Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

Pohon Tua


Suatu ketika, di sebuah padang, tersebutlah sebatang pohon rindang. Dahannya rimbun dengan dedaunan. Batangnya tinggi menjulang. Akarnya, tampak menonjol keluar, menembus tanah hingga dalam. Pohon itu, tampak gagah di banding dengan pohon-pohon lain di sekitarnya. Pohon itupun, menjadi tempat hidup bagi beberapa burung disana. Mereka membuat sarang, dan bergantung hidup pada batang-batangnya.

Burung-burung itu membuat lubang, dan mengerami telur-telur mereka dalam kebesaran pohon itu. Pohon itupun merasa senang, mendapatkan teman, saat mengisi hari-harinya yang panjang. Orang-orang pun bersyukur atas keberadaan pohon tersebut. Mereka kerap singgah, dan berteduh pada kerindangan pohon itu. Orang-orang itu sering duduk, dan membuka bekal makan, di bawah naungan dahan-dahan. “Pohon yang sangat berguna,” begitu ujar mereka setiap selesai berteduh.

Lagi-lagi, sang pohon pun bangga mendengar perkataan tadi. Namun, waktu terus berjalan. Sang pohon pun mulai sakit-sakitan. Daun-daunnya rontok, ranting-rantingnya pun mulai berjatuhan. Tubuhnya, kini mulai kurus dan pucat. Tak ada lagi kegagahan yang dulu di milikinya. Burung-burung pun mulai enggan bersarang disana. Orang yang lewat, tak lagi mau mampir dan singgah untuk berteduh.

Sang pohon pun bersedih. “Ya Tuhan, mengapa begitu berat ujian yang Kau berikan padaku? Aku butuh teman. Tak ada lagi yang mau mendekatiku. Mengapa Kau ambil semua kemuliaan yang pernah aku miliki?” begitu ratap sang pohon, hingga terdengar ke seluruh hutan. “Mengapa tak Kau tumbangkan saja tubuhku, agar aku tak perlu merasakan siksaan ini? Sang pohon terus menangis, membasahi tubuhnya yang kering.

Musim telah berganti, namun keadaan belumlah mau berubah. Sang pohon tetap kesepian dalam kesendiriannya. Batangnya tampak semakin kering. Ratap dan tangis terus terdengar setiap malam, mengisi malam-malam hening yang panjang. Hingga pada saat pagi menjelang. “Cittt…cericirit…cittt” Ah suara apa itu? Ternyata, .ada seekor anak burung yang baru menetas. Sang pohon terhenyak dalam lamunannya. “Cittt…cericirit…cittt, suara itu makin keras melengking. Ada lagi anak burung yang baru lahir.
Lama kemudian, riuhlah pohon itu atas kelahiran burung-burung baru. Satu…dua…tiga…dan empat anak burung lahir ke dunia. “Ah, doaku di jawab-Nya,” begitu seru sang pohon. Keesokan harinya, beterbanganlah banyak burung ke arah pohon itu. Mereka, akan membuat sarang-sarang baru. Ternyata, batang kayu yang kering, mengundang burung dengan jenis tertentu tertarik untuk mau bersarang disana. Burung-burung itu merasa lebih hangat berada di dalam batang yang kering, ketimbang sebelumnya. Jumlahnya pun lebih banyak dan lebih beragam. “Ah, kini hariku makin cerah bersama burung-burung ini”, gumam sang pohon dengan berbinar.

Sang pohon pun kembali bergembira. Dan ketika dilihatnya ke bawah, hatinya kembali membuncah. Ada sebatang tunas baru yang muncul di dekat akarnya. Sang Tunas tampak tersenyum. Ah, rupanya, airmata sang pohon tua itu, membuahkan bibit baru yang akan melanjutkan pengabdiannya pada alam.

***

Teman, begitulah. Adakah hikmah yang dapat kita petik disana? Allah memang selalu punya rencana-rencana rahasia buat kita. Allah, dengan kuasa yang Maha Tinggi dan Maha Mulia, akan selalu memberikan jawaban-jawaban buat kita. Walaupun kadang penyelesaiannya tak selalu mudah di tebak, namun, yakinlah, Allah Maha Tahu yang terbaik buat kita. Saat dititipkan-Nya cobaan buat kita, maka di saat lain, diberikan-Nya kita karunia yang berlimpah. Ujian yang sandingkan-Nya, bukanlah harga mati. Bukanlah suatu hal yang tak dapat disiasati. Saat Allah memberikan cobaan pada sang Pohon, maka, sesungguhnya Allah, sedang MENUNDA memberikan kemuliaan-Nya. Allah tidak memilih untuk menumbangkannya, sebab, Dia menyimpan sejumlah rahasia. Allah, sedang menguji kesabaran yang dimiliki.

Teman, yakinlah, apapun cobaan yang kita hadapi, adalah bagian dari rangkaian kemuliaan yang sedang dipersiapkan-Nya buat kita. Jangan putus asa, jangan lemah hati. Allah, selalu bersama orang-orang yang sabar.

BERKAT YANG LUAR BIASA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-30:4 Jesus Lehon Hatorangan
Sai tangihon ale Tuhan Molo martangiang hami be tu Ho. Pasupasu marlobian LehononMu tu na ro manopot Ho. Sai dongani nama hami Asa hot di parpadanan. Mian hami sahat ro tu hasonangan.

PEMBACAAN FIRMAN
Yoh. 21:20-23 (Pagi) Hos. 11:8-11 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Selasa 17 April 2018
1 Samuel 1:27
Untuk mendapat anak inilah aku berdoa, dan TUHAN telah memberikan kepadaku, apa yang kuminta dari pada-Nya.

BERKAT YANG LUAR BIASA
George Muller, seorang rohaniwan dari Inggris pernah berdoa khusus untuk keselamatan Lima orang temannya. Pada tahun kelima, satu orang bertobat. Pada tahun kesepuluh dua orang lagi bertobat. Pada tahun keduapuluh lima seorang lagi bertobat. Jadi tinggal satu orang lagi yang belum bertobat. Coba tebak berapa lama lagi George Muller berdoa bagi yang terakhir ini? Dua puluh tujuh tahun! Itu berarti sampai akhir hayatnya George Muller berdoa. Hasilnya? Beberapa hari setelah George Muller wafat, orang yang kelima ini memutuskan untuk menerima Tuhan Yesus sebagai juruselamatnya. Lima puluh dua tahun bukan waktu yang singkat untuk bertahan dalam doa bukan? Mungkin hanya sedikit dari antara kita yang akan bertahan dalam penantian dan perjuangan selama itu. Tapi tidak demikian dengan George Muller.

Belajarlah dari Hana hari ini – Tak ada kata menyerah, meski semua yang lain sudah menyerah. Akhirnya doanya terkabul! Namun demikian dia tetap melanjutkan persekutuannya dengan Allah. Dia membayar nazarnya. Apa yang kita pelajari di sini? Hana ingat Tuhan bukan hanya di kala ada masalah, namun juga di kala terbebas dari masalah. Betapa kontrasnya, dengan kondisi sebagian besar dari antara kita. Ketika kita hidup susah, anak sakit dan keadaan susah lainnya kita begitu rajinnya mencari Tuhan. Namun apa yang terjadi sesudah Allah menenangkan badai-badai kehidupan itu. Hana bukan saja berani meminta seorang anak kepada Allah. Ketika Allah sudah memberikan kepadanya Samuel, dengan berani Hana mempersembahkannya untuk pekerjaan Allah. Allah menghormati pengorbanan Hana (1 Sam 2: 21), sehingga ia mengandung dan melahirkan tiga anak laki-laki dan dua anak perempuan lagi….” Inilah misteri dari berkat Allah dalam kehidupan orang-orang yang percaya. Ketika kita berani kehilangan banyak untuk Tuhan, kita akan menerima lebih banyak. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-345:4 Sertai kami Tuhan
Sertai kami Tuhan, berkat-Mu turunlah.
Kuasa-Mu Kau limpahkan, penuh karunia.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin

BERPEGANG PADA TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-25:1 HataMi Ale Tuhanku
HataMi, ale Tuhanku, arta na ummarga i,
sai paian di rohangku, unang so hutiop i.
Molo so be sitiopan hata na badia i,
aha nama haojahan ni haporseaon i ?

PEMBACAAN FIRMAN
Rom 16:1-7 (Pagi) Bil. 17:1-13 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Senin 16 April 2018
Mazmur 119:174-175
Aku rindu kepada keselamatan dari pada-Mu, ya TUHAN, dan Taurat-Mu menjadi kesukaanku. Biarlah jiwaku hidup, supaya memuji-muji Engkau, dan biarlah hukum-hukum-Mu menolong aku.

BERPEGANG PADA TUHAN
Permohonan yang menutup rangkaian panjang dari Mazmur 119 adalah pengakuan kerendahan hati dari pemazmur. Walaupun selama mempertahankan hidup, ketaatan dan kesetiaan kepada firman Tuhan jauh dari kehidupan mereka. Tetapi melalui kerendahan hatilah pemahaman akan Firman Tuhan bisa berjalan dengan baik. Dengan adanya pengakuan, Pemazmur hendak menyataan hidup haruslah berpegang pada Firman Tuhan, bukan pikiran sendiri.

Dua hal yang kita lakukan dengan meneladani Pemazmur yaitu Kita tidak boleh lengah akan rayuan dunia ini, tetapi haruslah kita perkuat diri kita dengan Firman Tuhan. Kemudian, Firman Tuhan harus kita jadikan semangat, sukacita untuk memuji dan memuliakan nama Tuhan. Sebab, Firman Tuhan harus mampu memperbaiki kehidupan kita. Pemazmur hendak mengingatkan kepada kita, agar hidup dalam Firman Tuhan, bukan meremehkan maupun merendahkan Firman Tuhan. Kita harus terbuka dan mau mengkoreksi diri kita sesuai dengan Firman Tuhan. Sebab, dengan keterbukaan, dan kesetiaan, serta ketaatan akan membawa kita kepada kehidupan yang lebih baik. Itulah sebabnya, Firman Tuhan akan memberikan keajaiban atas kehidupan kita. Berpeganglah pada Firman Tuhan. Amin

BERDOA

BERNYANYI KJ-407:4 Tuhan, Kau Gembala Kami
Kehendak-Mu kami cari, ingin turut maksud-Mu. Tuhan, isi hati kami dengan kasih-Mu penuh. Tuhan Yesus, Jurus’lamat, tak terhingga kasih-Mu. Tuhan Yesus, Jurus’lamat, tak terhingga kasih- Mu.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

ANUGERAH


Dalam bahasa teologi, kata “anugerah” menjadi engsel dari tiga kontroversi besar dalam sejarah, yang masih menjadi subyek bermacam-macam tafsiran. Dalam pengertian rohani, anugerah adalah kemurahan hati atau sikap Allah merendahkan diri kepada umat manusia secara individu ataupun kelompok. Dalam pengertian Injil secara konkret, anugerah adalah kasih dan kemurahan hati Allah dalam Kristus yang tidak layak bagi kita, sebagaimana ditunjukkan dalam keselamatan yang secara cuma-cuma disediakan bagi umat manusia (lih. Ef. 2:9). Anugerah ini mungkin juga digambarkan sebagai perbuatan pengaruh secara ilahi dalam hati, yang memperbaharui, menguduskan dan menjaganya. Anugerah mendatangkan damai sejahtera dan sukacita karena keyakinan. Anugerah adalah “kehidupan jiwa, sebagaimana jiwa adalah kehidupan tubuh“.

Anugerah adalah tema Perjanjian Baru dan kunci untuk memahami isi pesannya, karena semua penulis Perjanjian Baru berbicara tentang keselamatan dan selalu menghubungkannya dengan anugerah Allah. Keselamatan kita dari dosa dan murka Allah adalah inisiatif Allah yang murah hati sejak permulaan jaman (2 Tim 1:9) dan dibawa dijalankan-Nya di dalam sejarah menurut rencana dan panggilan-Nya berdasarkan kemurahan-Nya (Roma 8:30). Kita diselamatkan oleh anugerah Allah, bukan oleh usaha kita (Efesus 2:8-9), dan anugerah Allah mengajarkan kita untuk mengerjakan keselamatan kita di hadapan Allah dengan cara yang terhormat (Titus 2:11-12). Pujian terhadap anugerah Allah yang berkelimpahan itu adalah tujuan akhir dari keselamatan (Efesus 1:6). Pendeknya, dari permulaan sampai akhir, yang ada hanya anugerah-Nya.

MENJAGA KESUCIAN HATI


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-672:1 Tung Godang Situtu
Tung godang situtu ulaonmu Dipasahat Tuhanta tu ho ndang adong be tingkim
marnalemba tahe ngolumi bahen tiruan tongtong sai patupa ma I ala ni Tuhan I
so mangkirim balosna tu ho. Debata do marnida na niulami Manang na adong parbue ni i.

PEMBACAAN FIRMAN
Yoh 21:15-19 (Pagi) Ayub 41: 1-14 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Sabtu 14 April 2018
Matius 5:8
Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

MENJAGA KESUCIAN HATI
Setiap orang mendambakan kebahagiaan di dalam hidupnya. Tidak cukup hanya mendambakan, namun setiap orang berusaha melakukan apa pun untuk mendapatkan kebahagiaan itu. Namun darimana asal dari kebahagiaan itu? Ternyata bukan kekayaan, kejayaan, atau harta duniawi ini namun kebahagiaan itu ada di dalam hati. Hati yang suci adalah hati yang tidak menyimpan kecurangan, kebencian atau dendam atau hal negatif lainnya. Hati yang suci adalah yang menyimpan kebenaran, penuh sukacita dan rasa syukur.

Menjaga hati di dalam kesucian bukan saja hanya mendapat kebahagiaan di bumi ini. Nats ini adalah bagian dari “Ucapan Bahagia” yang disampaikan Tuhan Yesus; di mana Dia menjelaskan bahwa kebahagiaan yang terutama adalah orang yang menjaga kesucian hati; karena merekalah yang akan melihat Allah. Hanya orang yang suci hatinya yang akan melihat Allah, karena Allah itu suci. Ucapan Yesus ini juga memiliki harta bahwa bukan hanya di muka bumi saja orang yang suci hatinya berbahagia, namun juga pada waktu yang akan datang di dalam kehidupan yang kekal. Karena orang yang suci hatinya akan melihat Allah dan bersama dengan Allah. Saudara, dewasa ini masih banyak orang yang tidak menjaga kesucian hatinya dengan amarah yang bergejolak, dendam yang dipendam, keinginan hati untuk mempermalukan orang lain dan masih banyak hal yang lain. Namun pada saat ini kita diajak untuk meninggalkannya, agar kita mendapat kebahagiaan yaitu melihat dan tinggal bersama dengan Allah dalam kehidupan yang kekal. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-2:1 Suci, Suci, Suci
Suci, suci, suci Tuhan Maha kuasa! Dikau kami puji di pagi yang teduh.Dikau kami puji di pagi yang teduh. Suci, suci, suci, murah dan perkasa,Allah Tritunggal, agung namaMu!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

YESUS YANG MENGUTUS DAN MEMPERLENGKAPI


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-247:3 Sai Hehe ma Hamuna, Hamu
Ndang jadi haposanmu gogom sandiri da. Ai tung na so hasea do i di Debata. sai naeng basahononNa di ho sinjatami. Ai ndang tarbaen so talu musuNa baenon ni i.

PEMBACAAN FIRMAN
Roma 15: 7-13 (Pagi) Ayub 38: 22-30 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Jumat 13 April 2018
Lukas 22: 35-36a
Lalu Ia berkata kepada mereka: “Ketika Aku mengutus kamu dengan tiada membawa pundi-pundi, bekal dan kasut, adakah kamu kekurangan apa-apa? Jawab mereka: “Suatu pun tidak.”

YESUS YANG MENGUTUS DAN MEMPERLENGKAPI
Dalam proses pemilihan seorang pelayan sangat sering dijumpai pernyataan: “Saya belum layak, saya tidak mampu, saya banyak kekurangan” atau bahkan banyak lagi pernyataan lain yang menghambat menjadi seorang pelayan. Nas ini adalah pertanyaan Yesus kepada muridNya di saat Ia akan menghadapi proses penyaliban dan Yesus memiliki tujuan agar murid-muridNya melihat bagaimana kuasa Yesus dan penyertaan-Nya bagi murid-muridNya. Pertanyaan itu dijawab dengan pengakuan iman dari murid-murid, “Suatu pun tidak”. Mereka telah mengetahui dan mengakui bahwa Yesus memperlengkapi mereka dalam pelayanan, tidak membiarkan mereka jatuh karena kelemahannya.

Penyertaan Yesus bagi murid-muridNya bukan hanya pada zaman para rasul saja, namun itu berlaku sampai pada hari ini (Mat.28:20), karena Yesus itu sama dan hidup untuk sampai selamanya (Ibr.13:8). Saudara pada hari kita diajak menjadi seorang pelayan, yaitu yang mau memberitakan Firman Tuhan melalui kemauan untuk menyatakan kebenaran, dan menegor yang salah di dalam kasih. Tidak ada alasan lagi bagi kita menyatakan bahwa kita tidak mampu, namun sebaliknya kita harus menyatakan: “Ini aku Tuhan, utuslah aku!” karena Tuhan yang memampukan kita (Yes.6:8)..Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-424:2 Yesus Menginginkan Daku
Yesus menginginkan daku menolong orang lain, manis dan sopan selalu, ketika ‘ku bermain. Bersinar-bersinar, itulah kehendak Yesus, bersinar, bersinar, aku bersinar terus.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin