Arsip Kategori: Ibadah Harian

IMAN TANPA PERBUATAN


Saat Teduh……………

02. Nyanyian KJ. No. 26:1. “Mampirlah dengar doaku”
Mampirlah dengar doaku Yesus Penebus
Orang lain Kau hampiri jangan jalan t’rus
Yesus Tuhan, dengar doaku. Orang lain Kau hampiri
jangan jalan t’rus.

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Mazmur 119:1-8.
 Malam : 1 Yohanes 2:7-17.

03. Renungan: Yakobus 2:17.
Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

Seorang pengendara mobil menuju pasar swalayan dia melihat seorang wanita sedang berjalan ditepi jalan. Pengendara tersebut merasa bahwa dia perlu memutar balik mobilnya dan menawarkan tumpangan kepada wanita tersebut. Setelah melakukannya, hatinya tersentuh pada saat mendengarkan bahwa si wanita itu tidak punya cukup uang untuk naik bus sehingga harus pulang berjalan kaki beberapa kilometer di bawah terik panas matahari. Dengan menawarkan tumpangan, pengendara tersebut telah melaksanakan perintah Yakobus kepada orang Kristen agar mereka mewujudkan iman mereka dalam perbuatan. Sebab banyak orang Kristen fasih dalam berkata-kata tentang kasih tetapi lalai dalam berbuat.

Dalam Yakobus 2:14 dikatakan “Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?” Seorang dikatakan memiliki iman bila dia percaya walaupun belum melihat bukti. Selain itu, seorang beriman taat melakukan kehendak Tuhan, apa pun risikonya. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE No. 30:1. Jesus Lehon Hatorangan
Jesus lehon hatorangan, hapistaran mangantusi hataMi
Lehon mata na marnida dohot roha na umboto dalanMi
Asa tongtong maradophon bohiMi mardalan hami,
Asa digomgomi tondiMi ma hami.

06. Doa Bapa kami – Amin.

TAAT


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 19:1. “Tuhanku Yesus”
Tuhanku Yesus, Raja alam raya, Allah dan manusia
Kau kukasihi, Kau junjunganku, Bahagia aku yang baka

02. Pembacaan Firman
Pagi : Kejadian 26:1-5.
Malam : Yakobus 1:12-16

03. Renungan: Titus 2:9.
Hamba-hamba hendaklah taat kepada tuannya dalam segala hal dan berkenan kepada mereka, jangan membantah.

Untuk meraih keberhasilan dan membuat perubahan hidup dibutuhkan kegigihan dan pantang menyerah. Kita sadar bahwa tidak selamanya kita berjalan dalam situasi buruk dalam kehidupan kita. Rasul Paulus menasehati hamba yang bekerja untuk tuannya agar terus melakukan tugas pelayanannya dalam kesadaran yang dalam bahwa seolah-olah ketika bekerja dengan taat kepada tuannya, ia sama dengan taat kepada Kristus. Ketaatan dilakukan dengan tulus hati dan bukan hanya menyenangkan hati orang lain saja. Kita tidak melaksanakan tugas kita seperti orang munafik yang hanya bekerja dengan baik saat sedang diawasi. Mesti diperhatikan bahwa Allah sedang mengawasi. William Barcklay mengatakan : setiap karya orang Kristen, betapapun kecilnya harus dapat dipertanggungjawabkan kepada Allah.

Apakah kita tulus melaksanakan tugas tanggungjawab kita dengan baik? banyak orang yang bekerja sebagai pekerja upahan saja. Sebagai orang Kristen harus mengakui bahwa setiap tugas yang dipertanggungjawabkan kepada kita adalah berasal dari Allah. Oleh karena itu , ketika kita melakukan tugas itu sama seperti kita melakukannya untuk Allah. Seperti yang melakukannya pekerjaannya dengan baik akan mendapatkan belasannya dari Tuhan, Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE No.464:1. Huboan ma diringku
Huboan ma diringku Tuhan hibul tu Ho. Ai au do tinobusMu
umbaen tarbaen au ro. Pagalak ma rohangku, dison managam au,
TondiMi ma suru, na boi manggomgom au.

06. Doa Bapa kami – Amin.

MENGIKUT YESUS


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 406:1. “Ya Tuhan Bimbing aku”
Ya Tuhan bimbing aku di jalanku, sehingga ku selalu bersamaMu
Engganlah ku melangkah setapak pun, ‘
pabila Kau taka da di sampingku

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Amsal 6:6-23
 Malam : Yohanes 8:12-30.

03. Renungan: Lukas 14:28.
Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uanganya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?

Pengajaran Yesus tentang perumpamaan seseorang yang akan mendirikan menara dengan terlebih dahulu harus mengadakan perencanaan dan perhitungan supaya menara tersebut bisa diselesaikan pembangunannya dengan baik dan dapat digunakan, adalah perumpamaan yang mengarah kepada hal mengikut Yesus. Perencanaan dan perhitungan ini bukan saja diperlukan ketika menjalani kehidupan di dunia, tapi juga ketika kita mengikut Yesus Kristus. Ketika kita memutuskan untuk mengikuti Yesus, kita juga harus memikirkan dan mempertimbangkan apa yang harus kita korbankan, karena mungkin bisa saja kita akan kehilangan popularitas (Yoh 15:19) bahkan kenyamanan fisik (Luk 9:58), mungkin kita harus siap untuk ditolak, dibenci, dikatakan tidak ‘gaul’ ataupun kita siap untuk di ejek atau di lecehkan bahkan siap untuk di rendahkan ketika kita “ tidak ikut” melakukan perbuatan yang melanggar firman Tuhan. Bisa juga kita siap menjadi “pejabat miskin” karena tidak mau korupsi, atau kita siap meninggalkan atau ditinggal kekasih atau “pacar” karena harus mengikut Yesus. Mengikut Yesus bukanlah hal sepele, bukan didasarkan atas emosi yang pura-pura atau semangat yang dangkal bukan juga sebatas agama di KTP (kartu identitas). Menjadi seorang Kristen pengikut Kristus harus benar-benar mempersiapkan dan menyerahkan diri, memutuskan dengan matang dan mempertimbangkan segala sesuatu dengan sepenuh hati karena Yesus tidak membutuhkan pengikut-pengikut yang setengah hati. Tetaplah setia mengikut Yesus tanpa ragu-ragu, Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 115:1. Tuhan Debata
Tuhan Debata sai ramoti ma, daging dohot tondinami
ido pangidoannami. Sai pahipas be, hami on sude.

06. Doa Bapa kami – Amin.

JADILAH GARAM YANG BAIK


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 235:1. “Ku dengar berkatMu turun”
Ku dengar berkatMu turun bagai hujan yang lebat
Menghidupkan padang gurun dan menghibur yang penat
Aku pun, aku pun, ya, berkati aku pun!

02. Pembacaan Firman
 Pagi : 2 Raja-raja 23:3-20.
 Malam : Roma 11:2-10

03. Renungan: Markus 9:50a.
Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya?

Garam merupakan kebutuhan pokok dalah kehidupan manusia, diantara mineral yang ada dalam tubuh kita garam dalam bentuk senyawa NaCl, dimana kada Na dalam tubuh sekitar 135 -145 Meq/l. sehingga dalam kehidupan kita garam sangat penting. Dalam makanan garam memberikan cita rasa, tanpa garam makanan yang kita makan terasa hambar. Diperjanjian lama Yehezkiel 43: 24 saat memberikan persembahan kepada Tuhan garam juga sangat dibutuhkan. Mengingat pentingnya garam sehingga Tuhan Jesus membuat perumpamaan garam dalam kehidupan sehari-hari.. Matius 5:13 “ Kamu adalah garam dunia…, artinya kita dibutuhkan oleh dunia dan bisa memberi rasa/kwalitas yang baik dalam dunia, tentu bisa memberi pengaruh yang baik terhadap sesama.

Tentu garam akan berfungsi baik apabila garam itu masih baik, sebaliknya bila garam tidak baik tentu akan hambar dan tidak berguna selain dibuang dan dinjak-injak orang. Oleh sebab itu garam harus kita jaga, jangan sampai rusak. Dengan apa kita melakukannya supaya garam itu tetap berfungsi dengan baik?

Kita haru menjaga kwalitasnya. Kita harus tetap menjaga diri kita sebagai garam supaya tetap bisa berguna bagi orang, tentu kita harus bisa membantu orang terutama bagi yang membutuhkannya. Kita harus tetap memiliki persediaan garam. Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain. Setaip orang percaya haruslah jadi garam dunia. Setaip hidupnya akan memberi cita rasa, yang bisa mencegah segala yang tidak baik ditengah kehidupan dunia yang semakin kotor oleh hawa nafsu dunia. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 176:1. Na mungkap do surgo
Na mungkap do surgo dibahen aha do?
Dibaen na ro Jesus mengungkap di Ho (2x)

06. Doa Bapa kami – Amin.

PERGUNAKANLAH TALENTA YANG BAIK


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 17:1. “Tuhan Allah hadir”
Tuhan Allah hadir pada saat ini hai sembah sujud di sini
Diam dengan hormat tubuh serta jiwa, tunduklah menghadap Dia
Marilah umatNya hatimu serahkan dalam kerendahan.

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Mazmur 119:105-112.
 Malam : 2 Korintus 4:1-12.

03. Renungan: Markus 4:25.
Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.

Tuhan Jesus merupakan guru Agung karena Dia mengajar tidak dibatasi waktu dan tempat serta memberikan pengajaran pada muridNya dan pengikutNya sering dengan mempergunakan perumpamaan. Kalau kita lihat nats diatas memang sangat sulit untuk dipahami karena orang yang tidak punya malah diambil, tapi maksud dari perumpaan ini yaitu berkaitan dengan talenta dan kemampuan untuk mengerti tentang ajaran Tuhan Jesus.

Kita harus mampu menempatkan posisi yang benar tentang talenta yang kita miliki sama seperti pelita dalam ayat 21, dengan menempatkan posisi yang benar mampu menyinari sekitarnya, demikian juga terhadap talenta yang kita miliki harus disalurkan sehingga talenta yang kita miliki akan semakin bertumbah dan berkembang, sementara jika talenta yang kita miliki tidak disalurkan maka telenta kita akan semakin kerdil dan diambil oleh Pemberi talenta (baca Matius 25:14-29).

Hidup kita harus menjadi berkat buat orang lain melalui apa yang kita miliki. Dalam Kisah Para Rasul 20:35b….lebih berbahagia memberi daripada menerima. Allah pasti senang kalau kita memberi dengan sukarela. Pecayalah apabila kita sudah hidup di dalam Tuhan dan melakukan apa yang seharusnya kita lakukan, maka Ia akan memberikan berkatNya kepada kita. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 122:1. Ida hinadenggan ni
Ida hinadenggan ni, angka na saroha i
Parpambaenan na burju, nang hatana pe tutu

06. Doa Bapa kami – Amin.

TAKUT MELAKUKAN DOSA


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 388:1. “S’lamat di tangan Yesus”
S’lamat di tangan Yesus, aman pelukanNya.
Dalam teduh kasihNya, aku bahagia.
Lagu merdu malaikat olehku terdengar
Dari neg’ri mulia, damai sejahtera, S’lamat di tangan Yesus,
aman pelukanNya. Dalam teduh kasihNya, aku bahagia.

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Yesaya 29:13-16.
 Malam : Markus 7:1-8.

03. Renungan: Mazmur 112:1.
Berbahagilah orang yang takut TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya.

Takut akan Tuhan semestinya dipahami dengan baik dan tepat, yaitu karena kita merasa dekat dengan Tuhan atau kerena kita merasa Tuhan baik dan mengasihi, jadi bukan karena Tuhan akan menghukum orang yang jahat. Memang Tuhan akan marah kepada orang bebal, namun takut Kita bukan karena hal itu. Jadi takut kita berarti karena kesetiaan kita kepadaNya. Tentu hal Ini hanya dapat dilakukan oleh orang yang benar-benar mengenal Allah dengan baik dan benar.

Ketahuilah bahwa orang yang takut akan Tuhan akan mendapatkan berkat, yaitu akan menikmati hasil jerih payahnya bekerja. Berarti ada orang yang tidak dapat menikmati hasil jerih payahnya. Jika itu terjadi berarti ada hubungan yang kurang baik dengan Tuhan.

Kita diajak untuk menciptakan hubungan yang baik dengan Tuhan dengan cara takut akan Dia. Mari ciptakanlah hubungan baikmu kepada Tuhan, maka kebahagiaan dan kebaikanmu akan engkau dapatkan.

Dengan mengasihi Tuhan dan sesama serta melakukan perintah-perintah Tuhan, kita memanifestasikan sikap takut akan Tuhan. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 118:1-2. Paian ma di hami
Paian ma di hami, o Jesus, asiMi, asa tung unang hami diansi musu i.
Paian Tuhannami, HataM di hami be, Asa martua hami, nuaeng nang sogot pe.

06. Doa Bapa kami – Amin.

TAMAN EDEN YANG BARU


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 293:1. “Puji Yesus”
Puji Yesus! Pujilah Juru Selamat! Langit, bumi, maklumkan kasihNya
Haleluya, nyanyilah para malaikat. Kuasa hormat b’rilah kepadaNya
Selamanya Yesus Gembala kita, siang-malam kita didukungNya
Puji Dia b’ritakanlah keagunganNya! Puji Dia, mari bernyanyilah!

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Yesaya 29:1-12.
 Malam : Yakobus 3:13-18.

03. Renungan: Wahyu 7:16.
Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi.

Penderitaan bukan kata yang menyenangkan untuk dibayangkan. Bahkan sebagian dari doa-doa kita berisi permohonan mengenai kesehatan, berkat, perlindungan, dan penyertaan Tuhan, yang bila direnungkan lebih dalam, tujuannya adalah agar diluputkan dari penderitaan. Namun kenyataannya… kesedihan, kegagalan, kehilangan, dan berbagai hal yang dikonotasikan sebagai penderitaan akan selalu menjadi bagian dari kehidupan. Bukan karena Tuhan tidak sayang, tetapi karena Tuhan memiliki tujuan mulia demi kepentingan kita.

Penderitaan merupakan salah satu cara Tuhan untuk mengajar, mendidik, mendewasakan, dan memurnikan umat-Nya. Lebih dari itu… sebagai orang yang telah dibenarkan oleh darah Yesus, setiap penderitaan yang harus kita tanggung karena kebenaran, atau penderitaan yang kita lalui di dalam ketaatan pada firman dan kehendak Tuhan, merupakan proses untuk menghasilkan kualitas rohani yang tahan uji dan menjadikan kita semakin kuat berpegang pada Tuhan sebagai satu-satunya pengharapan.

Bukan hanya untuk hidup yang sekarang tetapi sampai pada hidup kekal. “Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi KJ. No. 464:1. Huboan ma diringku
Huboan ma diringku Tuhan hibul tu Ho. Ai au do tinobusMu umbaen tarbaen au ro.
Pagalak ma rohangku, di son managam, au TondiMi ma suru, na boi manggomgom au.

06. Doa Bapa kami – Amin.