HIDUP KUDUS


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-369:1 – O Jesus Panondang
Na marhahaanggi, hita sasude. Ndang mardia imbar manang ise pe. Asing be hatanta, nang luat ta pe. Sada do Amanta i taingot be.

PEMBACAAN FIRMAN
Mat. 18:18-20 (Pagi) Mzm 103:1-5 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, 13 Januari 2018
Yesaya 6:3
Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: “Kudus, kudus, kuduslah Tuhan semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!”

HIDUP KUDUS
Seruan para serafim tentang kekudusan Allah sebanyak tiga kali, secara berturut-turut menyatakan bahwa kekudusan Allah yang tiada bandingnya (band. Maz 8:2; 121:2). Para penafsir lain berpendapat bahwa itu menyatakan ke-Tritunggalan Allah. Kekudusan TUHAN adalah benar-benar hakikat diri-Nya bahwa Dia adalah Yang Kudus di surga dan di bumi. Kata “kudus” berasal dari bahasa Ibrani, yaitu “qadosy” dan dalam bahasa Yunani, yaitu “hagios.” Kedua kata “kudus” memiliki arti:“dipisahkan, dikhususkan dan disendirikan.” Pertanyaannya adalah: dipisahkan dari apa? Yaitu dari dosa. Dikhususkan untuk apa? Yaitu untuk melayani dan memuliakan Allah. Disendirikan untuk siapa? Yaitu hanya untuk menjadi milik kepunyaan Allah.

Dalam segala tugas, kita dituntut hidup kudus. Mengapa demikian? Pertama, karena kekudusan itu merupakan sebuah tuntutan dari Allah untuk kita umat-Nya. Kita yang tadinya bukan umat Allah kini telah menjadi umatNya. Melalui pengorbanan Kristus, kita telah dipisahkan dari dunia yang berdosa ini untuk menjadi milik Allah. Allah mau, agar kita semua yang telah ditebus-Nya hidup dalam kekudusan-Nya. Hal ini menyangkut: akal budi (Rm. 12:2); gaya hidup, sikap, tingkah laku dan juga cara kita berbicara (1Tim. 4:12.) Jadi, “menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu” mencakup semua aspek hidup kita. Kedua, karena keberadaan Allah yang Kudus. Allah yang kita sembah adalah Allah yang Kudus (1Ptr. 1:16). Dari ayat ini, rasul Petrus ingin menegaskan kepada kita sekalian bahwa Allah kita itu kudus adanya. Karena Allah yang memanggil kita itu kudus, ini berarti bahwa kekudusan telah menjadi standard dan alasan mengapa kita hidup kudus. Allah itu Kudus, maka kita umat-Nya juga harus kudus. Khususnya dalam setiap tugas selama tahun 2018 ini agar seluruh hidup dan pekerjaan kita suci yaitu berdasarkan kebenaran Firman Tuhan. Solideo Gloria. Amin.

BERDOA

BERNYANYI – KJ-344:4 Ingat akan nama Yesus
Bila mendengar nama-Nya, baiklah kita menyembah dan mengaku Dia Raja kini dan selamanya. Indahlah nama-Nya, pengharapan dunia! Indahlah nama-Nya, suka sorga yang baka!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s