Arsip Kategori: Ibadah Harian

BERSYUKUR SEBAGAI PERJANJIAN KEKAL DENGAN TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-783 : 1 Tuhan sitompa saluhut
Tuhan sitompa saluhut, Ho do na marmulia i, ndang na tarasam saluhut, nilehonMi.

PEMBACAAN FIRMAN
Mat. 9:20-25 (Pagi) Ams. 2:10-22 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Senin 23 April 2018
Mazmur 105:1
Bersyukurlah kepada TUHAN, serukanlah nama-Nya, perkenalkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa!

BERSYUKUR SEBAGAI PERJANJIAN KEKAL DENGAN TUHAN
Mazmur 105 adalah mazmur syukur karena kasih setia Allah dalam sejarah umat-Nya. Ayat 1 -6 mengajak umat Israel bersyukur karena Allah telah berkarya bagi mereka dengan perbuatan-Nya yang ajaib. Inti bagian mazmur ini adalah kasih setia Allah yang dinyatakan lewat ikatan perjanjian-Nya. Isi perjanjian itu ialah bahwa Israel boleh mengalami kebaikan Tuhan, di mana mereka menjadi umat Tuhan dan tanah Kanaan menjadi milik pusaka mereka. Inilah perjanjian kekal (ay.8) karena Allah tidak pernah ingkar janji. Di kemudian hari bangsa Israel kehilangan tanah pusaka mereka, karena dosa-dosa mereka. Namun, Allah tetap mengasihi dan memelihara mereka. Pemazmur meyakini kasih setia Tuhan tidak pernah berubah.

Di dalam Kristus, Allah mengikat perjanjian-Nya dengan kita. Perjanjian itu bersifat anugerah dan kekal. Dialah Allah yang menjamin keselamatan kita. Di dunia ini Tuhan bisa mendisiplinkan kita oleh karena ketidaksetiaan kita kepada-Nya, seperti Allah mendisiplinkan Israel sehingga kehilangan tanah pusaka. Akan tetapi kasih setia Allah tidak pernah berubah. Ia tidak mengingat-ingat segala kejahatan kita, tetapi Ia melakukan perbuatan-perbuatan ajaib dan menganugerahkan keselamatan bagi kita. Mari kita bersyukur untuk kasih setia-Nya dengan bertekad menjalani hidup yang berkenan kepada-Nya.

BERDOA

BERNYANYI KJ- No. 383 : 1 Sungguh indah kabar mulia
Sungguh indah kabar mulia; hai percayalah! Yesus Kristus tak berubah s’lama-lamanya! Darah-Nya tetap menghapus dosa dan cela. Ia hibur yang berduka. Puji nama-Nya! Baik kemarin hari ini s’lama-lamanya. Yesus Kristus tak berubah, puji nama-Nya. Puji nama-Nya, puji nama-Nya. Yesus Kristus tak berubah, puji nama-Nya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin

FIRMAN ALLAH MEMBIMBING LANGKAH KITA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-25:1 HataMi Ale Tuhanhu
HataMi, ale Tuhanku, arta na ummarga i,
sai paian di rohangku, unang so hutiop i.
Molo so be sitiopan hata na badia i,
aha nama haojahan ni haporseaon i ?

PEMBACAAN FIRMAN
Yoh. 10:27-30 (Pagi) Ayub 31:3-40 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Sabtu 21 April 2018
Mazmur 119:105
Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.

FIRMAN ALLAH MEMBIMBING LANGKAH KITA
Untuk mencapai sasaran perjalanan, kita harus ada panduan dan tuntunan sehingga kita tidak tersesat atau berjalan tanpa mendapat hasil yang diharapkan. Sehingga setiap kita mengikuti perjalanan hidup, kita perlu ada panduan dan bantuan. Bantuan itu bisa datang dari manusia, tapi dalam nas ini jelas dikatakan bahwa Firman Tuhan adalah penunjuk jalan bagi kita. Setelah kita mempunyai panduan, maka di dalam perjalanan manusia juga membutuhkan bantuan karena terbatas, bisa lelah dan bisa goyah (Yeremia 10: 23).

Siapapun yang mencoba mengarahkan langkahnya tanpa bantuan yang andal, pasti menemukan kegagalan, andalan kita yang pasti ialah Tuhan kita. Kenapa Tuhan Allah sebagai andalan kita yang pasti, karena Tuhanlah yang menciptakan kita, sehingga Dia sangat mengetahui tentang kita dan Tuhan tahu apa yang terbaik buat kita sebagai ciptaan-Nya. Seperti dalam Yesaya 48:17b, “Akulah Tuhan Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kau tempuh.” Kita harus sungguh-sungguh menyadari bahwa hidup tanpa kebenaran firman Tuhan, sama dengan hidup di dalam kegelapan artinya apapun yang diperbuatnya bukanlah kebenaran yang Allah kehendaki, dan tentu hal ini berdampak pada masa depan kehidupan yang kekal dan tidak akan pernah bisa menemukan kehidupan yang sesungguhnya. Itulah alasannya sehingga kita harus menjadikan firman Tuhan sebagai pelita kehidupan yang selalu menerangi jalan hidup kita. Amin

BERDOA

BERNYANYI KJ-49:1 Firman Allah Jayalah
Firman Allah jayalah sampai ujung dunia;
Kitapun dipanggilnya untuk hidup yang baka.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin

KASIH SEORANG SAHABAT


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-4:2 Sai Puji Debata
Disuru Debata AnakNa Jesus Kristus. Jadi mansai arga do hite on ditobus. Diporsan Jesus i, dosanta sasude. Asa mudarNa i paias hita be.

PEMBACAAN FIRMAN
Yoh. 10:11-16 (Pagi) Maz. 33:1-9 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Jumat 20 April 2018
Yohanes 15:13
Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.

KASIH SEORANG SAHABAT
Di zaman now tidak mudah menemukan sahabat seperti teks hari ini. Sosial media membuka jalan untuk menjalin persahabatan dan ada orang yang sudah mengalaminya. Tapi tak sedikit melalui sosial media banyak yang mengalami kekecewaan karena justru yang timbul adalah ujaran kebencian, pertikaian, dan debat kusir yang mendatangkan kemarahan. Aristoteles mengatakan bahwa sahabat itu adalah “Satu jiwa yang mendiami dua tubuh (friendship is a single soul dwelling in two body).” Dia melihat ada tiga jenis persahabatan itu, pertama, persahabatan keperluan yaitu didasarkan pada keperluan saja di saat sudah tidak ada keperluan maka berakhir juga persahabatan itu. Jadi keramahtamahan dan setiap perbuatan karena ada yang diharapkan. Kedua, persahabatan kesenangan yaitu didasarkan pada kenikmatan kegiatan dan emosi saja. Ketiga, persahabatan yang benar yaitu didasarkan pada kepedulian, berbudi luhur, kasih dan nilai-nilai kebenaran.

Tuhan Yesus adalah figur seorang sahabat yang sejati. Dia telah membuktikannya melalui kematian-Nya di atas kayu salib. Dia mau menjadikan kita sebagai sahabat-Nya. Dia mau berkorban demi keselamatan kita, sahabat yang dikasihi-Nya. Hingga sekarang ini, Dia masih terus menawarkan persahabatan itu bagi siapa saja. Ungkapan orang Batak: “Manuk ni pea langge hotek hotek lao marpira, na sirang maraleale lobian matean ina”, artinya perpisahan (kehilangan) seorang sahabat melebihi kehilangan seorang ibu yang kita cintai. Marilah kita saat ini menjalin persahabat yang benar, menjadi sahabat yang berkorban dan mengasihi dengan tulus seperti Kristus dengan orang lain. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-453:1 Yesus Kawan yang Sejati
Yesus Kawan yang sejati bagi kita yang lemah. Tiap hal boleh dibawa dalam doa pada-Nya. Oh, betapa kita susah dan percuma berlelah, bila kurang pasrah diri dalam doa pada-Nya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin

TUHAN GEMBALAKU


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-188:1 Jahowa Siparmahan Au
Jahowa Siparmahan au ndang hurang manang aha. Ai nasa jea dipadao do sian dorbiana. Tongon dibaen na lomak i, lao pangoluhon tondingki, dibaen asi rohaNa.

PEMBACAAN FIRMAN
Ibr. 13:20-21 (Pagi) Ayub 31:24-34 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Kamis 19 April 2018
Mazmur 23:1
TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

TUHAN GEMBALAKU
Gembala bertanggungjawab menemukan rumput hijau dan air; wajib menjaga domba-dombanya dari ancaman binatang buas maupun pencuri. Gembala dijadikan lambang untuk seorang pemimpin karena kesetiaan pemeliharaannya pada pengikutnya. Gambar tokoh gembala sering muncul dalam Injil dan disebutkan bahwa Yesus adalah “Gembala yang baik” (Yoh. 10:11) yang memberikan nyawa-Nya bagi domba-dombanya.

Yesus sebagai Gembala yang baik, pasti kita sering membacanya atau mendengarkannya melalui pujian dan ucapan syukur umat. Baru saja kita memperingati kematian dan kebangkitan Yesus Kristus dari kematian. Kita memperingati agar kita mengingat siksaan dan pengorbanan Yesus di “jalan salib” atau “via dolorosa.” Atas pengorbanan-Nya kita beroleh pengampunan dan pembenaran dari Allah. Namun satu hal yang perlu kita renungkan lebih serius, diingatkan nas Firman Tuhan hari ini. Perhatikanlah akhiran kata “ku” pada “Gembalaku” di atas. Kata “ku” artinya adalah kita sebagai umat kristiani dan marilah coba tanya diri kita masing-masing: “Apakah kita sungguh-sungguh menjadikan Tuhan sebagai Gembala? Sungguhkah kita mau seperti seekor domba yang mengenal suara gembalanya, turuti perintah-Nya serta mau ikuti tuntunan-Nya? Betapa seringnya kita ragu atau tidak peduli bahkan menyimpang dari tuntunan-Nya? Oleh sebab itu hari ini, marilah kita memperbaharui diri dan berjanjilah untuk selalu taat dan setia kepada tuntunan Tuhan Gembala kita yang baik. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-178:1 Kar’na Kasih-Nya Padaku
Kar’na kasih-Nya padaku Yesus datang ke dunia;
Ia t’lah memb’ri hidup-Nya gantiku yang bercela.
O, betapa mulia dan ajaib kuasaNya! Kasih Jurus’lamat dunia menebus manusia.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

BERDOA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-789:2 Lului Hamu Harajaon ni Debata
Pangido ma sai na lehononNa do, lului ma sai na jumpang. Tuktuhi ma sai na ungkaponNa do, Haleluya, haleluya. (Haleluya) 4x

PEMBACAAN FIRMAN
1 Pet. 2:21-25 (Pagi) Maz. 118:1-4 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Rabu 18 April 2018
Matius 7:7
“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

BERDOA
Berdoa adalah nafas kehidupan orang percaya. Hal ini merupakan komunikasi antara manusia dengan Tuhan. Bagaimana manusia mengatakan maksud hatinya kepada Tuhan adalah dengan berdoa. Ternyata melalui ayat renungan ini, manusia berdoa disyaratkan harus berusaha. Ada semacam perbuatan yang harus dilakukan untuk berdoa kepada Tuhan. Mintalah, carilah, dan ketoklah adalah suatu usaha yang berarti adanya suatu gerakan yang tadinya diam menjadi bergerak yang disebut usaha atau upaya, dengan tujuan ada sesuatu yang diharapkan. Apakah itu, terkabulnya permintaan kita ketika meminta, maka akan diberi, mencari, maka akan mendapat, dan mengetok, maka pintu akan dibukakan.

Melalui renungan ini kita mendapat pengajaran bahwa berdoa kepada Tuhan wajib membuat usaha atau upaya yang senantiasa ditekuni dan digumuli setiap saat. Ketika kita mendengar dan bahkan mengaminkan dalam persekutuan doa: “Engkau mengetahui apa yang kami perlukan, sudah saatnya melalui renungan ini kita akan mengubahnya dengan berkata yang berkaitan dengan usaha atau upaya yang akan kita laksanakan.” Niscaya Tuhan mengabulkan doa kita seturut kehendak-Nya. Diberkatilah kita yang siang malam berdoa memohon kepada Tuhan yang di dalamnya terdapat usaha yang tidak lain dari sesuatu yang dianugerahkan-Nya kepada kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-457:4 Ya Tuhan, Tiap Jam
Ya Tuhan, tiap jam ajarkan maksud-Mu;
b’ri janji-Mu genap di dalam hidupku.
Setiap jam, ya Tuhan, Dikau kuperlukan;
‘ku datang, Jurus’lamat, berkatilah!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin

BERKAT YANG LUAR BIASA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-30:4 Jesus Lehon Hatorangan
Sai tangihon ale Tuhan Molo martangiang hami be tu Ho. Pasupasu marlobian LehononMu tu na ro manopot Ho. Sai dongani nama hami Asa hot di parpadanan. Mian hami sahat ro tu hasonangan.

PEMBACAAN FIRMAN
Yoh. 21:20-23 (Pagi) Hos. 11:8-11 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Selasa 17 April 2018
1 Samuel 1:27
Untuk mendapat anak inilah aku berdoa, dan TUHAN telah memberikan kepadaku, apa yang kuminta dari pada-Nya.

BERKAT YANG LUAR BIASA
George Muller, seorang rohaniwan dari Inggris pernah berdoa khusus untuk keselamatan Lima orang temannya. Pada tahun kelima, satu orang bertobat. Pada tahun kesepuluh dua orang lagi bertobat. Pada tahun keduapuluh lima seorang lagi bertobat. Jadi tinggal satu orang lagi yang belum bertobat. Coba tebak berapa lama lagi George Muller berdoa bagi yang terakhir ini? Dua puluh tujuh tahun! Itu berarti sampai akhir hayatnya George Muller berdoa. Hasilnya? Beberapa hari setelah George Muller wafat, orang yang kelima ini memutuskan untuk menerima Tuhan Yesus sebagai juruselamatnya. Lima puluh dua tahun bukan waktu yang singkat untuk bertahan dalam doa bukan? Mungkin hanya sedikit dari antara kita yang akan bertahan dalam penantian dan perjuangan selama itu. Tapi tidak demikian dengan George Muller.

Belajarlah dari Hana hari ini – Tak ada kata menyerah, meski semua yang lain sudah menyerah. Akhirnya doanya terkabul! Namun demikian dia tetap melanjutkan persekutuannya dengan Allah. Dia membayar nazarnya. Apa yang kita pelajari di sini? Hana ingat Tuhan bukan hanya di kala ada masalah, namun juga di kala terbebas dari masalah. Betapa kontrasnya, dengan kondisi sebagian besar dari antara kita. Ketika kita hidup susah, anak sakit dan keadaan susah lainnya kita begitu rajinnya mencari Tuhan. Namun apa yang terjadi sesudah Allah menenangkan badai-badai kehidupan itu. Hana bukan saja berani meminta seorang anak kepada Allah. Ketika Allah sudah memberikan kepadanya Samuel, dengan berani Hana mempersembahkannya untuk pekerjaan Allah. Allah menghormati pengorbanan Hana (1 Sam 2: 21), sehingga ia mengandung dan melahirkan tiga anak laki-laki dan dua anak perempuan lagi….” Inilah misteri dari berkat Allah dalam kehidupan orang-orang yang percaya. Ketika kita berani kehilangan banyak untuk Tuhan, kita akan menerima lebih banyak. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-345:4 Sertai kami Tuhan
Sertai kami Tuhan, berkat-Mu turunlah.
Kuasa-Mu Kau limpahkan, penuh karunia.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin

BERPEGANG PADA TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-25:1 HataMi Ale Tuhanku
HataMi, ale Tuhanku, arta na ummarga i,
sai paian di rohangku, unang so hutiop i.
Molo so be sitiopan hata na badia i,
aha nama haojahan ni haporseaon i ?

PEMBACAAN FIRMAN
Rom 16:1-7 (Pagi) Bil. 17:1-13 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Senin 16 April 2018
Mazmur 119:174-175
Aku rindu kepada keselamatan dari pada-Mu, ya TUHAN, dan Taurat-Mu menjadi kesukaanku. Biarlah jiwaku hidup, supaya memuji-muji Engkau, dan biarlah hukum-hukum-Mu menolong aku.

BERPEGANG PADA TUHAN
Permohonan yang menutup rangkaian panjang dari Mazmur 119 adalah pengakuan kerendahan hati dari pemazmur. Walaupun selama mempertahankan hidup, ketaatan dan kesetiaan kepada firman Tuhan jauh dari kehidupan mereka. Tetapi melalui kerendahan hatilah pemahaman akan Firman Tuhan bisa berjalan dengan baik. Dengan adanya pengakuan, Pemazmur hendak menyataan hidup haruslah berpegang pada Firman Tuhan, bukan pikiran sendiri.

Dua hal yang kita lakukan dengan meneladani Pemazmur yaitu Kita tidak boleh lengah akan rayuan dunia ini, tetapi haruslah kita perkuat diri kita dengan Firman Tuhan. Kemudian, Firman Tuhan harus kita jadikan semangat, sukacita untuk memuji dan memuliakan nama Tuhan. Sebab, Firman Tuhan harus mampu memperbaiki kehidupan kita. Pemazmur hendak mengingatkan kepada kita, agar hidup dalam Firman Tuhan, bukan meremehkan maupun merendahkan Firman Tuhan. Kita harus terbuka dan mau mengkoreksi diri kita sesuai dengan Firman Tuhan. Sebab, dengan keterbukaan, dan kesetiaan, serta ketaatan akan membawa kita kepada kehidupan yang lebih baik. Itulah sebabnya, Firman Tuhan akan memberikan keajaiban atas kehidupan kita. Berpeganglah pada Firman Tuhan. Amin

BERDOA

BERNYANYI KJ-407:4 Tuhan, Kau Gembala Kami
Kehendak-Mu kami cari, ingin turut maksud-Mu. Tuhan, isi hati kami dengan kasih-Mu penuh. Tuhan Yesus, Jurus’lamat, tak terhingga kasih-Mu. Tuhan Yesus, Jurus’lamat, tak terhingga kasih- Mu.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin