, seandainya saja Tuan memberikan kepadaku seorang teman”.

Rupanya keluhan batu kecil yang malang ini didengar oleh pedagang itu. Dia merasa kasihan dan kemudian dia berkata kepada batu kecil itu “Wahai batu kecil, aku mendengar keluh kesahmu, baiklah aku akan memberikan kepadamu sesuai dengan yang engkau minta”. Setelah itu kemudian pedagang tersebut memindahkan mutiara indah yang ditemukannya di pinggir jalan itu ke dalam kantong tempat batu kecil itu berada. 

Dapat dibayangkan betapa senangnya hati batu kecil itu mendapat teman mutiara yang indah itu. Sungguh betapa tidak disangkanya, bahwa pedagang itu akan memberikan miliknya yang terbaik kepadanya.Waktu terus berjalan dan si batu dan mutiara pun berteman dengan akrab. Setiap kali pedagang itu beristirahat, dia selalu menggosok kembali batu dan mutiara itu.

Namun pada suatu ketika, setelah selesai menggosok keduanya, tiba-tiba saja pedagang itu memisahkan batu kecil dan mutiara itu. Mutiara itu ditempatkannya kembali di dalam kantongnya semula, dan batu kecil itu tetap di dalam kantongnya sendiri. Maka sedihlah hati batu kecil itu. Tiap-tiap hari dia menangis, dan memohon kepada pedagang itu agar mengembalikan mutiara itu bersama dengan dia. 

Namun seolah-olah pedagang itu tidak mendengarkan dia. Maka putus asalah batu kecil itu, dan di tengah-tengah keputusasaan nya itu, berteriaklah dia kepada pedagang itu “Oh tuanku, mengapa engkau berbuat demikian? Mengapa engkau mengecewakan aku?”Rupanya keluh kesah ini didengar oleh pedagang batu tersebut. Kemudian dia berkata kepada batu kecil itu “Wahai batu kecil, kamu telah ku pungut dari pinggir jalan. Engkau yang semula buruk kini telah menjadi indah. Mengapa engkau mengeluh? Mengapa engkau berkeluh kesah? 

Mengapa hatimu berduka saat aku mengambil mutiara itu daripadamu? Bukankah mutiara itu miliku, dan aku bebas mengambilnya setiap saat menurut kehendakku? Engkau telah kupungut dari jalan, engkau yang semula buruk kini telah menjadi indah. Ketahuilah bahwa bagiku, engkau sama berharganya seperti mutiara itu, engkau telah kupungut dan engkau kini telah menjadi milikku juga. Biarlah aku bebas menggunakanmu sekehendak hatiku. Aku tidak akan pernah membuangmu kembali”.

Mengertikah apakah maksud cerita di atas ?

Yang dimaksud dengan batu kecil itu adalah kita-kita semua, sedangkan pedagang itu adalah Tuhan sendiri. Kita semua ini buruk dan hina di hadapanNya, namun karena kasihnya itu Dia memoles kita, sehingga kita dijadikannya indah di hadapanNya. Sedangkan yang dimaksud dengan mutiara itu adalah berkat Tuhan bagi kita semua. Siapa yang tidak senang menerima berkat? 

Berkat itu dapat berupa apa saja dalam kehidupan kita sehari-hari, mungkin berupa kegembiraan, kesehatan, orangtua, saudara dan sahabat, dan banyak lagi. Apakah kita pernah bersyukur, setiap kali kita mendapat berkat itu? Dan apakah kita tetap bersyukur, jika seandainya Tuhan mengambil semuanya itu dari kita? 

Bukankah semua itu milikNya dan Ia bebas mengambilnya kembali kapanpun Ia mau? Bersyukurlah selalu kepadaNya, karena Dia tidak akan pernah mengecewakan kita semua.

MIRIS MELIHAT KEFASIKAN MERAJALELA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-28:1 – Hata ni Jahowa
Hata ni Jahowa sipadame jolma hangoluan i. Halalas ni roha, siapuli roha ni na marsak i. Gogo ni Debatangki, paluahon na porsea sian nasa jea

PEMBACAAN FIRMAN
2 Pet. 1.12-21 (Pagi) Yeh. 13.1-16 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Jumat 03 Nopember 2017
Mazmur 10.1
Mengapa Engkau berdiri jauh-jauh, ya TUHAN, dan menyembunyikan diri-Mu dalam waktu-waktu kesesakan?

MIRIS MELIHAT KEFASIKAN MERAJALELA

Menyaksikan berita-berita di media, mengenai koruptor yang merajalela, dan seolah-olah kebal hukum, hati orang yang jujur terasa teriris-iris. Apakah sia-sia aku hidup jujur, bersih, dan tetap miskin, sedangkan mereka yang korupsi habis-habisan, malah berjaya dan tidak malu memegahkan diri sebagai orang yang bersih? Baca lebih lanjut

TUJUAN NASIHAT


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-12:1 – Dipuji rohangkon do Ho
Dipuji rohangkon do Ho Jahowa Tuhanki
Huhut hubaritahon do sude pambaenanMi.

PEMBACAAN FIRMAN
2Pet. 1.1-11 (Pagi) 1Sam. 2.27-36 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Kamis 02 Nopember 2017
1Timotius 1.5
Tujuan nasihat itu ialah kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas.

TUJUAN NASIHAT
Nas hari ini berisi adanya nasihat Paulus kepada Timoteus agar memberikan ajaran yang benar kepada orang orang tertentu. Nasihat merupakan ajaran, anjuran, petunjuk, peringatan, dan teguran yang baik. Nasihat memiliki makna mengajak orang lain untuk melaksanakan sesuatu yang mengandung kebaikan dan melarang mengerjakan sesuatu yang mengandung kerusakan. Nasihat selalu bersifat mendidik. Namun dalam realitanya sebuah nasehat sering bersifat relatif, tergantung siapa orang yang menasehati dan standar kebenarannya menurut setiap orang tidaklah sama. Baca lebih lanjut

TETAP KUAT DI TEGAH PENDERITAAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-14:1 – Puji hamu Jahowa tutu
Puji hamu, Jahowa tutu.Pardengganbasa,
Parasiroha salelengna i.
Pardengganbasa i, Parasiroha i

PEMBACAAN FIRMAN
1Pet. 5.1-14 (Pagi) Mzm. 43.1-5 (Malam)

Renungan Harian, Rabu 01 Nopember 2017

Ayub 13:9.

Apakah baik, kalau Ia memeriksa kamu? Dapatkah kamu menipu Dia seperti menipu manusia?

TETAP KUAT DI TEGAH PENDERITAAN

Ayub dikenal seorang yang saleh, jujur, orang yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan (Ayub 1:1). Meskipun Ayub mengalami penderitaan, ia tetap mampu bertahan. Bahkan dia masih bisa berkata: “Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk? Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya“ (Ayub 2:10b).

Baca lebih lanjut

Jika kita mati dengan Dia, kita pun akan hidup dengan Dia


​MINGGU XX SETELAH TRINITATIS, 09 OKTOBER 2016

2 Timoteus 2:8-15

Tentu tidak mudah mengajak orang untuk ikut menderita, meski bagi Kristus. Namun jika orang tahu kenapa dia harus melakukannya, niscaya orang akan memiliki keberanian dan semangat untuk ambil bagian di dalamnya.

Sebab itu, setelah memotivasi Timotius untuk ambil bagian dalam penderitaan karena Kristus, Paulus menyatakan hal-hal yang harus diingat tatkala tiba saatnya bagi Timotius untuk menjalaninya. 1) Ingat Tuhan Yesus Kristus (ayat 8). Kesetiaan-Nya pada Bapa telah membawa Dia ke dalam penderitaan. Ia ditolak oleh keluarganya, orang-orang sekotanya, juga para pemimpin agama. Ia datang ke dalam dunia untuk membawa terang hidup, tetapi dunia malah menyalibkan Dia (band. Yoh. 1:1)! Akan tetapi, penderitaan berakhir dengan kemenangan yang mulia. 2) Ingat kuasa firman Allah (ayat 9)! Paulus yang dimasukkan ke dalam penjara bawah tanah, tidak menjadi putus asa. Meski sadar bahwa kesempatannya untuk menyebarluaskan firman Allah menjadi terbatas, ia tahu bahwa firman Allah sendiri tidak terbelenggu. 3) Ingat alasan melayani Tuhan (ayat 10). Paulus menyerahkan hidupnya agar orang diselamatkan di dalam Kristus. Selain itu ia juga berharap mereka dapat bertumbuh dan disempurnakan dalam hubungan mereka dengan Dia. 4) Ingat bahwa Allah akan memberikan upah kepada orang yang setia (ayat 11-13). Seba-liknya, Ia akan menolak orang yang menolak Dia.

Ingatlah bahwa Allah setia kepada anak-anak-Nya. Meski kita mengalami masa-masa berat dalam hidup kita, bahkan saat rasanya tidak ada lagi iman yang tersisa, Ia akan tetap ada menyertai kita. Oleh karena itu, dalam masa kehidupan dan pelayanan sesulit apapun, jangan pernah berpaling dari Allah. Tetaplah teguh dan setia! Ia menjanjikan upah berupa masa depan yang gemilang bagi orang yang setia. Ia berjanji bahwa kita akan hidup bersama Dia di dalam kekekalan, dan kita akan memerintah bersama Dia di dalam Kerajaan-Nya. Pada saat itu, masa-masa sukar yang telah kita hadapi menjadi tidak ada artinya lagi. (Pdt. Maria Simatupang) 

BERPEGANG TEGUH PADA FIRMAN TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-23:2 Jesus Hami ro Dison
Holom rohanami be, nang parbinotoan nami. Molo so ro TondiMi manondangi rohanami. Ingkon Ho do paturehon dalannami sidegeon.

PEMBACAAN FIRMAN
Hab. 2:12-20(Pagi)
Mrk.11:12-14,20-24(Malam)

RENUNGAN
Roma 15:4 – Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.

BERPEGANG TEGUH PADA FIRMAN TUHAN

Sebagai anak-anak Tuhan kita harus mempercayai apa yang dikatakan oleh firman Tuhan. Melalui tulisan-tulisan yang tercantum di dalam Alkitab kita memperoleh suatu pengharapan yang benar. Pengharapan itulah yang akan menguatkan iman kita kepada Tuhan. Jika kita tak mempunyai pengharapan, maka iman itupun bisa redup. Pengharapan itulah yang menggelorakan iman kita untuk tetap percaya kepada-Nya.

Baca lebih lanjut