PELAYANAN YANG TULUS


Saat Teduh …………..

01. Nyanyian KJ. No. 235:1. “Kudengar berkatMu turun”
Kudengar berkatMu turun bagai hujan yang lebat
Menghidupkan padang gurun dan menghibur yang penat
Aku pun, aku pun, ya, berkati aku pun!

02. Pembacaan Firman
Pagi : Lukas 14:15-24.
Malam : 1 Korintus 11:17-26.

03. Renungan: Kisah Para Rasul 16:14.
Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus.

Lidia adalah seorang wanita yang berprofesi sebagai penjual kain ungu, berasal dari kota Tiatira, sebuah kota di Asia Kecil yang terkenal dengan industri kain. Sebagai seorang pedagang kain, ia memiliki kehidupan yang mapan. Ia menjual kain yang mahal yang nilainya diukur dengan timbangan perak. Lidia berkecukupan, rajin membantu dan menolong orang lain. Lidia tidak menutup mata terhadap penderitaan orang lain, malahan ia menunjukkan kasih dan kepeduliannya terhadap sesamanya. Lidia seorang non Jahudi, ketika mendengarkan Firman Tuhan ia percaya dan imannya makin diteguhkan oleh rasul Paulus di Filipi. Akhirnya Tuhan membuka hatinya, ia percaya dan dibaptis dengan seisi rumahnya. Kehidupan Lidia menjadi berkat dan kesaksian bagi keluarga dan orang-orang yang ada disekitarnya. Paulus dan rekan-rekannya menumpang di rumahnya untuk beberapa saat, untuk memberitakan injil di kota itu. Melalui firman ini kita diajak meneladani kehidupan Lidia yang setia melayani dengan tulus. Tuhan terus membutuhkan pelayan dan pekerja. Bukan karena Tuhan tak sanggup, melainkan karena Allah ingin mengangkat kita menjadi pelayananNya. Maka marilah kita melayani sesuai dengan talenta yang diberikan Tuhan. Jangan egois dan sombong tetapi jadilah saluran berkat bagi semua orang. Amen.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 127:1. Lam gogo
Lam gogo, lam gogo, lam gogo mardalan ho. Sion tu banua ginjang,
nang satongkin unang so. Palitom baen marsinondang.
Di na tiur i mardalan ho. Lam gogo, lam gogo.

06. Doa Bapa kami – Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s