TUHAN BERMURAH HATI


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 19:1. “Tuhanku Yesus”
Tuhanku Yesus, Raja alam raya, Allah dan manusia
Kau kukasihi, Kau junjunganku, Bahagia aku yang baka

02. Pembacaan Firman
Pagi : 2 Timotius 2:1-5.
Malam : 1 Tesalonika 4:13-18.

03. Renungan: Yesaya 64:4.
Engkau menyongsong mereka yang melakukan yang benar dan yang mengingat jalan yang Kautunjukkan! Sesungguhnya, Engkau ini murka, sebab kami berdosa; terhadap Engkau kami memberontak sejak dahulu kala.

Nas ini berasal dari zaman sesudah tahun 587, zaman sesudah Yerusalem jatuh dan bangsa Israel dibawa ke pembuangan Babel. Hal ini merupakan jawaban Israel atas Firman Allah yang disampaikan oleh nabi-nabi yang memberitakan hukuman; hukuman diterima, namun umat Allah yakin bahwa Tuhan tetap mengasihinya seperti seorang bapa mengasihi anaknya. Allah bertindak atas kasih setiaNya, walaupun Ia dikecewakan, walaupun Ia murka terhadap pemberontakan Israel, Ia tidak dapat mengabaikan mereka. Allah sendiri yang mengingatkan bangsa Israel untuk berharap kepada-Nya. Dan atas dasar ini, Yesaya dan bangsa Israel berdoa memohon kepada Allah. Telah terbukti bahwa kasih setia Tuhan melebihi murka-Nya. Kasih setia Tuhan (Bhs. Ibr “khesed”) dalam Yesaya 63:7 “Aku hendak menyebut-nyebut perbuatan kasih setia TUHAN, perbuatan TUHAN yang masyhur, sesuai dengan segala yang dilakukanNya pada kita, dan kebajikan yang besar kepada kaum Israel yang dilakukan-Nya kepada mereka sesuai dengan kasih sayang-Nya dan sesuai dengan kasih setia-Nya yang besar”. Kita mengharapkan hari Tuhan untuk menyatakan keselamatan dan kebahagiaan bagi orang-orang yang dikasihiNya. Semua orang yang mencari dan melayani Tuhan, tidak perlu takut apalagi kecewa dalam menjalani kehidupannya. Tuhan akan menyongsong kita, dan kita menantikanNya. Tuhan Yesus akan datang untuk kedua kalinya, berjaga-jagalah dan tetaplah bekerja. Sampai Ia datang kembali. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE No.464:1. Huboan ma diringku
Huboan ma diringku Tuhan hibul tu Ho. Ai au do tinobusMu
umbaen tarbaen au ro. Pagalak ma rohangku, di son managam au,
TondiMi ma suru, na boi manggomgom au.

06. Doa Bapa kami – Amin.

MENDENGAR DAN MELAKUKAN NASIHAT


MINGGU XXI SETELAH TRINITATIS
Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus

Topik: Mendengar dan melakukan Nasihat
(Manjanghon dohot Manghangoluhon Poda)

Warna Tutup Altar : Hijau (Na Ratarata)
Warna Pertumbuhan dan Kehidupan

Ev. Amsal 19:20-29
Ep. Efesus 6:1-9

MENDENGAR DAN MELAKUKAN NASIHAT

Banyak sekali harapan yang diinginkan lewat sebuah nasihat; Tidak bisa disangkal bahwa, mengenai hal ini, terkadang meskipun telah sering dinasihati – anak-anak bahkan orang dewasa sekalipun, tetap melakukan kesalahan, seolah-olah tidak peduli dengan keadaan sekitar; Disisi lain, pada saat yang bersamaan, tidak jarang orang yang suka menasihati pun ada dalam kenyataan yang sama, bahkan lebih buruk. Sudahkah dengan tepat, kita menasihati orang dan meraka merasa tersentuh dengan kepedulian kita terhadap seluruh keberadaannya? atau jangan-jangan kita malah gagal menasihati orang lain – sebab kita adalah orang-orang yang kelihatan seperti penasehat yang tidak lebih baik dari mereka yang pernah melakukan kesalahan. Nasihat dan harapan baik, memang bertujuan untuk terciptanya pola hidup yang punya nilai; tetapi, agar menjadi lebih berarti, kita semua harus memulai segala sesuatu lewat proses pengujian terlebih dahulu; “Siapa sebenarnya kita; Untuk apa kita ada di tengah-tengah keluarga, jemaat dan masyarakat; Dan, sudah sejauh mana kita hidup sesuai dengan kehendak Tuhan?” Baik atau buruk keberadaan kita, tetap saja akan menjadi sasaran penilaian orang lain; sehingga respek atau tidaknya orang lain terhadap kita, tergantung juga dari penilaian mereka terhadap kita.

PERCAYA TANPA RAGU-RAGU


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 406:1. “Ya Tuhan Bimbing aku”
Ya Tuhan bimbing aku di jalanku, sehingga ku selalu bersamaMu
Engganlah ku melangkah setapak pun, ‘
pabila Kau taka da di sampingku

02. Pembacaan Firman
Pagi : Matius 10:34-39.
Malam : 1 Tesalonika 4:1-6.

03. Renungan: Yohanes 6:29.
Jawab Yesus kepada mereka: “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah”.

Delapan Puluh Dua kali kata “PERCAYA” digunakan oleh Yohanes dalam Injilnya, Memang benar, kata “percaya” begitu penting dalam Injil Yohanes. Coba kita lihat dan baca saja maksud tunjuan Yohanes menulis Injilnya, dalam ayat penutup Fasal 20! “Tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesus-lah Mesias, Anak Allah dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam Nama-Nya” (Yoh 20:31). Bila kita ‘percaya’ kepada Yesus dan membuktikan kepercayaan itu dengan menghayati hidup baru dalam Dia, kita akan memiliki hidup kekal bersama-Nya (Yoh 6: 47; 8:31; 20:31). Dan sebaliknya, bila kita menolak untuk tidak percaya maka kita akan mati dalam dosa-dosa(Yoh 8:24), terpisah dari Yesus, dan tinggal di neraka selamanya.

Jangan hanya percaya tetapi juga memegang erat kebenaran firman-Nya dan menerapkannya di dalam kehidupan. Percaya atau iman yang benar adalah suatu kegiatan yang berdampak bagi diri sendiri dan orang lain. Bertumbuh menjadi seorang yang berkenan di hadapan Tuhan dan berusaha mengambil bagian dalam pekerjaan Tuhan. Ingat, bahwa iman tanpa perbuatan seperti tubuh tanpa roh. Seseorang mengaku percaya maka ia pasti berusaha melakukan kegiatan yang berkenan di hadapan Tuhan. Dalam 2 Korintus 5:9-10 “Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya, Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 115:1. Tuhan Debata
Tuhan Debata sai ramoti ma, daging dohot tondinami
ido pangidoannami. Sai pahipas be, hami on sude.

06. Doa Bapa kami – Amin.

TUHAN MAHA KUASA


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 235:1. “Ku dengar berkatMu turun”
Ku dengar berkatMu turun bagai hujan yang lebat
Menghidupkan padang gurun dan menghibur yang penat
Aku pun, aku pun, ya, berkati aku pun!

02. Pembacaan Firman
Pagi : Ibrani 7:23-28.
Malam : 1 Tesalonika 2:17-20.

03. Renungan: Ayub 9:10.
Yang melakukan perbuatan-perbuatan besar yang tidak terduga, dan keajaiban-keajaiban yang tidak terbilang banyaknya

Perbuatan Tuhan, dalam segala bentuknya, selalu berakibat baik, dan orang yang menerimanya akan berbahagia. Kebahagiaan ini biasanya tidak terbendung, orang ingin meluapkannya melalui doa, pujian, air mata bahagia dan seruan. Tetapi ternyata ini tidak cukup, kebahagiaan itu ingin keluar melalui kesaksian, melalui kata-kata lisan atau pun tulisan agar orang lain tahu. Alkitab penuh dengan kesaksian-kesaksian orang yang menerima perbuatan Tuhan. Gereja-gereja diwarnai dengan kesaksian seperti ini. Dorongan ini jugalah yang bergelora di hati Ayub sehingga dia berseru, “Tuhan melakukan perbuatan-perbuatan besar yang tidak terduga, dan keajaiban-keajaiban yang tidak terbilang banyaknya. Pemazmur juga mengatakan, Aku mau bersyukur kepada Tuhan …aku mau menceritakan perbuatan-Mu yang ajaib.” Ia tidak dapat menahan rasa bahagianya melainkan meluapkan itu dalam kata-kata sehingga orang lain pun tahu. Andaikan dia tidak menyatakan kesaksiannya, kita tentu tidak tahu bagaimana Allah bertindak membela perkaranya, melindunginya dari orang fasik. Kita juga mungkin tidak tahu betapa kuat keyakinannya pada Tuhan. Tapi dari kesaksiannya itu kita boleh mendengar lagi tentang kebaikan Tuhan. Mujizat menjadi bukti bahwa kuasa Tuhan jauh melampaui logika dan kemampuan manusia. Mujizat-mujizat yang terjadi di masa silam bahkan juga bekerja di masa ini. Sebab hal itu menjadi bukti bahwa melalui Tuhan, segala sesuatunya bisa terjadi, Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 176:1. Na mungkap do surgo
Na mungkap do surgo dibahen aha do?
Dibaen na ro Jesus mengungkap di Ho (2X)

06. Doa Bapa kami – Amin.

JANGAN TERSESAT!


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 17:1. “Tuhan Allah hadir”
Tuhan Allah hadir pada saat ini hai sembah sujud di sini
Diam dengan hormat tubuh serta jiwa, tunduklah menghadap Dia
Marilah umatNya hatimu serahkan dalam kerendahan.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Lukas 22:31-34.
Malam : 1 Tesalonika 2:13-16.

03. Renungan: Ayub 12:16.
Pada Dialah kuasa dan kemenangan. Dialah yang menguasai baik orang yang tersesat maupun orang yang menyesatkan

Ada hal menarik untuk diperhatikan, jumlah masyarakat yang berpendidikan semakin banyak, tapi pelanggaran hukum makin merajalela dan masyarakat tetap sengsara. Upaya untuk mengurangi sengsara rakyat, malahan mendapat tanggapan negatif dari orang-orang pintar. Semakin banyak orang pintar, tetapi makin sedikit orang berhikmat. Seringkali kepintaran digunakan untuk mengeruk keuntungan pribadi, dan memutarbalikkan kebenaran. Banyak orang tersesat dan lari dari kebenaran oleh karena ulah orang-orang pintar di dunia ini. Banyak orang pintar menjadi penyesat tidak menyadari bahwa Tuhan melihat, mengawasinya.

Penyesatan di dalam gereja merupakan suatu dosa yang sangat dibenci Tuhan. Tetapi tidak banyak yang menyadari hal ini. Ketika doktrin dianggap tidak penting, ketika diskusi mengenai ajaran theologi dihindari, dan ketika perdebatan antara doktrin yang benar dengan yang tidak benar dianggap sebagai kegiatan memecah-belah gereja, maka perbedaan antara ajaran yang benar dengan ajaran palsu menjadi tidak jelas. Ketika semua dianggap benar, maka akhirnya yang sesat dan merusak dianggap sama dengan kebenaran. Jangan biarkan diri kita disesatkan orang lain. Carilah kebenaran dan doa supaya Tuhan menuntun kita ke dalam kebenaran. Minta belas kasihan Tuhan supaya tidak dikuasai oleh penipu-penipu dan penyesat-penyesat yang sangat pandai menarik berdusta. Tuhan pasti akan menghukum mereka yang menyesatkan anak-anak kesayangan-Nya. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 122:1. Ida hinadenggan ni
Ida hinadenggan ni, angka na saroha i
Parpambaenan na burju, nang hatana pe tutu

06. Doa Bapa kami – Amin.

MENCARI KESELAMATAN


Saat Teduh…………

01. Nyanyian KJ. 247:1. “Sungguh Kerajaan Allah di bumi tak kalah”
Sungguh kerajaan Allah di bumi tak kalah
Yesus yang bangkit dilantik menjadi Kepala
Ia menang g’lapmu menjadi terang. Lihatlah fajar menyala.

02. Pembacaan Firman
Pagi : 1 Korintus 10:14-22.
Malam : 1 Tesalonika 2:1-12.

03. Renungan: Roma 7:24.
Aku, manusia celaka! Siapakah yang dapat melepaskan aku dari tubuh maut ini?

Pada zaman Romawi kuno, pemerintahan Romawi melakukan hukuman yang amat berat dan sadis kepada masyarakat dianggap menentang kebijakan pemerintah. Misalnya, penyiksaan, pembuangan, melemparkannya ke binatang buas, penjara, dan penyaliban. Orang yang melakukan pelanggaran berat akan mendapatkan hukuman yang tidak manusiawi dan sangat mengerikan. Barangsiapa berusaha untuk menolong korban akan mendapatkan sanksi hukuman mati. Karena itu tak seorang pun berani menentang ketetapan kaisar. Dalam hal ini, sesungguhnya Paulus sedang memberikan gambaran tentang pergumulan hidup orang percaya melawan dosa. Kita rindu untuk menjaga kemurnian dan kekudusan hidup, tapi ‘tubuh maut; itu masih terasa terikat pada kita. Walaupun kita telah menjadi ciptaan baru di dalam Kristus, kecenderungan untuk berbuat dosa selalu ada. “Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.” (Roma 7:19). Hal inilah yang membuat rasul Paulus menjerit: “Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?” Melalui pengorbanan Kristus di kayu salib kita beroleh pengampunan dosa dan kita dibebaskan dari penghukuman kekal. “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus…” (Roma 8:1). Oleh kuasa Roh Kudus kita beroleh kekuatan untuk bertahan dari segala pergumulan hidup. Kita mempunyai pengharapan teguh untuk dibebaskan dari ‘tubuh maut’ (kedagingan) ini, karena Kristus telah mematahkan kuasa dosa dan maut.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 227:1. Jesus ngolu ni tondingku
Jesus ngolu ni tondingku, Ho do haporusanki
Gok di Ho nama diringku, ro di nasa langkaki.

06. Doa Bapa kami – Amin.

BERBUAT BAIK TIDAK PERNAH MERUGI


Saat Teduh …………..

01. Nyanyian KJ. No. 401:1. “Makin dekat Tuhan”
Makin dekat Tuhan kepadaMu; walaupun saliblah mengangkatku
Inilah laguku dekat kepadaMu, makin dekat Tuhan kepadaMu

02. Pembacaan Firman:
Pagi : Kisah Para Rasul 20:7-12.
Malam : 1 Tesalonika 1:1-10.

03. Renungan: 2 Tesalonika 3:13.
Dan kamu, saudara-saudara, janganlah jemu-jemu berbuat apa yang baik

Ada banyak orang dihadapkan pada pergumulan dalam batinnya, salah satunya adalah hal berbuat baik. Seorang petani menanam padi atau sayuran. Pada saat bersamaan tumbuh pula rumput atau ilalang di sawah atau ladang tersebut. Namun andaikan petani itu menanam rumput ia tidak akan pernah mendapati padi atau sayuran turut tumbuh di sana. Demikian pula dalam kehidupan ini. Ketika kita melakukan perbuatan baik terkadang hal-hal buruk malah menyertai, entah itu berupa hinaan, cercaan, cibiran, fitnahan dari orang lain. Jika demikian haruskah kita berhenti berbuat baik ketika orang lain tidak membalas kebaikan kita? Kalau kita berbuat baik hanya sekedar untuk membalas kebaikan orang lain, atau dengan tujuan mendapatkan balasan yang sama, apalah artinya… “Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian.” (Lukas 6:33); dan jangan pula kita berbuat baik karena suatu tendensi atau motivasi yang tidak benar. Rasul Paulus menasihati, “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.” (Galatia 6:9). Jadi tidak ada istilah ‘rugi atau buntung’ ketika kita melakukan perbuatan baik kepada orang lain, sebab pada saatnya kita akan menuai. Hasil dari perbuatan kita itu adalah urusan Tuhan. Sebagai orang percaya, berbuat baik adalah suatu keharusan, buah dari keselamatan yang telah kita terima, dan merupakan bukti kita memiliki iman yang hidup! Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 115:1. Tuhan Debata
Tuhan Debata sai ramoti ma, daging dohot tondinami
I do pangidoannami, sai pahipas be, hami on sude.

06. Doa Bapa kami – Amin.