Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

TUBUH, JIWA, DAN ROH


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 249:1. “Serikat Persaudaraan”
Serikat persaudaraan berdirilah teguh
Sempurnakan persatuan didalam Tuhanmu
Bersama-sama majulah dikuatkan iman
Berdamai bersejahtera dengan pengasihan.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Lukas 15:11-22.
Malam : 1 Korintus 13:1-7.

03. Renungan: I Tesalonika 5:23.
Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Perumpamaan Tuhan Yesus tentang lima gadis yang bijaksana dan yang bodoh (Mat 25:5) dikatakan; tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka. Kondisi sangat mengantuk tapi masih berusaha bertahan untuk terbangun. Di jalan tol, banyak kecelakaan yang terjadi itu dikarenakan mengantuk. Gadis-gadis yang bodoh itu mengantuk, mereka ada “di pinggir jurang” tapi mereka mengantuk dan tidak sadar. Itulah gaya hidup yang sembarangan, pergaulan bebas, tidak memilih pergaulan yang baik. Mereka tidak sadar ada di pinggir jurang. Mereka mendengar ajakan teman-temannya, dan satu saat, tidak sadar tahu-tahu sudah jatuh. Hal ini banyak terjadi dengan anak-anak Tuhan yang hari-hari ini suka bermain-main dengan dosa. Ini adalah sebuah peringatan, jangan kita mengantuk! Kalau tidak sadar, engkau akan jatuh. Untuk itulah Tuhan berikan Roh Kudus. Apa beda gadis bijaksana dan gadis bodoh? Semua membawa pelita, artinya semua adalah anak-anak terang yang sudah percaya Tuhan Yesus. Setiap anak-anak Tuhan dalam mempersiapkan hidupnya menantikan kedatangan Yesus, harus mempersiapkan tubuh, jiwa, dan roh. Kadang kita hanya memperhatikan rohani kita, tapi jiwa kita (pikiran, perasaan, emosi) diabaikan. Menantikan kedatangan Yesus Kristus yang kedua kalinya kita harus sungguh-sungguh hidup tanpa cacat cela roh, jiwa, dan tubuh. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 361:1. Na denggan situtu do
Na denggan situtu do mamuji Debata, Jahowa natumimbo
na sai tongtong basa. Denggan do paboahon, manogot asiMi.
Bodari mangendehon burjuM nang sintongMi.

06. Doa Bapa kami – Amin.

HIDUP DALAM KASIH TUHAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. 247:1. “Sungguh Kerajaan Allah di bumi tak kalah”
Sungguh kerajaan Allah di bumi tak kalah
Yesus yang bangkit dilantik menjadi Kepala
Ia menang g’lapmu menjadi terang. Lihatlah fajar menyala.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Hakim-hakim 10:6-16.
Malam : 1 Korintus 12:27-31.

03. Renungan: Ayub 10:12.
Hidup dan kasih setia Kaukaruniakan kepadaku, dan pemeliharaanMu menjaga nyawaku

Tuhan adalah pencipta alam semesta. Dia tahu apa yang akan terjadi di dunia dan Dia tahu apa yang akan terjadi dalam hidupmu dan Dia bisa ada untukmu. Jika kau memilih Dia untuk masuk dalam kehidupanmu. Dia memberitahu kita bahwa Dia bisa menjadi “tempat perlindungan dan kekuatan”, pertolongan yang selalu ada dalam masa-masa sulit. Tidak ada masalah yang tidak dapat diatasi oleh Tuhan. Dia lebih besar daripada semua masalah yang menimpa kita, dan kita tidak dibiarkan menghadapi masalah tersebut sendirian. Firman Tuhan berkata, TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya.” TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya. Ia melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia, mendengarkan teriak mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka. Tuhan Yesus memberitahu pengikutNya kata-kata yang melegakan ini: “Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. Dan saudara, rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Sebab itu janganlah saudara takut, karena saudara lebih berharga dari pada banyak burung pipit.” Jika saudara bersungguh-sungguh datang kepada Tuhan, Dia akan mengasihimu seperti yang orang lain tidak pernah lakukan, dan sesungguhnya tidak ada orang yang mampu memberikan kasih seperti itu. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 123:1. Ale dongan na saroha
Ale dongan na saroha, manjalahi dame i. Dompak Jesus tapasada,
holong ni rohanta i. Ai Ibana du Ulunta, hita do ruasNa i
Tuhan Jesus do Gurunta, hita siseanNa i.

06. Doa Bapa kami – Amin.

SATU TUHAN DALAM TIGA PRIBADI


Minggu III Setelah Trinitatis
Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus

Topik:
Taat kepada Allah Pencipta, Pemilik, dan penguasa segala sesuatu
(Mangoloi Debata sitompa nasa na adong)

Warna Tutup Altar : Hijau (Naratarata)
Warna Pertumbuhan dan Kasih

Tuhan memberi pertumbuhan dan memelihara umatNya
Ev. Kisah Para Rasul 17:22-30 Ep. Yesaya 50:7-10

SATU TUHAN DALAM TIGA PRIBADI
Berikut ini adalah Dogma tentang Tritunggal Maha Kudus menurut Katekismus Gereja Lutheran, yang telah berakar dari jaman jemaat awal: Tritunggal adalah Allah yang satu. Pribadi ini tidak membagi-bagi ke-Allahan seolah masing-masing menjadi sepertiga, namun mereka adalah ‘sepenuhnya dan seluruhnya’. Bapa adalah yang sama seperti Putera, Putera yang sama seperti Bapa; dan Bapa dan Putera adalah yang sama seperti Roh Kudus, yaitu satu Allah dengan kodrat yang sama. Karena kesatuan ini, maka Bapa seluruhnya ada di dalam Putera, seluruhnya ada dalam Roh Kudus; Putera seluruhnya ada di dalam Bapa, dan seluruhnya ada dalam Roh Kudus; Roh Kudus ada seluruhnya di dalam Bapa, dan seluruhnya di dalam Putera. Ketiga Pribadi ini berbeda secara real satu sama lain, yaitu di dalam hal hubungan asalnya: yaitu Allah Bapa yang ‘melahirkan’, Allah Putera yang dilahirkan, Roh Kudus yang dihembuskan. Ketiga Pribadi ini berhubungan satu dengan yang lainnya. Perbedaan dalam hal asal tersebut tidak membagi kesatuan ilahi, namun malah menunjukkan hubungan timbal balik antar Pribadi Allah tersebut. Bapa dihubungkan dengan Putera, Putera dengan Bapa, dan Roh Kudus dihubungkan dengan keduanya. Hakekat mereka adalah satu, yaitu Allah.

EBEN HAEZER


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 457:1. “Ya Tuhan tiap jam”
Ya Tuhan tiap jam ‘ku memerlukanMu, Engkaulah yang memb’ri
sejahtera penuh. Setiap jam, ya Tuhan, di Kau kuperlukan;
ku datang Jurus’lamat, berkatilah

02. Pembacaan Firman
Pagi : Yeremia 12:12-17.
Malam : 1 Korintus 12:12-26.

03. Renungan: 1 Samuel 7:12.
Kemudian Samuel mengambil sebuah batu dan mendirikannya antara Mizpa dan Yesana; ia menamainya Eben-Haezer, katanya: “Sampai di sini Tuhan menolong kita”.

Eben-Haezer berarti Batu Pertolongan. Nama itu merupakan nama sebuah batu yang didirikan Samuel antara Mizpa dan Yesana, sebagai peringatan bagi bangsa Israel, bahwa Tuhan telah menolong mereka dari berbagai bencana dan penderitaan. Ada beberapa peristiwa yang terjadi sebelumnya: (1) Dua puluh tahun sebelumnya di tempat itu Israel dikalahkan. (2) Hofni dan Phineas, para imam Tuhan, dibunuh di tanah itu, orang-orang Filistin menang atas bangsa Israel dan tabut Tuhan diambil. (3) Bangsa Israel kalah karena mereka tidak lagi mengindahkan Tuhan dan mereka sudah menyembah para Baal dan Asytoret. Bangsa Israel memiliki artifek batu yang lainnya, seperti: saat Nuh keluar dari Bahtera, saat bangsa Israel keluar dari Sungai Yordan yang dipimpin oleh Yosua, Yakub yang mendirikan mezbah, Abraham juga dan sebagainya. Eben-Haezer menjadi sebuah tempat ratapan untuk berdoa, bertobat, dan melihat Tuhan kembali memberkati mereka. Tempat itu juga menjadi tempat perjanjian yang diperbaharui. Allah seolah-olah bertindak sebagai penjaga menara pengawas kehidupan umat baik peristiwa yang sedang terjadi, dulu dan yang akan datang. Benda-benda itu mengingatkan kehidupan masa sekarang ini bahwa Tuhan pernah menolong dan sangat setia mengasihi bangsa Israel. Eben-Haezer menolong kita orang percaya bahwa Tuhan itu Mahakuasa dan Mahasetia mendorong kita untuk setia kepadanya, tidak takut kepada setiap tantangan dan masalah yang datang. Eben-Haezer lainnya bagi saudara sendiri, bisa beragam seperti momen, benda, kenangan dan sebagainya, yang menjadi titik untuk mengingat kasih setia Tuhan. Pengalaman masa lalu bersama Tuhan itu menjadi kekuatan bagi kita untuk tetap setia kepada Tuhan. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 197:1-2 Na marmahani hita
Na marmahani hita, Parholong roha i. Ima Tuhanta Jesus, Silehon tua i. Silehon tua i.
Ditatap pardangolan ni manisia i. Soada hasonangan, na lilu do sude, na lilu do sude.

06. Doa Bapa kami – Amin.

PUJILAH TUHAN YANG MEMELIHARA KEHIDUPAN KITA


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 17:1. “Tuhan Allah hadir”
Tuhan Allah hadir pada saat ini, hai sembah sujud di sini
Diam dengan hormat, tubuh serta jiwa, tunduklah menghadap Dia
Marilah umatNya, hatimu serahkan dalam kerendahan

02. Pembacaan Firman
Pagi : Zakaria 2:1-5.
Malam : 1 Korintus 12:1-3.

03. Renungan: Mazmur 65:10.
Engkau mengindahkan tanah itu, mengaruniainya kelimpahan, dan membuatnya sangat kaya. Batang air Allah penuh air; Engkau menyediakan gandum bagi mereka. Ya, demikianlah Engkau menyediakannya

Tuhan adalah Allah yang melimpahi bumi ini dengan segala kekayaannya. Dia memberikan musim, menyediakan alam semesta dengan segala kekayaannya, dan juga hikmat kepada manusia untuk mengolahnya sedemikian rupa sehingga semuanya dikelola dengan baik dan maksimal untuk kemuliaan Tuhan dan memenuhi kebutuhan umat manusia. Pemazmur memuji Tuhan Allah yang memelihara kehidupan manusia. Dia sebagai Allah ternyata sangat peduli terhadap keberlangsungan alam semesta ini dengan memperhatikan segala sesuatunya dengan begitu teliti. Sudah selayaknya kita bersyukur atas semuanya itu. Saudara, selain itu, teks ini juga memberi makna religius bahwa Allah mencurahkan Roh Kudus untuk memberikan pembaharuan dan kehidupan spiritual umat manusia. Kehidupan rohani kita yang kering dan gersang menjadi segar dan sehat dengan anugerah-Nya yaitu Roh Kudus. Dia juga mengaruniakan karunia-karunia Roh dan talenta-talenta buat kita untuk bisa mengelola dan mengerjakan keselamatan itu untuk kemuliaan nama Tuhan. Sudah selayaknya kita memuji nama Tuhan Allah atas semua karya Tuhan yang besar itu. Namun, Dia selalu meminta respon dari kita sebagai partner Allah untuk mengelola apa yang diberikan Tuhan, menjaganya dan mengembangkannya. Untuk itu dibutuhkan sikap ketekunan, gigih, setia, dan bergantung selalu kepada Tuhan Allah, bukan sikap malas, tidak peduli, boros dan tamak. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 115:1. Tuhan Debata
Tuhan Debata sai ramoti ma, daging dohot tondinami
Ido pangidoannami. Sai pahipas be, hami on sude.

06. Doa Bapa kami – Amin.

UTUSLAH AKU, YA TUHAN !


Saat Teduh…………

01. Nyanyian KJ. No. 240a:1. “Datanglah ya sumber rahmat”
Datanglah ya sumber rahmat, selaraskan hatiku
Menyanyikan kasih s’lamat yang tak kunjung berhenti
Ajar aku madah indah, gita balai sorgamu
Aku puji gunung kokoh, gunung pengasihanMu.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Yesaya 45:22-25.
Malam : 1 Korintus 11:27-34.

03. Renungan: Yohanes 20:21b.
Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.

Setiap orang percaya diutus Tuhan untuk mewartakan Injil kebangkitan Yesus agar setiap orang beroleh keselamatan dalam Kristus Yesus. Pewartaan itu kini tidak harus menjadi seorang missionaris, pendeta, penerima tahbisan dari Gereja maupun bukan tahbisan; pewartaan itu dapat kita lakukan melalui hidup kita yang benar di hadapan Tuhan, melalui talenta yang diberikan Tuhan dengan mengembangkannya untuk menolong orang lain dan hidup tetap setia di dalam Tuhan. Artinya, tidak ada alasan buat kita untuk tidak mau mewartakan Injil selalu ada jalan dan kesempatan diberikan kepada kita. Dan sukacitanya lagi adalah kita diutus Tuhan dengan memberikan Roh-Nya sendiri, yaitu Roh Kudus, untuk melakukan pewartaan itu. Roh Kudus itu akan memimpin kita untuk melakukan apa yang menjadi rencana dan kehendak Tuhan Allah. Roh Kudus itu akan menguatkan kita di tengah berbagai kelemahan dan keterbatasan kita termasuk berbagai tantangan dan rintangan yang boleh hadir. Roh Kudus itu menghibur dan memberikan sukacita kepada kita dan semua orang yang percaya kepada-Nya.

Saudara, Tuhan Allah dulu mengutus Yesus Kristus untuk melaksanakan apa yang telah dijanjikan Tuhan dengan setia, meski harus melewati berbagai penderitaan. Dia tidak takluk kepada penderitaan, justru pengutusan itu lebih utama, dominan, dan menang daripada penderitaan itu sendiri. Dia mengakhiri semua pengutusan itu dengan sempurna. Kini kita diutus oleh Yesus Kristus untuk mewartakan Injil keselamatan itu. Bisa saja ada ketakutan, kekhawatiran dan keragu-raguan menghampiri kita untuk mengerjakan pengutusan itu. Apa yang telah dilakukan oleh Yesus dan bagaimana Dia melakukannya hingga selesai, cukup buat kita untuk antusias melakukan pengutusan itu. Amin

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 118:1-2. Paian ma di hami
Paian ma di hami, o Jesus, asiMi, asa tung unang hami diansi musu i.
Paian Tuhannami, HataM di hami be, Asa martua hami, nuaeng nang sogot pe.

06. Doa Bapa kami – Amin.

PELAYANAN YANG TULUS


Saat Teduh …………..

01. Nyanyian KJ. No. 235:1. “Kudengar berkatMu turun”
Kudengar berkatMu turun bagai hujan yang lebat
Menghidupkan padang gurun dan menghibur yang penat
Aku pun, aku pun, ya, berkati aku pun!

02. Pembacaan Firman
Pagi : Lukas 14:15-24.
Malam : 1 Korintus 11:17-26.

03. Renungan: Kisah Para Rasul 16:14.
Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus.

Lidia adalah seorang wanita yang berprofesi sebagai penjual kain ungu, berasal dari kota Tiatira, sebuah kota di Asia Kecil yang terkenal dengan industri kain. Sebagai seorang pedagang kain, ia memiliki kehidupan yang mapan. Ia menjual kain yang mahal yang nilainya diukur dengan timbangan perak. Lidia berkecukupan, rajin membantu dan menolong orang lain. Lidia tidak menutup mata terhadap penderitaan orang lain, malahan ia menunjukkan kasih dan kepeduliannya terhadap sesamanya. Lidia seorang non Jahudi, ketika mendengarkan Firman Tuhan ia percaya dan imannya makin diteguhkan oleh rasul Paulus di Filipi. Akhirnya Tuhan membuka hatinya, ia percaya dan dibaptis dengan seisi rumahnya. Kehidupan Lidia menjadi berkat dan kesaksian bagi keluarga dan orang-orang yang ada disekitarnya. Paulus dan rekan-rekannya menumpang di rumahnya untuk beberapa saat, untuk memberitakan injil di kota itu. Melalui firman ini kita diajak meneladani kehidupan Lidia yang setia melayani dengan tulus. Tuhan terus membutuhkan pelayan dan pekerja. Bukan karena Tuhan tak sanggup, melainkan karena Allah ingin mengangkat kita menjadi pelayananNya. Maka marilah kita melayani sesuai dengan talenta yang diberikan Tuhan. Jangan egois dan sombong tetapi jadilah saluran berkat bagi semua orang. Amen.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 127:1. Lam gogo
Lam gogo, lam gogo, lam gogo mardalan ho. Sion tu banua ginjang,
nang satongkin unang so. Palitom baen marsinondang.
Di na tiur i mardalan ho. Lam gogo, lam gogo.

06. Doa Bapa kami – Amin.