TUHAN TEMPAT PERLINDUNGAN


Saat Teduh …………..

01. Nyanyian KJ. No. 285:1. “Tuhankulah Gembalaku”
Tuhankulah Gembalaku; olehNya ‘ku ten’ram
Di padang hijau yang segar, di pinggir air tenang

02. Pembacaan Firman
Pagi : Efesus 6:18-20.
Malam : 2 Korintus 12:1-10.

03. Renungan: Mazmur 91:9.
Sebab Tuhan ialah tempat perlindunganmu, yang Maha Tinggi telah kau buat tempat perteduhanmu

Hidup penuh dengan masalah, kesedihan, kegagalan dan penderitaan. Maka Tuhan menghendaki supaya orang percaya makin tegar sekalipun harus melewati berbagai permasalahan. Allah sangat peduli, mengerti dan bersedia menolong orang-orang yang berharap kepada-Nya. Maka dalam perenungan pemazmur ini dia menyatakan Sebab Tuhan ialah tempat perlindunganmu, yang Maha Tinggi telah kau buat tempat perteduhanmu! Ini adalah sebuah ungkapan permohonan kepada Allah. Keyakinan inilah yang dimiliki oleh pemazmur kepada Allah, sebab hanya Allah yang mampu menolong mereka dari pergumulan hidupnya. Tetapi melalui nas ini kita diingatkan bahwa Allah saja tempat perlindungan dan sumber segala kebutuhan manusia. Kita dimampukan untuk memahami setiap permasalahan sebab Allah adalah tempat perlindungan dan pengaduan kita.

Oleh karena itu mari datang kepada-Nya dan menerima perlindungan dari Allah sehingga kita beroleh kekuatan. Kalau kita berlindung di dalam Tuhan, perubahan apapun yang terjadi tidak akan menakutkan bagi kita. Mungkin bumi berubah, situasi berubah, ekonomi berubah, politik berubah bahkan gunung-gunung goncang ke dalam laut. Artinya ada perubahan yang besar-besaran terjadi di sekitar kita, juga terjadinya keributan sebagaimana air laut ribut dan berbuih sampai gelora air laut mampu menggoyang gunung, kita tetap dilindungi Tuhan. Ketika kita telah menerima Allah sebagai gunung batu di dalam hidup kita ini, maka kita akan dimampukan menghadapi semuanya itu, Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 231:1. Ida hinadenggan ni
On ma na di rohangki. Jesus ima Tuhanki
Mago pe portibi on, tu Ibana rohangkon

06. Doa Bapa kami – Amin.

SOLA GRATIA


Saat Teduh ………..

01. Nyanyian KJ. No. 8:1. “BagiMu Tuhan nyanyianku”
BagiMu Tuhan nyanyianku, karena setaraMu siapakah?
Hendak kupuji Kau selalu; padaku Roh Kudus berikanlah
Supaya dalam Kristus, PutraMu, kidungku berkenan kepadaMu

02. Pembacaan Firman
Pagi : Ayub 2:1-10.
Malam : 2 Korintus 11:16-23.

03. Renungan: Mazmur 106:5.
Supaya aku melihat kebaikan pada orang-orang pilihanMu, supaya aku bersukacita dalam sukacitaMu, dan supaya aku bermegah bersama-sama milikMu sendiri.

Salah satu penyakit banyak orang adalah tidak lupa pengalaman pahit yang pernah dialami. Namun, kebaikan seseorang, keberhasilan, kesembuhan, dan hal-hal baik lain yang diterima dari Tuhan mudah dilupakan. Hal ini juga dilakukan bangsa Israel yang selalu mengingat-ingat saat masih berada di Mesir walaupun di sana mereka hidup dalam perbudakan. Bangsa tersebut bolak-balik bersungut-sungut. Keluh mereka, “Mengapakah Tuhan membawa kami ke negeri ini, supaya kami tewas oleh pedang, dan isteri serta anak-anak kami menjadi tawanan? Bukankah lebih baik kami pulang ke Mesir?” (Bil 14:3). Bahkan, “Mereka menolak untuk patuh dan tidak mengingat perbuatan-perbuatan yang ajaib yang telah Kaubuat di antara mereka. Mereka bersitegang leher malah berkeras kepala untuk kembali ke perbudakan di Mesir. Tetapi Engkaulah Allah yang sudi mengampuni, yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya. Engkau tidak meninggalkan mereka.” (Neh 9:17).

Nas hari ini mengajar kita untuk senantiasa mengingat kebaikan Tuhan. Jika saat ini kita diberkati dengan materi yang melimpah, tubuh sehat, keluarga utuh dan sebagainya, itu semua karena anugerahNya semata, bukan karena kekuatan kita. Oleh karena itu jangan ada seorang pun dari kita yang memegahkan diri atas hidupnya, tetapi biarlah kita bermegah karena Tuhan. Tetaplah berpegang teguh pada firman Tuhan dan bekerjalah dengan tekun. Keteguhan iman akan menghasilkan berkat sebab Dialah yang berdaulat atas hidup kita, asal kita tetap percaya dan taat bahwa Tuhanlah sumber keselamatan dan anugerah Tuhan (sola gracia). Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 227:3. Jesus ngolu ni tondingku
Jangkon au baen siseanMu, na girgir tu podaMi
Sai surdukkon ma tanganmu, asa tong hutiop i.

06. Doa Bapa kami – Amin.

MENGUCAP SYUKUR DALAM SEGALA HAL


Saat Teduh ……………

01. Nyanyian KJ. No. 249:1. “Serikat Persaudaraan”
Serikat persaudaraan berdirilah teguh. Sempurnakan persatuan
didalam Tuhanmu. Bersama-sama majulah dikuatkan iman
Berdamai bersejahtera dengan pengasihan.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Ibrani 12:3-11.
Malam : 2 Korintus 11:7-15.

03. Renungan: Mazmur 86:12.
Aku hendak bersyukur kepadaMu ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan namaMu untuk selama-lamanya

Apakah pada saat orang yang kita kasihi meninggal dunia, atau saat kita mengalami kesulitan, kita masih bersyukur?. Firman Tuhan dalam 1 Tesalonika 5:18 berkata “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” Mengucap dengan sepenuh hati. Adapun alasan mengucup syukur yaitu. Tuhan yang menghendaki. Mazmur 7:18, “ Aku hendak bersyukur kepada TUHAN karena keadilan-Nya, dan bermazmur bagi nama TUHAN, Yang Mahatinggi. 1) Tesalonika 5:18 ““Mengucap syukurlah dalam segala hal,sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” Walaupun kita sedang mengalami situasi yang baik dan terburuk sekalipun, kita tetap harus bersyukur. Karena Tuhan punya rencana yang terbaik walaupun terkadang kita berpikir pencobaan ini terlalu berat. Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi kita (Roma 8: 28). 2). Dalam Efesus 5:18 – 20 dijelaskan bahwa orang yang penuh dengan Roh Kudus akan senantiasa mengucap syukur dengan menyanyikan puji-pujian dan bermazmur.

Masih ingatkah Anda tentang kisah 10 orang kusta yang disembuhkan? Apabila kita membaca Lukas 17:15 – 19, ada salah satu orang yang telah disembuhkan kembali ke Tuhan Yesus. Ia mengucap syukur dan berterima kasih atas kesembuhannya. Pada ayat yang ke-19 Tuhan Yesus berkata bahwa iman orang tersebut telah menyelamatkannya. Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa mengucap syukur adalah salah satu ciri orang yang beriman. Mengucap syukur adalah pilihan bukan perasaan. Mudah bagi kita untuk mengucap syukur saat suasana hati kita sedang baik, gembira, senang, ataupun sukacita. Ucapan syukur juga mengajar kita tidak boleh sombong, karena semua adalah anugerahNya. Mengucap syukurlah dalam segala hal, Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 424:1. Soara ni Tondi
Soara ni Tondi ni Tuhanta i jotjot dilaosi, ditulak ho i.
Sai tanda jeamu, pauba roham, dapothon Tuhanmu, sisesa dosam.

06. Doa Bapa kami – Amin.

Na marhahonaan tu Patik Parjolo dohot Paduahon


RUHUT PARMAHANION DOHOT PAMINSANGON
(Na marhahonaan tu Patik Parjolo dohot Paduahon)

Manjujur ari, mangupa tondi, pasigathon rasian ni tanganna tu datu, manungkun parsorion tu ahli nujum, umpeop ulos ni tondi, manahui tua sian na mate, porsea di tona ni natuatua na maralo tu Hata ni Debata, padalanhon juhut tata andorang so borhat bangke ni na mate tu kuburan (begu ni na mate i do dirajumi na manggalang). Martonggo di tingki mangarapot, marhajinjang paulak jual tu jabu tingki matean, papurpur sapata di parmonding ni halak na punu (na so mardakdanak baoa) manang na mate ponggol (so sanga sohot) dohot tortor na marlaok hasipelebeguon. Na manortori, na manulangi manang manganapurani holiholi na niongkal, na mangalap tondi ni na marsahit (di tingki tarsonggot, tinggal ninna tondina di inganan i), Na mardebata idup, na marsomba tu tunggal panaluan dohot pohung, begu, na palaho parsili dohot sipaimbar, na mansaem (mambahen saem, asa intap ni i), na pauli parpagaran, na marsanti, na marmanuk di ampang (na manungkun dia ma na naeng masa tu ngoluna), patupa partahanan ni daging (alemu), mandabu aji, na mandohoti ulaon hasipelebeguon, na mangapus hoda, na marbonang manalu, mamiahi hoda, marmiak manuk, na mangalahat horbo na marojahan tu haporseaon hasipelebeguon, mangallang babi pangambat, babi panungkol, pamispison, dohot angka na suman tusi. Suang songon i molo gabe ruas ni partei manang aliran ni sisoadahon Debata. Na marsomba tu mulajadi na bolon, debata asiasi, debata Batara Guru, debata mangala bulan, i ma na marurat di ugamo hasipelebeguon. Na mardebata arta (isara ni: mammonisme, materialisme, konsumerisme, kapitalisme) na maralo tu Hata ni Debata, songon i nang angka rumang ni “parbinotoan” na marojahan tu hasipelebeguon, nang rasialisme, sekularisme, panatisme.

FIRMAN TUHAN BERKUASA


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 367:1. “PadaMu Tuhan dan Allahku”
PadaMu Tuhan dan Allahku, ‘ku persembahkan hidupku
dariMu jiwa dan ragaku, hanya dalamMu ‘ku teduh
hatiku yang Engkau pulihkan, padaMu juga ‘ku berikan

02. Pembacaan Firman
Pagi : 2 Samuel 12:19-23.
Malam : 2 Korintus 11:1-6.

03. Renungan: Lukas 4:36.
Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: “Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan merekapun keluar.”

Tuhan ada di mana-mana, tetapi setan pun hadir di mana-mana. Dalam bacaan injil yang akan kita renungkan bersama ini mengisahkan tentang Yesus yang mengajar dalam bait Allah. Tidak hanya banyak orang yang datang dan mendengarkan pengajaran Yesus tapi juga ada di dalamnya setan yang turut hadir pula. Setan menyusup melalui diri manusia. Setan yang menyamar ini kemudian dihardik oleh Yesus. Dikisahkan dalam injil tadi bahwa semua orang yang mendengar-Nya menjadi kagum karena perkataan Yesus yang berkuasa. Kuasa perkataan Yesus bukan hanya dalam pengajaran yang benar dan berwibawa, tetapi juga ada dalam tindakan terhadap kuasa-kuasa gelap. Setan ibarat tamu tak diundang yang menyelinap masuk. Bahkan roh jahat itu mengenali Yesus tetapi tidak berdaya di hadapan Yesus.

Pada nas ini yang ingin digarisbawahi adalah setan yang menyelinap kadang luput dalam perhatian karena ia bisa juga hadir dalam tempat-tempat yang suci dan sakral sekalipun. Bahkan setan pun bisa mengungkapkan jati diri Yesus. Inilah tipu daya setan yang mencoba untuk menguasai manusia. Tuhan ada di mana-mana, setan pun ada di mana-mana. Waspadalah! Bagaimana caranya agar kita mampu mengenali setan yang menyamar? Dekatlah dan akrablah dengan Yesus. Ia akan membantu kita dan lengkapi diri kita dengan iman yang kuat, agar dengannya kita bisa melihat dan membedakan mana yang baik dan mana yang jahat, Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi KJ. No. 350:1. O Berkati kami
O berkati kami dan lindungi kami
Tuhan b’rilah rahmatMu oleh sinar wajahmu.

06. Doa Bapa kami – Amin.

JANGAN KERASKAN HATIMU!


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 401:1. “Makin dekat Tuhan”
Makin dekat, Tuhan, kepadaMu; walaupun saliblah mengangkatku,
Inilah laguku: dekat kepadaMu; makin dekat, Tuhan, kepadaMu

02. Pembacaan Firman
Pagi : Lukas 6:20-26.
Malam : 2 Korintus 10:1-6.

03. Renungan: Roma 11:22.
Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasanNya yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahanNya yaitu jika kamu tetap dalam kemurahanNya; jika tidak, kamu pun akan dipotong juga.

Wujud dari kemurahan Allah yang paling utama adalah pengampunan dan pemulihan Allah bagi umat manusia. Inilah kemurahan Allah yang terbesar bagi manusia. Tanpa pengampunan kita tidak dapat menikmati keselamatan dan pemulihan Allah. Dan satu-satunya jalan pengampunan yang Allah berikan kepada manusia ada di dalam Yesus Kristus yang telah mati dan bangkit kembali. Kemurahan Allah adalah suatu anugrah bagi kita, agar kita bekerja lebih lagi bagi Dia. Ingatlah bahwa Allah bukan hanya penuh kemurahan, tetapi di balik kemurahanNya Allah juga adil dalam kebenaran. KeadilanNya inilah yang mencerminkan kekerasan hati Allah. Perhatikan kalimat yang berkata: “kekerasan Allah akan dinyatakan atas orang-orang yang telah jatuh.” Apakah yang dimaksud dengan orang-orang yang telah jatuh? Bukankah, semua orang telah jatuh ke dalam dosa?

Kita adalah orang-orang yang sudah berbuat dosa dan harus dihukum! Tetapi kita mendapat pengampunan dan keselamatan oleh darah Yesus Kristus. Namun ada orang-orang yang sombong dan menolak pengampunan yang diberikan oleh Bapa di dalam Tuhan Yesus Kristus. Mereka tetap berpegang pada keyakinan dan agamanya sendiri, serta merasa dapat masuk sorga dengan perbuatan baik yang mereka lakukan. Sesungguhnya Allah memberi rentang waktu kemurahanNya. Dalam kemurahan Allah yang besar, terletak juga kekerasan hatiNya untuk menunjukkan kebenaran serta keadilanNya yang mutlak. Sebab itu, selama masih ada kesempatan hidup, pergunakan sebaik-baiknya untuk bekerja. Karena akan datang malam dimana tidak ada yang akan bekerja. Setialah dalam firman Tuhan sampai menuju kekekalan, Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 165:1. O Jesus na pangolu au
Na basa do rohaM di au, o Jesus, Tuhanki,
Di ihuthon Ho au tu na dao, mambuat rohangki.

06. Doa Bapa kami – Amin.

HIDUP DALAM KEKEKALAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 419:1. “Yesus pimpinlah”
Yesus, pimpinlah kami s’lamanya:
hanya Dikau kami ikut di sepanjang jalan hidup.
Tuntun umatMu masuk rumahMu.

02. Pembacaa Firman
Pagi : Yohanes 4:31-38.
Malam : 2 Korintus 9:8-15.

03. Renungan: Mazmur 16:10.
Sebab engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan orang kudusMu melihat kebinasaan

Mazmur ini ditulis oleh Nabi Daud, biasanya Nabi Daud menulis berdasarkan pengalaman pribadinya didalam memimpin bangsa Israel. Banyak hal yang dialaminya misalnya pada saat memimpin bangsa Israel maju ke medan perang, juga pada saat Daud mengalami penghianantan atau pada saat Daud jatuh kedalam dosa akan tetapi Tuhan selalu melindunginya dan mengampuninya. Untuk itulah Nabi Daud menuliskan yang kita kenal Mazmur Daud. Nabi Daud menyadari bahwa semua sukacita dan kebahagian serta penderitaan yang dia alami adalah berada dalam genggaman Tuhan. Nabi Daud bersyukur Tuhan karena selalu melindunginya dan berdiri disebelah kanannya ditengah-tengah gelombang kehidupan yang dijalaninya.

Demikian Juga dalam lika-liku kehidupan kita, kita banyak mengalami tantangan dan hambatan serta pencobaan, kita perlu meneladani Nabi Daud yang tetap bermazmur kepada Tuhan walaupun dalam penderitaan. Kita juga harus mampu berdoa dan mengucap syukur kepada Tuhan untuk semua yang kita rasakan dan alami. Bukan sekali atau dua kali Tuhan hadir dan membimbing dan menuntun kita. Bukan sekali atau dua kali pula Tuhan Allah hadir dan memberikan penghiburan kepada kita disaat sedang berduka didalam menjalani pergumulan kehidupan kita sehari-hari. Untuk itulah kita harus menyerahkan semua kehidupan kita kepada Tuhan, karena Tuhan telah berjanji akan terus menjaga anak-anakNya umat manusia dalam kondisi apapun. Tuhan akan terus menjadi pegangan kita sehingga tetap kuat dan kokoh dalam menjalani apapun, Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 197:1. Na marmahani Hita
Na marmahani hita Parholong roha i
I ma Tuhanta Jesus Silehon tua i, Silehon tua i

06. Doa Bapa kami – Amin.