Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

JADIKAN HATIKU TAHIR


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-104:1 Bongoti Ma Rohangku
Bongoti ma rohangku ingani ma au on
O Tondi Debatangku, pasonang rohangkon
Namarhabangsa Ho raphon Debata
Ama, nang Jesus pe AnakNa, naeng pujionku Ho

PEMBACAAN FIRMAN
Wahyu 9:12-21 (Pagi) Yer. 1:4-10 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Jumat 8 Desember 2017
Mazmur 51:12
“Jadikanlah hariku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah hatiku dengan roh yang teguh”

JADIKAN HATIKU TAHIR
Dalam Alkitab berulang kali digambarkan bahwa Daud sebagai manusia yang senantiasa mengejar hati Allah dan dengan setia melayani Allah di sepanjang hidupnya. Daud tidak pernah melupakan pemberontakan yang pernah ia lakukan saat ia lemah; Daud seringkali menyalahkan dirinya sendiri dengan penuh penyesalan kepada Tuhan. Seperti tertulis dalam Mazmur 53:3, “Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.” Daud menyadari bahwa ia telah berdosa, bukan karena ia tidak bersedia mengikuti perintah Allah, tetapi karena ia mempunyai keinginan daging yang tidak bisa dia kendalikan. Karena itu, Daud memohon kepada Tuhan “Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh.” Daud mengetahui pentingnya pertobatan.

Kebangkitan iman dimulai dengan kesadaran akan dosa-dosa dan pengakuan yang tulus. Mengetahui sebab dosa-dosa kita akan menolong membantu kita menghindari perbuatan dosa yang sama lagi. Begitu dosa-dosa kita diampuni, kita tidak boleh lagi menjadi hamba dosa, karena kita adalah ciptaan baru di dalam Tuhan. Sebagai orang telah diselamatkan oleh Tuhan, kita masih seringkali jatuh dalam dosa, tetapi yang terpenting bagi kita adalah untuk mengikuti teladan Daud, kita harus memohon kepada Allah untuk menjadikan hati yang tahir, dan memperbarui roh yang teguh di dalam diri kita. Kita tidak boleh meyerah kepada dosa, tetapi harus mengalahkannya. Hanya dengan hati yang berseru-seru seperti hati Daud, hati yang sudah lelah dengan kehidupan dosa, barulah kita dapat berhasil dalam peperangan dengan manusia lama, untuk melanjutkan pembaruan yang terang dan lebih baik bersama Tuhan kita Yesus Kristus. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-36:2 Dihapuskan Dosaku
Pengampunan dosaku hanya oleh darah Yesus
Penyucian hidupku hanya oleh darah Yesus
O, darah Tuhanku, sumber pembasuhku!
Sucilah hidupku, hanya oleh darah Yesus.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin, Amin, Amin.

KARUNIA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-704:1, 3 Basa do Ho
Basa do Ho, basa do Ho, Basa do Ho tu au Debata. Haposanhi, haposanhi,
Haposanhi do Ho Debata

PEMBACAAN FIRMAN
Wahyu 9:1-11 (Pagi) Mikha 5:1-5a (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Kamis 7 Desember 2017
1 Petrus 4:10
“Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.”

KARUNIA
Karunia adalah sesuatu yang didapat seseorang namun pada hakikatnya seseorang tersebut tidak layak memperolehnya. Jika demikian adanya; sudah barang tentu seseorang tersebut pastilah mengucapkan terima kasih kepada si pemberi karunia. Siapakah yang dimaksud seseorang itu? Saya salah satunya dan Allahlah Sang Pemberi. Jika memang sayalah penerima karunia itu, renungan ini memerintahkan saya sebagai ucapan terima kasih untuk melayani seorang akan yang lain sesuai dengan karunia yang saya peroleh sebagai pengurus yang baik. Demikian pula orang-orang yang ada dalam kepengurusan dimaksud melayani dengan cara yang sama sesuai dengan karunia yang mereka peroleh. Dengan demikian terciptalah sinergi pelayanan dalam kepengurusan tersebut katakanlah dalam sebuah gereja.

Karunia apakah yang saya peroleh sebagai anggota gereja? Setiap orang sudah diperlengkapi dengan karunia oleh karena kasih Allah di dalam Yesus Kristus. Sudah saatnya kita sadar akan karunia yang kita peroleh dan kita gunakan untuk melayani sesama. Janganlah kita berpangku tangan karena sama saja itu namanya melayani diri sendiri yang tidak dikehendaki Tuhan dari kita. Di akhir perikop renungan ini dengan tegas dikatakan bahwa melayani dengan karunia yang kita peroleh akan memuliakan Allah karena Dialah yang empunya kemuliaan itu. Apakah yang menjadi bagian kita sebagai pelayan? Tidak lain adalah damai sejahtera sebagaimana pujian malaikat di padang Efrata: “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.” Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-286:1, 4 Bumi dan langit, Pujilah
Bumi dan langit, pujilah Yang Tinggi dan Kudus:
Firman-Nya maha mulia dan jalan-Nya tentu.
Tak sekedar karunia yang dimiliki-Nya:
Hakekat Allah yang kekal jadi Kodrat-Nya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin, Amin, Amin.

TUHAN GEMBALA YANG BAIK


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-139:1 Sada siparmahan i
Sada siparmahan i, sapunguan dorbiaNa
Di na jumpang HataNa , longang situtu rohanta. Sai haposi Jesus i, ingkon saut HataNa i.

PEMBACAAN FIRMAN
Wahyu 6:9-7:8 (Pagi) Mikha4:1-5 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Rabu 6 Desember 2017
Yehezkiel 34:22
“Maka Aku akan menolong domba-domba-Ku, supaya mereka jangan lagi menjadi mangsa dan Aku akan menjadi hakim di antara domba dengan domba”

TUHAN GEMBALA YANG BAIK
Alkitab mencatat bahwa kepemimpinan bangsa Israel silih berganti. Tidak sedikit di antara pemimpin bangsa Israel yang memberontak kepada TUHAN. Pemimpin tidak membawa sejahtera dan rasa aman di masyarakat, membawa bangsa Israel untuk beribadah kepada allah-allah lain. TUHAN berulang kali menghukum mereka karena tidak setia kepada-Nya, tetapi beberapa pemimpin yang kemudian juga melakukan kesalahan yang sama.

Pada dasarnya, kita dapat digolongkan sebagai gembala sekaligus sebagai domba. Gembala (pemimpin), yaitu pemimpin jemaat, seperti Pendeta atau Penatua. Mereka bertanggungjawab keberlangsungan hidup jemaat yang dipimpinnya. Pemimpin tidak boleh membiarkan jemaatnya tercerai berai (terpecah), apalagi menjadi sumber perpecahan. Mereka harus memimpin dengan hikmat TUHAN sehingga bertindak adil, membawa rasa aman, menolong dan menjadi teladan bagi jemaat yang dipimpinya. Lebih utama lagi, pemimpin harus membawa jemaat semakin taat dan setia kepada TUHAN. Domba, yaitu: jemaat. Kita diingatkan untuk saling menolong dan saling memperhatikan, namun tidak jarang di dalam jemaat terdapat sifat dan sikap saling menyakiti, menyingkirkan dan melemahkan. Sehingga hari ini kita diajak sebagai gembala atau domba untuk menjaga keutuhan hidup sebagai umat TUHAN, yang menjadi pertanggunganjawaban kita kepada TUHAN. Apakah kita sudah melakukan bagian dan tanggung jawab kita sebagaimana seharusnya di hadapan-Nya? Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-283:1 Gembalaku Tuhan
Gembalaku Tuhan! Domba-Nya senang: Di rumput yang subur kenyang ‘ku tertidur. Dibimbing-Nya ke air tenang

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin, Amin, Amin.

MENYAKSIKAN SANG TERANG


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-43:1 Padiri Rohamuna
Padiri rohamuna, hamu parroha i
Naung ro do tuamuna na pasaehon dosa i
Ro sian ginjang do, maningkir sidangolon
Nasa hajolmaon naeng buatonNa do

PEMBACAAN FIRMAN
Wahyu 7: 9–17 (Pagi) Mikha 4:6-13 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Selasa 5 Desember 2017
Yohanes 1: 6 – 8
“Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes. Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu”

MENYAKSIKAN SANG TERANG
Siapa yang tidak ingin disanjung, menjadi tenar dan terkenal? Yohanes punya kesempatan itu! Namun Kitab Suci tidak pernah mencatat Yohanes menggunakan kesempatan itu untuk kepentingannya sendiri. Ia sadar bahwa hidup dan kerjanya adalah untuk menyiapkan jalan bagi Sang Mesias, sebagai alat yang menunjuk kepada kebenaran yang hakiki, yakni Sang Terang yang sesungguhnya. Yohanes ingin agar orang melupakannya dan berharap semua manusia mengenal Mesias. Bahkan dalam kesempatannya menjadi tenar itu, ia berkata, “…di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang kamu tidak kenal…..Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak (ay. 26-27).” dia tidak dapat menyebutkan pekerjaan yang lebih kasar lagi dari pada membuka tali kasut dengan tujuan agar pendengar menyadari bahwa “Ada seseorang yang datang, yaitu Dia yang sangat mulia, sehingga menjadi budaknya saja pun tidak pantas.”

Yohanes sadar bahwa dirinya harus bertambah kecil dan Kristus semakin besar. Nas ini mengajak kita untuk bersedia “bertambah kecil” agar Tuhan dimuliakan, melalui kesaksian kita yang menceritakan bagaimana perbuatan Tuhan di dalam hidup kita. Meski banyak orang berusaha untuk melambungkan namanya tak terkecuali dalam pelayanan; alih-alih berfungsi sebagai jari yang menunjuk kepada Mesias, jari itu ditujukan pada diri sendiri. Namun dari kisah Yohanes mestinya kita menyadari bahwa yang terutama dalam kesaksian itu adalah orang melihat, mengenal dan mengarahkan diri bukan kepada si pemberita melainkan kepada yang ia beritakan, yakni Kristus itu sendiri, kiranya Kristus semakin dimuliakan dalam perbuatan kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-85:1 Kusongsong bagaimana
Kusongsong bagaimana, ya Yesus datang-Mu? Engkau terang buana, Kau surya hidupku! Kiranya Kau sendiri penyuluh jalanku. Supaya kuyakini tujuan janji-Mu.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin, Amin, Amin.

LANGIT DAN BUMI BARU


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-504:1 Ditogu Tuhan Jesus Au
Ditogu Tuhan Jesus au, ido na mangapuli au. Di ganup dalan nang tung maol tanganNa do tongtong huhaol. Ditogutogu Jesus au tanganNa sai maniop au. Tongotong ma siseanNa au, paima boi tu surgo lao.

PEMBACAAN FIRMAN
Wahyu 6:9-7:8 (Pagi) Mikha 4:1-5 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Senin 4 Desember 2017
Yesaya 65:17
“Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru ; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati.

LANGIT DAN BUMI BARU
Ayat Renungan di atas merupakan bagian dari Jawaban Allah bagi orang saleh yang akan memperoleh keselamatan di akhir zaman. Suatu langit dan bumi yang baru yang untuk logika normal kita saat ini sangat sulit diterima akal dimana suasananya sangat berbeda sekali seperti serigala dan anak domba bersama-sama makan rumput, singa akan makan jerami seperti lembu, tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk. Suasana yang benar-benar damai dan bahagia. Dan yang pasti di langit dan bumi baru tersebut tidak akan ada lagi ingatan akan masa lalu, bahkan tidak timbul lagi dalam hati. Apapun yang terjadi dalam hidup kita baik senang maupun susah, sehat maupun sakit dan kaya maupun miskin kita harus tetap bersyukur kepada Tuhan yang maha kasih. Dan untuk mencoba merasakan suasana langit dan bumi baru tersebut, mampukah kita saat ini melupakan segala sakit hati dan benci serta dendam yang kita alami, mampukah kita melupakan segala kebaikan yang telah kita lakukan untuk sesama, mampukah kita memahami bahwa ketika kita mati maka tidak satupun harta yang kita miliki akan kita bawa, mampukah kita tabah menjalani penderitaan dan permasalahan hidup ini dengan tetap hidup benar seturut Firman Tuhan, mampukah kita berbagi dengan sesama tanpa merasa kehilangan sebagian yang kita miliki. Jika kita mampu maka berbahagialah kita saat ini, karena kita sudah bisa merasakan sebagian langit dan bumi baru tersebut. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-446:4 Setialah
Setialah kepada Yang Menang, meski maut kautempuh. Setialah sehabis berperang terima upahmu: mahkota hidup diberi-Nya, kaumasuk dalam t’rang ceria setialah!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin, Amin, Amin.

MAKNA ADVENT DALAM LITURGI


Advent adalah masa menantikan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya. Dalam Masa Advent ini juga masa mempersiapkan Natal (Kisah Kelahiran Yesus) atau Epifania (Awal pelayanan Yesus). Masa Advent terbagi atas 4 minggu dengan tema yaitu:
1. Advent I : Sikap gereja dalam menantikan kedatangan Yesus Kristus yang kedua kalinya untuk membebaskan manusia.
2. Advent II : Pertobatan menuju langit baru dan bumi baru bagi segala bangsa, seluruh umat manusia, sesuai dengan keadilan-Nya.
3. Advent III : Ajakan untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan Tuhan. KedatanganNya tidak sejajar dengan kelahiranNya, namun dapat dilihat sebagai kedatanganNya yang kedua kali
4. Advent IV : Mengarah kepada kelahiran Tuhan di Betlehem.

HASILKANLAH BUAH SESUAI PERTOBATAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-248:2- SALELENG HO DI TANO ON
Sai songon hau na denggan ho,
ramos parbue nii.
Bulungna pe na uli do, antong sai tiru i.

PEMBACAAN FIRMAN
Wahyu 5:11-6:8 (Pagi) Mikha 2:1-13 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Sabtu 02 Desember 2017
Lukas 3:8a
“Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.”

HASILKANLAH BUAH SESUAI PERTOBATAN
Di saat menanam sebuah pokok pohon kita selalu mengharapkan agar pohon itu memberikan hasil yang baik, yaitu dari buahnya (Luk.6:44). Untuk mendapatkan hasil itu kita menyiram, memupuk dan melakukan hal yang lainnya agar hasil maksimal, ternyata pohon itu hanya daunnya yang lebat tanpa menghasilkan buah sama sekali. Ini dapat mengecewakan kita, dan mungkin saja kita akan menebangnya. Demikian juga dengan apa yang terjadi dalam cerita Alkitab tentang apa yang dilakukan Yesus terhadap pohon yang tidak menghasilkan buah (Luk.13:7, Yoh.15:2).

Pohon adalah gambaran dari hidup orang Kristen, di mana buah yang dihasilkan adalah karakter kehidupan yang baik. Buah itu dihasilkan dari pertobatan di dalam hidup yang ditunjukkan dalam tindakan sehari-hari (Kis.26:20; Luk.3:8-14). Pertobatan adalah pintu gerbang menuju kehidupan yang menjadi berkat bagi sesama. Dengan demikian buah itu dapat ditunjukkan hanya jika kita telah hidup dan tinggal di dalam Kristus (Mat.3:8; Yoh.15:2,4), di mana kita telah bertobat dan meninggalkan segala kejahatan kita dan masuk dalam kebaikan yang diberikan oleh Kristus di dalam penebusannya. Buah yang baik dapat kita tunjukkan dari tanggung jawab kita di dalam ibadah dan demikian juga di dalam pekerjaan sehari-hari dengan cara kita selalu berusaha untuk melakukan segala sesuatu dengan disiplin, mengerjakan segala sesuatu sesuai dengan tanggung jawab kita, mengerjakan segala sesuatu sebagai cara kita untuk melayani Tuhan Allah. Tuntunan Tuhan Allah di dalam menghasilkan buah yang baik sangatlah kita perlukan, sehingga untuk memberikan buah yang baik haruslah kita mulai dari hubungan kita dengan Tuhan Allah. Selamat berbuah. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-424:4- YESUS MENGINGINKAN DAKU
Aku ingin bersinar dan melayani-Nya, hingga di sorga ‘ku hidup senang bersama-Nya. Bersinar, bersinar; itulah kehendak Yesus
Bersinar, bersinar, aku bersinar terus.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin