KASIH & PENGAMPUNAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 401:1. “Makin dekat Tuhan”
Makin dekat, Tuhan, kepadaMu; walaupun saliblah mengangkatku,
inilah laguku: dekat kepadaMu; makin dekat, Tuhan, kepadaMu

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Kejadian 18:1-14
 Malam : 1 Petrus 1:23-25

03. Renungan: Mika 7:18.
Siapakah Allah seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri; yang tidak bertahan dalam murka-Nya untuk seterusnya, melainkan berkenan kepada kasih setia?

Ketika peristiwa tragis atau menyakitkan terjadi, terbuka kesempatan untuk menunjukkan “kasih karunia” atau sebaliknya, “menuntut pembalasan”. Alkisah ; kata seseorang yang baru saja berduka. “Saya memilih menunjukkan kasih karunia.” Istri pendeta Erik Fitzgerald tewas dalam kecelakaan mobil akibat seorang petugas pemadam kebakaran yang kelelahan tertidur saat mengemudikan mobilnya pulang. Jaksa penuntut umum bertanya apakah Erik ingin menuntut masa hukuman maksimal bagi pengemudi yang lalai itu. Namun, sang pendeta memilih memberikan pengampunan, sesuatu yang sudah sering ia khotbahkan. Erik dan pelaku itu bahkan kemudian berteman baik. Erik telah menunjukkan kasih karunia, karena ia sendiri telah menerima kasih itu dari Allah yang telah mengampuni semua dosanya. Melalui tindakannya, ia menggemakan perkataan Nabi Mikha yang memuji Allah karena mengampuni dosa dan memaafkan pelanggaran kita (Mik.7:18). Hari itu, si petugas pemadam kebakaran menerima anugerah kebebasan, yang membawanya lebih dekat kepada Allah. Pengampunan adalah tindakan Allah, bukan manusia. Maka bagi kita, pengampunan adalah sebuah doa, tepatnya doa permohonan. Dalam doa Bapa Kami kita memohon Tuhan, ‘ampunilah kami seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami’.
Hendaknya kita menyadari hal ini: daya pengampunan tidak bersumber pada manusia, melainkan pada Allah. Setelah kita menerima kasih karunia-Nya, Dia memberi kita kekuatan untuk mengampuni orang yang melukai kita bahkan meneladani apa yang dilakukan Erik. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 165:1. O Jesus na pangolu au
Na basa do rohaM di au, o Jesus, Tuhanki,
Di ihuthon Ho au tu na dao, mambuat rohangki.

06. Doa Bapa kami – Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s