Arsip Kategori: Ibadah Harian

JADILAH KEHENDAKMU


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-189:1 O Jesus na Pangolu au
O Jesus na Pangolu au, Anak ni Debata. Asi rohaM sai togu au, sahat tu Debata.

PEMBACAAN FIRMAN
Mrk 12:1-9 (Pagi) Amos 8:2-3 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Selasa 13 Maret 2018
Yunus 2:6
Aku tenggelam ke dasar bumi, pintunya terpalang di belakangku untuk selama-lamanya. Ketika itulah Engkau naikkan nyawaku dari dalam liang kubur ya Tuhan, Allahku.

JADILAH KEHENDAKMU
Ayat Ini adalah keyakinan dari nabi Yunus, ketika ia mengalami ujian hidup sebagai nabi. Ia memahami bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah kehendak Tuhan. Api penderitaan yang disebut ujian hidup bisa saja seperti api yang membara untuk membuat parang, pisau, paku dan lain sebagainya. Demikianlah Tuhan sedang membentuk kehidupan nabi takkala ia harus berhadapan dengan manusia-manusia yang kejam dan berdosa.

Firman Tuhan berkata, ” Aku tenggelam ke dasar bumi, pintunya terpalang di belakangku untuk selama-lamanya. Ketika itulah Engkau naikkan nyawaku dari dalam liang kubur ya Tuhan, Allahku (Yunus 2:6). Kita harus lebih taat dan setia atas panggilan Tuhan sekalipun kita harus mengalami kesulitan hidup seolah-olah merasa tenggelam dalam persoalan hidup ini. Tuhan memberi kekuatan pada kita agar dapat menanggungnya, sehingga kita akan menghadapinya bersama Tuhan, kita akan dihiburkan. Tuhan Yesus juga berdoa demikian di Getsemani (Mat. 26:42), Dia menyerah kepada kehendak Bapa. Dan doa itu dijawab dengan kekuatan untuk menanggung penderitaan-Nya (Luk. 22:43). Jadilah kehendak Tuhan, bukan kehendak kita. Jika kehendak Tuhan yang terjadi maka Kerajaan Allah akan hadir dalam kehidupan kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-467:1 – Tuhanku Bila Hati Kawanku
Tuhanku bila hati kawanku, terluka oleh tingkah ujarku, dan kehendakMu jadi panduku, ampunilah

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

KASIH YANG SEMPURNA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-223:1 – Husomba Ho Tuhan
Husomba Ho Tuhan tangihon au
sangkapMu ma tongtong pasaut tu au
Lam ganda baenonMi holong ni rohangki
Sai lam gandai holong tu Ho

PEMBACAAN FIRMAN
1 Tes 4:1-7 (Pagi) Yes. 5:1-4. (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Senin 12 Maret 2018
Yeremia 31:3
Dari jauh Tuhan menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.

KASIH YANG SEMPURNA
Kadang kita berpikir jika kita harus melakukan hal-hal tertentu untuk mendapatkan kasih Allah. Tapi yang perlu kita ingat adalah bahwa kasih Allah itu konsisten dan gigih. Allah berkata, “Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setiaKu kepadamu. Amat kontras bila kita membandingkan kasih Allah dengan cinta yang didefinisikan oleh budaya kita. Budaya kita mencintai kita ketika kita masih muda dan cantik, tapi Allah sangat mengasihi kita ketika kita tua dan tidak begitu menarik. Dunia kita mencintai kita ketika kita menjadi seorang selebriti, tapi Allah sangat mengasihi kita ketika kita menjadi orang yang tak dikenal dan bukan siapa-siapa. Dunia kita mencintai orang kaya dan yang berkuasa, tapi Allah sangat mengasihi orang miskin dan yang lemah. Dunia kita mencintai orang yang luarbiasa, tapi Allah sangat mengasihi orang biasa seperti engkau dan saya. Allah telah menunjukkan kasihNya kepada kita dengan cara yang nyata. Tuhan Yesus berkata, “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya” (Yohanes 15:13). Tuhan Yesus, menunjukkan kasihNya dengan mati bagi kita. Kita membaca dalam ~Wahyu 1:4-5~ dikatakan: “Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhtaNya, dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darahNya”. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-419:1 – Yesus Pimpinlah
Yesus pimpinlah kami s’lamanya, hanya di Kau kami ikut, di sepanjang jalan hidup. Tuntun umatMu masuk rumah-Mu.

DOA BAPA KAMI
Amin-amin-amin

KESELAMATAN SUDAH DEKAT


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-115:1. Tuhan Debata
Tuhan Debata sai ramoti ma, daging dohot tondinami ido pangidoan nami.
Sai pahipas be hami on sude.

PEMBACAAN FIRMAN
Mat 15:21-28 (Pagi) Yes 63:7-9 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Sabtu 10 Maret 2018
Mazmur 98:3
Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-NYA terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita.

KESELAMATAN SUDAH DEKAT
Everything happens is for a reason, bukanlah perkataan yang asing buat kita semua, apakah kita mengetahui alasannya atau tidak. Jika kita tidak mengetahuinya sekarang, pasti ada saatnya kita mengetahui dan menyadari apa alasannya. Tuhan punya rencana dalam kehidupan kita umat ciptaan-Nya. Demikian halnya dengan bangsa Israel, meskipun bangsa Israel sudah berulang kali membuat Tuhan murka, namun Tuhan mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel. Ia menggenapi janji-Nya dengan penyelamatan kaum Israel dari perbudakan Babel. Untuk itulah bangsa Israel selayaknya menyanyikan nyanyian baru bagi Tuhan. Nyanyian yang dinyanyikan sebagai ungkapan perasaan syukur dari lubuk hati terdalam. Kita juga diminta melakukan hal yang sama, berkat Tuhan tiada hentinya dalam kehidupan kita, selalu baru dan tak pernah terlambat pertolongan Tuhan bagi kita, besar setia-NYA sepanjang hidup kita. Baik maupun buruk yang terjadi dalam kehidupan kita, percayalah itu semua rencana Tuhan dan Dia akan selalu ada bersama-sama kita untuk menjalaninya. Pegang selalu janji Tuhan….semua indah pada waktunya.

BERDOA

BERNYANYI KJ 344:4 Ingat Akan Nama Yesus
Bila mendengar nama-Nya, baiklah kita menyembah dan mengaku Dia Raja kini dan selamanya. Indahlah nama-Nya, pengharapan dunia! Indahlah nama-Nya, suka sorga yang baka!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin, Amin, Amin.

KASIH SETIA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE No. 826 Gohi Au Tuhan
Gohi au Tuhan marhite HataMi
Gohi au Tuhan marhite HataMi
Na mauas do tondingku O Tuhan di HataMi. Gohi au Tuhan marhite HataMi.

PEMBACAAN FIRMAN
Rm. 4:13-16 (Pagi) Maz.36:6-8 (Malam)

RENUNGAN HARIAN,  Jumat 9 Maret 2018
Keluaran 34:9
Serta berkata: “Jika aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, ya Tuhan, berjalanlah kiranya Tuhan di tengah-tengah kami; sekalipun bangsa ini suatu bangsa yang tegar tengkuk, tetapi ampunilah kesalahan dan dosa kami; ambillah kami menjadi milik-Mu.”

KASIH SETIA
Nas ini melukiskan dimana saat Musa memimpin umat Israel keluar dari Mesir dan mengembara untuk masuk ke “Tanah Perjanjian”. Namun dalam perjalanan bangsa Israel tidak teguh hati percaya kepada Allah. Kita dapat melihat sederetan sejarah bangsa Israel yang sering “ngeyel” (tegar tengkuk) dengan Allah. Musa dengan berlutut ke tanah, lalu sujud meyembah kepada Tuhan, memohon ampun atas dosa bangsanya yang tegar tengkuk, agar tidak menjadi sempurna dalam dosa dan binasa. Nyata Allah mau melindungi orang yang mengakui keterbatasannya dan bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Sekalipun tegar tengkuk, tetapi karena Musa mengakui dosa umat Israel dan tetap percaya kepada Allah, maka Allah tetap menerima Israel menjadi umat-Nya dan berjalan di tengah-tengah kehidupan mereka. Penyerahan dan kepasrahan hidup ke dalam kuasa Allah pasti mendapat kasih setia yang besar dari Allah. Inilah yang perlu direnungkan; jangan “ngeyel”, karena itu berarti membiarkan tegar-tengkuk menjadi penghalang dan menyesatkan kita dari kasih karunia Allah sehingga kita berjalan seorang diri. Jadikanlah Kasih Setia Allah yang memenuhi hidup kita supaya Dia yang memimpin setiap langkah kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-376:1 “Ikut Dikau Saja, Tuhan”
Ikut dikau saja, Tuhan, jalan damai bagiku;
Aku s’lamat dan sentosa hanya oleh darah-Mu. Aku ingin ikut Dikau dan mengabdi padaMu: Dalam Dikau, Jurus’lamat, ‘ku bahagia penuh!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin, Amin, Amin.

HANYA TUHAN PENOLONGKU


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-504:1 Ditogu Tuhan Jesus Au
Ditogu Tuhan Jesus au, ido na mangapuli au. Di ganup dalan nang tung maol tanganNa do tongtong huhaol. Ditogutogu Jesus au tanganNa sai maniop au. Tongtong ma siseanNa au, paima boi tu surgo lao.

PEMBACAAN FIRMAN
Luk. 10:17-20 (Pagi) Yes. 43:1-7 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Kamis 8 Maret 2018
Keluaran 15:13
Dengan kasih setia-Mu Engkau menuntun umat yang telah Kautebus; dengan kekuatan-Mu Engkau membimbingnya ke tempat kediaman-Mu yang kudus.

HANYA TUHAN PENOLONGKU
Ayat Renungan di atas bagian dari nyanyian pujian Musa kepada Tuhan setelah Tuhan membantu mereka lolos dari kejaran raja Firaun ketika keluar dari Mesir melalui Laut Teberau. Musa dan Bangsa Israel saat itu benar-benar dan sungguh merasakan karya nyata Tuhan dalam menolong mereka. Mereka sampai kepada suatu titik yang menurut logika rasional mereka tidak ada lagi jalan keluar, mereka akan segera ditindas oleh Raja Firaun dan serdadunya, karena tidak ada lagi jalan meloloskan diri, laut Teberau telah menghalangi jalan mereka. Namun Musa sebagai Pemimpin memohon pertolongan dari Tuhan untuk menyelamatkan bangsa Israel.

Kita yang ada dalam zaman yang semakin canggih ini, ternyata tidak otomatis terbebas dari masalah kehidupan. Dan setiap orang dengan segala perbedaan latar belakang pendidikan, sosial, ekonomi dan rohaninya tidak ada yang luput dari permasalahan hidup. Dari beragam kejadian yang kita alami dalam kehidupan ini, pasti pernah sampai ke suatu titik di mana kita merasa tidak ada lagi jalan keluar. Suatu kondisi yang secara hitungan matematika atau logika rasional kita memang sudah tidak ada lagi harapan. Lalu bagaimana kita harus bersikap? Sebagian orang ada yang mengambil langkah bunuh diri karena tidak tahan menahan beban masalahnya, ada sebagian yang melakukan perbuatan kriminal untuk bertahan hidup, dan ada yang menjadi stress, depresi bahkan gila. Jika kita mengaku sebagai orang Kristen, pengikut Kristus, tentu tidak akan berhenti di masalah tersebut, tetapi kita harus mampu lolos dari permasalahan tersebut dengan bantuan daripada Tuhan. Hanya kasih setia Tuhan kita mampu keluar dari permasalahan hidup, Tuhan akan selalu berserta kita, menebus dosa kita, menuntun kita dan membimbing kita hingga pada akhirnya kita sampai ke tempat-Nya yang kudus. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-446:4 Setialah
Setialah kepada Yang Menang, meski maut kau tempuh. Setialah sehabis berperang terima upahmu: mahkota hidup diberi-Nya, kau masuk dalam t’rang ceria setialah!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin, Amin, Amin.

DITUNTUT KESUNGGUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-207:1 Sai Tiop Ma Tanganku
Sai tiop ma tanganku, sai togu au, Paima tos hosangku ramoti au. Ndang olo au mardalan sasada au; Sai Ho ma ale Tuhan, manogu au.

PEMBACAAN FIRMAN
Yak 4:6b-10 (Pagi) Yer 1:11-17 (Mlm)

RENUNGAN HARIAN, Rabu 7 Maret 2018
2 Petrus 1: 10
“Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya , kamu tidak akan pernah tersandung”

DITUNTUT KESUNGGUHAN
Apapun yang kita kerjakan memerlukan kesungguhan hati, agar mendapat hasil yang maksimal. Misal seorang pelajar bila tidak belajar sungguh-sungguh tentu tidak akan mendapat nilai prestasi yang menggembirakan. Begitu juga sebagai orang yang sudah terpanggil sebagai saksi Kristus. ”Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sediri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan (1 Pet 2: 9-10).

Kendala, kesulitan bahkan godaan pasti akan banyak kita alami sebagai hamba Tuhan dalam melakukan tugas pelayanan. Kita diminta untuk memberitakan kabar baik dan perbuatan-perbuatan Allah yang besar akan keselamatan manusia bahkan isi dunia ini. Yesus juga berkarya dengan sungguh-sungguh untuk menyelamatkan dunia ini melalui kematian-Nya di kayu salib. Orang yang dipanggil Tuhan akan menghadapi godaan dunia ini yang menghambat pelayanan kita, bisa dari masyarakat umum, saudara-saudara seiman, keluarga, dan sebagainya. Tetapi ingatlah dan percayalah kepada janji dan Amanat Agung Tuhan Yesus: ”Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku akan menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.” Oleh karena itu marilah kita terus bersungguh-sunguh melayani Tuhan sesuai dengan tugas panggilan kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-375:1 Saya Mau Ikut Yesus
Saya mau ikut Yesus, saya mau ikut Yesus sampai selama-lamanya. Meskipun saya susah, menderita dalam dunia. Saya mau ikut Yesus sampai selama-lamanya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

MENYIKAPI KEMERDEKAAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin

BERNYANYI BE-565:1 Las Rohangku Lao Mamuji
Las rohangku lao mamuji Debata Parholong i. Songon bunga na mangerbang di na binsar ari i. Arsak, dosa, haporsuhon mago dibaen asiMi. Las ni roha na manongtong lehon di au Tuhanhi

PEMBACAAN FIRMAN
Roma 2:17-24 (Pagi) Ulangan 2:7-9 (Mlm)

RENUNGAN HARIAN, Selasa 6 Maret 2018
Galatia 5:13
Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.

MENYIKAPI KEMERDEKAAN
Paulus menulis dalam Injil kepada jemaat di Galatia, bahwa orang-orang yang menerima Kristus telah merdeka. Pertanyaannya “Merdeka dari apa?” Lewat karya penebusan Kristus, kita sudah dimerdekakan. “Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.” (Roma 6:18). “Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan” (Gal 5:1).

Kemerdekaan yang kita peroleh lewat karya penebusan Kristus di atas kayu salib bukan berarti bahwa kita bisa berbuat seenaknya, bebas berbuat dosa. Kemerdekaan adalah karunia Tuhan atas kita, karena kasih-Nya yang begitu besar. Ketika kita menerima kasih sedemikan rupa yang memerdekakan dari Tuhan, maka seharusnyalah kita pun terpanggil untuk mengasihi orang lain. Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu Firman ini, yaitu: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!” (Gal 5:14). Ini adalah pesan yang sangat penting agar kita tidak keliru mengartikan sebuah kemerdekaan yang dikaruniakan Tuhan. Ketika dunia mengartikan kemerdekaan sebagai sebuah kebebasan tanpa batas untuk melakukan apa yang mereka sukai seenaknya, kita haruslah berbeda. Kita menyikapi kemerdekaan dengan ucapan syukur dan sukacita, dan mengisinya dengan menyatakan kasih kepada semua orang.

BERDOA

BERNYANYI KJ-345:1 Sertai Kami Tuhan
Sertai kami Tuhan dengan anug’rah-Mu
Berilah pertolongan, melawan si set’ru

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin.