Arsip Kategori: Ibadah Harian

Keluarga Allah


BERNYANYI BE-207:1 Sai tiop ma tanganku
Sai tiop ma tanganku, sai togu au, Paima tos hosangku ramoti au. Ndang olo au mardalan sasada au; Sai Ho ma ale Tuhan, manogu au.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Yesaya 49:1-6
Malam: Matius 16:24-28

RENUNGAN
Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah.
Efesus 2:19

Keluarga Allah
Berbicara mengenai keluarga, setiap orang pasti langsung teringat dengan ayah, ibu, anak, dan kehangatan rumah tangga. Ya, tiga personel dan satu situasi tersebut merupakan faktor utama yang menjadi dasar terbentuknya sebuah keluarga. Tanpa dilengkapi salah satu personel atau pun kondisi tersebut, sebuah keluarga sulit untuk dapat berfungsi dengan baik. Keluarga Allah adalah kumpulan orang-orang yang telah lunas ditebus dengan darah yang mahal oleh Tuhan Yesus di kayu salib dan mempunyai tujuan yang sama di dalam Tuhan. Manusia hidup di dunia bersama Allah dan Allah yang berdiam di dalam orang percaya.

Gereja dalam hal ini adalah rumah kita, anggota keluarganya bukan orang asing, bukan pendatang, tetapi warga Allah. Kita harus memastikan bahwa hanya Kristus yang menjadi fokus dalam segala sesuatu hal. Gereja harus dibangun dengan dasar yang teguh, sehingga ketika berbagai tantangan datang silih berganti, maka tantangan tersebut bisa terjawab sehingga Gereja tetap bertahan dan bertumbuh semakin baik. Bagaikan sapu lidi, dia akan berfungsi jika kumpulan lidi terikat dengan baik, tetapi jika lidi tersebut tercerai berai maka akan sangat sulit untuk menggunakan lidi yang terpisah tersebut. Menjadi anggota keluarga Allah adalah berkat terbesar yang dilimpahkan atas orang percaya, yang seharusnya menimbulkan keharuan dan cinta yang mendalam. Kita tidak mampu melakukan apapun juga untuk melayakkan diri menerima kasih, kemurahan, dan kasih karunia-Nya; namun, kita dipanggil menjadi anak-anak Allah yang Hidup. Mari kita bersukacita dan menerima undangan-Nya dengan iman, terpujilah kristus.

BERDOA

BERNYANYI KJ-356:1 – Tinggallah dalam Yesus
Tinggallah dalam Yesus jadilah murid-Nya. B’lajarlah firman Tuhan, taat kepada-Nya. Tinggallah dalam Yesus, andalkan kuasa-Nya. Dia-lah pokok yang benar, kitalah ranting-Nya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Allah Yang Memulihkan


BERNYANYI BE-24:1 Tatap hami on
Tatap hami on na pungu di son; Ai na naeng pujionnami denggan ni basaM di hami. Tatap hami on na pungu di son.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Filipi 3:17-21
Malam: Yesaya 32:1-4

RENUNGAN
Aku telah membentuk dan memberi engkau, menjadi perjanjian bagi umat manusia, untuk membangunkan bumi kembali dan untuk membagi-bagikan tanah pusaka yang sudah sunyi sepi. Yesaya 49:8b

Allah Yang Memulihkan
Nas ini merupakan nubuatan nabi Yesaya pada masa pembuangan Israel di Babel. Mari kita bayangkan ketika bangsa Israel yang adalah umat Allah dibuang ke Babel – bangsa yang tidak beribadah kepada Allah. Mereka tercabut dari akarnya, umat Allah menjadi hamba kepada raja Babel selama tujuh puluh tahun. Sementara mereka yang masih tinggal di Israel, menderita dan putus harapan karena terpisah dari keluarga. Mereka menjadi bangsa jajahan dan merasa bahwa Allah sudah tidak mengasihi mereka lagi. Dalam situasi yang sedemikianlah nas kita hari ini. Sebaiknya kita renungkan seluruh Yesaya 49:8, beginilah firman Tuhan: “Pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan,

Aku akan menolong engkau; Aku telah membentuk dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia untuk membangunkan bumi kembali dan untuk membagi-bagikan tanah pusaka yang sudah sunyi sepi. Ketika Allah menghukum bangsa Israel (manusia), Allah ingin supaya mereka (manusia) menyadari dan mengakui pelanggarannya di hadapan Allah dan kembali kepada-Nya. Sesungguhnya, meskipun manusia selalu memberontak kepada Allah, namun kasih Allah tetap untuk selama-lamanya. Allah mengutus nabi Jesaya sebagai alat untuk memulihkan bangsa Israel. Sebagaimana Allah memulihkan umatNya pada jaman dahulu demikianlah kita akan dipulihkan. Kita juga diutus untuk menyampaikan kabar baik bagi semua orang untuk menguatkan yang lemah dan memberi pengharapan bagi yang putus asa dan menjadi berkat bagi sesama manusia. Amin

BERDOA

BERNYANYI KJ-345:1 “Sertai kami Tuhan”
Sertai kami Tuhan, dengan anug’rah-Mu
Berilah pertolongan melawan si set’ru.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Tuhan Bersama Kita


BERNYANYI BE 470:1 Jesus Ho nampuna au
Jesus Ho nampuna au
Dohot na adong di au.
Gogo dohot hosangki
Sahat ma tu tanganMi

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Hakim-hakim 13:19-25
Malam: Yosua 10:16-27

RENUNGAN
Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau. Yesaya 41:10a

Tuhan Bersama Kita
Menurut para ahli sedikitnya ada tujuh ribu perasaan takut. Rasa takut muncul karena terpisah dari Tuhan. Tapi ada orang yang merasa dekat dengan Yesus tapi masih takut, seperti para murid-murid Yesus, pada saat badai mengoncang perahu mereka. Petrus takut padahal Petrus bisa berjalan di atas air. Meskipun murid-murid bersama-sama dengan Yesus mereka masih takut. Musa juga takut menghadapi Firaun, namun dapat mengalahkan raja Firaun.

Ada beberapa tips mengatasi rasa takut di antaranya; Jangan panik menghadapi realita kehidupan ini, karena orang yang panik tidak percaya bahwa dalam dirinya ada kekuatan yang dapat memenangkan masalahnya. Allah setia dan berjanji akan selalu beserta perjalanan umat Isreal, kemudian Yesus juga berjanji bagi kita bahwa Ia sendiri akan menyertai dan menolong kita setiap saat sampai akhir jaman. Kita tidak perlu bimbang atau ragu dalam hidup ini, karena orang yang bimbang atau ragu tidak akan mendapatkan apa-apa, hidupnya akan rapuh. Tuhan pasti menolong, meneguhkan kita dalam situasi apapun baik dalam keadaan kacau maupun aman, susah ataupun senang, gagal ataupun berhasil, Tuhan pasti menolong kita pada waktunya. Rasul Paulus juga meneguhkan kita dalam 1 Korintus 15:57. Karena itu marilah kita berdiri teguh, jangan goyah, jangan takut dan bimbang, karena itu percayalah kepada Tuhan maka Allah akan memberikan kemenangan kepada kita. Kita harus percaya bahwa kita tidak sendiri karena Allah beserta kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ- 26:1 Mampirlah dengar Doaku
Mampirlah dengar doaku Yesus penebus
Orang lain Kau hampiri jangan jalan t’rus
Yesus Tuhan, dengar doaku
Orang lain Kau hampiri jangan jalan t’rus.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Setia Menantikan Tuhan


BERNYANYI BE-252:1 Paian ma di hami
O Jesus sai dongani ma hami sasude. Pasada rohanami asa bulus sude

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Keluaran 23:20-33
Malam: Yosua 10:6-15

RENUNGAN
Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!. Yesaya 30:18c

Setia Menantikan Tuhan
Kedatangan Yesus yang kedua kali, sebenarnya bukan hal yang baru lagi. Alkitab sangat jelas mengatakan bahwa Yesus pasti datang kembali. Dalam 2 Petrus 3:9-10 dikatakan: “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian , tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. Hari kedatangan Tuhan akan tiba seperti pencuri”. Kapan, di mana dan bagaimana tidak ada seorangpun yang tahu,tetapi waktu Tuhan pasti tiba. Kedatangan Yesus pertama kali adalah suatu anugerah, tapi kedatangan-Nya yang kedua kali adalah untuk menghakimi. Karena itu, bagaimana seharusnya sikap kita dalam menantikan kedatangan-Nya?

Pada Yesaya 30:18 dan seterusnya adalah gambaran tentang apa yang akan dihadapi oleh bangsa Israel di Sion yang diam di Yerusalem. Di satu sisi walaupun bangsa Israel akan menghadapi murka Tuhan yang menyala-nyala, tetapi di sisi lain Tuhan tetap menyatakan kasih-Nya. Janji keselamatan Tuhan kepada bangsa Israel tidak akan berubah, bila mereka berbalik kepada Tuhan. Tapi jika mereka tetap mengeraskan hati dan tidak mau bertobat, maka bila waktu-Nya tiba, mereka akan binasa. Milikilah sikap yang taat kepada Tuhan. Israel sudah banyak melihat dan mengalami keajaiban, tetapi mereka tetap tidak percaya dan taat kepada-Nya. Bagaimana dengan kita, apakah kita memiliki sikap yang setia dan taat kepada Tuhan di dalam segala keadaan? Apakah kita senantiasa bersandar kepada-Nya? Hidup ini memang tidak terlepas dari berbagai persoalan dan kesulitan, tapi mari kita belajar setia, percaya dan taat kepada-Nya. Sebab Tuhan adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!

BERDOA

BERNYANYI KJ-29:4 Di muka Tuhan Yesus
Di muka Tuhan Yesus, kudapat kasih sayang-Nya. Hatiku pasrah berserah, Di muka Tuhan Yesus.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Sukacita Dalam Tuhan


BERNYANYI BE 115:1. “Tuhan Debata”
Tuhan Debata sai ramoti ma Daging dohot tondinami, ido pangidoannami Sai pahipas be, hami on sude

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Daniel 2:1-19
Malam: Matius 2:1-12

RENUNGAN
Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram. Mazmur 16:9

Sukacita Dalam Tuhan
Ada banyak alasan seseorang untuk bersukacita dalam hidupnya, misalnya di saat mendapatkan keberuntungan, saat mendapat promosi jabatan, saat memperoleh pekerjaan, saat menikah dengan orang yang dicintai, saat memiliki uang banyak, saat lulus ujian, saat memperoleh kejuaraan, saat panen dengan hasil melimpah, saat gajian, saat liburan dan lain-lain. Bersukacita hanya pada saat memperoleh kebahagiaan, merupakan hal yang biasa kita lakukan dan sukacita yang demikian sifatnya sesaat, kesenangan sesaat yang tidak bertahan lama dan pada akhirnya hanya mampu memuaskan secara sementara. Namun bersukacita dalam segala situasi, hal yang sangat sulit dilakukan, karena bagaimana kita dapat bersukacita jika kita sedang dalam menghadapi pergumulan dan masalah-masalah?

Mazmur hari ini mengajarkan dan menggambarkan dengan jelas bahwa Daud mampu bersukacita dalam situasi apapun, dalam masa kelam maupun dalam masa senang. Di saat dia mengalami pergumulan yang berat karena pengkhianatan dari teman dan orang-orang terdekatnya, saat pedih dengan ancaman dari musuh-musuhnya, Daud tidak memilih untuk mengeluh dan berputus asa. Daud memiliki cara sendiri untuk tetap bersyukur kepada Tuhan karena Daud yakin bahwa Tuhanlah sebagai penyelamat dan penjaganya yang selalu bersamanya di tengah-tengah pasang surut kehidupan yang ia jalani. Itulah sukacita yang sejati yang melimpah yang dialami Daud yang tidak tergantung pada situasi dan kondisi. Bagaimana dengan kita? Bagaimanapun keadaan kita hari ini sekalipun kita harus berhadapan dengan pergumulan yang berat, tetaplah bersukacita di dalam Tuhan karena Dia selalu bersama sama kita dan menjaga kita serta memberikan kebahagiaan sempurna bagi kita. Kasih setia Tuhan tidak habis habisnya dan rahmat-Nya selalu baru untuk kita. Serahkanlah kehidupanmu hanya kepada Dia, karena Ia yang memelihara kita.

BERDOA

BERNYANYI KJ-40:2 – Ajaib benar Anugerah
Ketika insaf ‘ku cemas. Sekarang ‘ku lega
Syukur bebanku t’lah lepas, berkat anugerah.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Yesus Sumber Kehidupan


BERNYANYI BE-826:2 Gohi au Tuhan
Gohi au Tuhan marhite HataMi
Gohi au Tuhan marhite HataMi
Na mauas do tondingku O Tuhan di HataMi. Gohi au Tuhan marhite HataMi.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Efesus 3:1-12
Malam: Yesaya 60:1-6

RENUNGAN
Karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Kolose 1:16

Yesus Sumber Kehidupan
Manusia hidup di dalam realitas yang kelihatan dan tidak kelihatan, yang natural dan supernatural. Dalam suatu perjalanan di atas sebuah perahu untuk melihat ikan paus di lepas pantai. Seekor paus biasanya beristirahat sebentar di permukaan laut, mengambil napas dalam-dalam untuk beberapa kali, lalu mengeluarkan hembusan napas yang menciptakan semburan yang menakjubkan, kemudian menyelam kembali ke dalam lautan untuk memangsa cumi-cumi. Meski memiliki habitatnya sendiri yang penuh dengan tumbuhan dalam air dan makhluk laut, paus harus muncul ke permukaan laut untuk menghirup oksigen dari waktu ke waktu atau ia akan mati. Meskipun paus tidak tahu banyak tentang dunia di atas laut, ia perlu terus berhubungan dengan dunia itu agar dapat bertahan hidup.

Allah yang menciptakan dunia yang kelihatan ini selalu aktif menopang ciptaan-Nya dan membuka jalan bagi kita untuk menghampiri Dia yang tidak kelihatan. Paulus menulis, “Kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya” (Kol. 1:21-22). Firman Allah mengatakan kepada kita bahwa segala sesuatu diciptakan melalui Kristus dan untuk Kristus. Dan jika segala sesuatu diciptakan bagi-Nya, maka itu berarti bahwa Yesus berada di tengah-tengah itu semua! Sebagai orang percaya, penting bagi kita kemudian untuk membuat Yesus Pusat dalam setiap bidang kehidupan kita. Hidup menjadi penuh dengan rasa tujuan yg dalam dan hidup menjadi mudah karena mengalir bersama Kristus. Berdoalah bahwa Yesus menjadi pusat dalam kehidupan keluarga kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI – KJ-467:1 Tuhanku bila hati Kawanku
Tuhanku bila hati kawanku, terluka oleh tingkah ujarku,
dan kehendakku jadi panduku, ampunilah.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Doa Memohon Belas Kasihan


BERNYANYI BE. 369:1. O’ Jesus Panondang
Na marhahaanggi, hita sasude. Ndang mardia imbar manang ise pe. Asing be hatanta, nang luat ta pe. Sada do Amanta i taingot be.

PEMBACAAN FIRMAN
Pagi: Yeremia 31:7-14
Malam: Yohanes 1:10-18

RENUNGAN
Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita semasa hari-hari kami. Mazmur 90:14

Doa Memohon Belas Kasihan
Merill Douglas mengatakan perihal hidup: “Anda tidak bisa membelinya, menyewakannya, menyimpannya, membuatnya atau menabungnya. Anda hanya bisa menghabiskannya.” Pemazmur menyaksikan bahwa hidup manusia di dunia ini terasa singkat dan pendek, dibandingkan dengan sesudah kematian yang sifatnya kekal. Dalam doanya, Pemazmur memohon belas kasihan Allah supaya diberi pemahaman yang memadai tentang singkatnya hidup ini, supaya kita mempersembahkan hati yang bijaksana kepada Tuhan dalam memanfaatkan setiap hari yang diberikannya kepada kita.

Pemazmur menyadari bahwa keselamatan hanya ada pada Allah. Tuhanlah yang membuat keputusan dan keputusannya mutlak. Maka, Pemazmur memohon supaya murka Tuhan disingkirkan dari mereka dan kiranya Tuhan mau berbalik dengan bermurah hati dan berbelas kasih, sehingga mereka beroleh keselamatan yang menjadi suka cita dan penghiburan. Kita memang tidak layak untuk menerima pertolongan ilahi, tetapi kita tidak mampu melaksanakan apapun tanpa pertolongan-Nya.

Waktu adalah anugerah Tuhan kepada manusia. Kita hendaknya menerima dan mensyukuri setiap detik yang diberikan-Nya, sebagai suatu mujizat, yang tidak dapat diulangi. Ketika waktu kita di dunia ini sudah habis Tuhan akan menilai hidup kita. Pergunakanlah waktu yang diberikan Tuhan dengan sebaik-baiknya untuk memperoleh hidup yang kekal, janganlah kita menggunakan hidup yang singkat ini hanya untuk memperoleh kesenangan duniawi. Mohonlah belas kasihan Tuhan supaya diberi hati yang bijaksana sehingga setiap detik yang diberikan dapat kita nikmati sebagai anugerah dan tanda kesetiaan kepada kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-419:1 “Yesus Pimpinlah”
Yesus pimpinlah kami s’lamanya
Hanya di Kau kami ikut, di sepanjang jalan hidup
Tuntun umatMu, masuk rumah-Mu.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin