Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

SURAT NATAL DARI YESUS


Renungan merayakan natal

Dengan kasih,

Seperti yang kalian sudah ketahui, kita semakin dekat dengan ulang tahun-Ku, Setiap tahun diadakan sebuah perayaan untuk-Ku dan Kurasa tahun ini perayaan itu akan diulangi. Pada waktu-waktu seperti ini banyak orang yang berbelanja hadiah, banyak pengumuman radio, ikian televisi dan di hampir setiap bagian dunia semua orang membicarakan ulang tahun-Ku yang semakin lama semakin dekat.
Cukup menyenangkan untuk mengetahui bahwa paling tidak sekali dalam setahun beberapa orang memikirkan Aku. Seperti yang kalian tahu, perayaan ulang tahun-Ku dimulai beberapa abad yang lalu. Pada awalnya orang-orang sepertinya mengerti dan berterima kasih untuk apa yang Kulakukan untuk mereka, tapi sekarang ini, sepertinya tidak ada orang yang tahu alasan untuk perayaan ini.

Keluarga dan teman berkumpul bersama dan bersenang-senang, namun mereka tidak tahu apa arti perayaan ini.

Aku ingat tahun lalu ada sebuah perjamuan yang besar, untuk-Ku. Meja makannya dipenuhi makanan-makanan lezat, kue-kue, buah-buahan, kacang dan juga cokelat. Hiasan ruangannya indah dan terdapat banyak, banyak sekali hadiah-hadiah yang terbungkus dengan baik. Namun, kau tahu? Aku tidak diundang.

Aku yang seharusnya adalah tamu kehormatan, dan mereka bahkan tidak mengingat untuk mengirimkan undangan. Pesta ini untuk-Ku, namun ketika tiba hari itu, Aku ditinggalkan di luar. Mereka menutup pintu tepat di depan wajah-Ku padahal Aku ingin bersama-sama dengan mereka, berbagi meja mereka.

Jujur saja, hal ini tidak mengejutkan-Ku karena beberapa tahun belakangan ini semua orang menutup pintunya dari-Ku. Karena Aku tidak diundang, Aku memutuskan mendatangi pesta tanpa menimbulkan suara, Aku masuk dan berdiri di pojokan. Mereka semua sedang minum-minum, sebagaian sudah mulai mabuk dan bercanda dan tertawa akan segala hal, mereka sedang bersenang-senang.
Dan ditambah lagi, ada seorang pria gendut berseragam merah dengan janggut putih memasuki ruangan berteriak Ho Ho Ho! la tampak mabuk, ia duduk di sofa dan membiarkan anak-anak menabraknya sambil mereka berseru “Santa Claus, Santa Claus” seakan-akan pesta ini adalah untuk dia.

Saat tengah malam, orang-orang saling berpelukan, Aku mengangkat lengan-Ku, menanti seseorang untuk memeluk-Ku, dan ternyata tidak ada yang memeluk-Ku. Mereka lalu mulai berbagi hadiah, mereka membukanya satu persatu dengan penuh harapan. Saat semua sudah terbuka, Aku mendekat untuk melihat apakah ada satu hadiah untuk-Ku.

Apakah yang kau rasakan apabila di hari ulang tahunmu semua orang berbagi hadiah dan kau tidak memperoleh satu pun?

Aku lalu mengerti bahwa Aku tidak diinginkan di pesta ini dan akhirnya aku pergi dengan diam-diam. Setiap tahun semakin buruk, Orang-orang hanya ingat akan hadiah, pesta, makan dan minum, dan tidak ada orang yang mengingat-Ku.

Aku ingin Natal ini kau membiarkan Aku masuk dalam hidupmu. Aku ingin kau mengingat cerita yang terjadi dua ribu tahun yang lalu Aku datang ke dunia ini memberikan nyawa-Ku untukmu, di kayu salib, untuk menebusmu hari ini. Aku hanya ingin kau percaya ini dengan segenap hatimu.

Aku ingin membagikan sesuatu denganmu, karena banyak orang yang tidak mengundang-Ku ke pestanya.

Aku akan mengadakan perayaan-Ku sendiri. Sebuah perayaan yang besar dan spektakular. Aku sedang mempersiapkan tahap terakhirnya.

Hari ini Aku menyerahkan banyak undangan, dan Aku mengundangmu dan teman-temanmu. Aku ingin tahu apakah kalian mau datang supaya Aku bisa menyiapkan tempat untukmu, karena hanya mereka yang berada dalam daftar tamulah yang bisa masuk ke dalam pesta-Ku. Mereka yang tidak menjawab akan ditinggalkan di luar. Jadi beritahukanlah undangan-Ku pada teman-temanmu, jangan sampai mereka ditinggalkan di luar.

Sampai berjumpa segera, Aku mengasihimu.

TUHAN GEMBALAKU YANG BAIK


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-188:1 Jahowa Siparmahan Au
Jahowa Siparmahan au Ndang hurang manang aha. Ai nasa jea dipadao Do sian dorbiana. Tongon dibaen na lomak i Lao pangoluhon tondingki Dibaen asi rohaNa

PEMBACAAN FIRMAN
Yudas 1: 11-25 (Pagi) Job 16: 1-21 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Jumat 22 Desember 2017
Yohanes 10.16
Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.

TUHAN GEMBALAKU YANG BAIK
Gembala yang baik akan selalu menjaga kawanan dombanya dari serangan musuh, bahkan ia rela kehilangan nyawanya agar dombanya selamat. Gembala yang baik akan menuntun dombanya, menunjukkan padang yang berumput hijau agar dombanya bisa makan dengan kenyang dan membawa dombanya ke air sungai yang jernih agar mereka tidak kehausan. Gembala yang baik juga akan menghibur dombanya, ia akan memainkan seruling dengan indahnya ketika dombanya makan dan beristirahat. Sebagai pemilik kandang, Gembala akan menuntun dombanya masuk ke dalam kandang, semua domba akan dikumpulkan menjadi satu supaya semuanya menjadi sekawan, menjadi satu dalam Kristus dan bersama-sama dengan sungguh-sungguh mengikut Tuhan Yesus, satu-satunya Gembala agar masuk dalam sorga.
Sebagai Gembala, sudah banyak yang Tuhan lakukan dalam hidup kita. Ia mengenal kita karena kita adalah ciptaan yang sangat berharga di mata-Nya. Ia memelihara hidup kita dan memberikan banyak teladan sesuai dengan FirmanNya. Sebagai Gembala, Tuhan adalah pemimpin yang sangat baik, maka kitapun harus bertindak benar dalam pimpinan-Nya. Jika Yesus adalah Gembalaku dan saya adalah domba-Nya sudahkah saya mendengar dan taat kepada tuntunan-Nya? Saatnyalah sekarang kita belajar peka, bersedia membuka telinga untuk mendengarkan suara-Nya dan melakukan perintahNya. Ketika saya mengasihi Yesus, sayapun siap dan bersedia serta dimampukan untuk melayani dan mengasihi serta menggembalakan domba-Nya. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-415:1 Gembala Baik, Bersuling Nan Merdu
Gembala baik, bersuling nan merdu, membimbing aku pada air tenang dan membaringkan aku berteduh di padang rumput hijau berkenan. O, Gembala itu Tuhanku, membuat aku tent’ram hening. Mengalir dalam sungai kasihku kuasa damai cerlang, bening.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Terang Lebih Kuat Daripada Gelap!


Saat kita duduk di bangku SD, kita diajarkan bahwa “terang adalah lawan gelap”. Ketika kita mendengar “terang adalah lawan gelap”, seringkali yang terbayang adalah terang dan gelap mempunyai kekuatan yang sama dan saling beradu satu sama lain. Padahal, kalau dipikir-pikir lagi, terang tidak berlawanan dengan gelap. Terang lebih kuat daripada gelap!
Ada senter terang untuk menerangi dalam gelap, tapi tidak ada senter gelap untuk menggelapi yang terang bukan? Ketika ada terang, gelap otomatis menyingkir. Gelap adalah ketiadaan terang.
Ada sebuah ilustrasi yang menggambarkan hal ini dengan cukup baik. Ilustrasi tersebut adalah ilustrasi tentang goa dan matahari.
Goa tinggal di dalam dasar bumi yang gelap. Suatu hari goa mendapat undangan dari matahari (jangan tanya gimana cara ngirim undangannya) untuk berkeliling di permukaan bumi melihat terang. Goa sangat antusias karena dia belum pernah melihat terang. Dia ingin tahu terang itu seperti apa. Maka goa pun menyambut undangan matahari dan naik ke permukaan bumi. Dia lalu diajak oleh matahari mengelilingi bumi. Goa sangat takjub dengan terang yang ditunjukkan matahari. Lalu, setelah perjalanan tersebut, kembalilah goa ke dalam dasar bumi yang gelap.
Goa lalu merasa berhutang budi dengan matahari. Dia lalu mengirim undangan pada matahari (sekali lagi jangan tanya gimana caranya) untuk datang ke dasar bumi untuk melihat kegelapan. Matahari yang menerima undangan tersebut juga sangat antusias dan penasaran seperti apa gelap itu. Dia lalu datang ke dasar bumi menemui goa. 1 menit berlalu, 5 menit berlalu, 15 menit berlalu, 30 menit berlalu… Matahari lalu bertanya pada goa, “Goa… Ayolah lekas tunjukkan padaku seperti apa kegelapan itu. Aku sudah tak sabar melihatnya…”
Anda menangkap inti ilustrasi di atas? Ya, kegelapan itu telah sirna seketika setelah matahari datang. Terang matahari telah menyingkirkan kegelapan di dasar bumi tersebut.
Meskipun demikian, mungkin Anda bertanya, “Tapi di zaman sekarang, seringkali orang yang benar semakin susah, dan orang yang tidak jujur lebih diuntungkan… Seringkali orang yang baik dikalahkan oleh orang yang jahat. Bukankah itu tandanya gelap mengalahkan terang?”
Tidak, sobat. Terang tetaplah terang, dan terang selalu lebih kuat dari gelap. Meskipun di dunia ini seolah-olah terang tersebut dikalahkan oleh kegelapan, pada akhirnya nanti, ketika kita menghadap Sang Pencipta, terang akan selalu mengalahkan kegelapan.

Jadilah terang untuk menerangi kegelapan di sekeliling kita.

SAMBUTLAH YESUS DI HATIMU


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-39:1 Beha Ma Panjalongku
Beha ma panjalongku Di Ho O Tuhanki?
Beha ma panomungku Di Ho o Rajangki?
Sondangi ma rohangku na holom na bodo
Ai naeng patupaonku Las ni rohaM di Ho

PEMBACAAN FIRMAN
Why. 17.9-18.2 (Pagi) 1Sam. 6.1-11 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Kamis 21 Desember 2017
Lukas 2.25-26
Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.

SAMBUTLAH YESUS DI HATIMU

Sungguh bahagia jika hidup benar dan saleh menjadi ciri dan karakter kita. Kehidupan orang percaya diharapkan hendaknya menjadi contoh di tengah-tengah bangsa dan negara terutama dalam keluarga. Kehidupan Simeon yang benar dan saleh menjadi teladan. Hidupnya bergaul dengan Tuhan dan dipimpin oleh Roh Kudus hingga masa tuanya. Spiritualitas Simeon juga ditandai dengan karya Roh Kudus yang nyata dalam dirinya (2:25b-27a). Tiga kali Roh Kudus muncul di ayat ini. Sebagaimana Yohanes Pembaptis sejak di dalam kandungan (1:15), Elizabet (1:41), dan Zakaria (1:67) dipenuhi oleh Roh Kudus, demikian pula Roh Kudus ada atas Simeon. Roh memberikan pewahyuan khusus kepadanya tentang Mesias (2:26). Ini berarti bahwa hidup benar dan salah adalah karya Roh Kudus.

Renungan hari ini memotivasi kita dalam tiga hal, yaitu: 1) Walaupun banyak cobaan dan kesukaran, hiduplah benar dan saleh, yaitu berpusat pada Firman Tuhan dan komit melakukan perintah-Nya. 2) Bersyukurlah dan sambutlah Tuhan Yesus dengan sungguh-sungguh dalam kerendahan hati dan sukacita bagaimanapun kondisi kita. 3) Bersandar pada pimpinan Roh Kudus dalam setiap kehidupan keluarga dan pribadi. Selamat menyambut Hari Natal. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-85:1 Kusongsong Bagaimana
Kusongsong bagaimana, ya Yesus, datang-Mu?
Engkau Terang buana, Kau Surya hidupku!
Kiranya Kau sendiri Penyuluh jalanku,
Supaya kuyakini tujuan janji-Mu.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

KELEBIHAN DAN KEMAMPUAN ADALAH MILIK TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-40: 2 Las be ma rohamuna
Ndang dilului rohaNa dison sonangNa i
Di surgo habangsaNa harajaonNa i
Ai naeng buni dope di tano on sangapNa
Dung tulus pe sangkapNa patar ma i sude

PEMBACAAN FIRMAN
Why. 17.1-8 (Pagi) Mal. 3.16-24 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Rabu 20 Desember 2017
Daniel 2.28a
Tetapi di sorga ada Allah yang menyingkapkan rahasia-rahasia;

KELEBIHAN DAN KEMAMPUAN ADALAH MILIK TUHAN
Daniel mempunyai kemampuan dalam mengartikan mimpi Nebukadnezar. Akhirnya dia mendapatkan pujian dari sang raja. Pujian itu tidak membuat Daniel sombong, justru dia bersaksi bahwa itu adalah pemberian Tuhan.

Manusia ketika diberi kelebihan dan kemampuan yang baik oleh Tuhan apakah berupa harta, kepintaran/keahlian, kecantikan/ketampanan, dan lain sebagainya, mudah menjadi sombong dan lupa diri. Manusia lalu melupakan Tuhan, Sang Pemberi kelebihan dan kemampuan itu. Ketika kita mengalami kesulitan, kita minta bantuan dan pertolongan Tuhan. Lalu kita diberikan jalan untuk keluar dari kesulitan, kita mulai menyombongkan diri dan melupakan Tuhan. Banyak orang yang kaya, pintar, berkuasa, berkelakuan sepertinya dia bersyukur, memuji dan memuliakan Tuhan. Namun sebenarnya pernyataan syukurnya itu hanya sisa-sisanya saja. Manusia takut bahwa hartanya akan berkurang ketika digunakan untuk memberi persembahan kepada gereja atau untuk membantu sesama. Manusia takut kalau orang lain menjadi lebih pintar/ahli dari dirinya bilamana kepintaran/keahliannya ditularkan kepada orang lain.

Tuhan menghargai kerja keras seseorang sehingga bisa menjadi kaya, menjadi pintar atau berkuasa, tetapi bilamana seseorang itu sombong maka Tuhan dapat sewaktu-waktu mengambilnya. Tuhan tidak mengambilnya secara harfiah dari rekening bank atau mengambilnya dari lemari brankas penyimpanan harta, tetapi dalam bentuk lainnya, misalnya dengan sakit penyakit dan penderitaan lainnya yang membuat harta seseorang terkuras habis, sehingga menjadi miskin dan menderita gangguan mental. Bersikaplah seperti Daniel yang dengan kemampuannya tetap berserah diri kepada Tuhan, rendah hati, terus-terang, dan jujur. Daniel mendapat ganjaran berupa harta yang melimpah dan jabatan yang tinggi dari Nebukadnezar dan sang raja juga mengakui serta menyembah Tuhan Allah.

BERDOA

BERNYANYI – KJ-85:1- Kusongsong Bagaimana
Kusongsong bagaimana, ya Yesus, datang-Mu? Engkau Terang buana, Kau Surya hidupku! Kiranya Kau sendiri Penyuluh jalanku, supaya kuyakini tujuan janji-Mu.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

JANGAN TAKUT, ALLAH BESERTAMU!


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-140:1- Girgir Ma Hamu
Ndang jadi hamu mabiar ale. Sai pangke burju gogom sasude. Nang hehe sibolis mamolgak hamu. Sai tatap ma Jesus pargogo tutu.

PEMBACAAN FIRMAN
Wahyu 14:6-16 (Pagi) Habakuk 3:2-6 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Jumat 15 Desember 2017
Yesaya 54:4
“Janganlah takut, sebab engkau tidak akan mendapat malu, dan janganlah merasa malu, sebab engkau tidak akan tersipu-sipu. Sebab engkau akan melupakan malu keremajaanmu, dan tidak akan mengingat lagi aib kejandaanmu.

JANGAN TAKUT, ALLAH BESERTAMU!
Abraham Maslow (Psikolog); mengatakan bahwa ada 5 tingkatan kebutuhan manusia yang saling berkaitan. Jika salah satu dari kebutuhan tersebut tidak terpenuhi maka kehidupan akan terganggu, atau kebutuhan yang lainnya tidak akan terpenuhi., salah satunya adalah rasa aman. Setiap orang menginginkan tempat yang aman dan nyaman di tempat pekerjaan, tempat tinggal dan dalam setiap kehidupannya karena manusia dapat bekerja dengan optimal dengan terpenuhinya kebutuhan tersebut.

Dunia tidak akan menjamin tentang kehidupan yang aman dan nyaman, hanya Tuhan saja yang menjaminnya bagi orang yang percaya kepada-Nya. Hari ini kita diingatkan tentang perbuatan Tuhan yang tidak ada batasnya di dalam kehidupan orang percaya dengan pernyataan jangan takut. Pernyataan ini sering disampaikan oleh Tuhan kepada orang yang dipilih-Nya untuk menyatakan betapa besar kuasa-Nya. Tidak ada yang mustahil bagi Dia, seluruh kekuasaan Dialah yang menaungi, sehingga dengan bersama-Nya kita tidak perlu takut. Jangan takut karena Dia Allah Yang Mahakuasa, yang mampu memberikan sesuatu melebihi apa yang kita pikirkan. Apakah masih ada yang membuat saudara takut pada saat ini? Mari serahkan segala ketakutan kepada-Nya, dan percayakan Dia akan mengubah dari ketakutan itu menjadi kekuatan. Selamat menjalani hidup dengan totalitas penyerahan diri hanya kepada-Nya. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-346:4 TUHAN ALLAH BESERTA ENGKAU
Tuhan Allah beserta engkau! Panji kasih peganganmu,
Maut pun kalah di depanmu, Tuhan Allah beserta engkau.
Sampai bertemu, bertemu, sampai lagi kita bertemu;
Sampai bertemu, bertemu, Tuhan Allah beserta engkau!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

DIANGKAT MENJADI ANAK ALLAH


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE. 492 : 1 Na Mora Tutu
Na mora tutu, sangap Damang i, Ibana nampuna sude arta i. Nang sere, nang perak, nang hepeng sude, Tapuji Ibana, unduk hita be. AnakkonNa do au, AnakkonNa do au, Dibaen Tuhan Jesus, anakkonNa do au.

PEMBACAAN FIRMAN
Why. 13.11-14.5 (Pagi) Hab. 2.1-5 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Kamis 14 Desember 2017
Galatia 4:6
Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: “ya Abba, ya Bapa!”

DIANGKAT MENJADI ANAK ALLAH
Dosa membuat hubungan manusia dengan Allah terputus, hidup menderita dan mati dan terkutuk (Rm 6:23). Tetapi Tuhan tidak menginginkan manusia mati karena dosanya. Dia mengutus anak-Nya untuk menebus manusia dari dosa. Jadi kita yang sudah ditebus bukan lagi hamba dosa, tetapi sudah diangkat menjadi anak Allah, karena itulah kita memanggil Allah sebagai sebutan: “Ya Abba, Ya Bapa.”

Kata Abba adalah bahasa Aram yaitu kata yang mesra untuk menggambarkan hubungan yang akrab, intim antara seorang anak dengan ayahnya, merasa tidak takut kalau sudah bersama dengan ayahnya, karena ada tanggung-jawab ayahnya untuk mengajar, membimbing, melindungi dari segala mara bahaya, tetapi tidak melupakan perasaan hormat sama ayahnya. Demikian jugalah kita yang sudah diangkat menjadi anak Allah tidak takut lagi menjalani hidup kita, karena ada yang setia menolong dan melindungi kita. Dia tidak melihat status, apakah orang kaya atau miskin, apakah pejabat atau rakyat bisa, siapa saja yang percaya berhak menjadi anak Allah. Kita tidak lagi seorang hamba tapi anak, itupun adalah anugerah Allah dalam Kristus, yang berhak menjadi waris kerajaan Bapa. Seorang hamba bekerja untuk mendapatkan upah dan tidak akan pernah memperoleh status sebagai anak dan ahli waris dari keluarga itu. Inilah yang menjadi sukacita besar bagi kita sebagai anak-anak Allah. Oleh karena itu, marilah kita menyerahkan hidup kita kepada Allah, agar Allah setia menyertai, menolong, dan menguatkan kita untuk melawan segala kuasa-kuasa dunia ini dan menyelesaikan segala pergumulan dan penderitaan yang kita alami. Untuk itu marilah kita dengan setia berdoa dan rajin selalu berseru dan memanggil nama-Nya karena Dia adalah Bapa kita, dan kita adalah anak-Nya. Amin.

BERDOA

BERNYANYI – KJ-413:1 Tuhan Pimpin Anakmu
Tuhan pimpin anakmu, agar tidak tersesat. Akan jauhlah seteru, bila Kau tetap dekat. Tuhan, pimpin, arus hidup menderas, agar jangan ku sesat, pegang tanganku erat.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin