DI DASARI KEMULIAAN ALLAH


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 376:1. “Ikut di Kau saja Tuhan”
Ikut di Kau saja Tuhan, jalan damai bagiku
Aku s’lamat dan sentosa hanya oleh darahMu
Aku ingin ikut di Kau dan mengabdi padaMu
Dalam di Kau Juru s’lamat, ‘ku bahagia penuh.

Pembacaan Firman
Pagi : Keluaran 2:11-22.
Malam : Kisah Para Rasul 10:34-42.

Renungan: 1 Korintus 10:31.
Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah

Setiap manusia dipanggil oleh Tuhan untuk menjadi alat-Nya sesuai dengan keberadaan dirinya. Setiap tugas yang dilakukannya baik sebagai seorang anak, pelajar, orangtua, guru, pekerja, hamba Tuhan dan sebagainya, kelak kita harus mempertanggungjawabkan di hadapan Tuhan seperti tertulis dalam Roma 14:12 “ Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungjawaban tentang dirinya sendiri kepada Allah”. Betapa malunya kita di hadapan Tuhan bila selama hidup di dunia kita tidak melakukan apa-apa bagi Tuhan, padahal Tuhan telah memperlengkapi kita dengan karunia dan talenta yang bermacam –macam. Godaan duniawi sering membawa kita jauh dari Tuhan sehingga setiap perkataan , perbuatan , sikap dan bahkan pikiran kita justru tidak menjadi berkat bagi orang lain terutama untuk Menjadi Kemuliaan Tuhan. Semua itu yang haruslah kita pertanggungjawabkan di hadapan Tuhan. Kalau hari ini kita tergerak untuk berbuat kebaikan bagi orang lain, entah melalui senyum, ucapan, kasih yang menolong, lakukanlah dan jangan tunda sampai besok, karena setiap hari ada berkatnya sendiri dari Tuhan. Rasul Petrus berkata: “Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya”. (1 Pet 5: 10). Siapkah kita untuk mempertanggungjawabkan semua tugas kita di dunia di hadapan Tuhan kalau hari ini kita meninggal ? Jangan tunda lagi apapun yang kita lakukan dengan dasar untuk Kemuliaan Tuhan. Amin.

Berdoa

Bernyanyi BE. No. 304:3. O Jesus Panondang
Jesus, pargogoi ma au sadari on, sai padao ma dosa sian rohangkon
Asa hu ihuthon hataMi tongtong, jala hupasangap ho di tano on.

Doa Bapa kami – Amin.

ARUS HIDUP


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 3:1. “Kami Puji dengan Riang”
Kami puji dengan riang di Kau Allah yang besar
Bagai bunga t’rima siang hati kami pun mekar
Kabut dosa dan derita kebimbangan t’lah lenyap
Sumber suka yang abadi b’ri sinarMu menyerap

Pembacaan Firman
Pagi : Kejadian 31:43-55.
Malam : Kisah P Rasul 10:28-33.

Renungan: Ibrani 2:1.
Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus.

Perjalanan Hidup semakin menderu oleh pesatnya jaman. Akankah kita mengikuti arus atau kita melawan arus? Jika kita hanya mengikuti arus, kita akan sama seperti air yang mengalir ke tempat yang lebih rendah. Namun ketahuilah, bila kita mengikuti arus hidup yang sedemikian rupa, kita akan berada di tempat yang paling rendah di hadapan Allah. Dunia bisa saja meninabobokkan kita agar terbuai arus hidup duniawi. Tetapi Nats kali ini mengajak kita lebih teliti untuk memperhatikan apa yang telah kita dengar. Artinya, untuk menangkal berbagai pengaruh duniawi, baiklah kita menggunakan ketelitian untuk bukan saja mendengar, tetapi “memperhatikan” dalam artian melakukan apa yang telah difirmankan oleh Tuhan dalam tatanan kehidupan baik dalam keluarga, lingkungan, pekerjaan, bernegara dan berbangsa. Firman Tuhan mengatakan, “Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya (2 Tim 4:3).” Dengan meneladani kehidupan Tuhan Yesus serta menyerahkan hidup kita sepenuhnya kepadaNya. Janganlah kita khawatir bila dalam menjalani hidup terkadang harus melawan arus, apapun pergumulan hidup kita saat ini. Marilah kita berpegang teguh pada firman Tuhan dengan tidak menyimpang dari kebenaran firmanNya. Amin.

Berdoa.

Bernyanyi BE. No. 301:6. Las situtu rohangku
Marguru tu Tuhanku ma au di sasude; ditogu Debatangku ma au tu na ture
Sai pasupasu ma ulaon ni tanganku, sude sibahenonku, o Tuhan Debata.

Doa Bapa kami – Amin.

Pentingnya menjaga Hati.


Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan”
(Amsal 4:23)

Dari sudut pandang Alkitab, “hati” adalah kata yang paling sering dipakai untuk menunjuk kepada seseorang dan kehidupannya. Hampir semua proses rohani dalam kehidupan seorang Kristen dikaitkan dengan hati. Alkitab menggunakan tiga kata yang kemudian diterjemahkan sebagai hati. Kata-kata itu adalah: Lev (PL. Bhs Ibrani). Dalam PL digunakan kata “Lev”, yang secara harafiah adalah jantung. Kata ini juga sering dipakai unutk “isi perut” yang dianggap sebagi pusat emosi, misalnya di dalam Mazmur 38:11 “jantungku berdebar-debar, kekuatanku hilang, dan cahaya matakupun lenyap dari padaku” dan Mazmur 26:2, “Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku“. Ketika nabi Yeremia berseru, “Aduh, dinding jantungku!” (Yeremia 4:19), ini bukanlah serangan jantung. Di sini “lev” terletak pada tingkat perasaan yang terdalam dan merekam tanggapan-tanggapan yang terdalam dalam kehidupan. Kardia (Bhs Yunani). Dalam PB. Digunakan kata “kardia”. Ketika rasul Paulus menggunakan kata kardia dalam: 2 Korintus 3:3, “Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia“, “Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan” (Roma 10:10). Synidesis (Bhs Yunani). PB juga menggunakan kata “synidesis” untuk menunjuk hati. Secara harafiah synidesis berarti hati nurani atau suara hati.
Dari tiga tulisan tentang hati dari kata “lev”, “kardia”, dan “synidesis”, istilah hati sering digunakan untuk mengartikan manusia batiniah yang merupakan hakikat dari kepribadian seseorang yang mencakup kehidupan intelektual, kehidupan emosi, kemauan atau kehendak, dan hidup rohaninya.

Akibat buruk jika tidak bisa menjaga hati.
Hati adalah hal yang terpenting di hadapan Tuhan. Orang bisa mereka-reka untuk mengelabui manusia lain, tapi tidak dengan Tuhan. Jika hati tidak tulus dan murni, maka Tuhan akan mengetahuinya. Itu sebabnya Tuhan sangat menyukai orang jujur, karena orang jujur adalah orang yang menyatakan apa adanya sesuai dengan hatinya.
Ketika kita membaca, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan” (Ams. 4:23), hal itu memang masuk akal, akan tetapi sangat sulit dilakukan.
Setiap orang pasti memiliki hati nurani meskipun tidak dapat dideteksi dengan tepat di mana letaknya dalam organ tubuh namun hati nurani ini hidup dan bersuara. Masalahnya, ada yang peka meresponsnya, ada pula yang mengacuhkannya – semua tergantung pada si pemilik hati nurani yang tidak dapat diketahui oleh orang lain bahkan oleh orang terdekat sekalipun kecuali oleh Tuhan. Untuk itu Amsal 4:23 menasihatkan, “Jagalah hatimu dengan segala kewas-padaan karena dari situlah terpancar kehidupan.” Hati harus dijaga sebab bersifat pribadi dan sangat sensitif, misal: bila kita melihat, mendengar atau berhadapan dengan sesuatu yang tidak pas, hati kita langsung merasa tidak enak/nyaman lalu kontak ke otak yang diteruskan ke mata, telinga dst.

Mengapa hati perlu dijaga dengan waspada?
Logikanya, benda-benda berharga tidak akan diletakkan sembarangan tetapi disimpan rapi dan dijaga hati-hati/waspada supaya tidak rusak atau tidak dapat berfungsi karena kadaluarsa. Bedanya, betapapun bernilainya emas dan tum-pukan uang, mereka tidak menghasilkan kehidupan tetapi hanya hati yang dapat memancarkan kehidupan.

Kalau tidak bisa jaga hati, maka kita bisa kehilangan anugerah.
1. Banyak orang tidak bisa berhasil dalam hidupnya (keluarga, pekerjaan, bisnis, studi, dst), bukan karena dia orang bodoh, akan tetapi karena dia tidak bisa menjaga hati.
2. Kita tidak bisa menguasai emosi kita, kemudian hubungan kita dengan pelanggan lama rusak, dan akhirnya kita sendiri yang rugi.
3. Kita tidak bisa menguasai hati dan emosi, kita berkelahi dengan pasangan kita atau orang tua atau anak kita, akhirnya kita kehilangan damai sejahtera dan sukacita.
4. Kita tidak bisa menguasai hati, kita kompromi dengan dosa dan kita korupsi uang perusahaan, sehingga kita dikeluarkan dari pekerjaan kita.
5. Kita tidak bisa menguasai nafsu seks kita, akhirnya kita terjebak dalam pergaulan bebas, kita hamil di luar nikah, kehilangan keperawanan dan keperjakaan kita, akhirnya hidup kita kacau balau.
6. Ada banyak orang gagal yang sebenarnya pandai, tapi karena tidak bisa menjaga hatinya, akhirnya dia banyak sekali kehilangan berkat dan anugerah Tuhan. Semua yang sudah dipercayakan Tuhan kepadanya akhirnya hilang kembali. Penyebabnya sederhana: KITA TIDAK BISA MENJAGA HATI KITA.
Contoh dalam Alkitab. Simson ini adalah orang yang diurapi Allah, punya kekuatan luarbiasa, dia hancurkan ribuan tentara Filistin dengan rahang keledai, dia bertarung melawan singa dan dikalahkannya singa itu. Simson adalah orang yang luarbiasa. Kelemahannya adalah ia tidak bisa menjaga hatinya terhadap godaan. Simson jatuh hati dengan seorang perempuan bernama Delila. Setelah perempuan itu berhari-hari merengek-rengek kepadanya dan terus mendesak-desak dia, ia tidak dapat lagi menahan hati, sehingga ia mau mati rasanya. Maka diceritakannyalah kepadanya segala isi hatinya, segala rahasia hatinya.
Simulasi. Kalau kita tidak bisa jaga hati, kita bukannya membuat situasi dan kondisi bertambah baik, tapi pasti akhirnya bertambah parah.

Coba katakan pada sebelah anda: Jaga hati!

Ayat-ayat pendukung:
a) Matius 12:33-35
“Dari buahnya pohon itu dikenal…… Karena yang diucapkan mulut meluap dari HATI. Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.”
b) Amsal 4:20-21
“Hai anakku, perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku; janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu.
c) I Samuel 16:7
“Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”
d) Amsal 23:26
“Hai anakku, berikanlah HATIMU kepadaku, biarlah matamu senang dengan jalan-jalanku.
e) Amsal 3:1-6
“Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku, karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu……..Percayalah kepada TUHAN DENGAN SEGENAP HATIMU, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri; Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.

JANGAN MENDUAKAN ALLAH


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 375:1. “Saya mau ikut Yesus”
Saya mau ikut Yesus, saya mau ikut Yesus sampai s’lama-lamanya
Meskipun saya susah, menderita dalam dunia
Saya mau ikut Yesus, sampai s’lama-lamanya.

Pembacaan Firman
Pagi : Mazmur 82:1-8.
Malam : Kisah Para Rasul 10:21-27.

Renungan: Keluaran 20:5a.
Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, Tuhan, Allahmu, adalah Allah yang cemburu.

Tujuan hidup orang percaya adalah memuliakan dan mengasihi Allah dengan sepenuh hati dan menjadikan Allah prioritas di atas segalanya dalam hidupnya. Tuhan Allah satu-satunya yang harus disembah dan dipatuhi, seluruh ibadah kita hanya tertuju pada-Nya. Larangan keras Allah untuk tidak menyembah dan beribadah kepada alah lain, menunjukkan betapa Allah bertanggung jawab atas ciptaanNya dan mengasihi umat kepunyaan milikNya. Cemburu gambaran manusiawi untuk melukiskan cinta-kasih Allah yang agung terhadap umatNya. Kita harus mengasihi Allah dengan sepenuh hati dan menjadikan firmanNya menjadi prioritas utama dalam hidup kita, dan tidak meragukan kuasaNya. Tindakan menduakan Allah seperti kecintaan kita secara berlebihan terhadap barang, uang, harta, patung, jimat, sajen, permata, hobby, permainan, pekerjaan, status sosial, pendidikan, peristiwa, pikiran, popularitas yang terdapat di lingkungan kita dan sering melekat dengan diri kita secara sadar atau tidak sadar, sangat mempunyai daya tarik sehingga menjadi penghalang untuk mengasihi Tuhan apabila menjadikannya di atas segalanya. Kita harus menyadari bahwa semuanya yang kita miliki itu berasal dari Tuhan. Hanya Dialah Tuhan yang layak untuk dipuji dan disembah. Dialah Pencipta yang berkuasa menyelamatkan kita. Dia berdaulat penuh dalam hidup kita dan hanya kepada-Nyalah kita berpengharapan. Amin.

Berdoa

Bernyanyi BE. No. 303:6. Jahowa, Tuhanki
Sai pasupasu ma sude pambahenanku, o Tuhan Debata, nang nasa pingkiranku
Sai naeng marsangap Ho dibaen hatangku pe, Paboa na di Ho do gogongki sude.

Doa Bapa kami – Amin.

ORANG BENAR DIKUATKAN


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 453:1. “Yesus kawan yang sejati”
Yesus kawan yang sejati bagi kita yang lemah
Tiap hal boleh dibawa dalam doa padaNya
Oh betapa kita susah dan percuma berlelah
Bila kurang pasrah diri dan berdoa padaNya.

Pembacaan Firman
Pagi : 1 Samuel 26:1-12.
Malam : Lukas 11:14-24.

Renungan: Ayub 17:9.
Meskipun begitu orang benar tetap pada jalannya, dan orang yang bersih tangannya bertambah-tambah kuat.

Kebaikan, Keadilan dan Kebenaran adalah nilai – nilai kehidupan yang dijadikan dasar dan acuan sejarah peradaban manusia. Nilai -nilai ini adalah buah dari hidup didalam Terang (Efesus 5: 9). Ayub adalah seorang peternak kaya raya yang takut akan Tuhan dan hidup dalam terang Tuhan. Namun ia dituduh dan didakwa Iblis dihadapan Tuhan. Atas perkenanan Tuhan diijinkan untuk mengalami penderitaan dan cemoohan walau pada akhirnya hidup Ayub dipulihkan dengan sempurna. Drama ujian Ayub ini sangat menginspirasi banyak orang untuk bisa melihat dan bertahan didalam sebuah penderitaan. Ujian ketidakadilan dengan penderitaan,aniaya dan cemohan pastilah masa-masa yang sangat sulit dan menyakitkan. Pandangan umum perihal penderitaan adalah sebuah hukuman atas dosa-dosa. Ayub hidup baik dan benar namun menjadi sebuah percontohan yang paling besar tentang Iman dengan derita ketidakadilan yang luar biasa. Sehingga pengalaman dan ujian yang dialami Ayub sangat mengherankan orang-orang yang jujur dan hidup dalam kebenaran bahkan orang-orang yang tidak bersalah menjadi marah melihat praktek hidup orang fasik/munafik. Dalam derita dan cemoohan, Ayub tetap percaya dan menjadikan Tuhan sebagai Hakim dan Jaminan hidupnya. Orang yang benar tetap pada jalannya dan orang yang bersih tanggannya akan bertambah-tambah kuat. Pada waktunya, Tuhan akan memulihkan ketidakadilan menjadi keadilan, derita menjadi sukacita jika kita tetap teguh dalam KasihNya. Amin.

Berdoa

Bernyanyi BE. No. 197:1. Na marmahani hita
Na marmahani hita Parholong roha i
Ima Tuhanta Jesus, Silehon tua i, silehon tua i.

Doa Bapa kami – Amin.

ALLAH SUMBER HIDUP


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 392:1. “Ku berbahagia”

‘Ku berbahagia, yakin teguh: Yesus abadi kepunyaanku!
Aku warisNya, ‘ku ditebus, ciptaan baru Rohul kudus.
Aku bernyanyi bahagia memuji Yesus selamanya.
Aku bernyanyi bahagia memuji Yesus selamanya.

Pembacaan Firman
Pagi : Kisah Para Rasul 18:6-10.
Malam : Matius 10:28-33.

Renungan: Mazmur 18:3.
Ya Tuhan, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku.

Dalam perjalanan yang panjang menuju Kanaan, umat Tuhan diperintahkan untuk membangun sebuah tempat perlindungan, supaya jika ada orang yang Israel yang tanpa sengaja membunuh seseorang, maka orang tersebut dapat melarikan diri dan berlindung di dalamnya. Tuhan adalah “Tempat Perlindungan” bagi orang yang percaya kepadaNya, Ia adalah “menara yang kuat dan perkasa”. “Nama TUHAN adalah menara yang kuat, kesanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat.” (Amsal 18:10). Tapi bagi orang-orang yang sombong dan berlimpah dengan harta, seringkali yang menjadi tempat perlindungan bagi mereka adalah kekayaannya, seperti tertulis: “Kota yang kuat bagi orang kaya ialah hartanya dan seperti tembok yang tinggi menurut anggapannya.” (Amsal 18:11). Apa pun yang ada di dunia ini tidak bisa dibanggakan. Hanya Tuhan yang sanggup menjamin hidup kita karena Ia sangat peduli, dan Ia berjanji untuk menolong dan menguatkan kita. Ketika menghadapi ujian atau permasalahan hidup kita tahu bagaimana bereaksi terhadap janji Tuhan. Reaksi yang benar adalah memakai iman untuk percaya dan bertindak sesuai dengan firmanNya. Daud tahu bagaimana bertindak ketika dia melarikan diri dari Saul. Dalam kesesakan Ia memohon kepada Tuhan dengan sepenuh hati, “Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku, sebab kepada-Mulah jiwaku berlindung; dalam naungan sayap-Mu aku akan berlindung” (Mzm 57:2). Amin.

Berdoa

Bernyanyi BE. No. 227:4. Jesus ngolu ni tondingku
Tangkup au Jesus Tuhanku, tiop au mansai gomos
Asa unang runsur pathu, sian dalan na tingkos

Doa Bapa kami – Amin.

INGAT TUHAN


Saat Teduh……………

Nyanyian KJ. No. 299:1. “Besyukur kepada Tuhan”
Bersyukur kepada Tuhan, bersyukur kepada Tuhan
Sebab Ia baik, bersyukur kepada Tuhan.

Pembacaan Firman
Pagi : 1 Samuel 13:8-14.
Malam : Wahyu 8:9-13.

Renungan: Ulangan 6:12.
Maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan Tuhan, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan.

Keserakahan menjadi hal yang juga dikhawatirkan dimiliki oleh umat Israel. Ketika keluar dari tanah perbudakan, mereka dijanjikan Tuhan sebuah tanah baru dimana mereka akan menikmati kecukupan bahkan kelebihan. Negeri yang berlimpah susu dan madu akan menjadi milik mereka. Tuhan khawatir bahwa situasi tersebut akan membuat mereka lupa diri. Oleh karena itu, Tuhan mengingatkan kepada mereka agar kelak jika sudah makan dan menjadi kenyang, mereka tidak hidup dalam kerusakan dan melupakan Tuhan. Tidak hanya umat Israel, semua manusia memiliki sifat serakah dalam dirinya. Sering muncul perasaan kurang banyak dalam hatinya. Perasaan kurang tersebut dimiliki hampir di semua bidang hidupnya. Merasa kurang kaya, kurang cantik, kurang terhormat, kurang berkuasa, dsb. Menariknya, perasaan kurang itu biasanya dirasakan karena melakukan perbandingan dengan orang lain. Artinya, muncul karena perasaan iri hati. Perasaan kurang tersebut membuat manusia ingin terus berusaha menambahkan. Dalam usahanya menambah tersebut manusia bisa jatuh bersikap bersikap tidak adil, korupsi, eksploitatif, dll. Tindakan-tindakan yang tidak berkenan bagi Tuhan. Marilah kita menjaga diri supaya tidak jatuh pada perasaan kurang yang tidak ada batasnya itu. Kiranya kita tidak terlalu sibuk mengurusi kekurangan dan melupakan kehendak Tuhan. Kita juga perlu berhati-hati karena kerap kali berkat yang kita miliki justru menjadi penyebab kita menjauhi dan melupakan-Nya. Amin.

Berdoa

Bernyanyi BE. No. 227:1. Jesus ngolu ni tondingku
Jesus ngolu ni tondingku, Ho do haporusanki
Gok di Ho na ma diringku, ro di nasa langkaki.

Doa Bapa kami – Amin.