Arsip Tag: Renungan Minggu

Hidup atau mati kita milik Tuhan


Minggu XIII Setelah Trinitatis, 14 September 2014
Roma 14:1-12

Dalam nas ini Rasul Paulus pertama-tama mengingatkan jemaat di Roma agar saling menghormati satu sama lain. Memperlakukan semua orang sama, baik yang kuat imannya maupun yang lemah imannya. Karena bagi Tuhan semua orang sama, baik lemah dan kuat, miskin dan kaya, muda dan tua. Rasul mengajak semua jemaat agar menghindarkan sikap yang jatuh pada penghakiman menghina dan mencerca saudara sendiri. Rasul menegaskan bahwa semua orang dijaga oleh Tuhan. Tidak ada hak siapapun menjadi hakim atas orang lain. Baca lebih lanjut

Tenanglah, dalam rasa takut Tuhan selalu ada


Minggu VIII Setelah Trinitatis, 10 Agustus 2014
Matius 14:22-33

Banyak hal yang menyebabkan kita takut, misalnya kegelapan, terombang-ambing karena gelombang, takut pada hantu, dan lain-lain. Pergumulan, kesulitan ekonomi, sakit penyakit, dan kematian membuat seolah-olah kita berjalan dalam kegelapan. Cobaan, ketidakpastian dan keragu-raguan dapat membuat kita terombang-ambing dalam jalan kehidupan kita. Baca lebih lanjut

Datanglah kepada Tuhan supaya kami hidup


Minggu VII Setelah Trinitatis, 03 Agustus 2014
(Yesaya 55:1-5)

Seperti seorang penjual dipasar mengajak orang memperhatikan barang jualannya, demikanlah nabi Yesaya memanggil atas nama Tuhan, bukan untuk pangan saja melainkan untuk teurut dalam suatu jamuan; menikmati hasil tanah yang Tuhan janjikan kepada umatNya. Tanpa bayaran orang-orang diundang untuk makan dan minum menikmati sampai kenyang. Baca lebih lanjut

Ragu terhadap Allah artinya iblis sedang bekerja


Minggu V Setelah Trinitatis, 20 Juli 2014
Jesaya 44:6-8

Seseorang pernah berkata seperti ini: “untuk menerima keselamatan dari Allah, percaya saja tidaklah cukup, namun harus beriman”. Kalimat ini ada benarnya jika kita pisah kata ‘percaya’ dengan ‘iman’. Menurut Theologia, beriman mengandung unsur percaya, namun orang yang percaya bukan berarti telah beriman. Dalam iman terkandung unsur kesetiaan, perbuatan, penyerahan diri serta kepercayaan. Saat ini kita hidup dalam sebuah lingkungan, dimana setiap individu akan berinteraksi dengan manusia lainnya yang notabene tidak seiman dengan kita. Mungkin peradaban manusia telah berkembang, tetapi nilai-nilai agama seolah menjadi tabu untuk dibicarakan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca lebih lanjut

Firman harus di dengar, dimengerti dan berbuah


Minggu IV Setelah Trinitatis, 13 Juli 2014
Matius 13:1-9,18-23

Rahasia tentang Kerajaan Allah-Sorga dan tentang kebenaran-kebenaran rohani sering Yesus terangkan, jelaskan dengan memakai perumpamaan (perbandingan, ibarat, kiasan dan lukisan). Hal ini dipertanyakan oleh murid-murid kepada Yesus: “Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?” Yesus menjawab: “Kepadamu (murid-murid-orang percaya) diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.” Jawaban Yesus ini mengkritik kehidupan orang banyak yang munafik yang tidak percaya kepada perkataan Yesus, yang mengeraskan hatinya, karena sekalipun melihat, tetapi mereka tidak melihat, sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. Baca lebih lanjut

Tuhan sempurna memelihara kita


(Mazmur 145:8-14)
Dapat dikatakan hampir sepanjang hidupnya Daud bergaul baik dengan Tuhan. Dengan demikian ia mengalami segudang pengalaman berharga bersama Tuhan. Tentu pengalaman itu tidak hanya yang baik-baik saja, yang enak-enak saja, bahkan sering hidupnya berada di ujung tanduk, di antara harapan dan keputusasaan, antara perjuangan dan apatisme. Namun Daud menjalani dan melewatinya bersama dengan Tuhan. Baca lebih lanjut