Arsip Kategori: Ibadah Harian

JADILAH KEHENDAKMU


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-189:1 O Jesus na Pangolu au
O Jesus na Pangolu au, Anak ni Debata
Asi rohaM sai togu au, sahat tu Debata

PEMBACAAN FIRMAN
Rom 9:14-18 (Pagi)
Kel. 33:19-23 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Senin 15 Januari 2018
Matius 6:10
Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

JADILAH KEHENDAKMU

Ayat Ini adalah bagian dari doa yang diajarkan Yesus kepada murid-murid-Nya. Kita memahami bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah kehendak Tuhan. Ada perbedaan kehendak Tuhan dengan demokrasi. Demokrasi adalah sebuah ideologi dan ideologi memiliki kekuatan yang sangat sulit untuk dimusnahkan. Pencetus demokrasi telah tiada tetapi ideologinya tidak pernah bisa mati. Tetapi pola demokrasi dengan kerajaan sangat berbeda.

Kitab suci kita adalah kitab konstitusi di mana di dalamnya ada titah-titah dan ketetapan-ketetapan-Nya yang harus ditaati. Firman Tuhan berkata, “Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi. Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel. (Kel. 19:5-6). Yesus adalah Raja di atas segala raja, Dia di atas semua penguasa dunia ini, Allah kita memiliki kuasa dan otoritas di atas pemerintahan yang ada di dunia ini. Oleh sebab itu, seharusnya kita harus taat dan setia kepada Dia dan kalau itu yang terjadi dalam kehidupan kita maka semua apa yang dijanjikan oleh Dia akan terjadi di muka bumi ini. Pertanyaannya: siapkah kita bila seandainya cara Tuhan dan keinginan Tuhan itu membuat daging kita sakit? Memang, cara-Nya mungkin membuat daging kita sakit, tapi kita tidak perlu kuatir dengan “rasa sakit” yang akan kita alami, karena saat kehendak Tuhan mulai diterapkan kepada kita, saat itu pula Tuhan memberi kekuatan pada kita agar dapat menanggungnya, sehingga kita akan menghadapinya bersama Tuhan, kita akan dihiburkan. Tuhan Yesus juga berdoa demikian di Getsemani (Mat. 26:42), Dia menyerah kepada kehendak Bapa. Dan doa itu dijawab dengan kekuatan untuk menanggung penderitaanNya (Luk. 22:43). Jadilah kehendak Tuhan, bukan kehendak kita. Jika kehendak Tuhan yang terjadi maka Kerajaan Allah akan hadir dalam kehidupan kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI – KJ-467:1 – Tuhanku bila hati Kawanku
Tuhanku bila hati kawanku, terluka oleh tingkah ujarku, dan kehendakku jadi panduku, ampunilah.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

HIDUP KUDUS


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-369:1 – O Jesus Panondang
Na marhahaanggi, hita sasude. Ndang mardia imbar manang ise pe. Asing be hatanta, nang luat ta pe. Sada do Amanta i taingot be.

PEMBACAAN FIRMAN
Mat. 18:18-20 (Pagi) Mzm 103:1-5 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, 13 Januari 2018
Yesaya 6:3
Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: “Kudus, kudus, kuduslah Tuhan semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!”

HIDUP KUDUS
Seruan para serafim tentang kekudusan Allah sebanyak tiga kali, secara berturut-turut menyatakan bahwa kekudusan Allah yang tiada bandingnya (band. Maz 8:2; 121:2). Para penafsir lain berpendapat bahwa itu menyatakan ke-Tritunggalan Allah. Kekudusan TUHAN adalah benar-benar hakikat diri-Nya bahwa Dia adalah Yang Kudus di surga dan di bumi. Kata “kudus” berasal dari bahasa Ibrani, yaitu “qadosy” dan dalam bahasa Yunani, yaitu “hagios.” Kedua kata “kudus” memiliki arti:“dipisahkan, dikhususkan dan disendirikan.” Pertanyaannya adalah: dipisahkan dari apa? Yaitu dari dosa. Dikhususkan untuk apa? Yaitu untuk melayani dan memuliakan Allah. Disendirikan untuk siapa? Yaitu hanya untuk menjadi milik kepunyaan Allah.

Dalam segala tugas, kita dituntut hidup kudus. Mengapa demikian? Pertama, karena kekudusan itu merupakan sebuah tuntutan dari Allah untuk kita umat-Nya. Kita yang tadinya bukan umat Allah kini telah menjadi umatNya. Melalui pengorbanan Kristus, kita telah dipisahkan dari dunia yang berdosa ini untuk menjadi milik Allah. Allah mau, agar kita semua yang telah ditebus-Nya hidup dalam kekudusan-Nya. Hal ini menyangkut: akal budi (Rm. 12:2); gaya hidup, sikap, tingkah laku dan juga cara kita berbicara (1Tim. 4:12.) Jadi, “menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu” mencakup semua aspek hidup kita. Kedua, karena keberadaan Allah yang Kudus. Allah yang kita sembah adalah Allah yang Kudus (1Ptr. 1:16). Dari ayat ini, rasul Petrus ingin menegaskan kepada kita sekalian bahwa Allah kita itu kudus adanya. Karena Allah yang memanggil kita itu kudus, ini berarti bahwa kekudusan telah menjadi standard dan alasan mengapa kita hidup kudus. Allah itu Kudus, maka kita umat-Nya juga harus kudus. Khususnya dalam setiap tugas selama tahun 2018 ini agar seluruh hidup dan pekerjaan kita suci yaitu berdasarkan kebenaran Firman Tuhan. Solideo Gloria. Amin.

BERDOA

BERNYANYI – KJ-344:4 Ingat akan nama Yesus
Bila mendengar nama-Nya, baiklah kita menyembah dan mengaku Dia Raja kini dan selamanya. Indahlah nama-Nya, pengharapan dunia! Indahlah nama-Nya, suka sorga yang baka!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

DIPENUHI


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-826:3 Gohi Au Tuhan
Gohi au Tuhan marhite HataMi, gohi au Tuhan marhite HataMi, asa tang jala matoras au marhite HataMi, gohi au Tuhan marhite HataMi.

PEMBACAAN FIRMAN
Efesus 1:3-14 (Pagi) Mzm 139:1-12(Mlm)

RENUNGAN HARIAN, Jumat 12 Januari 2018
Kolose 2:9-10a
Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia”

DIPENUHI
Sejak semula Allah menciptakan manusia diawali dari fisik, debu tanah, lalu menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya, lalu manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Sesuatu yang fisik, jasmaniah, jika tidak dipenuhi nafas hidup, rasanya manusia itu tidak ada artinya. Dan pada posisi seperti itulah dengan hasrat jasmaniah menjadi sama dengan Allah membuat manusia jatuh ke dalam dosa dan mendapat hukuman. Debu tanah, fisik, jasmaniah yang rapuh itu tidaklah dibiarkan oleh penciptanya tanpa tanggung jawab namun tetap dipergunakan untuk merealisasikan rencana-Nya, untuk apa manusia itu diciptakan. Itu artinya kita yang jasmaniah penuh dengan hasrat pemberontakan kepada Allah dipakai oleh-Nya untuk menunaikan rencana-Nya. Sungguh sangat berharga dan wajib kita renungkan.

Demikianlah Dia berdiam di dalam kita seluruh kepenuhan ke-Allahan, yang membuat kita sangat berarti di dalam rencanaNya. Sering kita berargumentasi bahwa hal itu tidaklah mungkin terjadi karena Allah adalah kudus dan kita manusia jasmani yang penuh dengan dosa. Mari kita tanggalkan hal demikian dengan membiarkan Allah berkarya di dalam hidup kita melalui otoritas-Nya. Tugas kita adalah mengamini: “Ya Tuhan pakailah hamba sebagai alat untuk merealisasikan rencana-Mu karena untuk itulah Engkau menciptakan aku. Jika itu yang kita lakukan pasti kita dengan taat akan berkata: “Aku telah dipenuhi di dalam Engkau, Inilah aku pakailah sesuai dengan rencana-Mu.” Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-467:1 – Tuhanku bila hati Kawanku
Tuhanku bila hati kawanku, terluka oleh tingkah ujarku, dan kehendakku jadi panduku, ampunilah.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

SINAR KEHIDUPAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-223:1 – Husomba Ho Tuhan
Hu somba Ho Tuhan tangihon au
SangkapMu ma tongtong pasaut tu au
Lam ganda baenonMi holong ni rohangki
Sai lam gandai holong tu Ho

PEMBACAAN FIRMAN
Roma 2:12-16 (Pagi) Yes. 12:4-6 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Kamis 11 Januari 2018
Yohanes 1:9
Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.

SINAR KEHIDUPAN
Terang hanya dibutuhkan saat kegelapan malam tiba. Kata “kegelapan”, memang bukanlah sekedar suatu situasi kegelapan biasa, seperti gelapnya malam ketika padamnya lampu karena terputusnya aliran listrik sehingga membuat suasana kurang nyaman karena berbagai kegiatan menjadi terhambat. Tetapi kegelapan di sini berasal dari kata Yunani “Skotos” yang berarti kegelapan yang bersifat jahat, kegelapan yang menyerang, kegelapan yang membawa kematian. Dan ternyata yang bekerja di balik kegelapan itu adalah: kuasa iblis, kuasa dosa dan kuasa maut. Semua musuh ini memang identik dengan kejahatan dan kegelapan. Itulah musuh sebenarnya yang telah mencengkram dan membelenggu begitu kuat semua manusia! Bersyukur kepada Tuhan Yesus Kristus, karena Dialah satu-satunya Terang Sejati, yang telah datang ke dalam dunia dan “bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasai-Nya (Yoh 1:5). Itulah Terang yang sesungguhnya, yang telah mengalahkan kegelapan bagi kita yang percaya kepada-Nya. Sebaliknya gelap hanya menghancurkan dan membawa manusia kepada kematian yang kekal. Inilah yang seharusnya menjadi dasar dari kesaksian hidup kita, yaitu anugerah Allah.

Tuhan Yesus bersabda: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku; ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” (Yoh 8:12). Karena itu, selain pemahaman dan kesadaran tersebut di atas, untuk menyaksikan Terang kita juga harus “berani” hidup sebagai anak-anak Terang! (Mat 5:14-16; Ef 5:8). Caranya yaitu dengan menanggalkan semua perbuatan kegelapan serta hidup seturut dengan Firman Tuhan (Maz 1:1-6; 119:105), Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-419:1 – Yesus pimpinlah
Yesus pimpinlah kami s’lamanya. Hanya di Kau kami ikut, di sepanjang jalan hidup. Tuntun umat-Mu masuk rumah-Mu.

DOA BAPA KAMI
Amin-amin-amin

DIMATERAIKAN OLEH ROH KUDUS


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-190:1 Las rohangku situtu
Las rohangku situtu mida Jesus na lulu
Manjalahi hajolmaon, ai Ibana paluahon
Jolma manisia i sian hamagoan i.

PEMBACAAN FIRMAN
Matius 6:19-24 (Pagi) Mazmur 66:1-4 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Rabu 10 Januari 2018
Mazmur 5:13
Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya Tuhan; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.

DIMATERAIKAN OLEH ROH KUDUS
Ada dua hal yang Daud uraikan dalam nas renungan hari ini yaitu; “Allah yang baik penuh rahmat, dan benar” kebaikan dan kebenaran Allah adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Sadar atau tidak sadar manusia sering menceraikan kebaikan dan kebenaran Allah. Kebenaran yang sejati tidak mungkin dilakukan dengan kejahatan, karena siapa menceraikan kebenaran dengan kebaikan dia sedang menista kebenaran; artinya kebenaran yang dibawanya adalah palsu. Pada hakikatnya manusia tidak benar, namun Allah membenarkan kita.

Menurut sebuah survei motivasi banyak orang kristen pergi ke gereja untuk mencari ketenangan, atau kesenangan hati. Pada hal Allah menyukai agar kita menjadi orang yang benar-benar baik bukan menjadi orang yang merasa baik. Allah menuntun manusia kepada kehidupan yang baik dan benar. Kasih tidak selamanya berkata Ya, karena ada kalanya kasih berkata No, kasih tidak selamanya berkata manis, namun adakalanya berkata keras. Tuhan yang kita sembah dan percayai itu adalah Allah yang baik dan benar, karena itu kita harus berjalan dalam rel kebaikan dan kebenaran Allah, karena itu mari kita selalu menjaga keseimbangan antara kebaikan dan kebenaran Allah, karena Allah yang kita sembah dan percayai itu adalah Allah yang baik dan benar. Karena itu marilah kita berjalan dalam kebenaran dan kebaikan Allah Maz 25:5. Berkata..”Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-natikan sepanjang hari. Tuhan itu baik dan benar” Maz 25:8. Setelah kejatuhan manusia kedalam dosa manusia mempunyai sisi gelap, benih kejahatan, ketidakjujuran, manifulasi. Jika sisi gelap itu dibiarkan berkembang maka terjadilah kejahatan yang dimatifulasi. Karena itu terimalah kuasa Roh Kudus agar kita dimampukan melakukan buah roh, kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri dan kebenaran Allah. Amin.

BERDOA

BERNYANYI- KJ-19:1 – Tuhanku Yesus
Tuhanku Yesus, Raja alam raya, Allah dan manusia. Kau kukasihi, Kau jujunganku. Bahagiaku yang baka.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

TEGUHKANLAH HATIMU!


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI, BE-189:6 – O Jesus na pangolu au
Sai huhaposi hataMi, ai na sintong do i huingot bagabagaMi, na so ubanon i.

PEMBACAAN FIRMAN
Ef 3:14-21 (Pagi) Mzm 145:14-18 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Selasa 9 Januari 2018
Yosua 1:9
Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab Tuhan, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi.”

TEGUHKANLAH HATIMU!
Apa yang terjadi tidak semua berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan. Demikian juga halnya dengan kesuksesan. Kesuksesan tidak selalu berjalan dengan mulus. Ketika apa yang diharapkan tidak seindah keindahan sering mambawa manusia ke dalam keputus-asaan, pergumulan hidup semakin berat. Demikian jugalah yang dihadapi serta dirasakan oleh Yosua sebagai seorang pemimpin bangsa Israel yang menggantikan Musa. Yosua yang menggantikan Musa untuk membawa umat Israel sampai ke tanah perjanjian. Dalam perjalanan selama 40 tahun, Yosua dikenal sebagai pendamping Musa, namun ketika tongkat kepemimpinan itu diberikan kepadanya, Yosua merasakan bahwa itu adalah pekerjaan yang sangat berat.Dengan minimnya pengalaman yang dia miliki, Yosua memiliki rasa sangat tidak layak untuk membawa bangsa besar itu. Namun ditengah kekhawatirannya itu, Yosua meminta kepada Tuhan, dan melibatkan Tuhan dalam kepemimpinannya. Dengan penyerahannya kepada Tuhan, Tuhan berkata kepadanya “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu”, sebagai penjamin hidupnya bahwa Tuhan akan menjamin hidup dan kepemimpinannya.

Yosua menyerahkan kehidupannya secara totalitas kepada Allah, maka kitapun harus mampu menyerahkan kehidupan kita kepada Tuhan Allah kita. Jangan tunggu untuk melibatkan Tuhan dalam segala kehidupanmu, yakin dan percayalah bahwa Tuhan akan mengubah segalanya menjadi lebih baik. Dalam tangan Tuhan ada kemenangan, dan dalam tangan Tuhan ada perlindungan. Berserahlah, serta libatkan Tuhan dalam segalanya. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-406:1 – – Ya Tuhan bimbing aku
Ya Tuhan bimbing aku di jalanku, sehingga ‘ku selalu bersama-Mu. Engganlah ku melangkah setapak pun. ‘Pabila Kau tak ada di sampingku.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

JANGAN KUATIR


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-182:1 – Haholongan Na Badia
Tu joloM o Debatangku sai use do rohangkon. Sai pasiat tangiangku dohot iluilungkon.

PEMBACAAN FIRMAN
Luk 12:22-31 (Pagi) Mzm 37:3-6 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Senin 8 Januari 2018
Filipi 4:6
Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur

JANGAN KUATIR
Adakah seorang yang tahu apa yang akan terjadi kepadanya pada hari esok? Adakah orang yang mengetahui kapan sukacita atau dukacita yang akan dia alami di dalam hidupnya? Seorang pun tidak! Manusia tidak ada yang mampu melihat hari esok; meski pun ada yang meramal kehidupan seseorang itu juga belum menjadi kepastian, karena hanya Tuhan yang tahu segalanya. Meski manusia berencana, yang membuat rencana itu pasti hanya Tuhan semata, untuk itu serahkan segala rencana kepada-Nya karena Dia adalah Tuhan yang Mahakuasa (Mzm.37: 5).

Seruan “Janganlah kuatir…” yang dituliskan Rasul Paulus kepada jemaat di Filipi; karena Rasul Paulus telah merasakan bahwa Tuhan menyertai kehidupannya. Bukan berarti setelah Tuhan menyertai kehidupan Paulus dia tidak menghadapi masalah, namun masalah semakin besar karena dia memberitakan Injil Allah; tetapi kasih setia Allah lebih besar dari masalah itu. Rasul Paulus diberikan kekuatan iman sehingga dia tidak berhenti di dalam pemberitaan Injil Allah; dia tetap teguh berpengharapan dan oleh karena rencana Allah di dalam hidupnya maka sekarang ini banyak orang yang percaya kepada Kristus dan mendapatkan keselamatan. Saudara Allah itu Mahakuasa, Mahatahu bahkan Maha hadir di dalam kehidupan kita; untuk itu tidak ada yang perlu diragukan akan apa yang terjadi pada hari esok yang menimpa kita, karena Dia mampu membuat segalanya baik dan tetap memberikan yang terbaik bagi kehidupan kita. Serahkanlah segalanya kepada Allah yang menyertai hidup kita senantiasa (Mat.28: 20b).

BERDOA

BERNYANYI KJ-356:4 – Tinggallah dalam Yesus
Tinggallah dalam Yesus jadilah murid-Nya
B’lajarlah firman Tuhan, taat kepada-Nya
Tinggallah dalam Yesus, andalkan kuasa-Nya
Dialah pokok yang benar, kitalah ranting-Nya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin, Amin, Amin.