CARILAH TUHAN SANG PENOLONG


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 367:1. “PadaMu Tuhan dan Allahku”
PadaMu Tuhan dan Allahku, ‘ku persembahkan hidupku
dariMu jiwa dan ragaku, hanya dalamMu ‘ku teduh
hatiku yang Engkau pulihkan, padaMu juga ‘ku berikan

02. Pembacaan Firman
Pagi : Mazmur 103:1-8.
Malam : 1 Timotius 2:1-7.

03. Renungan: Amos 5:4.
Sebab beginilah firman Tuhan kepada kaum Israel: “Carilah Aku, maka kamu akan hidup!

Ayat Renungan diatas merupakan pernyataan Nabi Amos kepada kaum Israel supaya mereka sungguh-sungguh beribadah kepada Tuhan, bukan hanya menjalankan ritual keagamaan secara rutin tapi tanpa makna. Hal ini dikatakan Nabi Amos kepada kaum Israel supaya mereka jangan binasa tetapi memperoleh hidup yang kekal. Di saat ini juga banyak orang yang mengaku sebagai orang Kristen telah menjalankan ritual agamanya dengan baik, rajin menghadiri kebaktian di Gereja tiap minggunya, aktif dalam kumpulan paduan suara gereja, rajin mengikuti persekutuan doa dan rajin membaca Firman Tuhan. Namun tetap mereka tidak merasakan suatu kepastian akan keselamatan dan kenyamanan dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Mereka sering menjadi kuatir atau panik ketika menghadapi permasalahan dalam kehidupan ini.

Terkadang mereka terdesak untuk melakukan jalan pintas atau dosa untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi mereka, namun mereka malah terjebak kedalam suatu lingkaran permasalahan yang sulit cari jalan keluarnya. Dan bisa hal tersebut terjadi dalam suatu rumah tangga, dimana permasalahan ekonomi menghampiri keluarga tersebut, sehingga keluarga tersebut tidak mampu menutupi biaya kehidupan keluarga tersebut. Malah sang suami dan isteri sering bertengkar, saling menyalahkan dan sampai menelantarkan anak-anaknya. Terkadang sampai terjadi perpecahan dalam keluarga bahkan sang suami bercerai dengan si isteri. Untuk itu marilah kita cari Tuhan sang pemilik kehidupan itu, berdoalah kepadaNya agar kita dikuatkan dan dimampukan dalam perjalanan hidup ini. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi KJ. No. 350:1. O Berkati kami
O berkati kami dan lindungi kami
Tuhan b’rilah rahmatMu oleh sinar wajahmu.

06. Doa Bapa kami – Amin.

PELAYAN YANG BAIK


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 401:1. “Makin dekat Tuhan”
Makin dekat, Tuhan, kepadaMu; walaupun saliblah mengangkatku,
Inilah laguku: dekat kepadaMu; makin dekat, Tuhan, kepadaMu

02. Pembacaan Firman
Pagi : Roma 8:1-8.
Malam : 1 Timotius 1:12-17.

03. Renungan: Markus 9:35b
Katanya kepada mereka: “Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya.

Nas ini merupakan pernyataan Yesus kepada para murid yang terdiam ketika Yesus menanyakan apa yang diperdebatkan oleh mereka. Sebenarnya Yesus sudah mengetahui apa yang diperdebatkan para murid tersebut, yaitu siapa yang terbesar diantara mereka. Memang merupakan hal yang wajar jika dalam suatu kumpulan akan terjadi kekosongan pimpinan (Yesus memberikan tanda/sinyal bahwa dia akan mati disalib), maka para murid membicarakan siapa yang terbaik dari antara mereka yang layak menjadi pimpinan mereka. Kondisi murid di saat itu dengan kondisi orang-orang di zaman Now masih sama saja. Begitu banyak orang dengan segala cara mau menunjukkan kebesarannya dan berambisi menjadi pimpinan atau kedudukan yang tinggi dan terhormat. Namun karena mereka tidak memahami Firman Tuhan ini, maka kebanyakan dari mereka gagal mendapatkan yang diinginkannya. Jika seseorang ingin menjadi pimpinan yang baik dan terhormat harus siap untuk jadi pelayan bagi sesama dan harus siap mengalah kepada yang lain supaya tercipta kondisi yang nyaman dan aman serta damai. Dan untuk dapat memiliki sifat atau karekter demikian haruslah mengenal Yesus dengan baik, mengenal perjuangan Yesus untuk menolong dan menyelamatkan manusia, dan memahami makna di balik kematian Yesus di kayu salib. Orang-orang yang menjadi pengikut Kristus yang sejati tidak lagi memusingkan dirinya sendiri namun sudah naik ke level bagaimana hidup yang dimilikinya menjadi berkat bagi sesama. Mari kita berlomba melayani sesama. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 165:1. O Jesus na pangolu au
Na basa do rohaM di au, o Jesus, Tuhanki,
Di ihuthon Ho au tu na dao, mambuat rohangki.

06. Doa Bapa kami – Amin.

Kegiatan Perayaan Advent II, 8 Desember 2019


Minggu, Tanggal Koor di Ibadah Judul Lagu
Adven II, 8 Desember 2019
Ibadah Jam 06:00 Wijk Galilea DIA
Wijk Betani Yang Mengharapkan Tuhan
Panggung Adven
Jam 07:30 – 07:50
 

 

Ibadah Jam 08:00 Wijk Filadelfia Allah Mahakuasa
Wijk Betlehem Tuhan Datang
Panggung Adven
Jam 09:30 – 09:50
 

 

Ibadah Jam 10:30 Wijk Kanaan Pegang Tanganku
Wijk Eben Ezer Hingga Kelak
Ibadah Jam 17:00 Wijk Jerusalem Bercahayalah
Wijk Sion Ya Yesus Aku Nantikan

SYARAT DAN KETENTUAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 419:1. “Yesus pimpinlah”
Yesus, pimpinlah kami s’lamanya:
hanya Dikau kami ikut di sepanjang jalan hidup.
Tuntun umatMu masuk rumahMu.

02. Pembacaa Firman
Pagi : Mazmur 19:2-10.
Malam : Filipi 4:4-9.

03. Renungan: Lukas 11:9.
Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

Meskipun Tuhan mengetahui apa kebutuhan kita, tapi kita harus terlebih dahulu berusaha untuk mendapatkannya. Usaha itu merupakan bentuk penghargaan kita kepada Tuhan, bahwasanya Dia telah menciptakan manusia sebagai makhluk yang mampu dan mau untuk berusaha. Apakah nats ini adalah bualan semata? Kerana kok mudah dan enak sekali. Tidak, memang mudah dan buakn bualan! Akan tetapi ada syarat dan ketentuannya. Pertama, kita harus tunduk berserah pada Tuhan dan jangan ragu-ragu. Kedua, mintalah yang kita butuhkan. Apa artinya? isi Doa Bapa Kami dan banyak kisah lainnya di Alkitab yang mengajarkan agar kita meminta yang kita butuhkan atau secukupnya. Banyak permintaan kita itu berlebihan hanya supaya dunia ini memuji kita. Kita juga suka meminta lebih untuk menjadi warisan bagi anak cucu kita. Ingatlah banyak fakta yang menunjukkan bahwa harta warisan malah memicu pertikaian kepada anak cucu kita dan akhirnya malah menyengsarakan. Ketiga, pertolongan Tuhan harus seturut kehendakNya bukan kehendak kita.

Tuhan tahu segala pergumulan dan kebutuhan kita. Misalnya masalah kesehatan, pendidikan, makanan, rumah, jodoh, dan lain-lain. Ingatlah, Tuhan tahu apa yang kita perlukan jauh lebih detil dari yang kita bayangkan, Tuhan juga tahu kapan waktu yang tepat untuk memberi bantuan, dan pasti akan terus memelihara kita karena kita adalah ciptaanNya yang serupa dan segambar dengan Dia (Kej 1:26). Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 127:1. Lam gogo
Lam Gogo, Lam Gogo, Lam Gogo mardalan ho,
Sion tu banuaginjang Nang Satongkin unang so,
PalitoM baen marsinondang, di na tiur i mardalan ho lam gogo, lam gogo.

06. Doa Bapa kami – Amin.

HIDUP DALAM PENGHARAPAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 33:1. “Suaramu kudengar”
Suaramu kudengar memanggil diriku, supaya ku digolgota dibasuh darahmu !
Aku datanglah, Tuhan, padaMu; Dalam darahMu kudus sucikan diriku

02. Pembacaan Firman
Pagi : Ibrani 10:19-25.
Malam : Filipi 3:17-21.

03. Renungan: Roma 8:28.
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Bentuk kebaikan yang diberikan Tuhan kepada kita di dunia ini ada yang berwujud (tangible) dan ada juga yang tidak berwujud (intangible). Kekayaan, jabatan, kesehatan dan kepintaran adalah beberapa contoh dari kebaikan Tuhan yang tangible. Apa pula kebaikan Tuhan yang intangible? Itu adalah Harapan. Sebenarnya kebaikan-kebaikan Tuhan yang tangible adalah untuk semakin meningkatkan derajat harapan kita. Apakah itu harapan? Harapan itu adalah anugerah Tuhan berupa keselamatan kelak dan kehidupan yang kekal. Jadi, harapan inilah kebaikan Tuhan yang terpenting bagi kita untuk melalui kehidupan di dunia ini. Tanpa harapan ini, orang akan merasa tidak ada gunanya hidup di dunia yang fana ini. Ilmu pengetahuan dan teknologi tercanggih di dunia inipun hanya mampu membuat rata-rata usia harapan hidup manusia selama 70 tahun. Dengan demikian, kita harus menjaga harapan itu, karena tidak sedikit orang yang mengabaikan bahkan menolak harapan akan keselamatan kelak dan kehidupan yang kekal.

Tidak ada yang salah dengan kebaikan-kebaikan yang ditawarkan dunia ini, seperti harta/kekayaan, jabatan dan popularitas, karena itu juga merupakan berkat dan kebaikan dari Tuhan. Akan tetapi janganlah kehidupan kita di dunia ini semata-mata untuk mengejar kenikmatan duniawi, lalu kita menjadi mabuk dan menjadikannya sebagai tuhan. Untuk itu kita harus tetap sadar bahwa kebaikan yang diberikan dunia itu sifatnya semu. Tetaplah hidup dalam pengharapan akan keselamatan kelak dan hidup yang kekal dari Tuhan, karena itu adalah penyemangat kehidupan ini. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 197:1 “Namarmahani hita”
Namarmahani hita Parholong roha i
Ima Tuhanta Jesus Silehon tua i, Silehon tua i

06. Doa Bapa kami – Amin.

SUKACITA ATAS PERTOBATAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 401:1. “Makin dekat, Tuhan”
Makin dekat Tuhan kepadaMu. Walau pun saliblah mengangatku
Inilah laguku, dekat kepadaMu. Makin dekat Tuhan, kepadaMu.

02. Pembacaan Firman
Pagi : 1 Tesalonika 4:1-6.
Malam : 1 Tesalonika 1:1-10.

03. Renungan: Lukas 15:7.
Aku berkata kepadamu: “Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih daripada sukacita karena Sembilan puluh Sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan

Di awal perikop dituliskan tentang Yesus bersama dengan sekelompok pemungut pajak dan orang berdosa, namun orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat meributkan tentang mengapa Yesus menyambut mereka dan makan bersama mereka. Orang-orang Yahudi beranggapan bahwa untuk menjaga kemurnian mereka, seseorang tidak boleh bergaul dengan orang-orang berdosa agar tidak tercemar. Yesus tidak takut tercemar dan Pribadi yang sangat murah hati dan tidak pernah tinggi hati. Ia tidak memilih hanya mau berhubungan dengan orang-orang kelas atas saja, setiap orang Kristen seharusnya berlaku seperti ini. Apakah kita memiliki hati seperti Yesus? Pada saat diejek dan ditolak, Yesus menceritakan Perumpamaan dengan kisah Domba yang hilang.

Sekarang kita sudah melihat dari perumpamaan ini, di satu sisi tentang indahnya kebaikan dan kasih Allah, dan di sisi lain tentang perlunya suatu pertobatan. Dan sebenarnya, seluruh perumpamaan ini dapat kita rangkum dalam kalimat seperti yang tertulis di dalam Roma 2:4, “Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?“. Demikianlah kita sebagai orang berdosa selalu dicari dan Tuhan temukan supaya orang pendosa itu kembali kejalan yang benar dan mengikut Tuhan. Amin

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 118:1-2. Paian ma di hami
Paian ma di hami, o Jesus, asiMi, asa tung unang hami diansi musu i.
Paian Tuhannami, HataM di hami be, Asa martua hami, nuaeng nang sogot pe.

06. Doa Bapa kami – Amin.

GEMBALA YANG BAIK


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 293:1. “Puji Yesus”
Puji Yesus! Pujilah Juru Selamat! Langit, bumi, maklumkan kasihNya
Haleluya, nyanyilah para malaikat. Kuasa hormat b’rilah kepadaNya
Selamanya Yesus Gembala kita, siang-malam kita didukungNya
Puji Dia b’ritakanlah keagunganNya! Puji Dia, mari bernyanyilah!

02. Pembacaan Firman
Pagi : Galatia 5:1-5.
Malam : Filipi 2:12-14.

03. Renungan: Yohanes 10:2.
Tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba

Yesus bersabda: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu. Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka. Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” Yesus adalah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu. Gereja adalah seumpama kandang, dan satu-satunya pintu yang harus dilalui ialah Kristus. Kawanan domba dapat diganggu melalui kekuasaan yang disalahgunakan. Pintu hanya terbuka bagi para gembala domba, sedangkan yang tidak masuk melalui pintu disebut sebagai pencuri dan perampok. “Siapakah gembala yang baik? Ia yang masuk melalui pintu, yaitu pintu kesetiaan kepada ajaran Gereja yang mengikuti Teladan Yesus yang sejatinya adalah Gembala yang Baik itu. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 464:1. Huboan ma diringku
Huboan ma diringku Tuhan hibul tu Ho. Ai au do tinobusMu umbaen tarbaen au ro.
Pagalak ma rohangku, di son managam, au TondiMi ma suru, na boi manggomgom au.

06. Doa Bapa kami – Amin.