BERTOBAT


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 222b:1. “Agungkan kuasa namaNya”
Agungkan kuasa namaNya malaikat bersujud
Nobatkan Raja Mulia, dan puji, puji, Yesus Tuhanmu.

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Yesaya 51:1-16.
 Malam : Matius 12:15-21.

03. Renungan: Kisah Para Rasul 2:38.
Jawab Petrus kepada mereka: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.”

Bertobat dan dibaptis dengan air adalah satu paket yang tak terpisahkan. Sama halnya dengan sekolah dan ijazah adalah satu paket yang tak terpisahkan, demikian pula halnya bertobat dan dibaptis dengan air adalah satu paket yang tak terpisahkan. Pertobatan adalah sebuah keharusan bagi semua orang, bukan hanya bagi mereka yang berlaku jahat, tapi termasuk juga bagi orang percaya. Mengapa? Karena manusia dilahirkan dalam dosa dengan memiliki kecenderungan hati yang ingin selalu berbuat jahat. Inilah yang disebut ‘dosa warisan’, keberadaan berdosa semua orang yang dibawa sejak lahir; atau yang lain lebih senang memakai istilah ‘dosa asal’, seperti tertulis: “Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.” (Roma 5:12). Ketika kita menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat berarti kita telah bertobat. Arti bertobat bukan hanya berhenti dari segala perbuatan jahat, tetapi mengalihkan arah jalan hidup: dari jalan yang tadinya mengarah kepada dosa berbalik kepada jalan yang benar di dalam Kristus. Karena itu pertobatan dimulai dengan hati yang terbuka menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, lalu menjadikan Dia sebagai Raja yang berhak memerintah atas hidup ini, amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 123:3. Ale dongan na saroha
Sai pasada ale Tuhan angka na porsea i. Asa masihaholongan songon na pinatikMi
Dibagasan hasintongan ido pinangidoMi. Sai padomu angka dongan na tutu sinondangMi

06. Doa Bapa kami – Amin.

Pemberitahuan Pindah Alamat Tempat Tinggal


  • Dimohon kepada Jemaat yang pindah alamat tempat tinggal supaya melaporkan kepada Sekretariat Gereja atau kepada Sintua Wijk asal ataupun kepada sintua wijk alamat yang dituju, apabila anggota Jemaat pindah alamat tempat tinggal di dalam lingkungan wijk atau lintas wijk maupun di luar wilayah wijk untuk dicatatkan dalam perubahan Database Anggota Jemaat HKBP Serpong.
  • Jika anggota keluarga sudah menikah, jika si Anak masih menjadi anggota jemaat HKBP Serpong maka si Anak yang sudah berkeluarga tersebut sudah harus memiliki nomor Register tersendiri. Dan yang sudah berkeluarga tetapi tidak lagi menjadi anggota jemaat karena pindah Gereja maka dapat diberitahukan ke Gereja melalui Sintua Wijk masing-masing.

Prosedur Persyaratan Pendaftaran Jemaat Baru


Bagi setiap Calon Anggota Jemaat Baru yang hendak mendaftar ke Gereja HKBP Serpong datang ke Kantor Gereja (Sekretariat) dengan membawa surat kelengkapan pendaftaran (Surat Pindah, Fotocopy Akte nikah, Fotocopy Akte Baptis dan Akte sidi), Sekretaris Gereja akan memberikan penjelasan terkait dengan keanggotaan gereja HKBP Serpong, kemudian Jemaat Baru dipersilahkan mengisi Formulir. Sekretaris Gereja akan menentukan jadwal jemaat baru untuk diperkenalkan di Sermon Parhalado pada hari Selasa sebelum jam 20.00 Wib.

HATI YANG BARU


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 40:4. “Ajaib benar Anugerah”
Ku dapat janji yang teguh, kuharap sabdaNya
Dan Tuhanlah Perisaiku, tetap selamanya.

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Yeremia 1:4-10.
 Malam : Kisah Para Rasul 8:4-13.

03. Renungan: Yehezkiel 36:26.
Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.

Apa yang dimaksudkan dengan hati yang baru? Hati yang baru adalah hati yang tidak lagi keras atau hati yang lembut. Kalau dulu sebelum bertobat hati orang begitu keras dan sulit sekali menerima teguran, setelah mengalami jaminan Roh Kudus hatinya diubahkan menjadi lembut. “Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat, supaya mereka hidup menurut segala ketetapan-Ku dan peraturan-peraturan-Ku dengan setia;” (Yeh 11:19-20). Hati yang lembut adalah hati yang mau belajar, diajar, ditegur dan dibentuk. “Orang yang mengarahkan telinga kepada teguran yang membawa kepada kehidupan akan tinggal di tengah-tengah orang bijak. Siapa mengabaikan didikan membuang dirinya sendiri, tetapi siapa mendengarkan teguran, memperoleh akal budi.” (Amsal 15:31-32). Hati yang baru adalah hati yang mau taat melakukan kehendak Tuhan, tidak kompromi terhadap dosa. Ketaatan adalah syarat mutlak memiliki kehidupan yang berkenan kepada Tuhan. Tanpa ketaatan pengiringan kita akan Tuhan sia-sia. Hati yang baru adalah hati yang senantiasa tertuju kepada Tuhan dan rindu menyenangkan hati-Nya. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No.194:2. Mauliate ma di Ho, O Debata
Mauliate ma di Ho, o Debata ala basaM
Sibahen dalan i, marhite AnakMi, tu banuam

06. Doa Bapa kami – Amin.

JANGAN TAKUT


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 29:4. “Di muka Tuhan Yesus”
Di muka Tuhan Yesus, ‘ku dapat kasih sayangNya
Hatiku pasrah berserah, di muka Tuhan Yesus.

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Kejadian 35:1-15.
 Malam : Kisah Para Rasul 10:44-48.

03. Renungan: Yesaya 43:1.
Tetapi sekarang, beginilah firman TUHAN yang menciptakan engkau, hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: “Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku.”

Ketakutan adalah tanggapan emosi terhadap ancaman, suatu mekanisme pertahanan hidup dasar yang terjadi sebagai respons terhadap stimulus tertentu, seperti rasa sakit atau ancaman bahaya. Dari sudut psikologi ketakutan adalah wajar, salah satu emosi dasar manusia selain kebahagiaan, kesedihan dan kemarahan. Namun ketakutan akan menjadi masalah besar bila dibiarkan berlarut-larut atau berkepanjangan, karena ketika kita terus dikuasai olehnya, sukacita dan damai sejahtera kita akan hilang. Alkitab menyatakan bahwa Tuhan memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Artinya rasa takut bukanlah berasal dari Tuhan, karena itu sebagai orang percaya tidak seharusnya kita hidup dalam ketakutan. Sekalipun berada di tengah dunia yang penuh tantangan ini tidak ada alasan kita takut, “…sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.” (1 Yoh 4:4); Janji penyertaan Tuhan adalah jaminannya: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” (Ibr 13:5b). Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.” (Yes 41:10). Di segala keadaan, bahkan dalam situasi terburuk pun, Tuhan tetap besama kita, Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No.162:1. O Debata, mansai
O Debata mansai balga, huhut dokdok dosangku
Na so adong di tano on, na tau haporusanku.

06. Doa Bapa kami – Amin

MENJADI GARAM DAN TERANG DUNIA


MINGGU I SETELAH EFIPANIAS

Topik: Naposo ni Debata gabe panondang tu angka bangso
(Hamba Tuhan menjadi terang bagi bangsa-bangsa)

Warna Tutup Altar : Bontar (Putih)
Warna Kekudusan

Ev. Yesaya 42:1-9
Ep. Kisah Para Rasul 10:34-43

MENJADI GARAM DAN TERANG DUNIA
Tuhan menciptakan kita untuk menjadi garam dan terang dunia. Terang yang bercahaya akan menghancurkan kegelapan di sekelilingnya. Apakah maksud Tuhan dengan berkata “kamu adalah terang dunia”? Matius 5 : 13-16 berkata bahwa kita adalah garam dan terang dunia. Garam ada untuk menghilangkan rasa tawar dan terang ada untuk melenyapkan kegelapan. Artinya setiap orang percaya ada untuk mengubah suatu lingkungan, bukan hanya untuk menghiasi keadaan. Seharusnya ketika kita hadir, damai sejahtera juga hadir disana, dan keadaan yang suram diubahkan! Perbedaan kita dengan dunia bukan hanya sekedar tidak berbuat dosa ketika orang lain berbuat dosa. Tetapi perbedaan kita terjadi karena kuasa terang Kristus yang memancar dari dalam roh kita dan mempengaruhi keadaan sekitar.

Bagaimana caranya agar terang kita memancar? Terang tidak dihasilkan dari luar ke dalam, tapi terang akan memancar dari dalam ke luar. Jangan menjadi munafik dengan tampil baik hanya di depan orang. Tetapi, hiduplah benar di hadapan Tuhan, bersekutu denganNya, maka terang dalam diri kita akan memancar keluar. Menjadi terang bukan berarti kita harus menjadi sukses, berbakat, dan pintar agar orang-orang yang melihat kita memuliakan Tuhan. Jangan-jangan kita hanya membuat mereka menjadi orang-orang yang memuliakan diri kita, dan bukan Tuhan.

HAMBA TUHAN MENJADI TERANG BAGI BANGSA-BANGSA


MINGGU I SETELAH EPHIPANIAS, 12 Januari 2020
(Yesaya 42:1-9)

Istilah “hamba Tuhan” memiliki pengertian mengabdi kepada Tuhan. Dalam Lukas 1:38 ialah “doulos” yang berarti “budak” atau “pelayan”. Pengertian tersebut menunjukkan seseorang yang mengabdikan dirinya dan telah menyerahkan hak hidupnya kepada tuannya karena telah dibeli atau ditebus. Secara sederhana hamba Tuhan diartikan “dia yang melakukan perintah Tuhan”, dan itu bisa siapa saja, namun secara khusus itu menunjuk kepada Tuhan Yesus. Lalu, apa yang dilakukan oleh hamba Tuhan? Yesus Kristus telah menghamba dan menanggung setiap beban hidup manusia.

Yesaya mengingatkan: Israel juga adalah hamba Tuhan. Mereka diminta membawa kabar baik; Dalam Yesaya 42:6 dikatakan  “Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa”.

Pemilihan hamba Tuhan adalah Otoritas Tuhan, dan Inisiatif Tuhan, bukan kemauan atau prestasi seseorang. Menjadi hamba Tuhan berarti mengakui otoritas Tuhan sebagai sang pemilik hidup. Hamba Tuhan memikirkan kepentingan orang lain (persekutuan) dan Tidak berusaha ‘memanfaatkan’ Allah demi kepentingannya, tetapi mereka membiarkan Allah memakai hidupnya. Hamba Tuhan yang baik mempertanyakan apa yang ia kerjakan dan bukan menyelidiki apa yang dikerjakan orang lain.

Hamba Tuhan terpanggil membawa terang dan bukan sumber kegelapan. Di dunia ini mungkin kita bukan siapa-siapa, bukan seseorang yang di hormati dan kagumi karena jabatan atau kehormatan yang melekat pada diri kita, tetapi Tuhan memberikan kemuliaan yang jauh lebih besar nilainya dari apapun yang ada. Tuhan Yesus berkata “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga” (Mat 5: 16). Ada terang yang terpancar dari kita yakni: kasih, kemurahan, kebaikan, dan kelemahlembutan. Kiranya kehadiran kita menjadi berkat bagi orang lain, sebagai berita sukacita. Amin.

Pdt. Rohara Panjaitan