Jika kita mati dengan Dia, kita pun akan hidup dengan Dia


​MINGGU XX SETELAH TRINITATIS, 09 OKTOBER 2016

2 Timoteus 2:8-15

Tentu tidak mudah mengajak orang untuk ikut menderita, meski bagi Kristus. Namun jika orang tahu kenapa dia harus melakukannya, niscaya orang akan memiliki keberanian dan semangat untuk ambil bagian di dalamnya.

Sebab itu, setelah memotivasi Timotius untuk ambil bagian dalam penderitaan karena Kristus, Paulus menyatakan hal-hal yang harus diingat tatkala tiba saatnya bagi Timotius untuk menjalaninya. 1) Ingat Tuhan Yesus Kristus (ayat 8). Kesetiaan-Nya pada Bapa telah membawa Dia ke dalam penderitaan. Ia ditolak oleh keluarganya, orang-orang sekotanya, juga para pemimpin agama. Ia datang ke dalam dunia untuk membawa terang hidup, tetapi dunia malah menyalibkan Dia (band. Yoh. 1:1)! Akan tetapi, penderitaan berakhir dengan kemenangan yang mulia. 2) Ingat kuasa firman Allah (ayat 9)! Paulus yang dimasukkan ke dalam penjara bawah tanah, tidak menjadi putus asa. Meski sadar bahwa kesempatannya untuk menyebarluaskan firman Allah menjadi terbatas, ia tahu bahwa firman Allah sendiri tidak terbelenggu. 3) Ingat alasan melayani Tuhan (ayat 10). Paulus menyerahkan hidupnya agar orang diselamatkan di dalam Kristus. Selain itu ia juga berharap mereka dapat bertumbuh dan disempurnakan dalam hubungan mereka dengan Dia. 4) Ingat bahwa Allah akan memberikan upah kepada orang yang setia (ayat 11-13). Seba-liknya, Ia akan menolak orang yang menolak Dia.

Ingatlah bahwa Allah setia kepada anak-anak-Nya. Meski kita mengalami masa-masa berat dalam hidup kita, bahkan saat rasanya tidak ada lagi iman yang tersisa, Ia akan tetap ada menyertai kita. Oleh karena itu, dalam masa kehidupan dan pelayanan sesulit apapun, jangan pernah berpaling dari Allah. Tetaplah teguh dan setia! Ia menjanjikan upah berupa masa depan yang gemilang bagi orang yang setia. Ia berjanji bahwa kita akan hidup bersama Dia di dalam kekekalan, dan kita akan memerintah bersama Dia di dalam Kerajaan-Nya. Pada saat itu, masa-masa sukar yang telah kita hadapi menjadi tidak ada artinya lagi. (Pdt. Maria Simatupang) 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s