HAMBA TUHAN MENJADI TERANG BAGI BANGSA-BANGSA


MINGGU I SETELAH EPHIPANIAS, 12 Januari 2020
(Yesaya 42:1-9)

Istilah “hamba Tuhan” memiliki pengertian mengabdi kepada Tuhan. Dalam Lukas 1:38 ialah “doulos” yang berarti “budak” atau “pelayan”. Pengertian tersebut menunjukkan seseorang yang mengabdikan dirinya dan telah menyerahkan hak hidupnya kepada tuannya karena telah dibeli atau ditebus. Secara sederhana hamba Tuhan diartikan “dia yang melakukan perintah Tuhan”, dan itu bisa siapa saja, namun secara khusus itu menunjuk kepada Tuhan Yesus. Lalu, apa yang dilakukan oleh hamba Tuhan? Yesus Kristus telah menghamba dan menanggung setiap beban hidup manusia.

Yesaya mengingatkan: Israel juga adalah hamba Tuhan. Mereka diminta membawa kabar baik; Dalam Yesaya 42:6 dikatakan  “Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa”.

Pemilihan hamba Tuhan adalah Otoritas Tuhan, dan Inisiatif Tuhan, bukan kemauan atau prestasi seseorang. Menjadi hamba Tuhan berarti mengakui otoritas Tuhan sebagai sang pemilik hidup. Hamba Tuhan memikirkan kepentingan orang lain (persekutuan) dan Tidak berusaha ‘memanfaatkan’ Allah demi kepentingannya, tetapi mereka membiarkan Allah memakai hidupnya. Hamba Tuhan yang baik mempertanyakan apa yang ia kerjakan dan bukan menyelidiki apa yang dikerjakan orang lain.

Hamba Tuhan terpanggil membawa terang dan bukan sumber kegelapan. Di dunia ini mungkin kita bukan siapa-siapa, bukan seseorang yang di hormati dan kagumi karena jabatan atau kehormatan yang melekat pada diri kita, tetapi Tuhan memberikan kemuliaan yang jauh lebih besar nilainya dari apapun yang ada. Tuhan Yesus berkata “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga” (Mat 5: 16). Ada terang yang terpancar dari kita yakni: kasih, kemurahan, kebaikan, dan kelemahlembutan. Kiranya kehadiran kita menjadi berkat bagi orang lain, sebagai berita sukacita. Amin.

Pdt. Rohara Panjaitan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s