Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

Bersyukurlah Atas Kebaikan Tuhan


01. Nyanyian BE No. 14 : 1. PUJI HAMU JAHOWA TUTU
Puji hamu Jahowa tutu, pardenggan basa, parasi roha saleleng na i,
Pardenggan basa i, parasi roha i.

02. Pembacaan Firman
▪ Pagi : Amsal 22 : 1 – 9
▪ Malam : Lukas 6 : 27 – 36

03. Renungan : Mazmur 111 : 4
Perbuatan – perbuatanNya yang ajaib dijadikanNya peringatan; Tuhan itu pengasih dan penyayang.

Bersyukur adalah salah satu ungkapan terimakasih atas kebaikan Tuhan yang diterima seseorang di dalam hidupnya. Patutlah bersyukur setiap orang yang menerima kebaikan Tuhan di dalam kehidupannya. Hal inilah yang terlihat di dalam nats harian kita pada hari ini. Kitab mazmur 111 ini merupakan ucapan syukur pemazmur yang telah mengalami kebaikan Tuhan di dalam kehidupannya. Ia juga mengajak umat Tuhan ikut serta untuk mengucap syukur atas kebaikan Tuhan yang terjadi dalam perjalanan umat Tuhan. Secara detail Pemazmur di sini hendak menyatakan bahwa perbuatan Tuhan sangat dahsyat. Terlebih lagi, pemazmur melihat dunia ini penuh dengan perbuatan ajaib Tuhan yang sangat patut untuk direnungkan dan digemakan. Kebaikan Tuhan inilah yang selalu direnungkan oleh si Pemazmur sehingga ia bersaksi melalui ucapan syukur. Salah satu ungkapan syukur itu terlihat yakni ayat renungan kita ini. Dia sanggup mengatakan perbuatan Tuhan sangat ajaib dan Tuhan itu pengasih dan penyayang. Tuhan Pengakuan yang luar biasa. Tuhan Pengasih dan Penyayang terbukti dari kuat kuasa Tuhan melepaskan bangsa Israel dari perbudakan tanah Mesir (ay. 9). Dilanjutkan lagi Tuhan menganugerahkan tanah Kanaan sebagai tanah pusaka bagi Israel (ay.6). Kemudian Tuhan memelihara mereka di tanah pusaka tersebut dengan segala fasilitas: kebutuhan hidup mereka dipenuhi. Inilah yang mendorong Pemazmur mampu mengucap syukur. Kasih Tuhan tidak pernah berhenti dari dahulu sampai saat ini.
Secara pribadi-pribadi, kita pasti pernah mengalami kebaikan Tuhan : melalui penyertaan Tuhan di dalam keluarga kita, pekerjaan kita dan lain-lain. Karena itu patutlah kita mengucap syukur atas kebaikan Tuhan. Biarlah kiranya ucapan syukur itu terlihat nyata dari tindakan kita yang senantiasa memuliakan Tuhan. Amin

04. Berdoa. 05. Bernyanyi KJ. No. 295: 1 ANDAI KU PUNYA BANYAK LIDAH
Andai ku punya banyak lidah dan punya suara yang besar, akan ku gubah madah indah dan ’ku menyanyi bergemar memuji kasih Allahku yang dicurahkan padaku.

06. Doa Bapa kami – Amin.
Tuhan Memberkati, Syalom___

Yesus adalah Pembebas yang Dinubuatkan


  1. Bernyanyi BE No. 758 : 1. JAHOWA PANGURUPI
    Jahowa pangurupi di siulaonmi, dilehon pos ni roha di ganup tingki i.
    Nang pe sipata ganggu haporseaonmi, jamot tongtong Tuhanmu manjaga ngolum i.
  2. Pembacaan Firman
    ▪ Pagi : Amsal 3 : 1 – 12
    ▪ Malam : Yakobus 4 : 11 – 17
  3. Renungan : Mazmur 110 : 2. Tongkat kekuatanmu akan diulurkan TUHAN dari Sion: memerintahlah di antara musuhmu !

Yesus adalah Pembebas yang Dinubuatkan

Pastinya kita sangat banyak bertanya-tanya tentang siapakah kepribadian Yesus itu. Benarkah Yesus itu Tuhan? Di dalam pikiran sebahagian orang, kalau benar Yesus itu adalah Tuhan: mengapa Dia mati tersalib di bukit Golgata ? Mengapa dia tidak mau melepaskan diriNya dari penyaliban? Sejak dahulu, ada pengakuan orang percaya, bahwa Tuhan Yesus tidak pernah berubah. Di Ibrani 13 : 8 dikatakan; bahwa Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. Kita jangan mau dipecah belah oleh ajaran yang beragam yang beda dari kekristenan. Di nyanyian Sekolah Minggu seringkali kita mendengar lagu mereka yang mengatakan “Tuhan Yesus tidak berubah, tidak berubah, tidak berubah. Tuhan Yesus tidak berubah, tak berubah selama-selamanya”. Seperti keadaan Yesus kemarin, seperti itu juga hari ini, seperti itu juga selama-lamanya. Kalau begitu siapakah yang berubah? Kita, manusia yang seringkali berubah. Cara kita memahami itulah yang berubah. Firman tentang Yesus Kristus disampaikan melalui berbagai cara dan bahasa di tengah-tengah ragam budaya; sehingga penerimaan akan Dia bisa berbeda beda dalam pemahaman setiap orang. Tetapi Yesus, tetaplah sebagai Yesus yang tidak berubah.

Di dalam nats kita hari ini khususnya pasal 110 mau berbicara dan mengingatkan ke-Tuhan-an Mesias, pemusnahan orang-orang jahat yang ada di dunia dan pemerintahan Tuhan sudah hadir di dalam dunia. Dalam kitab mazmur ini, ada nubuat tentang Yesus Kristus. Nubuat tentang akan kedatangan Yesus Kristus ke tengah-tengah dunia ini: hendak membangun KerajaanNya. Dialah Mesias yang diutus Tuhan ke dalam dunia untuk menguasainya: di dalam keadilan dan kebenaran. Dan apa yang dinubuatkan di dalam kitab Mazmur ini telah digenapkan di dalam kitab Perjanjian Baru. Tuhan mengutus AnakNya Yesus Kristus menjadi Manusia dengan tujuan menghapus dosa-dosa dan kematian. Marilah kita puji Tuhan yang telah nyata dan datang membebaskan kita dari belenggu dan perbudakan dosa. Marilah kita muliakan Dia melalui perkataan dan tindakan. AMIN.

  1. Berdoa.
  2. Bernyanyi KJ. No. 38 : 1 T’LAH KUTEMUKAN DASAR KUAT
    T’lah kutemukan dasar kuat, tempat berpaut jangkarku. Kekal, ya Bapa Kau membuat PutraMu dasar yang teguh, Biarpun dunia lenyap, pegangan hidupku tetap 06. Doa Bapa kami – Amin.

Tuhan Memberkati, Syalom

 

CURAHAN ROH KUDUS


01. Nyanyian KJ 407:1, 4.   “Tuhan, Kau Gembala Kami”

Tuhan, Kau Gembala kami, tuntun kami domba-Mu;

b’rilah kami menikmati hikmat pengurbanan-Mu.

Tuhan Yesus, Jurus’lamat, kami ini milik-Mu,

Tuhan Yesus, Jurus’lamat, kami ini milik-Mu.

02. Pembacaan Firman

  • Pagi           :  Ulangan 5:22-33.
  • Malam       : 1 Petrus 3:8-12.

03. Renungan      : Yesaya 32:15.

CURAHAN ROH KUDUS Sampai dicurahkan kepada kita Roh dari atas: Maka padang gurun akan menjadi kebunbuah-buahan, dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan.

Dalam situasi sekarang ini kita sedang diperhadapkan dengan keadaan yang serba sulit di tengah mewabahnya Virus Corana (Covid-19) di hampir seluruh dunia termasuk Indonesia. Umat Tuhan sedang mengalami situasi sulit bahkan penyakit ini dapat menghancurkan dan mematikan. Peristiwa sekarang ini selain kesehatan juga sangat berdampak terhadap perekonomian dalam memenuhi kebutuhan hidup yang dapat membuat kehilangan pekerjaan, berkurangnya mata pencaharian bahkan ada yang di PHK serta berbagai dampak lainnya.  Dalam situasi sulit seperti ini Gereja terpanggil untuk berperan aktif dalam mengatasi berbagai masalah  yang timbul akibat dampak covid-19 ini. Jemaat Tuhan harus peka dengan sesama dan berbagi dengan orang-orang yang sedang membutuhkan uluran tangan, kita harus peka terhadap orang yang sedang mengalami dampak dari peristiwa sekarang ini.  Sebagai orang kristen kita harus berkeyakinan bahwa situasi sulit ini akan berubah kembali ketika Allah bertindak dan campur tangan dalam kondisi situasi sesulit apapun. Tuhan akan mencurahkan Roh KudusNya untuk memulihkan dunia ini. Roh Kuduslah  yang menjadi sumber kekuatan kita untuk bisa bertahan melalui berbagai dampak yang sedang kita hadapi. Dengan Roh Kudus maka Gereja yang dipenuhi kesehatian pelayan Tuhan dengan anggota Jemaat akan bersatu hati untuk menjadi alat Tuhan untuk bersama-sama ikut mengatasi dampak situasi yang sedang terjadi. Mari kita membuka hati untuk menerima Roh Kudus memimpin dan berkuasa memulihkan keadaan kehidupan kita. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE No. 487 : 1       “Tung Halak Na Margogo

Tung halak na margogo, si partangiang i. Dokdok pe sitaonon, ndang olo talu i.

Pos situtu rohana, di Debata na i. Tuhan na manaluhon, sude pangalo i.

06. Doa Bapa kami – Amin.                         ___Tuhan Memberkati, Syalom___

SUKACITA DI DALAM ALLAH


01. Nyanyian KJ No. 26: 1.    “Mampirlah dengar Doaku”            

Mampirlah dengar doaku, Yesus penebus

Orang lain Kau hampiri, jangan jalan t’rus

Yesus, Tuhan, dengar doaku

Orang lain kau hampiri, jangan jalan trus

02. Pembacaan Firman

  • Pagi           : 2 Rajaraja 2 : 13 ; 15
  • Malam       : Yohanes 8 : 21 – 30

03. Renungan : Mazmur 68 : 5

SUKACITA DIDALAM ALLAH Bernyanyilah bagi Allah, mazmurkanlah namaNya, buatlah jalan bagi Dia yang berkendaraan melintasi awan-awan! namaNya ialah Tuhan; beria-rialah dihadapanNya!

Dalam suatu ibadah keluarga rutin yang dilakukan oleh wijk kami beberapa waktu yang lalu, meski hanya dihadiri oleh beberapa jemaat,  nuansa religious nya sangat terasa dengan kesaksian yang diberikan oleh beberapa anggota jemaat terkait pertolongan Allah yang menghampiri mereka disaat mereka berseru kepadaNya. Ketika Kristus turun tangan, maka selalu ada jaminan  kemenangan terhadap semua pergumulan hidup yang kita alami. Disaat yang tepat, Ia hadir seperti arakan pasukan kemenangan yang membawa kabar kemenangan dan sukacita, yang melepaskan semua beban dan menimbulkan sukacita dan pengharapan.

Masihkah kita ragu akan kuasa kemenangan yang dimiliki Tuhan Kita, Yesus Kristus? KemenaganNya atas kuasa dosa yaitu kematian, adalah jaminan atas kemenangan dan penyelamatan kita (bd. Rom 8:37). Adakah lagi kemenangan yang lebih besar yang bisa kita dapatkan selain daripada sang penakhluk maut, Yesus Kristus?. Takkala kita sudah berserah dan mengangkat tangan atas kemampuan kita melalui doa, melalui nyanyian dan penyerahan diri kepadaNya untuk mengatasi setiap persoalan yang kita hadapi, Allah tahu, ini adalah saatnya bagiNya untuk turun tangan dengan jalan dan cara yang Ia inginkan. Dan ketika itu terjadi, seperti halnya raja Daud yang menyanyikan pujian arakan pemerintahan Allah yang begitu megah dan penuh kuasa, yang dapat melakukan apapun untuk kemuliaan namaNya. Atas semua kemurahan hati dan karunia Allah, Nyanyikanlah pujian dan sukacita untuk Allah yang perkasa, Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 811:1.   “Di au ma Ho Tuhan”

Di au ma Ho Tuhan di aringki.Ai denggan ni basaM padame rohangki

Disude partingkian disude inganan Di au maho o Tuhan, asi rohaM06. Doa Bapa kami – Amin.                         

OMNISCIENCE


01. Nyanyian KJ 364:1.    “ Berserah Kepada Yesus”

Berserah kepada Yesus tubuh, roh dan jiwaku; kukasihi, kupercaya, kuikuti Dia t’rus.

Aku berserah, aku berserah; kepadaMu, Jurus’lamat, aku berserah!

02. Pembacaan Firman

  • Pagi          : Ulangan 31:1-13.
  • Malam      : Yohanes 16:16-24.

03. Renungan    : Yohanes 16:30.

  OMNISCIENCE Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah.”

Selamat pagi dan selamat bersyukur dan menikmati anugerah Tuhan.  Syukur pada Tuhan karena Tuhan kita adalah Tuhan yang omniscience artinya Allah yang mahatahu. Dia tahu segala sesuatu. Dia tahu  motivasi kita, Dia tahu pergumulan kita, Dia tahu kebutuhan kita, Dia tahu  kelemahan kita, dan sebagainya. Dia tahu lebih dari yang kita tahu. Manusia adalah orang yang banyak tahu tentang dirinya sendiri, tetapi Tuhan jauh lebih tahu dari manusia itu sendiri. Sebab siapakah manusia?. Ciri utama manusia ada tiga yaitu 1) ciptaan; 2) terbatas dan 3) berdosa. Manusia kondisinya lemah. Hal utama yang Tuhan inginkan dari kita adalah percaya bahwa Dia Tuhan yang dari sorga datang untuk menyelamatkan. Dia tahu apakah kita percaya dan taat.  Iman sejati adalah tahu dan percaya bahwa keselamatan adalah anugerah Allah melalui iman pada Kristus. Perbuatan baik atau amal adalah respon sebagai ucapan syukur atas kasihNya yang telah diberikanNya. Itulah iman sejati.  Milikilah iman sejati dan layanilah Tuhan dengan sungguh-sungguh, sebab Dia mahatahu termasuk sangat tahu segala hal dalam hidup kita. Camkanlah dalam hati, aku tahu hal utama dan pertama dalam hidup saya adalah percaya pada Tuhan Yesus dan selalu rindu beriman dan mengabadi padaNya dengan penuh ketergantungan dan ketaatan. Kehidupan doa dan pembelajaran Firman Tuhan dan melakukannya setiap hari merupakan kunci pertumbuhan iman sejati, sehingga makin lama, makin menyerupai karakter Kristus. Itulah hal terindah dalam hidup kita di dunia dan di sorga. Peganglah Firman Tuhan ini : Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.(Yer 29:11). Amin.   (St.Partogian Sormin)

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 221:1,4.   “Saleleng Jesuski”

Saleleng Jesuski, na mandongani au. Maporus holsoholsongki, sai di Ibana au

Torop di tano on, mangkaliangi au. Sai Tuhan Jesus do tongtong, maniopniop au.06. Doa Bapa kami – Amin.

TETAP MENGASIHI WALAU DIBENCI


01. Nyanyian KJ 341 : 2 KuasaMu dan NamaMulah

Teladan sudah Kauberi demi deritaMu dan melalui salibMu. Kaut’rima kuasaMu! Bagian kami tak lebih, seperti segenggam. Benih, melintas kubur yang gelap, agar kelak ‘kan menetap. BersamaMu di Firdaus gemerlap.

02. Pembacaan Firman

  • Pagi          : Kejadian 9:8-17.
  • Malam      : Kisah Para Rasul 27:39-44.

03. Renungan    : Yohanes 15:18.

TETAP MENGASIHI WALAU DIBENCI Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu.

Selamat pagi dan selamat bersyukur pada Tuhan Yesus. Sejak kejatuhan manusia dalam dosa, maka kebenaran selalu dibenci oleh dunia. Hidup kudus pasti dibenci dunia. Tugas dan tanggungjawab Saudara dan saya sebagai orang percaya adalah menyampaikan Kebenaran yaitu injil Kristus. Dalam hal itu, sebagaimana Tuhan Yesus dibenci karena menyatakan kebenaran TUHAN, kita pun demikian.  Kalau kita dibenci karena melakukan yang salah atau dosa adalah seharusnya demikian. Tetapi, setiap orang dibenci karena melakukan yang benar di mata Tuhan itulah risiko iman. Maka, jangan kaget, kecut, atau  takut, sebab Tuhan sudah mengalami  dan sudah menyatakan hal itu sebelumnya. Firman Tuhan mengatakan:”Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu” (Yoh 15:18). Menderita bagi Kristus karena ketaatan kita kepada-Nya merupakan bagian yang tak terpisahkan dari iman Kristen (Yoh 15:20).  Renungan hari ini ingin meneguhkan pengertian, sikap, dan iman kita agar : 1) tetaplah menyatakan kebenaran, walaupun dibenci atau dianiaya, karena itulah tugas kita; 2) kita harus tetap mengasihi orang yang membenci kita, dan tidak kompromi dengan kelakuan jahatnya; 3). kehidupan kita harus menjadi berkat bagi orang lain, sekalipun dia membenci kita, 4) ingat dan sadarilah bahwa panggilan Kristiani tertinggi dalam hal mengikut Yesus Kristus adalah menyangkal diri dan memikul salib (Mat 16:24); 5) upah orang yang setia dalam kebenaran TUHAN  adalah kebahagian, sebagaimana Tuhan Yesus berkata:  Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.  (Mat 5:10). Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 221:1,4.   “Saleleng Jesuski”

Saleleng Jesuski, na mandongani au. Maporus holsoholsongki, sai di Ibana au. Torop di tano on, mangkaliangi au. Sai Tuhan Jesus do tongtong, maniopniop au.

06. Doa Bapa kami – Amin.

KRISTUS PUSAT KEHIDUPAN


01. Nyanyian KJ No. 18: 1 – 2.    “Allah hadir bagi kita”                

Allah hadir bagi kita dan hendak memb’ri berkat. Melimpahkan kuasa Roh-Nya bagai hujan yang lebat. Dengan Roh Kudus ya Tuhan, umatMu berkatilah. Baharui hati kami, o curahkan kurnia.

02. Pembacaan Firman

  • Pagi           : Matius 7:1-24.
  • Malam       : Kisah Para Rasul 27:13-38.

03. Renungan : Ibrani 9:15.

  KRISTUS PUSAT KEHIDUPAN Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.

Dalam nas ini kita melihat bagaimana ketika Yesus Kristus datang untuk mati bagi kita, Dia membayar korban tertinggi untuk dosa-dosa kita. KematianNya menutupi dosa kita dan karena Dia adalah Imam Besar yang sejati. Dia mempersembahkan dirinya sebagai sarana bagi kita untuk diampuni atas semua pelanggaran dan kesalahan kita. Kita tidak lagi harus menawarkan hewan sebagai alat pengakuan dosa. Dosa kita diampuni  saat kita jatuh, kita sekarang bisa datang kepada Yesus Kristus dengan hati yang terbuka, mengakui dosa kita. Dia membayar hutang yang tidak mampu kita berikan karena tidak ada yang bisa kita lakukan untuk menghapus dosa kita. Ayat ini mengingatkan kepada kita tidak ada orang yang bisa membangun kehidupan Kristennya berdasarkan kekuatan dan kemampuan diri sendiri tanpa ditopang oleh anugerah Tuhan setiap hari. Tidak pernah kita bisa membangun segala sesuatu berdasarkan kebenaran diri. Setiap saat begitu gampang kita bisa jatuh dalam dosa dan berbuat salah. Kita perlu menyadari kita adalah orang yang berdosa dan bersalah di hadapan Tuhan namun kita dikasihi dan diampuni olehNya. Pemazmur mengatakan “sejauh timur dari barat demikian dijauhkanNya daripada kita pelanggaran kita” (Mzm  103:12), Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 118:1-2.   “Paian ma di hami”

Paian ma di hami, o Jesus asiMi. Asa tung unang hami, diansi musu i. Paian Tuhannami hataM di hami be. Asa martua hami, nuaeng nang sogot pe.

06. Doa Bapa kami – Amin.