TETAP MENGASIHI WALAU DIBENCI


01. Nyanyian KJ 341 : 2 KuasaMu dan NamaMulah

Teladan sudah Kauberi demi deritaMu dan melalui salibMu. Kaut’rima kuasaMu! Bagian kami tak lebih, seperti segenggam. Benih, melintas kubur yang gelap, agar kelak ‘kan menetap. BersamaMu di Firdaus gemerlap.

02. Pembacaan Firman

  • Pagi          : Kejadian 9:8-17.
  • Malam      : Kisah Para Rasul 27:39-44.

03. Renungan    : Yohanes 15:18.

TETAP MENGASIHI WALAU DIBENCI Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu.

Selamat pagi dan selamat bersyukur pada Tuhan Yesus. Sejak kejatuhan manusia dalam dosa, maka kebenaran selalu dibenci oleh dunia. Hidup kudus pasti dibenci dunia. Tugas dan tanggungjawab Saudara dan saya sebagai orang percaya adalah menyampaikan Kebenaran yaitu injil Kristus. Dalam hal itu, sebagaimana Tuhan Yesus dibenci karena menyatakan kebenaran TUHAN, kita pun demikian.  Kalau kita dibenci karena melakukan yang salah atau dosa adalah seharusnya demikian. Tetapi, setiap orang dibenci karena melakukan yang benar di mata Tuhan itulah risiko iman. Maka, jangan kaget, kecut, atau  takut, sebab Tuhan sudah mengalami  dan sudah menyatakan hal itu sebelumnya. Firman Tuhan mengatakan:”Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu” (Yoh 15:18). Menderita bagi Kristus karena ketaatan kita kepada-Nya merupakan bagian yang tak terpisahkan dari iman Kristen (Yoh 15:20).  Renungan hari ini ingin meneguhkan pengertian, sikap, dan iman kita agar : 1) tetaplah menyatakan kebenaran, walaupun dibenci atau dianiaya, karena itulah tugas kita; 2) kita harus tetap mengasihi orang yang membenci kita, dan tidak kompromi dengan kelakuan jahatnya; 3). kehidupan kita harus menjadi berkat bagi orang lain, sekalipun dia membenci kita, 4) ingat dan sadarilah bahwa panggilan Kristiani tertinggi dalam hal mengikut Yesus Kristus adalah menyangkal diri dan memikul salib (Mat 16:24); 5) upah orang yang setia dalam kebenaran TUHAN  adalah kebahagian, sebagaimana Tuhan Yesus berkata:  Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.  (Mat 5:10). Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 221:1,4.   “Saleleng Jesuski”

Saleleng Jesuski, na mandongani au. Maporus holsoholsongki, sai di Ibana au. Torop di tano on, mangkaliangi au. Sai Tuhan Jesus do tongtong, maniopniop au.

06. Doa Bapa kami – Amin.

KRISTUS PUSAT KEHIDUPAN


01. Nyanyian KJ No. 18: 1 – 2.    “Allah hadir bagi kita”                

Allah hadir bagi kita dan hendak memb’ri berkat. Melimpahkan kuasa Roh-Nya bagai hujan yang lebat. Dengan Roh Kudus ya Tuhan, umatMu berkatilah. Baharui hati kami, o curahkan kurnia.

02. Pembacaan Firman

  • Pagi           : Matius 7:1-24.
  • Malam       : Kisah Para Rasul 27:13-38.

03. Renungan : Ibrani 9:15.

  KRISTUS PUSAT KEHIDUPAN Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.

Dalam nas ini kita melihat bagaimana ketika Yesus Kristus datang untuk mati bagi kita, Dia membayar korban tertinggi untuk dosa-dosa kita. KematianNya menutupi dosa kita dan karena Dia adalah Imam Besar yang sejati. Dia mempersembahkan dirinya sebagai sarana bagi kita untuk diampuni atas semua pelanggaran dan kesalahan kita. Kita tidak lagi harus menawarkan hewan sebagai alat pengakuan dosa. Dosa kita diampuni  saat kita jatuh, kita sekarang bisa datang kepada Yesus Kristus dengan hati yang terbuka, mengakui dosa kita. Dia membayar hutang yang tidak mampu kita berikan karena tidak ada yang bisa kita lakukan untuk menghapus dosa kita. Ayat ini mengingatkan kepada kita tidak ada orang yang bisa membangun kehidupan Kristennya berdasarkan kekuatan dan kemampuan diri sendiri tanpa ditopang oleh anugerah Tuhan setiap hari. Tidak pernah kita bisa membangun segala sesuatu berdasarkan kebenaran diri. Setiap saat begitu gampang kita bisa jatuh dalam dosa dan berbuat salah. Kita perlu menyadari kita adalah orang yang berdosa dan bersalah di hadapan Tuhan namun kita dikasihi dan diampuni olehNya. Pemazmur mengatakan “sejauh timur dari barat demikian dijauhkanNya daripada kita pelanggaran kita” (Mzm  103:12), Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 118:1-2.   “Paian ma di hami”

Paian ma di hami, o Jesus asiMi. Asa tung unang hami, diansi musu i. Paian Tuhannami hataM di hami be. Asa martua hami, nuaeng nang sogot pe.

06. Doa Bapa kami – Amin.                         

Bahan Sermon GSM, 14 Mei 2020


A. Nas: Lukas 11:9-13.

  • Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
  • Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.
  • Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan?
  • Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking?
  • Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”

B. Pengantar

Masing-masing kitapasti memiliki pengalaman doa yang berbeda. Ketika kita meminta kepada TUHAN, mungkin dalam waktu yang tidak lama langsung diberikan oleh-Nya. Tapi mungkin juga dalam waktu yang lama, Tuhan baru memberikan kepada kita. Bahkan mungkin saja tidak diberikan seperti yang kita inginkan. Tetapi yang pasti, kita menginginkan doa-doa kita dikabulkan Tuhan.

C. Penjelasan Nas

Tuhan Yesus memberikan sebuah perumpamaan yang sangat menarik mengenai pentignnya sebuah ketekunan dalam berdoa seperti yang bisa kita baca dalam Lukas 18:1-8. Mengambil perumpamaan tentang seorang janda, sosok yang lemah dan sering digambarkan sebagai figur yang tertindas dan diperlakukan tidak adil di dalam Alkitab, dan seorang hakim yang lalim. Demikian bunyi ayat pembuka perikop ini. “Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.” (Luk 18:1). Dalam kisah ini, si janda diceritakan terus memohon kepada hakim lalim agar haknya dibela. (ay 3). Sementara si hakim bukanlah orang yang takut akan Tuhan, dan sikapnya arogan dan lalim, tidak menghormati siapapun. Sesuai dengan gambaran pribadi si hakim, sudah tentu ia menolak permohonan janda ini. Tapi lihatlah janda itu tidak jemu-jemu mendatanginya dan memohon. Dengan gigih janda itu berjuang. Kegigihan menunjukkan bahwa ia masih menaruh harapan agar permohonannya dikabulkan, karena tidak ada orang yang akan gigih jika mereka tidak punya harapan sama sekali. Lalu pada akhirnya sang hakim yang lalim pun luluh dan membenarkan si janda. Dan Yesus pun berkata, “Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu!”. Jika hakim yang lalim saja bisa luluh terhadap permohonan tidak jemu-jemu, dan pada akhirnya mau mengabulkan permintaan si janda, bagaimana mungkin Tuhan yang begitu penuh kasih setia tidak mendengarkan seruan kita? “Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?”. Tuhan yang penuh kasih dan adil akan selalu membenarkan anak-anakNya yang siang dan malam berseru kepadaNya dengan tidak jemu-jemu! Dia akan selalu memperhatikan setiap anakNya yang terus datang dengan kerinduan dan kasih untuk berbicara dan mendengar suaraNya tanpa henti, tanpa terpengaruh hal apapun. Dia tidak akan pernah mengulur-ulur waktu untuk menolong kita, Dia tidak akan pernah berbahagia melihat kita menderita.

Dalam nas ini, ada beberapa sikap yang diperlihatkan Tuhan Yesus tentang berdoa, yakni: Pertama, Meminta sesuai dengan kebutuhan kita. Bila kita meminta sesuai dengan kebutuhan kita, maka akan diberikan. Seringkali kita tidak menyadari bahwa apa yang kita minta tidak sesuai dengan apa yang kita butuhkan. Menurut kita itu adalah kebutuhan, tetapi dalam pandangan Tuhan itu bukan kebutuhan kita. Oleh sebab itu, kita harus meminta sesuai kebutuhan kita dan menurutkehendak Tuhan. Karena Tuhan tahu dengan pasti apa yang kita butuhkan. Sikap inilah yang ditunjukkan seorang yang pada tengah malam datang kepada sahabatnya. Ayat 8 ……sahabatnya akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya. Ia tidak meminta pinjam uang untuk membeli roti, tetapi ia meminta pinjam roti yang dibutuhkan pada saat itu. Kedua, Meminta dengan iman dan kesungguhan hati. Ketika kita berdoa kepada Tuhan, kita harus memiliki iman dan kesungguhan hati kepada Tuhan. Berdoalah kepada Tuhan dengan keyakinan penuh, kesungguhan dan sikap yang tidak putus asa. Dalam perumpamaan ini kita dapat melihat orang yang datang kepada sahabatnya ini, menunjukkan kesungguhan hati dan keyakinan penuh. Walaupun ia sudah mendapat penolakan dari sahabatnya, tetapi ia tetap tidak putus asa dan terus menerus meminta dengan kesungguhan hati dan keyakinan bahwa sahabatnya ini pasti memberikan apa yang diperlukannya. Karena ia tidak merasa malu dan minta kepadanya terus-menerus, maka ia pun bangun memberikan apa yang diperlukannya. Ketiga, Memiliki kesabaran. Untuk mendapatkan tiga roti, supaya ia dapat menjamu tamunya tidaklah mudah. Ia harus sabar, karena ia pergi meminta pinjaman tiga roti bukan pada waktu pagi hari atau siang hari tetapi pada tengah malam. Mungkin saja sahabatnya sudah tidur dan tidak mendengarkan panggilannya, karena itu ia harus sabar dan terus menerus memanggil tanpa merasa malu. Seperti yang Yesus katakan “Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya. Demikian juga kita untuk memperoleh jawaban doa, kita harus bersabar dan tidak jemu-jemunya berharap kepada-Nya.

D. Renungan

Doa kita dijawab bukan semata-mata karena kita meminta sesuai dengan kebutuhan, tetapi itu terletak pada bagaimana hubungan kita dengan Tuhan. Amsal 15:29 mengatakan bahwa “Tuhan mendengar doa orang yang benar”dan Yakobus 5:16 mengatakan bahwa“doa orang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” Jadi, masalahnya adalah apakah kita sudah hidup benar di hadapan Tuhan? Apakah masih ada dosa yang menjadi penghalang hubungan kita dengan Tuhan, seperti yang Yesaya 59:2 katakan bahwa “pemisah antara kita dan Allah ialah segala kejahatan kita, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kita.” Bila kita hidup dan tinggal di dalam Dia, dan firman-Nya tinggal di dalam kita, maka kita akan menerima apa yang kita minta (Yoh. 15:7).

SAKSI KRISTUS


01. Nyanyian KJ No. 300:1.     “Andaikan Yesus”

Andaikan Yesus Kau bukan milikku dan Kau tak b’rikan darahMu bagiku. Kemana aku, mohon pengampunan dan perlindungan.

02. Pembacaan Firman

  • Pagi           : Amsal 3:5-12.
  • Malam       : Kisah Para Rasul 7:44-56.

03. Renungan : Kisah Para Rasul 5:32.

  SAKSI KRISTUS Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang menaati Dia.

Petrus dan para rasul ditangkap oleh kaisar Romawi dan diseret ke Mahkamah Agama dan orang Yahudi. Ini tidak membuat para rasul takut. Mereka menunjukkan ketaatan pada Tuhan yang mengutus mereka, bukan ketaatan karena ketakutan kepada para penguasa. Walaupun diancam, mereka tidak mau berhenti memberitakan firman Tuhan.  Para rasul menjadikan pengadilan ini sebagai kesempatan untuk memberitakan Injil. Mereka menerangkan bahwa Allah nenek moyang Israellah yang telah membangkitkan Yesus. Kalimat ini mempunyai dua implikasi.  Pertama, untuk menjelaskan bahwa para rasul tetap mengakui Allah nenek moyang Israel, yaitu Allah Abraham, Ishak dan Yakus sebagai Allah. Percaya kepada Yesus tidak membuat mereka mengingkari iman kepada Allah nenek moyang Israel. Allah yang disembah turun-temurun oleh bangsa Yahudi adalah Allah yang terlibat dalam pekerjaan Yesus.  Kedua, Para rasul menjelaskan bahwa Yesus adalah yang ditinggikan Allah menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel bertobat dan menerima pengampunan dosa. Selama ini Mesias dipandang akan membawa pembebasan politik dari Romawi, tetapi Mesias sebenarnya adalah untuk membawa kelepasan dari perbudakan dosa. Para rasul mengakui bahwa mereka adalah saksi mata yang melihat, mendengar, bahkan mengalami setiap kejadian yang terjadi pada Yesus. Pada masa sekarang ini, Firman Tuhan mengajar kita untuk tetap setia kepada Kristus dan bertahan dalam iman walaupun banyak tantangan yang kita hadapi, Amin.                       

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 690:1.       “Hibul rohangku tu Tuhan Jesus”

Hibul rohangku tu Tuhan Jesus. Sude ngolungku di Tuhan Jesus. Ihuthononku do Tuhan Jesus, ndang olo au sumurut be.

06. Doa Bapa kami – Amin.                         

TUHAN SUMBER KEKUATAN


01. Nyanyian KJ No. 243: 1.    “Haleluya Terpujilah”                 

Haleluya terpujilah, Pencipta alam semesta, Sang Bapa Maha Kuasa. Mestilah kebesaranNya dan hikmat kasih sayangNya, dipuji alam raya

02. Pembacaan Firman

  • Pagi           : Keluaran 13:17-22.
  • Malam       : Kisah Para Rasul 7:17-40.

03. Renungan      : Yesaya 40:29.

TUHAN SUMBER KEKUATAN Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya

Semakin lama bangsa Israel mengalami perhambaan semakin lelah bangsa itu merasakan beban, semakin mereka tidak berpengharapan. Mereka berusaha mencari gembala yang mampu membawa kelepasan bagi mereka dan mereka tidak menemukan. Sama halnya juga kejadian wabah pandemic Virus Corona saat ini ada beberapa negara, seperti Italy dan Equador, yang penduduknya mulai putus asa dan menyerah seakan-akan mereka tidak mampu melawan Virus Corona dengan terus diam dirumah, mereka serta merta keluar ke jalan-jalan lalu berdoa menangis minta pertolongan kepada Tuhan, namun tetap saja angka kematian naik terus. Hampir semua negara termasuk negara-negara maju saat ini dicemaskan oleh penyebaran virus corona dengan cepat yang menyebabkan tingkat kematian yang tinggi. Pertanyaannya, apakah tidak cukup dengan menangis dan menyesali dosa-dosanya mereka dapat diampuni dan lepas dari kejaran Virus Corona? Sepertinya tidak, mereka masih terus minta pertolongan Tuhan dengan meronta-ronta dalam situasi seperti ini. Penulispun tidak dapat memberi jawaban, namun yang pasti tahukah mereka bahwa Allah itu kekal dan yang menciptakan bumi ini, kekuasaannya tidak terbatas dan tidak dapat disamakan dengan apapun yang ada di dunia ini bahkan mampu menyembuhkan?   Banyak orang berusaha menunjukkan keinginannya dengan meronta-ronta meminta kepada Tuhan namun dia sendiri lupa apa dan siapa Tuhan itu dan Kuasanya. Dia samakan Tuhan dan Kuasa-Kuasa di dunia ini. Ini salah. Yang benar adalah kenalilah Tuhan dengan segala kuasanya dan keinginannya untuk memberikan kuasa itu kepada manusia maka itulah yang akan membuat kita kuat dan tidak Lelah.  Mereka seumpamarajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya , mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi Lelah. Kenalilah Tuhan dan segala Kuasanya maka itulah kekuatan kita, Amin.  (St Jupiter Sitorus)

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 14:1-2.   “Puji hamu”

Puji hamu Jahowa tutu, Pardengganbasa, Parasiroha salelengna i. Pardengganbasa i, parasiroha i.

06. Doa Bapa kami – Amin.                         

MENJADI GEMBALA TELADAN


01. Nyanyian KJ No. 457:5. “Ya Tuhan Tiap Jam”

Ya Tuhan, tiap jam kupuji namaMu; Tuhanku yang kudus, kekal ‘ku milikMu! Setiap jam, ya Tuhan, Dikau kuperlukan; ‘ku datang, Jurus’lamat, berkatilah!

02. Pembacaan Firman

  • Pagi           : Keluaran 3:1-12.
  • Malam       : Kisah Para Rasul 7:1-16.

03. Renungan : 1 Petrus 5:3.

MENJADI GEMBALA TELADAN Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah  atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan  bagi kawanan domba itu.”

Kemajuan suatu keluarga dan gereja terletak pada kualitas penggembalaan. Sementara itu sebagai  pemimpin organisasi atau keluarga (khususnya pendeta, sintua, dan orang tua) sering menghadapi berbagai kesulitan menjalankan fungsi penggembalaan. Namun, justru dalam kondisi itulah, Rasul Petrus mengingatkan  agar setiap pemimpin janganlah berbuat seolah-olah mau memerintah kepada yang  dipercayakan (jemaat, bawahan, anak), tetapi menjadi teladan bagi mereka. Sebab, dalam abad awal Kekristenan telah terjadi krisis keteladanan penggembalaan. Petrus menasehati para pemimpin jemaat agar jangan seperti orang dunia, tetapi meneladani Tuhan Yesus sebagai Gembala Agung.

Sebagaimana pada masa jemaat mula-mula, Firman Tuhan hari ini mengajak dan mengoreksi setiap pemimpin agar jangan memimpin dengan cara dunia seperti otoriter, mamaksakan kehendak, menganggap bawahan seperti miliknya, dan sebagaimana. Sebagai pemimpin harus sadar bahwa tugas kita adalah melayani, menasehati dan menuntun. Bawahan atau anak bukan milik kita tetapi milik Tuhan. Tanggungjawab utama pemimpin adalah keteladanan. Jadilah gembala yang mempercayakan hidup hanya pada Kristus, bertumbuh dan berbuah dalam kehidupan hari lepas hari, tekun dalam doa dan karya, tahan menderita, rajin menasehati, sabar dalam kesulitan, memiliki integritas yang kuat, suka menolong yang lemah dan miskin. Dalam kondisi krisis seperti masa Covid 19, keteladan tersebut sangat dibutuhkan. Kiranya belas kasihan Tuhan Yesus menjadikan kita menjadi gembala (batak: parmahan) teladan. Amin. (St.Partogian Sormin). 

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 211:1. Tuhan Jesus Siparmahan

Tuhan Jesus Siparmahan, au birubiruNa do. Jesus gok di Ho rohangku, sai ihuthononhu Ho. Sai ihuthononhu Ho, sai ihuthononhu Ho. Jesus gok di Ho rohangku, sai ihuthononhu Ho

06. Doa Bapa kami – Amin.   

“KEBENARAN” YANG BENAR-BENAR “BENAR”


01. Nyanyian KJ 64:1

Bila Kulihat Bintang Gemerlapan Bila kulihat bintang gemerlapan dan bunyi guruh riuh kudengar, ya Tuhanku, tak putus aku heran melihat ciptaanMu yang besar. Maka jiwaku pun memujiMu: “Sungguh besar Kau, Allahku!” Maka jiwaku pun memujiMu: “Sungguh besar Kau, Allahku!”

02. Pembacaan Firman
Pagi : Kejadian 12:1-3.
Malam : Kisah Para Rasul 6:8-15.

03. Renungan : Kisah Para Rasul 20:28.
Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.”

Dalam masa gereja mula-mula, orang Kristen diancam ajaran sesat. Tatkala iman Kristen mengakui Yesuslah Tuhan dan Juruselamat satu-satunya, keselamatan adalah anugerah Allah (sola gracia) yang diperoleh hanya melalui iman (sola fide). Sementara, ajaran sesat mengajarkan keselamat adalah hasil perbuatan manusia, dan sebagian lagi mengatakan tidak ada hidup setelah hidup di dunia, maka bersenang-senanglah dan puaskan hidupmu di dunia ini. Ajaran yang melawan Alkitab itulah yang ditentang Rasul Paulus. Para penyesat mengatakan ajaran kami yang benar, sementara orang Kristen mengatakan ajaran kami yang benar. Semua mengaku benar. Lantas manakah kebenaran yang benar-benar benar?. Dalam hal inilah Paulus menguatkan iman orang Kristen agar pemimpin umat menjaga dirinya dan menjaga umat agar menggembalakan mereka dengan Firman Tuhan sebagai “kebenaran” yang benar-benar “benar”, sehingga mereka tidak tersesat oleh ajaran palsu. Setiap orang yang tidak berpusat dan mengandalkan Allah Tritunggal, sesungguhnya sudah tersesat. Siapa saja yang kompromi dengan free sex, teologia liberal, saksi Jahowa, Mormon, “gila” internet/gaget, gay dan lesbian serta trans-gender, parmalim, perdukunan, rasionalisme, sinkritisme, dan segala praktek yang melawan Alkitab adalah ajaran sesat dan kekejian bagi TUHAN. Marilah kita tetap tekun berdoa dan berpegang pada Firman Tuhan dan menghidupinya setiap hari, Firman Tuhan adalah pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku (Mzm 119:105). Selanjutnya kata Yesus : “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” ( Yoh 14:6). Itulah “kebenaran” yang benar-benar “ benar”. Marilah kita menghidupi Firman Tuhan karena itulah “kebenaran” yang benar-benar “benar” karena berasal dari TuhanYesus yang adalah kebenaran itu sendiri. Amin. (St. Partogian Sormin)

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 826:1.

Gohi au Tuhan marhite hataMi Gohi au Tuhan marhite hataMi.
Gohi au Tuhan marhite hataMi Songon hudon na rumar do au Tuhan di sumurMi. Gohi au Tuhan marhite hataMi.

06. Doa Bapa kami – Amin.