DOMBA ALLAH


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 407:1. Tuhan Kau Gembala Kami
Tuhan Kau Gembala Kami, tuntun kami dombaMu
B’rilah kami menikmati hikmat pengorbananMu
Tuhan Yesus Juruslamat, kami ini milikMu
Tuhan Yesus Juruslamat, kami ini milikMu

02. Pembacaan Firman
Pagi : 1 Raja-raja 17:1-7.
Malam : 2 Korintus 9:1-7.

03. Renungan: Yehezkiel 34:31.
Kamu adalah domba-dombaKu, domba gembalaanKu, dan Aku adalah Allahmu, demikian firman Tuhan Allah.

Tugas seorang gembala adalah menjagai kawanan dombanya dari segala gangguan dan ancaman. Seorang gembala yang baik harus mengetahui berapa jumlah kawanan yang digembalakannya dan apa bila ada yang hilang dia akan mencarinya dan bila ada yang terancam dia akan menyelamatkannya. Banyak gembala yang tidak baik, apabila ada kawanan dombanya yang hilang dia tidak tahu atau tidak perduli dan bahkan kadang sengaja mengorbankan kawanan domba untuk keuntungan pribadi. Firman ini ditulis oleh Nabi Yehezkiel pada saat pembuangan di kerajaan babilonia dibawah pimpinan Raja Nebukadnezar. Yehezkiel bernubuat menentang para pemimpin Israel, yaitu para Raja, Imam dan nabi. Karena keserakahan, korupsi dan mementingkan diri sendiri. Mereka telah lalai, mereka tidak menuntun umatnya sebagaimana dikehendakiNya dan mereka memeras dan menggunakannya untuk kepentingan pribadi dan bukan menolong mereka. Mereka tidak menjadi gembala yang baik dan tidak setia. Nabi Yehezkiel menubuatkan bahwa akan datang satu saat seorang gembala yang baik yang berkenan kepadaNya yang akan sungguh-sungguh melindungi umatnya dan menuntun mereka kejalan yang benar. Demikianlah Yesus datang sebagai gembala untuk kita, dan kita sebagai dombaNya, Ia rela mati untuk menebus dosa-dosa kita, agar kita selamat, Dia adalah gembala yang baik dan akan mencari walaupun seorang dari kita yang tersesat dan tidak akan membiarkannya. Dia mengenal kita dan dia akan menuntun kawanan dombaNya kekandang dan ke padang rumput yang hijau. Dia mengenal kita secara pribadi sebagai dombaNya, Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi KJ. No. 211:1 “ Tuhan Jesus Siparmahan”
Tuhan Jesus Siparmahan Au birubiruNa do
Jesus gok di Ho rohangku Sai ihuthononku Ho
Sai ihuthononku Ho, Sai ihuthononku Ho
Jesus gok di Ho rohangku Sai ihuthononku Ho

06. Doa Bapa kami – Amin.

DULU JAUH SEKARANG DEKAT


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 401:1. “Makin dekat, Tuhan”
Makin dekat Tuhan kepadaMu. Walaupun saliblah mengangatku
Inilah laguku, dekat kepadaMu. Makin dekat Tuhan, kepadaMu.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Kisah Para Rasul 27:21-38.
Malam : 2 Korintus 8:16-24.

03. Renungan: Efesus 2:13.
Tetapi sekarang didalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu “jauh”, sudah menjadi “dekat” oleh darah Kristus.

Jemaat Efesus adalah Jemaat hasil pekerjaan pekabaran lnjil Paulus dalam perjalanan pekabaran lnjilnya yang ketiga. la berada di Efesus dan melayani di sana selama kira-kira 3 (tiga) tahun. Mayoritas anggota Jemaat Efesus berasal dari bangsa-bangsa non Yahudi, dan sebagian kecil lainnya adalah dari bangsaYahudi. Dalam tulisannya kepada Jemaat di Efesus, Paulus mengungkapkan bahwa Yesus melalui pengorbanan-Nya di atas kayu salib telah membuka jalan masuk kepada keselamatan dan telah “merubuhkan tembok pemisah” antara Yahudi dan non Yahudi, dan membuat setiap yang percaya kepada Yesus Kristus menjadi satu keluarga besar dan menerima jalan masuk kepada kehidupan yang kekal. Mari merenung sejenak melalui pertanyaan ini: “Adakah tembok-tembok” baru yang dibangun dan diciptakan dalam persekutuan? Tembok gelar pendidikan? tembok kaya-miskin?, “tembok aktifis gereja/jemaat biasa” atau “tembok-tembok” lain yang dapat membuat umat Tuhan tidak bersatu. Tuhan Yesus telah merobohkan tembok pemisah karena perseteruan oleh salib-Nya.

Melalui nas ini, kita hendak diingatkan beberapa hal, yaitu : Tuhan Yesus dengan karya-Nya di atas kayu salib telah membuka jalan baru bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya untuk memperoleh keselamatan, Setiap orang percaya adalah anggota keluarga Allah. Oleh karena itu, setiap anak Tuhan harus melihat saudara sepersekutuannya sebagai anggota keluarganya dan mempraktekkan kasih persaudaraan. Kita telah menyatu didalam Yesus, dekat dan tidak ada yang bisa memisahkan kita dari kasih Yesus, Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 118:1-2. Paian ma di hami
Paian ma di hami, o Jesus, asiMi, asa tung unang hami diansi musu i.
Paian Tuhannami, HataMa di hami be, Asa martua hami, nuaeng nang sogot pe.

06. Doa Bapa kami – Amin.

PIKULLAH SALIBMU!


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 293:1. “Puji Yesus”
Puji Yesus! Pujilah Juru Selamat! Langit, bumi, maklumkan kasihNya
Haleluya, nyanyilah para malaikat. Kuasa hormat b’rilah kepadaNya
Selamanya Yesus Gembala kita, siang-malam kita didukungNya
Puji Dia b’ritakanlah keagunganNya! Puji Dia, mari bernyanyilah!

02. Pembacaan Firman
Pagi : 1 Timotius 4:6-10.
Malam : 2 Korintus 7:12-16.

03. Renungan: Matius 10:38.
Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagiKu

Orang-orang Roma menggunakan salib bukan hanya untuk menyiksa seseorang tetapi juga untuk mempermalukan orang di tempat umum. Bagi orang Yahudi, salib adalah lambang kutukan. Namun salib sebenarnya adalah lambang hubungan antara manusia dengan Allah. Melalui salib manusia diperdamaikan dengan Allah karena setelah manusia jatuh ke dalam dosa manusia telah terpisah dengan Allah. Karena itu memikul salib sama artinya dengan merendahkan diri, rela menanggung beban yang berat namun kita tidak sendirian dan salib bagi kita bukanlah pencobaan atau kesulitan. Memikul salib juga sama artinya dengan siap menerima konsekuensi untuk kehilangan nyawa untuk mengikut Yesus. Ketika salib itu diletakkan dibahu kita untuk dipikul, apakah kita akan tetap setia menjadi murid Yesus?

Dengan memikul salib berarti juga kita menderita dalam peperangan terhadap Iblis dan kuasa-kuasa kegelapan sewaktu ita memajukan Kerajaan Allah (2 Kor 10:4). Bahkan dengan memikul salib mungkin kita juga akan menerima ejekan dan penganiayaan dari dunia (Mark 8:31). Memikul salib berarti mengalami penderitaan karena nama-Nya. Dengan demikian, mengikut Kristus dibutuhkan komitmen yang tinggi, yang tidak bisa dibuat setengah-setengah. Mengikut Yesus berarti bahwa kita turut dalam penderitaan-Nya. Dari zaman ke zaman merupakan fakta bahwa konsekuensi mengikut Yesus sering berbentuk aniaya dari dunia ini. Meski sekarang konsekuensi itu belum tentu harus kita pikul dalam bentuk fisik, tapi banyak bentuk penderitaan memang harus kita alami, Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 464:1. Huboan ma diringku
Huboan ma diringku Tuhan hibul tu Ho. Ai au do tinobusMu umbaen tarbaen au ro.
Pagalak ma rohangku, di son managam, au TondiMi ma suru, na boi manggomgom au.

06. Doa Bapa kami – Amin.

Paminsangion (masa ujian, percobaan, schors)


RUHUT PARMAHANION DOHOT PAMINSANGON
Paminsangion (masa ujian, percobaan, schors)

Andorang so pinadalan paminsangion i sipatupaon ma: Sipaingoton do na marsala i 2 (dua) ro di 3 (tolu) hali paboahon hasalaanna.
1. Boanon ma ibana tu Rapot Parhalado na niuluhon ni Pandita Ressort manang wakilna.
2. Bahenon ma surat resmi sian Huria tu ibana.
3. Tingtinghononhon ma di Huria.
Siramothononhon do di Rapot Parhalado, sotung maposihu uhum i gabe mandele ibana; manang maneanghu gabe langgus rohana. Ala ni i ingkon jamot do panimbangion i. Molo so tarpaujung be, diboan ma hata i tu Rapot/Sinode Ressort. Na padalanhon Ruhut Parmahanion dohot Paminsangon i:
1. Molo ruas do na marsala i, Rapot Parhalado do mambahen paminsangon i tinolopan ni Pandita.
2. Molo partohonan do na marsala i, Rapot ni donganna satohonan do mambahen paminsangon i:
3. Tu Sintua, donganna Sintua na sahuria i do manimbangi niuluhon ni Pandita.
4. Tu Diakones, donganna Diakones ma manimbangisa niuluhon ni Praeses.
5. Tu Guru Huria, angka donganna Guru sa-Distrik niuluhon ni Praeses do mambuat haputusan. Tu Parjamita Ina (Bibelvrouw), donganna Bibelvrouw sa-distrik niuluhon ni Praeses do mambuat haputusan. Tu Evangelist, donganna Evangelist ma manimbangi niuluhon ni Praesesna.
6. Tu Partohonan Pandita songon on ma: Hasalaan na mardomu tu administrasi, Pucuk Pimpinan ma padalanhon paminsangon i. Molo hasalaan na mardomu tu tohonan do, Rapot Pandita sa-Distrik na niuluhon ni Praeses niadopan ni Ketua Rapot Pandita do manimbangisa.

JERITAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 322:1. “Terang Matahari”
Terang matahari telah menyinari segala neg’ri
dan gunung dan padang dan sawah dan ladang senang berseri.

02. Pembacaan Firman
Pagi : 1 Timotius 4:6-10.
Malam : 2 Korintus 7:8-11.

03. Renungan: Mazmur 18:2.
Ia berkata: “Aku mengasihi engkau, ya TUHAN kekuatanku!”

Daud berteriak kepada Allah dengan jeritan oleh karena banyak sekali musuh yang menginginkan nyawanya termasuk Raja Saul. Dan teriakan Daud di bait-Nya sampai ke telinga Tuhan. Ketika Tuhan melepaskan dia dari tangan musuh-musuhnya lalu berkata: “Aku mengasihi Engkau, ya TUHAN kekuatanku!” Nas ini mau mengajar kita melalui pengalaman Daud yang juga kadang kita alami dalam kehidupan kita. Kepada siapakah kita pertama sekali minta pertolong ketika berada dalam kesulitan dan bahkan sudah diambang maut yang mau menjemput kita?

Berbagai macam kesulitan yang kita alami dalam hidup ini tergantung bagaimana cara kita menyikapi kesulitan itu seperti apa. Kita ingat jeritan Hana yang selalu dihina oleh Penina madunya karena Hana mandul, tidak mempunyai anak. Dan dengan hati pedih ia berdoa kepada TUHAN sambil menangis tersedu-sedu. 1 Samuel 1 : 10. Hana menjerit kepada Tuhan dan mohon agar dia diberikan seorang anak laki-laki disertai nazar akan memberikan anak itu kepada Tuhan seumur hidupnya. Teringat pengalaman, pernah melihat saat kebaktian di gereja lain. Jauh sebelum kebaktian dimulai ada jemaat yang duduk di depan dalam keheningan mulutnya komat kamit dan kadang berlinang air mata. Hati ini berkata pastilah dia menjerit minta pertolongan kepada Tuhan atas apa yang dipergumulkannya. Pastilah Tuhan juga memberikan jalan keluar atas pergumulan jemaat itu sebagaimana telah banyak disaksikan Alkitab. Ada baiknya gereja kita juga dapat memfasilitasi hal demikian sehingga jemaat dibiasakan untuk berlomba-lomba datang lebih awal ketika berkebaktian dan berdoa secara khusuk. Kerinduan kita semua bahwa jemaat seperti itu akan tiba pada suatu pengakuan dan berkata : “Aku mengasihi Tuhan kekuatanku, karena Engkau telah mendengar jeritanku minta tolong. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 198:1. Aut uang ho
Aut unang Ho jambarhu ale Jesus. Aut so mudarMu mangondihon au
Tung na tudia, na ma au pardosa, marhaporusan.

06. Doa Bapa kami – Amin.

HUKUM DAN KEADILAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 249:1. “Serikat Persaudaraan”
Serikat persaudaraan, berdirilah teguh!
Sempurnakan persatuan di dalam Tuhanmu
Bersama-sama majulah di kuatkan iman
Berdamai, bersejahtera, dengan pengasihan

02. Pembacaan Firman
Pagi : Galatia 6:1-10.
Malam : 2 Korintus 7:5-7.

03. Renungan: Mazmur 106:3.
Berbahagialah orang-orang yang berpegang pada hukum, yang melakukan keadilan di segala waktu.

Mazmur ini keseluruhan menceritakan bahwa bangsa Israel memberontak dan berdosa kepada Allah. Oleh karena itu hukum dan keadilan harus ditegakkan dan Allah menghukum mereka dari keberdosaannya. Alkitab bersaksi bahwa ada banyak perbuatan dosa yang dilakukan oleh bangsa Israel yang tegar tengkuk. Dan kita tahu bahwa dosa yang paling dibenci Allah adalah penyembahan berhala. Allah tidak berkenan diduakan sebagaimana hukum Taurat ketiga Allah berkata : “Jangan ada allah lain di hadapan-Ku.” Atas dosa-dosa mereka, Allah menghukum bangsa itu mati bergelimpangan di padang gurun ketika berjalan menuju tanah Kanaan.

Namun menjadi fakta bahwa kasih Allah jauh lebih besar dari murka-Nya. Kadang Allah menyesal ketika bangsa itu dihukum karena mengingat perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak, dan Yakub. Dia dengan kasih dan sekaligus keadilan-Nya memulihkan bangsa itu dan setiap orang percaya dengan cara mengampuni segala perbuatan mereka yang telah mendukakan hati-Nya. Puncaknya adalah pengorbanan diri-Nya di dalam Yesus Kristus di kayu salib. Suatu hal yang dapat kita renungkan bersama bahwa kita yang telah menerima kasih dan keadilan-Nya yang membebaskan kita dari hukuman maut, pantaslah kita mengaktualisasikan hukum dan keadilan itu dalam setiap kehidupan kita. Ketika kita berprofesi sebagai penegak hukum, apakah itu hakim, jaksa, dan polisi, atau majikan baiklah kita menegakkan hukum dan keadilan itu sehingga dapat menolong orang yang tidak bersalah namun berurusan dengan hukum. Dengan demikian mereka boleh melihat penerapan hukum dan keadilan itu sehingga mereka berkata : “Sungguh Tuhan orang Kristen itu adalah Tuhan yang benar.” Amin

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 221:1. Saleleng Jesuski
Saleleng Jesuski na mandongani au.
Maporus holso-holsongki, sai di Ibana au.

06. Doa Bapa kami – Amin.

PELAYAN YANG RENDAH HATI


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 274:1. “Bila nanti Yesus datang”

Bila nanti Yesus datang menata intanNya
Tiap orang yang percaya kepunyaanNya
Tiap orang percaya kelak bercahaya
Bagai intan permata dimahkotaNya.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Roma 2:1-11.
Malam : 2 Korintus 7:1-4.

03. Renungan: Galatia 5:16.
Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.

Selama kita hidup dalam dunia ini, melepaskan diri dari keinginan daging bukanlah perkara mudah. Kita selalu terdesak oleh berbagai kebutuhan, baik material maupun emosional, yang rasanya harus segera terpenuhi. Tidak peduli siapa pun kita, dunia selalu menawarkan banyak hal yang dapat menjauhkan kita dari Tuhan. Jika kehidupan tidak berjalan sesuai dengan pengharapan kita, dengan mudahnya kita menjadi kecewa dan bahkan menyalahkan Tuhan. Memang sulit untuk mempertahankan hidup yang berkenan di mata Tuhan, tetapi bukan berarti itu tidak mungkin. Ada satu orang tokoh Alkitab yang berhasil melalui kesukaran hidup dan menjalani kesuksesannya tanpa mendukakan hati Tuhan. Saat ia dikhianati saudara-saudaranya, dijadikan budak ataupun dijebloskan ke dalam penjara, tidak sekali pun ia mengutuki mereka yang berbuat salah kepadanya atau kecewa kepada Tuhan. Sewaktu ia dipercayakan kedudukan tinggi dan kekayaan tak terbatas, sedikit pun ia tidak menjadi angkuh. Ketika seorang wanita cantik menggodanya, ia segera melarikan diri. Ketika mendapatkan kesempatan untuk membalas dendam, ia malah memilih untuk memberkati. Ya, ialah Yusuf.

Melaui hidupnya, Yusuf mengajarkan kepada kita bahwa apa pun bentuk pencobaan yang kita hadapi, kita selalu dapat memadamkan keinginan daging kita. Terlebih lagi, Tuhan Yesus telah mengaruniakan Roh Kudus kepada kita untuk memimpin hidup kita. Yang membuat kita peka terhadap tuntunan Roh Kudus adalah pilihan yang kita buat sendiri, Amin.
04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 197:1. Na marmahani hita
Na marmahani hita Parholong roha i.
Ima Tuhanta Jesus, silehon tua i, silehon tua i.

06. Doa Bapa kami – Amin.