Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

MELAWAN HAWA NAFSU, MENJAGA KEKUDUSAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-467:4 Asi ni rohaM Hupuji
Sai papulik rohanami gabe pangoloi di Ho/ Asa marsahala hami lao manghatindangkon Ho/ IngananMu rohanami, TondiMi manggohi i. Pangke dohot ngolunami gabe ulaulaMi.

PEMBACAAN FIRMAN
Yes. 19: 21 (Pagi)
2 Kor. 9: 10-15 (Malam)

RENUNGAN
2 Petrus 2:10
Terutama mereka yang menuruti hawa nafsunya karena ingin mencemarkan diri dan yang menghina pemerintahan Allah. mereka begitu berani dan angkuh, sehingga tidak segan-segan menghujat kemuliaan.

MELAWAN HAWA NAFSU, MENJAGA KEKUDUSAN
Setiap manusia diberikan TUHAN perasaan, keinginan (kehendak bebas) dan akal budi, itu menjadikan manusia sebagai ciptaan yang lebih sempurna dibanding ciptaan yang lainnya. Hari ini dijelaskan tentang kehidupan manusia yang dipenuhi dengan keinginan, namun bukan keinginan yang baik; yaitu keinginan daging atau hawa nafsu. Keinginan ini berhubungan dengan apa yang terjadi di kota Sodom dan Gomora (ay.6). Manusia yang tidak mampu mengendalikan hawa nafsunya nampak dalam percabulan, tindakan anarkis, dan tidak memandang TUHAN lagi. Hawa nafsu tersebut membawa penghukuman TUHAN, karena itu adalah perbuatan keji di mata TUHAN. Namun, sebelum hukuman itu berlangsung TUHAN tetap menunjukkan kasih sayangnya agar mereka bertobat (Kej.18:22-33).

Saudara, keinginan adalah pemberian TUHAN; dengan demikian keinginan itu haruslah digunakan untuk memuliakan TUHAN, keinginan dalam hidup haruslah tetap selaras dengan perintah TUHAN. Diberikan kebebasan, bukan berarti kita bebas tanpa aturan, namun hidup dalam kehendak TUHAN. Kita tidak menafikan bahwa TUHAN memberikan kehendak bebas kepada kita, namun kita harus menjaganya sesuai dengan kehendak TUHAN agar kekudusan tetap terjaga. Apabila ada keinginan saat ini yang tidak sesuai dengan perintah TUHAN, selayaknya segera disadari dan bertobat karena TUHAN masih memberikan pengampunan, namun jika tidak maka yang adalah adalah penghukuman. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-436:2 Lawanlah Godaan
Tinggalkan yang jahat, dosa dicegah; tindakanmu tulus tiada bercela: jungjung kebenaran, hidup dalam t’rang, harap akan Yesus: pasti kau menang. Mintalah pada Tuhan, agar kau dikuatkan; Ia b’ri pertolongan: pastilah kau menang.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Iman dan Perbuatan


Suatu hari seorang utusan malaikat dan tentara iblis berjalan bersama mereka bertanya satu sama lain.
“Kira2 lebih banyakan mana ya pengikut kristus ataukah pengikut iblis??” tanya tentara iblis
“Untuk mengetahui jawabanya, gimana kalau kita survey saja selama satu bulan kegiatan manusia” balas malaikat.
“Ok setuju, kalu begitu kita mulai survey hari Minggu besok ya..” kata tentara iblis
“Okelah kalu begitu” jawab Malaikat.
Keesokan harinya mulailah keduanya berjalan untuk melakukan survey, dan mereka memulai survey dari gereja yang besar. Disana didapati begitu banyak manusia yang sangat semangat beribadah, menyanyi bersorak sorai memuji Tuhan. Malaikat merasa lega dia berkata dalam hatinya “Syukurlah ternyata gereja pertama tidak mengecewakan masih banyak juga ternyata manusia yang mau ikut Tuhan.” Berikutnya didatangi gereja gereja lain dan hasilnya pun tetap sama, hampir semua gereja yang didatangi menunjukkan hasil yang optimal dan malaikat pun merasa puas dan senang.
Hari berikutnya Si Iblis dan Malikat melanjutkan surveynya dan baru setengah jalan tiba tiba terdengarlah oleh mereka “Maaf nyonya, ampuuunnn… ampuni saya, saya bukan yang mengambil uang nyonya..” setelah keduanya mendekati sumber suara itu ternyata seorang anak kecil sedang menagis menahan sakit pukulan karena dituduh mengambil uang milik majikanya, yang ternyata majikanya adalah salah seorang yang datang dalam persekutuan gereja kemarin.
Melihat hal itu malaikat menjadi sedih..
Hari berikutnya lagi mereka melanjutkan misinya, mereka berjalan lagi dan tiba-tiba mereka melihat kejadian yang hampir sama dimana anak-anak Tuhan yang dijumpai mereka begitu bersemangat beribadah di hari Minggu ternyata di hari-hari biasa tidak sedikit dari anak-anak Tuhan yang melakukan kegiatan-kegiatan yang menyedihkan hati Tuhan..
Malaikat pun sangat sedih..
“Kalau begitu mana yang lebih banyak pengikutnya hai malaikat, Iblis ataukah Tuhan??” tiba tiba pertanyaan si Iblis mengejutkan Malaikat yang sedang bersedih.
“Ternyata masih tetap banyak ya pengikut Tuhan pada tiap Hari Minggu Saja,, Selebihnya kamu dapat melihatnya sendiri..” jawab Malaikat dengan sedihnya..
Teman-teman,, setelah membaca ilustrasi diatas kita dapat mengambil suatu kesimpulan bahwasanya Tuhan tidak menginginkan kita hanya datang padaNya tiap Hari Minggu dengan bungkusan diri yang semu.
Tuhan inginkan Kita menjadi pribadi pribadi yang bisa mengenalkan namaNya kepada dunia dengan perbuatan nyata kita kepada sesama.
Kita adalah gambaranNya, marilah kita tunjukkan, kita kenalkan Dia kepada mereka yang belum percaya melalui tindakan nyata kita, agar namaNya semakin dipermuliakan di Bumi dan di Sorga.

KETAKUTAN? NO WAY!


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-640: 1. Haholongan Sian Ginjang
Haholongan sian ginjang las ni roha na hot i. Tumpal ni asi ni roha sai bongoti rohangki, Jesus na gok asi roha dohot haholongon i. Baen malua baen martua hami natahutan i.

PEMBACAAN FIRMAN
2 Pet. 3: 17-18 (pagi) Yes. 6: 3-7 (malam)

RENUNGAN HARIAN, Kamis 31 Mei 2018
2 Timotius 1: 7
Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

KETAKUTAN? NO WAY!
Ketakutan adalah senjata yang sering dipakai Iblis untuk melumpuhkan iman kita. Bukankah si Iblis itu seperti singa yang mengaum-ngaum sambil berjalan keliling untuk mencari orang yang dapat ditelannya? (1 Pet. 5:8). Begitu mendengar auman singa, banyak yang ketakutan lalu menjadi lemah. Itulah yang terjadi pada Saul dan para tentaranya saat menghadapi Goliat. Mereka melihat Goliat yang tinggi besar, dan begitu mendengar suara tantangannya, hati mereka langsung menjadi kecut dan gemetar ketakutan.

Jika kita dikuasai oleh ketakutan maka iman kita tak lagi berfungsi. Dan saat itu Iblis sudah menang atas kita. Kita akan menjadi bahan bulan-bulanan olehnya. Daud tidak mau dikuasai oleh ketakutan. Dia katakan ”Tidak” pada ketakutan. Ketika Daud menghadapi Goliat dia berserah kepada Tuhan. Dia sadar bahwa Tuhan ada di pihaknya. Dia memberikan kemenangan kepada orang yang ada di pihak-Nya. Daud menang bukan oleh pedang, tombak dan lembing, tetapi dia menang karena dia mendapat perkenan dari Tuhan.

Tuhan memberi kepada kita bukan roh ketakutan, tapi roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban (2 Tim. 1:7). Ketakutan bukan berasal dari Tuhan. Untuk itu pastikan bahwa kita memiliki kekuatan dari Tuhan. Kekuatan untuk menghadapi setiap tantangan dan pergumulan dalam hidup kita. Agar kita tidak menjadi orang Kristen yang gampang menyerah. Agar kita menjadi orang Kristen yang ulet, bermental pejuang, berjiwa penakluk, dan berpikir sebagai pemenang. Untuk itu Jalani hidup ini bersama Tuhan dan rasakanlah kekuatan daripada-Nya yang senantiasa mengalir dalam diri kita, maka kita akan selalu bersukacita dalam menjalani hidup ini. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-453:3. Yesus Kawan Yang Sejati
Adakah hatimu sarat, jiwa-ragamu lelah? Yesuslah Penolong kita; naikkan doa pada-Nya! Biar kawan lain menghilang, Yesus Kawan yang baka. Ia mau menghibur kita atas doa pada-Nya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin

Memperbesar Kapasitas


Lukas 12:31
Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu.

Seorang karyawan muda berdoa tiap hari sejak ia tahu ada undian berhadiah mobil jaguar pada sebuah bank. Kebetulan ia punya rekening di bank itu. Ia berdoa sambil memaksa Tuhan mengabulkan permintaannya. Pada akhirnya ia memiliki mobil jaguar itu. Ia membayar pajak undian dengan berhutang pada bank. Suatu hari mobilnya harus di-service dan ada penggantian spare-part yang menghabiskan biaya belasan juta. Terpaksa ia harus memakai kartu kreditnya untuk membayar tagihan. Keesokannya ia sakit karena stres dan seringkali hanya makan ‘makanan seadanya’ untuk menghemat uang.

Mobil mewah, jabatan bagus, status sosial, gaji besar, pernikahan dan sebagainya. Kita semua pasti menginginkannya. Jika kapasitas kita tidak memadai untuk mendapatkan hal-hal tersebut, nasib kita akan sama seperti karyawan tadi. Tuhan ingin agar umat-Nya hidup bahagia, namun jika kapasitas mereka tidak mampu menampung berkat besar, hidup malah akan menderita – bukannya bahagia.

Tuhan hanya akan mempercayakan perkara-perkara besar pada mereka yang siap, pada mereka yang selalu berusaha memperbesar kapasitas, hidup berkarakter sesuai dengan buah Roh, dan hidup dengan aturan main yang Tuhan telah atur dalam Alkitab. Seberapa besar kapasitas Anda saat ini? Jika kapasitas kita sudah besar di mata Tuhan, tanpa harus meminta – Dia pasti akan memberikan hal-hal luar biasa pada kita.

Perbesar terlebih dahulu kapasitas Anda dalam Tuhan, maka Iapun akan mencurahkan berkat-Nya atas Anda.

Harta Warisan


Dua bersaudara dari keluarga yang berkecukupan. Setelah kematian kedua orang tuanya, mereka kini harus membagi harta warisan yang ditinggalkan. Namun setelah harta tersebut dibagikan, kedua bersaudara ini tidak pernah hidup rukun dan damai. Sang kakak menuding bahwa adiknya mewarisi lebih banyak dari yang dimilikinya. Sang adik juga menuding hal yang sama terhadap kakaknya, bahwa sang kakak memiliki harta warisan lebih banyak dari yang diwarisinya. Keduanya saling menuding bahwa pembagian harta tersebut tidaklah adil dan seimbang.

Mereka sudah melewati berbagai proses hukum, namun tetap saja persoalan mereka tak dapat diatasi secara memuaskan. Semua nasihat tak pernah berhasil. Semua keputusan seakan tawar. Keduanya tak dapat menerima semua nasihat dan keputusan yang diberikan.

Setelah mencari dan mencari akhirnya mereka menemukan seorang guru yang bijak. Kedua bersaudara tersebut datang ke hadapannya dengan harapan bahwa duri yang selama ini menusuk daging dan menghancurkan hubungan persaudaraan mereka dapat dikeluarkan.

Sang bijak bertanya kepada sang kakak, “Anda yakin bahwa harta yang dimiliki adikmu melebihi warisan yang engkau terima?” Sang kakak dengan penuh yakin menjawab, “Sungguh demikian!”

Sang bijak lalu berpaling kepada sang adik dan mengulangi pertanyaan yang sama, “Anda yakin bahwa kakakmu mewarisi harta peninggalan orang tua lebih dari pada yang anda peroleh?” Dengan keyakinan yang sama sang adik menjawab, “Ya demikianlah!”

Sang bijak lalu memberikan sebuah perintah kepada keduanya, “Kumpulkan semua harta yang telah diterima masing-masing dan serahkan itu kepada yang lain.” Sang kakak menyerahkan semua harta warisan yang diperolehnya kepada adiknya, demikian pula sang adik menyerahkan harta warisan yang diperolehnya kepada sang kakak. Dan sejak itu tak ada lagi pertentangan karena harta warisan di antara mereka berdua.

Kita senantiasa mengira bahwa nasib orang lain selalu lebih baik dari diri sendiri, bahwa orang lain lebih diberkati Tuhan dari pada diri kita sendiri. Kita lupa bahwa Tuhan mencintai setiap insan dengan cinta yang sama. Kita mungkin hanya mampu melihat berkat yang kelihatan yang dimiliki orang lain, namun lupa untuk melihat berkat-berkat berlimpah yang diberikan Tuhan atas diri kita namun sulit dilihat oleh kasat mata.

Lihatlah dirimu dari sudut pandangan yang lain, maka anda akan dipenuhi keharuan dan rasa syukur yang mendalam. Tuhan mencintaimu!

UCAPAN SYUKUR


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE- 755: 1. Haposan Ho Tuhan
Haposan Ho Tuhan hot do holongMu. Di las ni roha tingki arsak pe. Asi ni rohaMi nang pambaenanMu. Ho Sipalua pangondingan pe. Haposan Ho Tuhan, haposan Ho Tuhan, Ndang na mansohot asi ni rohaM. Nasa na ringkot di au di parade. Tung ala ni asiM do i sude.

PEMBACAAN FIRMAN
1 Yohanes 1: 1-4 (pagi) Mazmur 72: 18-19 (malam)

RENUNGAN HARIAN, Rabu 30 Mei 2018
1 Korintus 1: 9
Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.

UCAPAN SYUKUR
Ayat ini adalah bagian dari isi surat Paulus yang pertama kepada jemaat di Korintus. Paulus menuliskan suratnya yang pertama ini, setelah ia mendengar bahwa jemaat di Korintus sudah kembali kepada kebiasaan mereka menyembah berhala, percabulan, keangkuhan dan terjadinya perpecahan jemaat. Pada ayat 1 – 4, Paulus menggambarkan ucapan syukurnya kepada Allah atas keberadaan jemaat Korintus yang kaya dalam segala hal, dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan. Untuk itu Paulus ingin meneguhkan kembali jemaat Korintus agar menyadari hal ini dan dapat menggunakan karunia ini untuk kemuliaan Allah semata, bukan sebaliknya membuat jemaat menjadi sombong dan angkuh.

Gambaran jemaat di Korintus ini juga bisa menjadi refleksi tentang keberadaan umat Kristen sekarang ini, bagaimana kita menunjukkan ucapan syukur kita atas berkat kasih karunia yang Tuhan sudah dianugrahkan kepada kita? Sejauh mana kita menjaga kekudusan kehidupan rohani kita? Sejauh mana persekutuan kita mempersatukan kita dengan Bapa dan Anak, Yesus Kristus? Kiranya pergumulan hidup dan godaan kesenangan dunia ini tidak membuat kita menjadi sama dengan dunia ini, sebaliknya marilah kita senantiasa menjaga kekudusan hidup sebagai bentuk ucapan syukur dan pernyataan kesetiaan kita kepada Tuhan (Baca 1 Pet. 1:13-25). Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-413: 3. Tuhan, Pimpin Anakmu
Sampai akhir hidupku, Tuhan, pimpin ‘ku terus. K’lak kupuji, kusembah Kau Tuhanku Penebus. Tuhan pimpin! Arus hidup menderas; Agar jangan ‘ku sesat, pegang tanganku erat.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin

Berdiri Teguh Dalam Iman


Ibrani 4 : 14 – 16

Ada seorang yang paling gemar berpetualang, dan ia melakukannya seorang diri; ia tidak suka ditemani atau didampingi oleh orang lain. Dan lokasi yang jadi kesukaannya adalah hutan belantara. Setiap kali ia melakukan perjalanannya, ia tidak pernah melupakan alat ini; yaitu KOMPAS. Karena itu, ia berusaha menjaganya, jangan sampai alat tersebut hilang atau pun tercecer.

Kali ini ia mengambil keputusan untuk merambah hutan belantara yang sangat menantang dengan alamnya yang keras dan buas. Dan sebelum ia memasuki kawasan tersebut, ia terlebih dahulu melapor di pos penjagaan. Sebenarnya agak berat petugas memberi izin kepadanya karena ia tidak membawa pendamping bahkan menolak untuk didampingi. Namun karena ia sudah dikenal, maka petugas jaga mempersilahkan dengan satu ketentuan bahwa jika dalam waktu 3-5 hari ia tidak keluar dari hutan tersebut maka itu tandanya ia sedang mengalami kesulitan dan membutuhkan pertolongan dari seorang pandu yang mengenal kondisi dari belantara tersebut. Ia pun menyetujui hal tersebut bahkan ia memberi jaminan bahwa dalam tempo 3 hari ia akan keluar dari belantara tersebut tanpa mengalami kesulitan.

Singkat cerita,
Hari pertama semuanya berjalan biasa-biasa saja. Satu demi satu rintangan ia dapat lalui. Hari kedua pun demikian. Tetapi pada hari yang ketika, ia bertemu dengan seekor harimau yang nampak kelaparan. Baginya, situasi seperti ini sudah menjadi hal yang biasa. Ia tahu apa yang harus dia lakukan. Tetapi ketika ia melangkah mundur, tiba-tiba kakinya terperosok dan ia pun jatuh ke dalam jurang yang cukup dalam. Kompas yang menjadi andalannya pun hancur karena terbentur batu. Untuk beberapa jam, ia tak sadarkan diri. Dan saat ia sadar, ia berusaha untuk bangun namun ia tidak mampu karena kakinya terjepit di antara bebatuan. Ia terus berusaha, mengerahkan seluruh tenaganya namun usahanya sia-sia.

Hari keempat berlalu, demikian juga hari kelima dan seterusnya. Ia tidak bisa lagi berbuat apa-apa dan sekarang ia pasrah menerima nasibnya.

Tapi apa yang terjadi di pos jaga. Petugas mulai merasa kuatir tentang kondisi sang petualang. Ia tahu bahwa telah terjadi sesuatu sehingga sang petualang tidak bisa keluar dari belantara tersebut. Karena itu diutuslah seorang pandu untuk mencari jejak sang petualang. Dan sebagai seorang pandu, ia tahu tempat mana yang paling rawan dan ke tempat itulah yang ia tuju. Ia pun menemukan sang petualang dalam kondisi yang sekarat; haus, lapar dan penuh dengan luka, bahkan tubuhnya sudah sangat lemah karena telah kehilangan banyak darah.

Saudaraku..
Sadarkah kita bahwa kisah ini menunjuk pada realita hidup kita sebagai manusia yang berdosa. Kita jatuh, bahkan terjatuh ke dalam jurang yang paling dalam. Kondisi saudara dan saya sebelum mengenal Kristus dan berjumpa dengan Kristus tidak lebih dari sang petualang yang sedang sekarat dan tak dapat berbuat apa-apa lagi. Kita harus jujur mengatakan bahwa tidak ada sesuatu yang kita miliki untuk dapat kita dijadikan sebagai andalan kembali ke sorga. Dosa membelenggu kehidupan kita; ia menindih hidup saudara dan saya dari kiri-kanan, muka-belakang bahkan dari atas dan dari bawah. Dan dalam kondisi seperti ini, apa yang dapat kita buat? Tidak ada yang bisa kita buat! Kita hanya bisa berharap belas kasihan.

Dan di sinilah hebatnya iman Kristen.
Seisi sorga gelisah memikirkan keselamatan saudara dan saya. Karena itu, sorga menyapa bumi: “di manakah engkau?”. Yesus Kristus telah melintasi semua langit, Ia turun dari sorga; Ia masuk ke dalam jurang yang paling dalam, yang dalam Credo Apostolicum dikatakan: “turun ke dalam kerajaan maut”. Ya….Ia turun ke tempat di mana saudara dan saya berada. Ia masuk ke tempat itu, untuk mengangkat kita dari sana.

Di sinilah hebatnya iman Kristen!
Bukan manusia yang mencari Allah, tetapi Allah yang mencari manusia.
Allah tahu….
Allah mengerti, bahwa kita dalam kondisi sekarat karena dosa. Allah turut merasakan kondisi saudara dan saya. Ia merasakan kelemahan-kelemahan saudara dan saya.
Kondisi saudara dan saya seperti seorang yang sudah kehilangan banyak darah, dan kita butuh transfusi darah segar dan darah yang sehat. Kita butuh darah yang tidak terkontaminasi oleh dosa. Dan darah itu adalah DARAH YESUS, darah yang memberi kehidupan baru dan oleh darah itu kita menjadi sembuh.

Di sinilah hebatnya iman Kristen!
Allah tidak butuh korban darah dari manusia. Allah kita bukanlah Allah yang sedang sekarat dan butuh perhatian dari saudara dan saya. Allah kita adalah Allah yang hebat, yang rela mengorbankan diriNya untuk menebus hutang dosa kita. Allah kita adalah Allah yang hebat, Allah yang merelakan darahNya ditumpahkan untuk menyucikan segala noda dan dosa.

Saudaraku…
Inilah yang saya hendak tekankan agar anda tidak ragu atas iman anda yaitu bahwa Yesus adalah Imam Besar yang punya kapabilitas untuk menolong dan menyelamatkan hidup anda. Yesus sanggup menolong anda; seberat dan sebesar apapun dosa anda.
Persoalannya adalah: apakah anda mau atau tidak?

Karena itu, tumbuhkan keberanianmu untuk terus datang….datang dan terus datang kepadaNya.

Di tengah berbagai persoalan yang membelenggu kehidupan bahkan ketika kita jatuh karena melakukan dosa; jangan hukum dirimu lalu menjauhi Tuhan. Tapi bangkitlah dengan iman, dan percayalah bahwa darahNya berkuasa menyucikan anda dari segala noda dan dosa.

Ingat: di mata Tuhan, diri anda sangat berharga.