Arsip Kategori: Ibadah Harian

“KEBENARAN” YANG BENAR-BENAR “BENAR”


01. Nyanyian KJ 64:1

Bila Kulihat Bintang Gemerlapan Bila kulihat bintang gemerlapan dan bunyi guruh riuh kudengar, ya Tuhanku, tak putus aku heran melihat ciptaanMu yang besar. Maka jiwaku pun memujiMu: “Sungguh besar Kau, Allahku!” Maka jiwaku pun memujiMu: “Sungguh besar Kau, Allahku!”

02. Pembacaan Firman
Pagi : Kejadian 12:1-3.
Malam : Kisah Para Rasul 6:8-15.

03. Renungan : Kisah Para Rasul 20:28.
Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.”

Dalam masa gereja mula-mula, orang Kristen diancam ajaran sesat. Tatkala iman Kristen mengakui Yesuslah Tuhan dan Juruselamat satu-satunya, keselamatan adalah anugerah Allah (sola gracia) yang diperoleh hanya melalui iman (sola fide). Sementara, ajaran sesat mengajarkan keselamat adalah hasil perbuatan manusia, dan sebagian lagi mengatakan tidak ada hidup setelah hidup di dunia, maka bersenang-senanglah dan puaskan hidupmu di dunia ini. Ajaran yang melawan Alkitab itulah yang ditentang Rasul Paulus. Para penyesat mengatakan ajaran kami yang benar, sementara orang Kristen mengatakan ajaran kami yang benar. Semua mengaku benar. Lantas manakah kebenaran yang benar-benar benar?. Dalam hal inilah Paulus menguatkan iman orang Kristen agar pemimpin umat menjaga dirinya dan menjaga umat agar menggembalakan mereka dengan Firman Tuhan sebagai “kebenaran” yang benar-benar “benar”, sehingga mereka tidak tersesat oleh ajaran palsu. Setiap orang yang tidak berpusat dan mengandalkan Allah Tritunggal, sesungguhnya sudah tersesat. Siapa saja yang kompromi dengan free sex, teologia liberal, saksi Jahowa, Mormon, “gila” internet/gaget, gay dan lesbian serta trans-gender, parmalim, perdukunan, rasionalisme, sinkritisme, dan segala praktek yang melawan Alkitab adalah ajaran sesat dan kekejian bagi TUHAN. Marilah kita tetap tekun berdoa dan berpegang pada Firman Tuhan dan menghidupinya setiap hari, Firman Tuhan adalah pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku (Mzm 119:105). Selanjutnya kata Yesus : “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” ( Yoh 14:6). Itulah “kebenaran” yang benar-benar “ benar”. Marilah kita menghidupi Firman Tuhan karena itulah “kebenaran” yang benar-benar “benar” karena berasal dari TuhanYesus yang adalah kebenaran itu sendiri. Amin. (St. Partogian Sormin)

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 826:1.

Gohi au Tuhan marhite hataMi Gohi au Tuhan marhite hataMi.
Gohi au Tuhan marhite hataMi Songon hudon na rumar do au Tuhan di sumurMi. Gohi au Tuhan marhite hataMi.

06. Doa Bapa kami – Amin.

HIDUP TENANG BERSAMA TUHAN


01. Nyanyian KJ. No. 10:1. “Pujilah Tuhan Sang Raja”
Pujilah Tuhan Sang Raja yang Maha Mulia
Segenap hati dan jiwaku pujilah Dia! Datang berkaum,
B’rilah musikmu bergaung, angkatlah puji-pujian.

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Yehezkiel 34:1-16.
 Malam : Lukas 15:1-7.

03. Renungan: Mazmur 23:4.
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gadaMu dan tongkatMu, itulah yang menghibur aku.

Daud mengikuti pimpinan Tuhan, tetapi dia malah menemukan dirinya berada di tengah-tengah sesuatu yang buruk seperti lembah kekelaman. Terkadang, kita dapat menemukan diri kita berjalan di lembah kekelaman oleh karena kita mengikuti pimpinan Tuhan seperti Daud. Daud mengatakan bahwa sekalipun dia berjalan di dalam lebah kekelaman, dia tidak takut, selama dia berjalan masuk ke dalamnya oleh karena pimpinan Tuhan. Dia tau dia akan baik-baik saja, karena dia percaya bahwa tangan Tuhanlah yang akan menyertai dia di tengah-tengah lembah kekelaman itu. Dengan kata lain, Daud ingin mengatakan: “Lebih baik berjalan di dalam lembah kekelaman bersama dengan Tuhan, daripada berjalan di padang rumput yang subur tanpa Tuhan.” Inilah arti dari mengikut Tuhan. Mengikut Tuhan kemana saja Dia membawa kita, bahkan ke tempat-tempat sulit sekalipun.

FirmanNya mengatakan, “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan (Yer 29:11).” Muliakanlah Tuhan dengan ucapan syukur baik di tengah keadaan tenang maupun di tengah keadaan sulit seperti saat ini. Jangan sampai kita lebih memilih untuk keluar dari pimpinan Tuhan, tetapi setialah mengikut Tuhan! Dia adalah Tuhan yang baik, yang tidak pernah memimpin kita berjalan melalui lembah kekelaman untuk menghancurkan kita, melainkan untuk menguatkan kita. Amin.  (Pdt Rohara)

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 14:1. Puji hamu Jahowa tutu
Puji hamu Jahowa tutu, pardengganbasa, parasiroha salelengna i
Pardengganbasa I, parasiroha i.

06. Doa Bapa kami – Amin.

SETIA MELAYANI TUHAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 249:1. “Serikat Persaudaraan”
Serikat persaudaraan berdirilah teguh. Sempurnakan persatuan
didalam Tuhanmu. Bersama-sama majulah dikuatkan iman
Berdamai bersejahtera dengan pengasihan.

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Keluaran 2:15b – 22
 Malam : 1 Petrus 2:9-12.

03. Renungan: 1 Timotius 1:12.
Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku

Menjadi pelayan bukanlah pekerjaan yang paling digemari di dunia. Ada yang melakukannya karena terpaksa, karena hanya itulah yang dapat mereka lakukan. Ada yang melakukannya sebagai suatu profesi sehingga mereka menjadi ahli dalam melayani. Akan tetapi, pada umumnya orang dari kebudayaan mana pun, tidak suka melayani orang lain. Namun, orang-orang Kristen dipanggil untuk melayani. Banyak dari kita enggan terlibat dalam pelayanan pekerjaan Tuhan karena berbagai alasan. Sementara, waktu kita habiskan untuk bekerja. Banyak hal yang bisa kita kerjakan untuk Tuhan dari mulai hal yang kecil sampai dengan yang besar. Melayani Tuhan bukanlah sesuatu yang main-main. Betapa tidak! Taruhannya adalah nyawa kita. Tuhan menghendaki agar pelayanan kita kepada-Nya itu menduduki prioritas utama dalam hidup kita. Kita tidak dapat memandang kegiatan melayani Tuhan sebagai sesuatu yang hanya kita lakukan untuk mengisi waktu saja. Tuhan tidak mau mempunyai hamba-hamba yang memberi kepada Dia sisa-sisa dari apa yang dimilikinya. Mempersembahkan hidup kepada Tuhan juga berarti kita mematikan segala keinginan daging kita dan mau hidup dipimpin oleh Roh Kudus, supaya persembahan hidup kita ini berkenan kepada Tuhan dan dapat dipakai sebagai senjata kebenaran. “Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya,” (Gal. 6:8). Ingat! “Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus. Amin

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 227:3. Jesus ngolu ni tondingku
Jangkon au baen siseanMu, na girgir tu podaMi
Sai surdukkon ma tanganmu, asa tong hutiop i.

06. Doa Bapa kami – Amin

BERTUMBUH DALAM TUHAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 460:1. “Jika jiwaku berdoa”
Jika jiwaku berdoa kepadaMu Tuhanku
Ajar aku t’rima saja pemberian tanganMu
Dan mengaku s’perti Yesus di depan sengsaraNya
Jangan kehendakku Bapa, kehendakMu jadilah!

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Keluaran 24:1-11
 Malam : Yohanes 21:1-14.

03. Renungan: Kolose 2:7.
Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

Paulus menekankan pentingnya kesempurnaan dalam Kristus bagi jemaat di Kolose. Kita seharusnya mengalami pertumbuhan dalam Kristus. Ada empat kebenaran Firman mengenai hal ini: Pertama, menerima Kristus sebagai Tuhan. Banyak yang menghendaki Kristus sebagai Juruselamat, tapi bukan sebagai Tuhan. Seharusnya kita menjadikan Kristus sebagai Tuhan yang berarti ada sikap tunduk dan taat kepada segala firman-Nya. Juga menjadikan Dia prioritas dalam hidup kita. Hidup kekristenan terpusat kepada Kristus. Dalam arti kita harus meneladani kehidupan Kristus dan menjadi alat kemuliaan bagi Kristus. Paulus sendiri memberi contoh yang baik. Ia menjadikan Kristus pusat kehidupannya (Gal. 2:20). Kedua, tetap tinggal di dalam Dia. Kehidupan kekristenan berbicara tentang hubungan, yaitu hubungan kita dengan Allah dan dengan sesama. Firman-Nya mengajar kita untuk tetap di dalam Dia. Ini maksudnya memiliki keintiman dengan Dia dan berjalan bersama-Nya. Orang yang memiliki keintiman dengan Tuhan, ia sadar betul bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkannya sekalipun dalam masalah. Orang tersebut memiliki keyakinan bahwa Allah senantiasa berjalan bersama-Nya. Hasil dari tinggal di dalam Dia yaitu berakar, dibangun, teguh dalam iman, serta berlimpah dengan syukur. Ketiga, berakar dan dibangun di dalam Dia. Akar berbicara tentang kekuatan untuk berdiri. Sebuah pohon tidak dapat berdiri dengan kokoh bila tidak memiliki akar yang kuat. Akar pohon yang merambat ke sana ke mari menjadi sebuah ikatan kuat yang memampukan pohon berdiri kokoh dan stabil. Jadi kehidupan iman kita akan kokoh bila kita memiliki akar iman yang kuat. Keempat, kehidupan yang melimpah dengan syukur. Amin

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 194:2. Aut so asi rohaM
Mauliate ma Di Ho o Debata Ala basaM
Sibahen dalan i Marhite AnakMi Tu banuaM

06. Doa Bapa kami – Amin

KESAKSIAN HIDUP


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 367:1. “PadaMu Tuhan dan Allahku”
PadaMu Tuhan dan Allahku, ‘ku persembahkan hidupku
dariMu jiwa dan ragaku, hanya dalamMu ‘ku teduh
hatiku yang Engkau pulihkan, padaMu juga ‘ku berikan

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Amsal 8:32-9:6
 Malam : 1 Petrus 2:1-3.

03. Renungan: Yohanes 5:36.
Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku

Dalam nas ini, Yesus telah melakukan apa yang harus ia kerjakan dengan baik untuk kita! Dia mau bertindak, Dia mau mengorbankan diri, Dia mau menyelamatkan kita. Tuhan Yesus mulai menceritakan kesaksian “Seseorang yang lain”: segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Nya merupakan suatu aspek dari kesaksian Bapa yang Dia punyai. Ayat ini harus dimengerti dalam konteks pasal 5:19-30, yaitu pembahasan hubungan Tuhan Yesus dengan Allah Bapa. Tuhan Yesus tidak hanya sekadar mengadakan mujizat. Dia mengadakan tanda-tanda yang menyatakan hubungan-Nya dengan Allah Bapa. Tanda-tanda yang Dia lakukan bersaksi mengenai Dia dan sekaligus mengenai Allah Bapa, karena tanda-tanda itu diserahkan Bapa kepada-Nya. Sekarang yang menjadi perenungan kita adalah – Tuhan pun ‘menyuruh dan mengutus kita di dalam dunia ini untuk melakukan sesuatu’!! Bukankah sewaktu kita membaca Alkitab kita akan menemukan Kerinduan Allah Bapa kita supaya kita pun menjawab panggilannya itu? Apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepada kita dari Tuhan?? Kita harus bersaksi dan menjadi berkat bagi semua orang. Dalam Injil hari ini, Yesus juga memberikan kesaksian bahwa yang dikerjakan Yesus, itulah yang memberi kesaksian tentang-Nya, bahwa Bapa yang mengutus-Nya. Yesus mengajarkan kepada kita agar kita percaya kepada-Nya, mengikuti dan melaksanakan apa yang menjadi kehendak- Nya. Bertobatlah dari segala dosa kita, dan menjadi pembawa kabar baik bagi keluarga dan sesama kita. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 24:1 “Tuhan Debata
Tatap hami on Na pungu dison ai na naeng pujionnami
Denggan ni basaM di hami tatap hami on Na pungu dison

06. Doa Bapa kami – Amin

KASIH & PENGAMPUNAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 401:1. “Makin dekat Tuhan”
Makin dekat, Tuhan, kepadaMu; walaupun saliblah mengangkatku,
inilah laguku: dekat kepadaMu; makin dekat, Tuhan, kepadaMu

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Kejadian 18:1-14
 Malam : 1 Petrus 1:23-25

03. Renungan: Mika 7:18.
Siapakah Allah seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri; yang tidak bertahan dalam murka-Nya untuk seterusnya, melainkan berkenan kepada kasih setia?

Ketika peristiwa tragis atau menyakitkan terjadi, terbuka kesempatan untuk menunjukkan “kasih karunia” atau sebaliknya, “menuntut pembalasan”. Alkisah ; kata seseorang yang baru saja berduka. “Saya memilih menunjukkan kasih karunia.” Istri pendeta Erik Fitzgerald tewas dalam kecelakaan mobil akibat seorang petugas pemadam kebakaran yang kelelahan tertidur saat mengemudikan mobilnya pulang. Jaksa penuntut umum bertanya apakah Erik ingin menuntut masa hukuman maksimal bagi pengemudi yang lalai itu. Namun, sang pendeta memilih memberikan pengampunan, sesuatu yang sudah sering ia khotbahkan. Erik dan pelaku itu bahkan kemudian berteman baik. Erik telah menunjukkan kasih karunia, karena ia sendiri telah menerima kasih itu dari Allah yang telah mengampuni semua dosanya. Melalui tindakannya, ia menggemakan perkataan Nabi Mikha yang memuji Allah karena mengampuni dosa dan memaafkan pelanggaran kita (Mik.7:18). Hari itu, si petugas pemadam kebakaran menerima anugerah kebebasan, yang membawanya lebih dekat kepada Allah. Pengampunan adalah tindakan Allah, bukan manusia. Maka bagi kita, pengampunan adalah sebuah doa, tepatnya doa permohonan. Dalam doa Bapa Kami kita memohon Tuhan, ‘ampunilah kami seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami’.
Hendaknya kita menyadari hal ini: daya pengampunan tidak bersumber pada manusia, melainkan pada Allah. Setelah kita menerima kasih karunia-Nya, Dia memberi kita kekuatan untuk mengampuni orang yang melukai kita bahkan meneladani apa yang dilakukan Erik. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 165:1. O Jesus na pangolu au
Na basa do rohaM di au, o Jesus, Tuhanki,
Di ihuthon Ho au tu na dao, mambuat rohangki.

06. Doa Bapa kami – Amin.

NAZAR


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 419:1. “Yesus pimpinlah”
Yesus, pimpinlah kami s’lamanya:
hanya Dikau kami ikut di sepanjang jalan hidup.
Tuntun umatMu masuk rumahMu.

02. Pembacaa Firman
 Pagi : Yesaya 26:1-4
 Malam : Lukas 14:12-14

03. Renungan: Mazmur 116:16
Ya TUHAN, aku hamba-Mu! Aku hamba-Mu, anak dari hamba-Mu perempuan! Engkau telah membuka ikatan-ikatanku!

Ada dua tindakan Allah yang mendorong pemazmur bersyukur. 1). Karena Allah mendengarkan; juga diungkapkan dengan kata kerja menyendengkan telinga. 2). Allah membebaskan dia dari maut. Tetapi ia bebas karena menyerukan nama Allah. Atas dasar semua pengalaman itu ia pun bersyukur kepada Allah. Dalam nas ini, pemazmur mencoba menguraikan beberapa hal penting. Kematian adalah tidak terhindarkan. Semua makhluk hidup pasti mati. Tetapi apresiasi terhadap kematian itu berbeda-beda untuk setiap orang sesuai dengan olah kehidupannya di dunia ini. Orang yang dikasihi Tuhan, ketika mereka mati, itu bukan kematian sia-sia, sebab kematian mereka adalah sesuatu yang berharga di mata Tuhan. Sadar akan hal itu, pemazmur pun sampai kepada suatu kesadaran bahwa relasi dia dengan Allah adalah relasi yang sangat akrab laksana hubungan darah, antara ibu dan anak. Anak dan ibu merasa dekat satu sama lain (ay. 16). Dalam kesadaran akan relasi akrab-familial seperti itu, ia merasa sudah mengalami tindakan pembebasan yang dilakukan Allah dalam hidupnya. Itu sebabnya, ia bernazar: mau mempersembahkan korban syukur kepada Allah, dan menyerukan nama TUHAN. Ia juga tidak menyembunyikan nazarnya itu kepada Tuhan, melainkan ia akan melunaskan nazar-nya itu di depan seluruh umat. Ketika kita merasa dan mengaku diberkati Tuhan maka bersyukurlah selalu dan memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 197:1. Namarmahani hita
Na marmahani hita Parholong roha i
I ma Tuhanta Jesus Silehon tua i, Silehon tua i

06. Doa Bapa kami – Amin.