Iman yang Menyelamatkan


Topik: Iman yang Menyelamatkan
(Haporseaon na Manghorhon Haluaon)

Warna Tutup Altar : Hijau (Na Ratarata)
Warna kehidupan dan pertumbuhan. Lambang perilaku kehidupan orang Kristen yang telah penebusan dan keselamatan dari Tuhan Allah.

Ev. Kejadian 22:1-12
Ep. Ibrani 11:7-12

TRINITATIS
Minggu Trinitatis ini adalah minggu yang menutup pada Easter Tide, tetapi sekaligus Minggu pembuka dalam Minggu Ordinary (Biasa). Theologia Trinitatis ini adalah paham yang paling banyak diserang oleh agama lain terhadap Kekristenan. Uniknya Kristen memahami dengan baik mengenai Trinitatis ini, namun sulit untuk menjelaskan, tidak heran jika pemahaman mengenai Trinitatis ini tidak dapat diterima secara logika. Tetapi itulah hakekat Tuhan kita. Ulangan 6:4 berkata: “Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu Esa!” Lalu dari manakah Tritunggal ini? Dari Kejadian kita mengetahui bahwa Tuhan adalah Roh (sifat 1), lalu Ia berfirman (sifat 2) untuk menciptakan segala sesuatunya, dan Firman itu menjadi manusia (sifat 3) itulah yang dikatakan Yohanes 1:14. Tetapi semuanya itu adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Sebab sejak awal, Allah telah menjadikan manusia menurut gambar dan rupa-Nya. Gambar dan rupa yang dimaksud bukanlah wajah, tetapi eksistensi manusia yang sesungguhnya serupa dengan Allah-Imago Dei (Citra Allah). Citra Allah yang memiliki logos/Firman (logika-Ilmu), citra Allah yang memiliki Roh (dapat hidup dan bergerak) dan Citra Allah yang memiliki daging (berbentuk secara fisik), dalam citra Allah inilah manusia menjadi satu kesatuan yang utuh, yang berkehendak (berfikir logika) yang hidup (bergerak) dan yang berkarya (dapat menjadikan sesuatu sebab memiliki fisik). Inilah tiga citra yang menyatu di dalam satu manusia utuh yang disebut dengan Imago Dei.

HIDUP DALAM ROH


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No.4:1. “Hai Mari sembah”
Hai mari sembah Yang Maha besar, Nyanyikan syukur dengan bergemar
Perisai umatNya, Yang Maha esa, Mulia namaNya, takhtaNya megah.

Pembacaan Firman
Pagi : Yehezkiel 5:1-17.
Malam : Amos 5:14-15.

Renungan: 1 Tesalonika 5:19.
Jangan padamkan Roh

Bayangkan ketika malam hari kita berada dalam sebuah ruangan tanpa cahaya lampu tetapi hanya diterangi oleh cahaya lilin kecil. Kita merasa cahaya kecil itu sangat menenangkan hati dan memberi rasa suka cita. Cahaya lilin itu kita usahakan tetap menyala dan kita jauhkan dari gangguan untuk menjadi redup dan mati. Kemudian dengan cahaya lilin kecil kita dapat melihat ke sekitar ruangan. Roh Tuhan memberi kita jalan keluar/cara untuk mengatasi berbagai permasalahan hidup dan memberi kita semangat dan optimis hari lepas hari. Sudah pernah kita alami perasaan sedih, sakit penyakit dan kegagalan. Roh Tuhan berperan menuntun kita mencari cara untuk keluar dari kesedihan misalnya ketika berdukacita, menuntun kita berobat ketika sakit, menuntun kita lebih giat belajar ketika gagal, dan akhirnya Roh Tuhan membuat kita kembali bersemangat. Demikian pula dalam kehidupan berjemaat. Kita dibenci, ditekan dan dipecahbelah oleh lingkungan sekitar kita maka Roh Tuhan akan menuntun kita mencari cara untuk kita dapat tetap teguh, tetap setia dan akhirnya terselamatkan. Setiap orang harus hidup dalam Roh Allah, hidup kudus dan memikirkan segala yang berkenan bagiNya. Mungkin karena tidak kelihatan dan terhalang oleh kedagingan dan keduniawian kita, kita mengabaikan kekuatan Roh Tuhan, dan pada saatnya Roh Tuhan menjadi redup dan mati dalam kehidupan kita. Roh Tuhan tetap bercahaya dan tetap hidup bilamana kita tekun berdoa dan setia melayani Tuhan. Hal berdoa terkadang menjadi beban, padahal ada doa yang sederhana diajarkan oleh Tuhan yaitu doa Bapa Kami. bekerjalah sambil berdoa! dan biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan! Lakukanlah segala yang baik di mata Tuhan supaya terangmu bercahaya dan layak di hadapan Tuhan. Amin.

Berdoa.

Bernyanyi BE. No. 279:1. Pasahat ma sudena
Pasahat ma sudena na hinolsohonmi. Tu Debata Jahowa Pardenggan basa i
Ai guru di Ibana do tano dohot laut; Lan pe di tahi jolma rohaNa do na saut.

Doa Bapa kami – Amin.

BERHARAP KEPADA ALLAH


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 29:4. “Di muka Tuhan Yesus”
Di muka Tuhan Yesus, ‘ku dapat kasih sayangNya
Hatiku pasrah berserah, di muka Tuhan Yesus.

Pembacaan Firman
Pagi : Mazmur 150:1-6.
Malam : Lukas 18:9-14.

Renungan: Roma 5:5.
Dan pengharapan tidak mengecewakan, Karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Apa yang membuat seseorang dapat bertahan ketika diperhadapkan dengan berbagai masalah dan persoalan dalam hidup? Pengharapan, ya pengharapanlah yang membuat seseorang mampu bertahan. Tentu pengharapan bahwa masalah akan berlalu dan hal baru akan datang dan menyenangkan. Tetapi apakah itu pasti terjadi? Tentu tidak. Karena itu pengharapan dalam kehidupan di dunia masih dapat mengecewakan. Bagaimana dengan orang percaya ketika diperhadapkan dengan berbagai masalah dalam hidupnya? Nas hari ini mengajarkan sekaligus meneguhkan iman setiap orang percaya bahwa meskipun diperhadapkan dengan berbagai masalah dan persoalan hidup, tetaplah berharap kepada Allah. Ada beberapa alasan mengapa harus tetap berharap kepada Allah :

1. Allah telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal Tuhan Yesus Kristus untuk membebaskan manusia dari dosa dan maut.

2. Kristus telah mati di kayu salib dan bangkit pada hari yang ketiga untuk memperdamaikan manusia yang berdosa dengan Allah yang Mahakudus.

3. Allah telah mengarunikan Roh Kudus untuk memimpin hidup kita setiap saat.

4. Tuhan memanggil kita bukan saja untuk percaya kepada-Nya, melainkan juga untuk menderita untuk Dia. Selama kita hidup di dunia ini, Tuhan mau membentuk kita termasuk melalui penderitaan supaya kita semakin bertekun, tahan uji dan berpengharapan kepada-Nya. Karena itu, tetaplah berserah dan berharap kepada Tuhan dan hiduplah dalam pengharapan. Amin.

Berdoa

Bernyanyi BE. No. 277:1. Las situtu rohangku
Marsada roha hita, sitanda Jesus i. Tatiop tong jamita, pasonang roha i
Sai pir tondinta be, sada tongtong rohanta mangihut tu Tuhanta, sihophop sasude.

Doa Bapa kami – Amin.

DIPIMPIN OLEH ROH


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 419:1. “Yesus pimpinlah”
Yesus pimpinlah kami s’lamanya
Hanya di Kau kami ikut, di sepanjang jalan hidup
Tuntun umatMu, masuk rumahMu.

Pembacaan Firman
Pagi : Amos 3:1-8.
Malam : Yesaya 45:18-25.

Renungan: 1 Yohanes 4:2.
Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah.

Bagaimana kita melihat perubahan dan perkembangan kehidupan saat ini? Perkembangan ilmu pengetahuan membawa manusia untuk menemukan hal-hal baru dalam berbagai bidang kehidupan Perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat pasti mempengaruhi hidup kita bahkan dapat juga mempengaruhi iman orang percaya. Perkembangan atau perubahan tersebut dapat juga merubah tatanan di dalam gereja termasuk pengajaran iman kepada Yesus Kristus. Jika perubahan dan perkembangan tersebut mendukung kepatuhan dan ketaatan kita kepada Tuhan tentu sangat baik. Namun bagaimana jika sebaliknya, perkembangan dan perubahan tersebut membuat iman orang percaya menjadi mundur? Melalui nas hari ini, setiap orang percaya diingatkan untuk lebih waspada menyikapi setiap perubahan dan perkembangan termasuk dalam pengajaran iman kepada Yesus Kristus. Tidak tertutup kemungkinan bahwa ada gereja atau hamba Tuhan yang mengajarkan iman yang menyimpang dari Firman Tuhan. Sebagai contoh :

1. Teologi kemakmuran (prosperity theology), sering juga disebut teologi sukses, yang mengajarkan bahwa kemakmuran dan sukses : kaya, berhasil dan sehat adalah tanda-tanda kehadiran Allah. Padahal, firman Tuhan tidak mengajarkan demikian.

2. Berpegang teguh kepada Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus, yang memimpin perjalanan hidup kita. Hendaklah kita menjalani kehidupan dengan penuh keyakinan bahwa Allah memelihara hidup kita. Amin.

Berdoa

Bernyanyi BE. No.267:1. O, Tuhan sulingkit
O Tuhan sulingkit ma au! Sondangi rohangku tangkas
Gogongku soada di au! Tu Ho au paringgas, tu Ho au padonok,
Di Ho na ma au. Gogongku soada di au!:

Doa Bapa kami – Amin.

ROH PENOLONG


Saat Teduh……………
Nyanyian KJ. No. 383:1. “Sungguh indah kabar mulia”
Sungguh indah kabar mulia hai percayalah!
Yesus Kristus tak berubah s’lama-lamanya!
darahNya tetap menghapus dosa dan cela.
Ia hibur yang berduka puji namaNya.
Baik kemarin hari ini, s’lama-lamanya.
Yesus Kristus tak berubah, puji namaNya
Puji namaNya! Puji namaNya!
Yesus Kristus tak berubah, puji namaNya!

Pembacaan Firman
Pagi : Mazmur 94:12-23.
Malam : Matius 15:32-39.

Renungan: Roma 8:26a.
Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa.

Dalam nas ini Paulus menekankan jemaat di Roma supaya tetap berpengharapan sekalipun banyak penderitaan dan kesusahan. Paulus mengingatkan bahwa Allah tetap membantu kita dalam segala kelemahan kita, bahkan Roh mampu berdoa untuk kita. Doa adalah sarana kita berkomunikasi, semakin baik doa kita maka semakin baiklah komunikasi kita dengan Tuhan. Doa diucapkan dari hati yang tulus, dengan permintaan yang bukan hanya untuk memuaskan hawa nafsu kita sendiri, tapi untuk mendatangkan manfaat bagi hidup kita dan sesama manusia. Dan diakhir doa tetap memuji Tuhan dan mengutamakan kehendak Tuhan. Dalam proses berdoa itu terkadang kita masih harus dibantu oleh Roh Kudus, karena sebagian kita masih belum dapat berdoa dengan baik dan benar. Kita percaya kepada Tuhan, namun dalam doa tersebut kita masih memaksakan kehendak atau keinginan kita yang dipenuhi oleh Tuhan. Dalam Yakobus 4:3 kita diingatkan jangan sampai salah berdoa karena akibatnya doa kita tidak pernah dikabulkan oleh Tuhan. Mulai saat ini mari kita koreksi diri, apakah doa kita yang belum terjawab selama ini dikibatkan oleh kesalahan kita dalam berdoa. Mari jaga Roh Kudus agar tetap ada didalam diri kita, sehingga Dia dapat memperbaiki doa kita bahkan Dia dapat berdoa yang benar untuk menolong kita. Amin.

Berdoa

Bernyanyi BE. No.440:1. Sai puji ma
Sai puji ma, Tuhanta Jesus Kristus.
Pasangapma, lomoNa ma patulus Pinujima, goarNa da.

Doa Bapa kami – Amin.

HIDUP DALAM ROH


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 247:1. “Sungguh Kerajaan Allah”
Sungguh kerajaan Allah di bumi tak kalah
Yesus yang bangkit dilantik menjadi kepala
Ia menang; g’lapmu menjadi terang. Lihatlah fajar menyala

Pembacaan Firman
Pagi : Roma 12:1-8.
Malam : Mazmur 119:105-110.

Renungan: 2 Korintus 3:17.
Sebab Tuhan adalah Roh: dan dimana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.

Nas ini merupakan surat Pengembalaan Paulus kepada jemaat Korintus supaya mereka tetap setia kepada Tuhan Yesus Kristus. Hidup dalam Roh, karena Tuhan itu sendiri adalah Roh dan dimana Roh Allah ada maka disitu pasti ada kemerdekaan. Nas ini sangat membantu kita dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Bagi orang-orang percaya kepada Tuhan Yesus tentunya sangat merasakan pertolongan Tuhan dalam perjalanan kehidupannya. Walaupun berbagai masalah kehidupan dating menghampiri, tetapi selama berdoa dan percaya kepada Tuhan, maka selalu ada jalan keluar yang didapat.

Namun bagi sebagian orang yang masih mengandalkan kekuatan dan pikiran sendiri dalam menghadapi permasalahan hidup pasti akan mendapatkan kekecewaan dan penderitaan serta kerugian. Mereka menjadi tersandera oleh permasalahan yang mereka hadapi, segala sesuatu usahanya selalu berakhir di jalan buntu. Dan yang paling parahnya adalah ketika mereka mencoba memahami solusi yang diajarkan dalam Firman Tuhan, mereka tidak mampu mendapatkannya, seakan ada penghalang yang menutupi jalan keluar tersebut. Oleh karena itu berupayalah tetap berjalan di jalan yang Tuhan telah tunjukkan dalam FirmanNya. Percayalah selalu kepada Tuhan dan biarkan diri kita ditempati Roh Allah, sehingga kita menjadi umat yang merdeka, umat yang mampu keluar dari segala permasalahan hidup ini. Amin.

Berdoa

Bernyanyi BE. No.262:1. Jahowa Tuhanki
Jahowa Tuhanki, Ho mual ni na denggan; Sitompa sasude, silehon hangoluan!
Sai lehon ma di au pamatang na hipas. Maringan ma di au, baen roha na ias.

Doa Bapa kami – Amin.

PENTAKOST


Senin, 10 Juni 2019

Topik: Mengenal Roh yang Berasal dari Allah
(Mananda Tondi na sian Debata)

Warna Tutup Altar : Merah (Na Rara)
Warna simbol darah dan api, lambang semangat dalam memuji dan bersyukur kepada Tuhan.

Ev. 1 Yohanes 4:1-6
Ep. Zefanya 3:9-13

PENTAKOST
Burung Merpati dan Lidah Api

Kita semua mengetahui bahwa simbol burung merpati adalah simbol dari Roh Kudus. Namun banyak yang belum mengetahui mengapa harus burung merpati? Dalam Kejadian 1:2 jelas dikatakan bahwa “Roh Allah melayang-layang…” Gereja mula-mula menggambarkan “melayang-layang” tersebut dalam bentuk burung. Namun semua menjadi jelas ketika peristiwa pembaptisan Yesus terjadi di sungai Yordan, di mana Roh Allah menampakkan diri dalam bentuk Burung Merpati (Matius 3:16). Sedangkan 12 lidah api adalah gambaran dari ke-12 murid Yesus yang menerima Roh Kudus pada hari Pentakosta. Mengapa 12? pada saat itu Matias telah diangkat untuk menggantikan Yudas Iskariot yang mati bunuh diri. Lidah api memiliki banyak pengertian, dapat diartikan sebagai semangat yang berkobar, atau dapat juga diartikan dengan pemberitaan Firman yang berapi-api, atau mungkin juga dapat diartikan sebagai “pemurni emas dengan cara dibakar”. Tetapi semuanya itu menunjukkan kepada Roh Kudus.