Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

MANUSIA MERDEKA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-417:3 Rade Situtu Haluaon
PanghophopNa i parangehon, pasangap Tuhanmu antong./ Ibana buas mangalehon tu ho hasonangan tongtong./ Sandok sian holso malua, nang sian biarmu sude./ sonang nama ho na martua, manghirim tongtong surgo i.

PEMBACAAN FIRMAN
Mat. 26: 26-29 (Pagi) Ayb. 9: 13-26 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Selasa 03 Maret 2018
1 Korintus 6: 20
Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

MANUSIA MERDEKA
Tidak pernah seorang pun manusia yang ingin menjadi “budak”, setiap manusia menginginkan kebebasan. Kematian dan kebangkitan Yesus dalam peristiwa paskah memberikan apa yang diinginkan setiap manusia itu, yakni bebas dari perbudakan dosa. Dunia ini telah ditebus oleh Yesus dari dosa, dosa tidak lagi berkuasa atas dunia. Bukan kematian lagi yang menjadi upah manusia, melainkan kehidupan yang kekal.
Saudara, di dalam nas ini Paulus mengingatkan jemaat untuk menjaga kekudusan tubuh. Penebusan yang dilakukan Yesus menyatakan bahwa kita ini berharga bagi-Nya. Untuk itu, kita juga diharuskan menghargai tubuh kita juga. Caranya adalah menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging dan perbuatan dosa. Pada saat ini “percabulan” yang dimaksudkan Rasul Paulus bukan saja “hubungan seks”, namun termasuk juga cara kita berpakaian, cara kita bertutur kata, cara kita menghargai tubuh kita. Banyak orang yang tidak menghargai tubuhnya dewasa ini, cara berpakaian yang kurang sopan (yang dapat memunculkan dosa bagi orang lain), berbicara dengan sesuka hati yang dapat membuat sakit hati orang lain, kesehatan tubuh yang tidak diperdulikan (hidup semberaut). Saudara, kita telah dimerdekakan oleh Yesus, sehingga apa pun yang ada di dalam tubuh kita haruslah tunduk kepada Yesus, yaitu hidup di dalam kekudusan. Mari menjaga tubuh agar tetap kudus, tidak membuat dosa bagi orang lain maupun diri sendiri. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-393:3 Tuhan, Betapa Banyaknya
Setiap hari rahmat-Mu tiada putusnya:
hendak kupuji nama-Mu tetap selamanya.
T’rima kasih, ya Tuhanku atas keselamatanku!
Padaku telah Kau beri hidup bahagia abadi.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Minggu Paskah I, 01 April 2018


Minggu Paskah-I
Pesta Kebangkitan Yesus Kristus dari Kematian

Topik: Menjadi Saksi Kebangkitan Kristus
(Gabe Sitindangi Haheheon Ni Kristus)

Warna Tutup Altar : Putih (Bontar)
Warna kekudusan dan kesempurnaan, lambang kekudusan Tuhan Yesus dan para malaikat.

Ev. : Kisah Para Rasul 10:39-43
Ep. : Yunus 2:1-9

SUNGGUH, DIA ANAK ALLAH


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-432:1. Sian Hurungan ni Dosangki
Sian hurungan ni dosangki, ro au tu Ho, ro au tu Ho. Tu haluaon di mudar-Mi, Jesus au ro tu Ho. Nasa rohangku malum hipas, gabe mamora, nang pe pogos. Sian jeangku ro au tu Ho, Jesus au ro tu Ho.

PEMBACAAN FIRMAN
Mat 27: 57-60 (pagi) Yes 53: 9-12 (malam)

RENUNGAN HARIAN, Sabtu 31 Maret 2018
Markus 15 : 39
Waktu kepala pasukan yang berdiri berhadapan dengan Dia melihat mati-Nya demikian, berkatalah ia: “Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!

SUNGGUH, DIA ANAK ALLAH
Banyak orang mempertanyakan ke-Allah-an Yesus. Bahkan terkadang orang percaya pun sampai terpengaruh dan ikut meragukan Tuhan. Apa yang dapat menunjukkan bahwa Yesus adalah Allah? Kematian-Nya di kayu salib telah membuka mata hati kepala pasukan Romawi sehingga ia dapat berkata, “Sungguh orang ini adalah Anak Allah”. Ini berarti peristiwa penyaliban menegaskan ke-Allah-an Yesus.
Secara khusus Markus mencatat kejadian demi kejadian di seputar penyaliban Yesus, mau menegaskan bahwa peristiwa salib sesuai dengan waktu Allah. Pertama, peristiwa yang berkenaan dengan alam: “Kira-kira jam dua belas, kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga.” Pada satu sisi, peristiwa ini dapat diartikan sebagai tanda hukuman yang menimpa manusia. Pada sisi lain, menggambarkan bahwa seluruh jagat berkabung atas kematian yang dialami oleh Yesus. Kedua, peristiwa yang berkenaan dengan ibadat Yahudi: Tabir Bait Suci terbelah dua. Peristiwa kedua ini mengandung makna bahwa kematian Yesus mempunyai arti bagi keselamatan dunia. Tabir Bait Suci melambangkan kekudusan Allah, karena dibalik tabir itu terdapat ruang mahakudus. Ruang mahakudus hanya boleh dimasuki sekali setahun yaitu pada hari pendamaian. Yang boleh masuk ke ruangan itu hanya satu orang, yakni imam besar. Tabir terbelah dua, adalah tanda bahwa Allah membuka diri-Nya secara luas bagi umat manusia untuk datang menghampiri kasih karunia-Nya. Kematian Yesus adalah hari pendamaian yang sesungguhnya! Dengan demikian, Allah dapat ditemui secara bebas oleh siapa pun, asal ia rela menerima kematian Yesus bagi dirinya. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-18:3 Allah Hadir Bagi Kita
Allah hadir! O, percaya dan berdoa pada-Nya. Agar kita dikobarkan oleh nyala kasihnya. Dengan Roh kudus ya Tuhan, umatMu berkatilah. Baharui hati kami; o curahkan kurnia.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin

BERMEGAH DAN BERBAHAGIA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE- 772 : 1 Tuhanku Do Pature Dalanki
Tuhanku do pature dalanki, Tuhanku do patiur langkangki, sian nasa rohangki hupasahat ngolungki, Tuhanku do patiur langkangki.

PEMBACAAN FIRMAN
Matius 16: 21-23 (pagi) Yesaya 61:10-11 (malam)

RENUNGAN HARIAN, Kamis 22 Maret 2018
Mazmur 105:3
Bermegahlah di dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari TUHAN!

BERMEGAH DAN BERBAHAGIA
Secara umum, pemahaman kita tentang “bermegah dan berbahagia” erat kaitannya dengan harta kekayaan, kesenangan hidup dan status kita di dunia ini. Khusus buat orang Batak, bermegah dan berbahagia dapat dikaitkan dengan falsafah hidup orang Batak, yaitu: Hamoraon (memiliki banyak harta), Hagabeon (mempunyai anak/keturunan) dan Hasangapon (kehormatan). Falsafah hidup inilah yang mendorong orang Batak bekerja keras dan berlelah untuk mendapatkan harta kekayaan, keturunan serta kehormatan. Semuanya ini untuk memberikan kebahagiaan juga rasa aman untuk saat ini dan kalau bisa untuk selamanya. Akan tetapi apakah semuanya itu dapat menjamin kebahagiaan dalam hidup kita saat ini dan selamanya? Jika kita jujur, jawabannya: tidak. Kalau begitu, bagaimana untuk memperoleh “kemegahan dan kebahagiaan” yang sifatnya kekal yang tidak dipengaruhi oleh hamoraon, hagabeon dan hasangapon?

Nas hari ini mengajarkan kita supaya bermegah dan berbahagialah di dalam TUHAN. Kenapa? Ada beberapa alasan yang dapat kita sebutkan:

  1. Karena TUHAN-lah pencipta langit, bumi, laut dan segala isinya. TUHAN berkuasa dan berdaulat atas seluruh ciptaan-Nya termasuk hidup kita ini.
  2. Karena segala sesuatu yang di dunia ini pasti akan berakhir, termasuk hidup kita. Sadar atau tidak sadar, manusia ingin mendapatkan dan menikmati hidup dalam kekekalan, namun apapun usaha manusia tidak akan mampu mendapatkannya. Hamoraon, Hagabeon dan Hasangapon tidak dapat membawa kita kepada hidup kekal. Hanya karena kemurahan dan belas kasih Tuhanlah manusia dapat masuk ke dalam hidup kekal.
  3. Tujuan hidup setiap orang percaya adalah hidup bersama dengan TUHAN di dalam kekekalan di sorga, bukan hidup di dunia ini. Bagaimana dengan kita? Apapun yang menjadi kebanggaan dan kebahagian kita saat ini, mari kita renungkan kembali dengan mendasarkannya ke firman Tuhan di Yeremia 9:23-24. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ. No. 419 : 1 Yesus Pimpinlah
Yesus, pimpinlah kami s’lamanya: hanya Dikau kami ikut di sepanjang jalan hidup. Tuntun umat-Mu masuk rumah-Mu.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin

ALLAH TEMPAT PERLINDUNGAN KITA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE- 15 : 1 “Aut Na Saribu Hali Ganda”
Aut na saribu hali ganda saringar ni soarangki. Naeng nasa gogo bahenonku mamuji Debatantai. Paboa las ni rohangki hinorhon ni pambaenna i.

PEMBACAAN FIRMAN
Mat. 21: 18-22 (pagi) Yer. 33: 10-11 (malam)

RENUNGAN HARIAN, Rabu 21 Maret 2018
Mazmur 62: 9.
Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita. S e l a.

ALLAH TEMPAT PERLINDUNGAN KITA
Satu keluarga kecil melakukan perjalanan pulang kampung dari Jakarta ke satu kota di Sumatera Utara untuk merayakan ulang tahun orang tua laki laki dari si bapak. Mereka menggunakan pesawat udara. Selama perjalanan mereka bergembira dan bersukacita demikian juga penumpang yang lain. Akan tetapi setelah perjalanan 1 jam tiba-tiba terjadi guncangan yang sangat hebat yang dalam penerbangan disebut “Turbulensi” pesawat seperti akan jatuh, para penumpang berteriak teriak, menjerit, ada yang mengatakan “Kita akan mati….” Keluarga kecil itu dan juga beberapa penumpang yang lain juga berteriak “Tuhan Yesus tolong kami…..”, berulang-ulang, mereka saling berpegang tangan terus memohon kepada Tuhan untuk melindungi mereka. Setelah beberapa lama pesawat itu normal kembali dan suasana terdengar ada tangisan dan erangan kesakitan akibat benturan. Setelah pesawat mendarat sambil menunggu bagasi ada seseorang bertanya kepada keluarga kecil tersebut “Bagaimana perasaan bapak tadi? Jawab si bapak: “Saya takut! Tetapi saya menyerahkan hidup saya dan keluarga saya kepada perlindungan Tuhan, setelah itu saya merasa tenang.
Firman Tuhan pada pagi ini mengajak kita untuk menyerahkan segala permasalahan, persoalan yang kita hadapi kepada-Nya kerena Allah menjadi tempat perlindungan kita seperti yang telah dilakukan keluarga kecil di atas, mereka sadar hanya kepada-Nya tempat berlindung. Nasihat Daud, “Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak.” (Maz 37:5). Percayakan dirimu kepada Tuhan artinya jangan hanya karena ada masalah baru kita percaya, jangan karena sakit kita baru menyerahkan diri kita. Kita harus terus menerus tiada putus berserah serta aktif, curahkan semuanya permasalahanmu, bebanmu kepada-Nya, Allah akan melindungi dan mendengarkan serta menjawab keinginanmu. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ. No. 250a : 1 Allahmu Benteng Yang Teguh
Allahmu benteng yang teguh, perisai dan senjata; betapa pun sengsaramu, pertolongan-Nya nyata! Si jahat yang geram berniat ‘kan menang; Ngeri kuasanya dan tipu dayanya di bumi tak bertara.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin

MEMANDANG HADIRAT-NYA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE- 14 : 1 “Puji Hamu Jahowa Tutu”
Puji hamu Jahowa tutu, Pardengganbasa, parasiroha salelengna i. Pardengganbasa i, parasiroha i.

PEMBACAAN FIRMAN
Luk. 11: 9-13 (pagi) Yer. 26: 1-6 (malam)

RENUNGAN HARIAN, Selasa 20 Maret 2018
Yesaya 17: 7
Pada waktu itu manusia akan memandang kepada Dia yang menjadikannya, dan matanya akan melihat kepada Yang Mahakudus, Allah Israel;

MEMANDANG HADIRAT-NYA
Allah Israel adalah Allah yang cemburu. Ia membenci para penyembah berhala apalagi menyembah berhala hasil buatan tangan manusia. Dia tidak segan-segan membuat negeri yang penuh madu dan susu yang diwariskan kepada umat pilihan-Nya itu menjadi negeri yang tandus dan suatu timbunan reruntuhan. Karena bangsa itu beralih dari pada-Nya dan menyembah berhala. Itu pula yang dialami manusia sepanjang masa ketika mereka berbalik dari Tuhan dan memalingkan wajahnya kepada kemapanan yang sudah dalam genggaman. Untuk apa percaya kepada Tuhan ketika segala sesuatunya sudah tersedia. Dengan usaha dan kekuatan sendiri mampu menghadirkan apa yang dibutuhkan, dengan sombongnya manusia berkata: “Apa Tuhan masih diperlukan?”

Berhala pada jaman ini dapat disebut harta, jabatan, pangkat, ketenaran dan lain sebagainya. Dengan memiliki hal tersebut banyak orang terjebak dengan rutinitas kemapanan. Semua serba tersedia sehingga tidak membutuhkan lagi orang lain bahkan Tuhan sekalipun. Tuhan menganugerahkan semua kemapanan dimaksud tentu untuk dikelola dengan rendah hati. Pengelolaan demikian membuat semua yang kita miliki bukan saja hanya berguna untuk kita sendiri melainkan menjadi berkat bagi orang lain di sekitar kita. Hal ini dapat terwujud ketika kita senantiasa memandang kepada Allah yang menjadikannya dan mata kita tertuju kepada Yang Mahakudus Allah Israel, Allah kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ. No. 57 : 3 Yesus Lihat Umat-Mu
Sinar mahamulia lahir dari Allah Bapa, buka dan siapkanlah hati, mulut, pendengaran: biar doa dan nyanyian berkenan padaMu, Tuhan!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin