EBEN HAEZER


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 457:1. “Ya Tuhan tiap jam”
Ya Tuhan tiap jam ‘ku memerlukanMu, Engkaulah yang memb’ri
sejahtera penuh. Setiap jam, ya Tuhan, di Kau kuperlukan;
ku datang Jurus’lamat, berkatilah

02. Pembacaan Firman
Pagi : Yeremia 12:12-17.
Malam : 1 Korintus 12:12-26.

03. Renungan: 1 Samuel 7:12.
Kemudian Samuel mengambil sebuah batu dan mendirikannya antara Mizpa dan Yesana; ia menamainya Eben-Haezer, katanya: “Sampai di sini Tuhan menolong kita”.

Eben-Haezer berarti Batu Pertolongan. Nama itu merupakan nama sebuah batu yang didirikan Samuel antara Mizpa dan Yesana, sebagai peringatan bagi bangsa Israel, bahwa Tuhan telah menolong mereka dari berbagai bencana dan penderitaan. Ada beberapa peristiwa yang terjadi sebelumnya: (1) Dua puluh tahun sebelumnya di tempat itu Israel dikalahkan. (2) Hofni dan Phineas, para imam Tuhan, dibunuh di tanah itu, orang-orang Filistin menang atas bangsa Israel dan tabut Tuhan diambil. (3) Bangsa Israel kalah karena mereka tidak lagi mengindahkan Tuhan dan mereka sudah menyembah para Baal dan Asytoret. Bangsa Israel memiliki artifek batu yang lainnya, seperti: saat Nuh keluar dari Bahtera, saat bangsa Israel keluar dari Sungai Yordan yang dipimpin oleh Yosua, Yakub yang mendirikan mezbah, Abraham juga dan sebagainya. Eben-Haezer menjadi sebuah tempat ratapan untuk berdoa, bertobat, dan melihat Tuhan kembali memberkati mereka. Tempat itu juga menjadi tempat perjanjian yang diperbaharui. Allah seolah-olah bertindak sebagai penjaga menara pengawas kehidupan umat baik peristiwa yang sedang terjadi, dulu dan yang akan datang. Benda-benda itu mengingatkan kehidupan masa sekarang ini bahwa Tuhan pernah menolong dan sangat setia mengasihi bangsa Israel. Eben-Haezer menolong kita orang percaya bahwa Tuhan itu Mahakuasa dan Mahasetia mendorong kita untuk setia kepadanya, tidak takut kepada setiap tantangan dan masalah yang datang. Eben-Haezer lainnya bagi saudara sendiri, bisa beragam seperti momen, benda, kenangan dan sebagainya, yang menjadi titik untuk mengingat kasih setia Tuhan. Pengalaman masa lalu bersama Tuhan itu menjadi kekuatan bagi kita untuk tetap setia kepada Tuhan. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 197:1-2 Na marmahani hita
Na marmahani hita, Parholong roha i. Ima Tuhanta Jesus, Silehon tua i. Silehon tua i.
Ditatap pardangolan ni manisia i. Soada hasonangan, na lilu do sude, na lilu do sude.

06. Doa Bapa kami – Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s