YESUS ARKHEGOS


Saat Teduh…

01. Nyanyian KJ. No. 235:1. “Ku dengar berkatMu turun”
Ku dengar berkatMu turun bagai hujan yang lebat
Menghidupkan padang gurun dan menghibur yang penat
Aku pun, aku pun, ya, berkati aku pun!

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Mika 7:18-20
 Malam : Roma 3: 21-31

03. Renungan: Ibrani 2:18.
Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

Semua orang berusaha menghindari segala persoalan yang mengakibatkan penderitaan. Namun penderitaan bisa membuat kita semakin kuat dalam menjaga dan mempertahankan iman. Tak sedikit manusia yang karena penderitaan meninggalkan imannya. Dalam hal ini, apa kualitas iman seseorang saat menghadapi ujian sungguh penting? Penulis Surat Ibrani menyebut Yesus sebagai pemimpin (arkhegos) keselamatan. Ia mengawali sesuatu supaya orang lain dapat ikut masuk ke dalamnya. Seorang arkhegos juga adalah seorang yang merintis jalan supaya diikuti oleh orang lain. Itulah yang dimaksud penulis Ibrani saat ia memakai istilah arkhegos pada Yesus. Allah dalam diri Yesus telah sempurna melalui penderitaan, kematian, dan kebangkitan-Nya. Yesus adalah pribadi yang sepenuhnya telah melaksanakan tugas hidupnya dengan sempurna. Ia hidup sesuai dengan tugas dan tujuan Allah. Tiada satu pun rancangan Allah yang lalai dilakukan Yesus. Melalui penderitaan-Nya, Dia sepenuhnya mampu memenuhi tugas-Nya menjadi perintis keselamatan umat manusia. Lewat penderitaan-Nya, Yesus benar-benar menjadi sama dengan manusia. Ia merasakan kesusahan dan penderitaan manusia. Ia telah mengalami pencobaan yang melampaui apa yang sanggup manusia tanggung. Bahkan Ia rela mati menggantikan posisi manusia untuk meminum cawan murka Allah yang bernyala-nyala. Tidak semua orang dapat memahami pergumulan, kesusahan, dan penderitaan hidup. Namun, Yesus sungguh-sungguh memahaminya dan Ia mengerti kondisi kita. Dia sanggup memberikan yang terbaik bagi kita. Karena itu, datanglah kepada Yesus dan bersandarlah kepada-Nya.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 176:1. Na mungkap do surgo
Na mungkap do surgo dibahen aha do?
Dibaen na ro Jesus mengungkap di Ho (2X)

06. Doa Bapa kami – Amin.

PERLENGKAPAN ROHANI


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 17:1. “Tuhan Allah hadir”
Tuhan Allah hadir pada saat ini hai sembah sujud di sini
Diam dengan hormat tubuh serta jiwa, tunduklah menghadap Dia
Marilah umatNya hatimu serahkan dalam kerendahan.

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Yesaya 51:1-3
 Malam : 1 Timotius 1:3-7.

03. Renungan: Efesus 6:17.
Dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah

Hidup ini adalah peperangan. Dalam peperangan hanya ada dua kemungkinan : Menang atau kalah. Dan di dalam peperangan ada dua hal penting yang harus dipersiapkan yaitu : Senjata dan Strategi. Efesus 6:12 “perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara” Lawan kita dalam peperangan ini bukanlah lawan yang ringan! Hanya ada satu strategi untuk menghadapi lawan dalam peperangan ini yaitu : JANGAN BERI PELUANG! Namun kita juga harus mengakui bahwa kita tidak akan sanggup melawannya bila hanya mengandalkan kekuatan diri sendiri. Karena itu Allah yang Maha kuasa dan Maha pengasih itu berkenan menolong kita dalam peperangan ini. Allah menyediakan perlengkapan senjata yang dapat kita pakai untuk melawan dan mengalahkan lawan kita dalam peperangan rohani ini. Di antara perlengkapan senjata yang Tuhan sediakan buat kita adalah KETOPONG KESELAMATAN dan PEDANG ROH , yaitu FIRMAN ALLAH!.

Firman Allah yang kita baca dan kita dengar akan memberi kekuatan (iman) kepada kita, sehingga kita akan mampu menahan sehingga tidak ada peluang bagi iblis untuk mendekat dan mempengaruhi kita. Firman Tuhan akan meneguhkan iman kita. Iman yang teguh adalah senjata ampuh melawan iblis (bandingkan I Petrus 5 : 8-9a). Dan Firman Tuhan juga akan memampukan kita melawan iblis dengan segala persenjataannya. Terutama Firman Allah yang menjadi manusia YESUS KRISTUS! Nama Yesus adalah nama yang penuh kuasa. Di dalam nama Yesus kita dapat mengalahkan iblis!

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 826:1 “Gohi Au Tuhan”
Gohi au Tuhan marhite hataMi, Gohi au Tuhan marhite hataMi.
Songon hudon na rumar do au Tuhan di sumurMi, Gohi au Tuhan marhite HataMi.

06. Doa Bapa kami – Amin.

TAKUT AKAN TUHAN


Saat Teduh …………..

01. Nyanyian KJ. No. 222b:1. “Agungkan kuasa namaNya”
Agungkan kuasa namaNya malaikat bersujud
Nobatkan Raja Mulia, dan puji, puji, puji, Yesus Tuhanmu.

02. Pembacaan Firman:
 Pagi : Keluaran 34:1-9.
 Malam : Matius 18:10-14.

03. Renungan: Ayub 1:1.
Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan

Sungguh suatu gambaran laki-laki yang sempurna! (Idaman setiap wanita..) Karakter seperti Ayub merupakan karakter yang paling disukai oleh Allah, sampai Allah sendiripun memuji Ayub di hadapan iblis : “Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan” (1:8 ; 2:3). Takut akan Tuhan adalah rasa takut yang positif. Takut akan Tuhan mengandung arti tunduk, patuh dan menghormati kekudusan, kuasa dan kasih Tuhan. Orang yang takut akan Tuhan akan dengan tulus hidup seturut dengan FirmanNya dan dengan patuh menjauhkan diri dari segala dosa.

Karakter asli seseorang biasanya akan terlihat ketika menghadapi:

  • Penderitaan,
  • Godaan,
  • Kesuksesan.

Ayub telah menghadapi ketiga situasi di atas : Kesuksesan (Ayub adalah orang terkaya dari semua orang di sebelah Timur (1:3). Godaan (istrinya menyuruh Ayub mengutuk Allah; sahabat-sahabatnya menyalahkan Ayub) dan Penderitaan (Ayub mengalami penderitaan yang paling berat, seluruh miliknya habis dan seluruh badannya dipenuhi barah yang busuk), tetapi Ayub tetap setia pada Tuhan. Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya. Dan karena kesetiaan serta integritasnya, di akhir penderitaannya Tuhan memberi Ayub “reward”: Semua yang pernah Ayub miliki Tuhan kembalikan kepadanya dua kali lipat! Berbahagialah orang yang takut akan Tuhan, sebab mereka akan menerima berkat-berkat Tuhan : Hidup dalam kebahagiaan dan ketenteraman (Mzm 128:1 ; Amsal 14:26). Berlimpah dengan kebaikan Tuhan (Mazmur 31 : 20a ; 33 : 18) Doa-doanya akan disengar dan dijawab oleh Tuhan (Mzm 145 : 19). Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 115:1. Tuhan Debata
Tuhan Debata sai ramoti ma, daging dohot tondinami
Ido pangidoannami, sai pahipas be, hami on sude.

06. Doa Bapa kami – Amin.

JANGAN KHAWATIR TENTANG HIDUP!


Saat Teduh ………..

01. Nyanyian KJ. No. 10:1. “Pujilah Tuhan Sang Raja”
Pujilah Tuhan Sang Raja yang Maha Mulia
Segenap hati dan jiwaku pujilah Dia! Datang berkaum,
B’rilah musikmu bergaung, angkatlah puji-pujian.

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Kejadian 4:1-16
 Malam : Ibrani 4:14-5:10

03. Renungan: Bilangan 20:9
Lalu Musa mengambil tongkat itu dari hadapan Tuhan, seperti yang diperintahkan-Nya kepadanya.

Jika kita tidak dapat mengendalikan diri dari segala bentuk amarah maka apapun yang kita dengar dan lakukan pasti hasilnya akan menjadi sia-sia. Demikianlah halnya dengan apa yang diperbuat oleh Musa dan Harun Pada waktu itu bangsa Israel sedang dalam perjalanan menuju tanah kanaan, bangsa ini penuh dengan sungut-sungut, ketika mereka sedang menghadapi kekeringan air. Ketika mereka marah-marah kepada Musa karena kehabisan air minum, maka Musa dan Harun pergi menjumpai Tuhan Allah dan Tuhan berpesan supaya Musa untuk mengumpulkan umat Israel di suatu tempat. Lalu Musa mengambil tongkatnya dan pergi menjumpai umat tersebut. Dikumpulkan Musa dan Harun umat itu, namun apa yang terjadi, Musa bukan berbicara (berkata-kata) kepada gunung itu melainkan memukulnya sampai 2 kali oleh karena amarahnya terhadap bangsa tersebut karena sungut-sungut mereka. Hal inilah yang membuat Musa dan Harun tidak diizinkan Tuhan memasuki tanah Kanaan.

Tongkat kehidupan kita adalah Firman, apa yang difirmankan Tuhan hendaklah didengar, direnungkan dan dilakukan. Jangan karena kesal atau karena amarah, Firman menjadi sia-sia, sehingga membuat Tuhan tertutup hatiNya akan satu tujuan hidup yang seharusnya menjadi milik kita masing-masing. Amin

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 14:1. Puji hamu Jahowa tutu
Puji hamu Jahowa tutu, pardengganbasa, parasiroha salelengna i
Pardengganbasa i, parasiroha i.

06. Doa Bapa kami – Amin.

BELAJAR DARI ABRAHAM


Saat Teduh ……………

01. Nyanyian KJ. No. 401:1. “Makin dekat Tuhan”
Makin dekat Tuhan kepadaMu; walaupun saliblah mengangkatku
Inilah laguku dekat kepadaMu, makin dekat Tuhan kepadaMu

02. Pembacaa Firman
 Pagi : 1 Rajaraja 19:1-8
 Malam : Ibrani 2:10-18

03. Renungan: Kejadian 22:18
Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firmanKu

Firman Tuhan hari ini merupakan perkataan Tuhan sebagai ketetapan terhadap Abraham. Oleh karena Abraham taat dan setia kepada Tuhan Allah, dimana pada saat itu Abraham sedang diuji Tuhan imannya untuk mempersembahkan putranya Ishak untuk disembelih dan menjadi korban di hadapan Tuhan. Tuhan sangat senang dan Bangga melihat imannya yang kuat dan teguh yang walau sangat pahit untuk dilakukan seharusnya. Saudara-saudara, berbagai macam cara Tuhan Allah akan menguji dan sedang menguji kita masing-masing. Dan Ujian itu akan pahit dan sangat pahit sekali yang harus kita lakukan dan alami masing-masing. Oleh karena itu, bagaimanakah kita menyikapinya?

Belajarlah dari Abraham yang tulus hati dan setia kepada Tuhan. Oleh Karena keyakinan Abraham bahwa segala sesuatu didalam dirinya dan hidupnya itu bukanlah miliknya, itu adalah Anugerah Tuhan yang harus dipersembahkan untuk kemuliaan Tuhan. Marilah kita menjadi Abraham masa kini dan Abraham masa yang akan datang; supaya apa yang difirmankan Tuhan kepada Abraham, demikianlah halnya kepada kita sekalian; oleh keturunanmulah semua bangsa dibumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengar firmanKu. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 122:1. Ida hinadenggan ni
Ida hinadenggan ni angka na saroha i,
Parpambaenan na burju, nang hataNa pe tutu

06. Doa Bapa kami – Amin.

MENGHAYATI MINGGU INVOCAVIT


INVOCAVIT
Jouonna Ma Ahu, Jadi Alusanhu Ma Ibana

Topik: Molo Joujou Ahu, Dialusi Ho do Ahu
(Bila ku berseru, Engkau menjawab)

Warna Tutup Altar : Ratarata (Hijau)
Warna Pertumbuhan dan Kehidupan

Ev. Matius 9:27-31
Ep. Mazmur 91:14-16

MENGHAYATI MINGGU INVOCAVIT

Minggu Invocavit mengajak umat untuk menghayati momen awal puasa sebagai cara pandang padang gurun. Bahwa kita perlu melepaskan diri dari godaan yang ada, meski kondisi yang kita alami juga sedemikian berat. Dalam kondisi yang demikian kita berharap akan kemenangan atas godaan, sama seperti yang telah diteladankan oleh Yesus. Minggu invocavit juga punya tempat tersendiri dalam sejarah perkembangan gereja Protestan, khususnya di tradisi Lutheran. Di Minggu Invocavit, 9 Maret 1522, Martin Luther kembali ke Wittenberg, untuk memberikan arahan bagaimana reformasi Prostestan semestinya berjalan. Khotbahnya di hari Minggu invocavit itu, memulai delapan seri khotbah, yang menyasar beberapa isu yang ketika itu menjadi perdebatan di jemaat Wittenberg. Khotbah Luther terkait keselamatan individual, penggunaan gambar dan patung dalam ibadah, sakramen serta sejumlah isu lain telah meletakkan dasar untuk ajaran dan praktik gereja Lutheran dan beberapa kelompok Protestan lain.

BELAJAR MENGAMPUNI


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 289:1. “Tuhan Pencipta semesta”
Tuhan Pencipta semesta, Kaulah yang Maha Mulia
Sungguh besar karunia, yang Kau beri

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Yesaya 58:1-12.
 Malam : Matius 18:1-7.

03. Renungan: Mazmur 32:1
Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi!

Mengampuni merupakan obat mujarab untuk memulihkan suatu hubungan. Formula tersebut merupakan formula yang sederhana. Dapat diaplikasikan sampai berkali-kali tanpa menyebabkan efek samping yang tidak diharapkan. Bahkan semakin digunakan sepertinya justru malah membuat kita semakin disegarkan. Sebaliknya malah semakin besar karena tidak ada pengampunan. Bagaikan kanker yang ganas yang menggerogoti jiwa kita; kepahitan dan kepicikan. Mengampuni merupakan proses yang sederhana, dan selalu bermula dari hati. Mengampuni tanpa hati adalah kemunafikan; tidak ada khasiat yang menyegarkan. Sebelum kita mengampuni kesalahan orang lain, Allah sudah lebih dahulu mengampuni kesalahan kita. Diampuni merupakan awal dari proses mengampuni. Tanpa adanya kesadaran bahwa dirinya telah diampuni, niscaya kita tidak dapat mengampuni. Tetapi yang sering menjadi masalah adalah apakah kita mempunyai keberanian untuk memberikan ampun atau memohon ampun? Lebih baik melihat dahulu balok di mata dibandingkan selumbar di mata saudara kita. Artinya, setiap orang tidak luput dari kesalahan bahkan mungkin dosa kita lebih besar daripada orang lain. Jadi tidak ada alasan untuk menghakimi orang lain. Pengampunan memperbesar kapasitas rohani kita untuk mengenal sejati Nya Allah yang penuh dengan kasih setia dan rahmat yang bekerja di dalam segala aspek kehidupan kita, sehingga kita terbilang orang yang berbahagia. “Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan, amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 424:1. Soara ni Tondi
Soara ni Tondi ni Tuhanta i jotjot dilaosi, ditulak ho i.
Sai tanda jeamu, pauba roham, dapothon Tuhanmu, sisesa dosam.

06. Doa Bapa kami – Amin.