Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

MENGUCAP SYUKUR DALAM SEGALA HAL


Saat Teduh ……………

01. Nyanyian KJ. No. 249:1. “Serikat Persaudaraan”
Serikat persaudaraan berdirilah teguh. Sempurnakan persatuan
didalam Tuhanmu. Bersama-sama majulah dikuatkan iman
Berdamai bersejahtera dengan pengasihan.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Ibrani 12:3-11.
Malam : 2 Korintus 11:7-15.

03. Renungan: Mazmur 86:12.
Aku hendak bersyukur kepadaMu ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan namaMu untuk selama-lamanya

Apakah pada saat orang yang kita kasihi meninggal dunia, atau saat kita mengalami kesulitan, kita masih bersyukur?. Firman Tuhan dalam 1 Tesalonika 5:18 berkata “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” Mengucap dengan sepenuh hati. Adapun alasan mengucup syukur yaitu. Tuhan yang menghendaki. Mazmur 7:18, “ Aku hendak bersyukur kepada TUHAN karena keadilan-Nya, dan bermazmur bagi nama TUHAN, Yang Mahatinggi. 1) Tesalonika 5:18 ““Mengucap syukurlah dalam segala hal,sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” Walaupun kita sedang mengalami situasi yang baik dan terburuk sekalipun, kita tetap harus bersyukur. Karena Tuhan punya rencana yang terbaik walaupun terkadang kita berpikir pencobaan ini terlalu berat. Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi kita (Roma 8: 28). 2). Dalam Efesus 5:18 – 20 dijelaskan bahwa orang yang penuh dengan Roh Kudus akan senantiasa mengucap syukur dengan menyanyikan puji-pujian dan bermazmur.

Masih ingatkah Anda tentang kisah 10 orang kusta yang disembuhkan? Apabila kita membaca Lukas 17:15 – 19, ada salah satu orang yang telah disembuhkan kembali ke Tuhan Yesus. Ia mengucap syukur dan berterima kasih atas kesembuhannya. Pada ayat yang ke-19 Tuhan Yesus berkata bahwa iman orang tersebut telah menyelamatkannya. Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa mengucap syukur adalah salah satu ciri orang yang beriman. Mengucap syukur adalah pilihan bukan perasaan. Mudah bagi kita untuk mengucap syukur saat suasana hati kita sedang baik, gembira, senang, ataupun sukacita. Ucapan syukur juga mengajar kita tidak boleh sombong, karena semua adalah anugerahNya. Mengucap syukurlah dalam segala hal, Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 424:1. Soara ni Tondi
Soara ni Tondi ni Tuhanta i jotjot dilaosi, ditulak ho i.
Sai tanda jeamu, pauba roham, dapothon Tuhanmu, sisesa dosam.

06. Doa Bapa kami – Amin.

Na marhahonaan tu Patik Parjolo dohot Paduahon


RUHUT PARMAHANION DOHOT PAMINSANGON
(Na marhahonaan tu Patik Parjolo dohot Paduahon)

Manjujur ari, mangupa tondi, pasigathon rasian ni tanganna tu datu, manungkun parsorion tu ahli nujum, umpeop ulos ni tondi, manahui tua sian na mate, porsea di tona ni natuatua na maralo tu Hata ni Debata, padalanhon juhut tata andorang so borhat bangke ni na mate tu kuburan (begu ni na mate i do dirajumi na manggalang). Martonggo di tingki mangarapot, marhajinjang paulak jual tu jabu tingki matean, papurpur sapata di parmonding ni halak na punu (na so mardakdanak baoa) manang na mate ponggol (so sanga sohot) dohot tortor na marlaok hasipelebeguon. Na manortori, na manulangi manang manganapurani holiholi na niongkal, na mangalap tondi ni na marsahit (di tingki tarsonggot, tinggal ninna tondina di inganan i), Na mardebata idup, na marsomba tu tunggal panaluan dohot pohung, begu, na palaho parsili dohot sipaimbar, na mansaem (mambahen saem, asa intap ni i), na pauli parpagaran, na marsanti, na marmanuk di ampang (na manungkun dia ma na naeng masa tu ngoluna), patupa partahanan ni daging (alemu), mandabu aji, na mandohoti ulaon hasipelebeguon, na mangapus hoda, na marbonang manalu, mamiahi hoda, marmiak manuk, na mangalahat horbo na marojahan tu haporseaon hasipelebeguon, mangallang babi pangambat, babi panungkol, pamispison, dohot angka na suman tusi. Suang songon i molo gabe ruas ni partei manang aliran ni sisoadahon Debata. Na marsomba tu mulajadi na bolon, debata asiasi, debata Batara Guru, debata mangala bulan, i ma na marurat di ugamo hasipelebeguon. Na mardebata arta (isara ni: mammonisme, materialisme, konsumerisme, kapitalisme) na maralo tu Hata ni Debata, songon i nang angka rumang ni “parbinotoan” na marojahan tu hasipelebeguon, nang rasialisme, sekularisme, panatisme.

FIRMAN TUHAN BERKUASA


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 367:1. “PadaMu Tuhan dan Allahku”
PadaMu Tuhan dan Allahku, ‘ku persembahkan hidupku
dariMu jiwa dan ragaku, hanya dalamMu ‘ku teduh
hatiku yang Engkau pulihkan, padaMu juga ‘ku berikan

02. Pembacaan Firman
Pagi : 2 Samuel 12:19-23.
Malam : 2 Korintus 11:1-6.

03. Renungan: Lukas 4:36.
Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: “Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan merekapun keluar.”

Tuhan ada di mana-mana, tetapi setan pun hadir di mana-mana. Dalam bacaan injil yang akan kita renungkan bersama ini mengisahkan tentang Yesus yang mengajar dalam bait Allah. Tidak hanya banyak orang yang datang dan mendengarkan pengajaran Yesus tapi juga ada di dalamnya setan yang turut hadir pula. Setan menyusup melalui diri manusia. Setan yang menyamar ini kemudian dihardik oleh Yesus. Dikisahkan dalam injil tadi bahwa semua orang yang mendengar-Nya menjadi kagum karena perkataan Yesus yang berkuasa. Kuasa perkataan Yesus bukan hanya dalam pengajaran yang benar dan berwibawa, tetapi juga ada dalam tindakan terhadap kuasa-kuasa gelap. Setan ibarat tamu tak diundang yang menyelinap masuk. Bahkan roh jahat itu mengenali Yesus tetapi tidak berdaya di hadapan Yesus.

Pada nas ini yang ingin digarisbawahi adalah setan yang menyelinap kadang luput dalam perhatian karena ia bisa juga hadir dalam tempat-tempat yang suci dan sakral sekalipun. Bahkan setan pun bisa mengungkapkan jati diri Yesus. Inilah tipu daya setan yang mencoba untuk menguasai manusia. Tuhan ada di mana-mana, setan pun ada di mana-mana. Waspadalah! Bagaimana caranya agar kita mampu mengenali setan yang menyamar? Dekatlah dan akrablah dengan Yesus. Ia akan membantu kita dan lengkapi diri kita dengan iman yang kuat, agar dengannya kita bisa melihat dan membedakan mana yang baik dan mana yang jahat, Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi KJ. No. 350:1. O Berkati kami
O berkati kami dan lindungi kami
Tuhan b’rilah rahmatMu oleh sinar wajahmu.

06. Doa Bapa kami – Amin.

JANGAN KERASKAN HATIMU!


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 401:1. “Makin dekat Tuhan”
Makin dekat, Tuhan, kepadaMu; walaupun saliblah mengangkatku,
Inilah laguku: dekat kepadaMu; makin dekat, Tuhan, kepadaMu

02. Pembacaan Firman
Pagi : Lukas 6:20-26.
Malam : 2 Korintus 10:1-6.

03. Renungan: Roma 11:22.
Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasanNya yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahanNya yaitu jika kamu tetap dalam kemurahanNya; jika tidak, kamu pun akan dipotong juga.

Wujud dari kemurahan Allah yang paling utama adalah pengampunan dan pemulihan Allah bagi umat manusia. Inilah kemurahan Allah yang terbesar bagi manusia. Tanpa pengampunan kita tidak dapat menikmati keselamatan dan pemulihan Allah. Dan satu-satunya jalan pengampunan yang Allah berikan kepada manusia ada di dalam Yesus Kristus yang telah mati dan bangkit kembali. Kemurahan Allah adalah suatu anugrah bagi kita, agar kita bekerja lebih lagi bagi Dia. Ingatlah bahwa Allah bukan hanya penuh kemurahan, tetapi di balik kemurahanNya Allah juga adil dalam kebenaran. KeadilanNya inilah yang mencerminkan kekerasan hati Allah. Perhatikan kalimat yang berkata: “kekerasan Allah akan dinyatakan atas orang-orang yang telah jatuh.” Apakah yang dimaksud dengan orang-orang yang telah jatuh? Bukankah, semua orang telah jatuh ke dalam dosa?

Kita adalah orang-orang yang sudah berbuat dosa dan harus dihukum! Tetapi kita mendapat pengampunan dan keselamatan oleh darah Yesus Kristus. Namun ada orang-orang yang sombong dan menolak pengampunan yang diberikan oleh Bapa di dalam Tuhan Yesus Kristus. Mereka tetap berpegang pada keyakinan dan agamanya sendiri, serta merasa dapat masuk sorga dengan perbuatan baik yang mereka lakukan. Sesungguhnya Allah memberi rentang waktu kemurahanNya. Dalam kemurahan Allah yang besar, terletak juga kekerasan hatiNya untuk menunjukkan kebenaran serta keadilanNya yang mutlak. Sebab itu, selama masih ada kesempatan hidup, pergunakan sebaik-baiknya untuk bekerja. Karena akan datang malam dimana tidak ada yang akan bekerja. Setialah dalam firman Tuhan sampai menuju kekekalan, Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 165:1. O Jesus na pangolu au
Na basa do rohaM di au, o Jesus, Tuhanki,
Di ihuthon Ho au tu na dao, mambuat rohangki.

06. Doa Bapa kami – Amin.

HIDUP DALAM KEKEKALAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 419:1. “Yesus pimpinlah”
Yesus, pimpinlah kami s’lamanya:
hanya Dikau kami ikut di sepanjang jalan hidup.
Tuntun umatMu masuk rumahMu.

02. Pembacaa Firman
Pagi : Yohanes 4:31-38.
Malam : 2 Korintus 9:8-15.

03. Renungan: Mazmur 16:10.
Sebab engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan orang kudusMu melihat kebinasaan

Mazmur ini ditulis oleh Nabi Daud, biasanya Nabi Daud menulis berdasarkan pengalaman pribadinya didalam memimpin bangsa Israel. Banyak hal yang dialaminya misalnya pada saat memimpin bangsa Israel maju ke medan perang, juga pada saat Daud mengalami penghianantan atau pada saat Daud jatuh kedalam dosa akan tetapi Tuhan selalu melindunginya dan mengampuninya. Untuk itulah Nabi Daud menuliskan yang kita kenal Mazmur Daud. Nabi Daud menyadari bahwa semua sukacita dan kebahagian serta penderitaan yang dia alami adalah berada dalam genggaman Tuhan. Nabi Daud bersyukur Tuhan karena selalu melindunginya dan berdiri disebelah kanannya ditengah-tengah gelombang kehidupan yang dijalaninya.

Demikian Juga dalam lika-liku kehidupan kita, kita banyak mengalami tantangan dan hambatan serta pencobaan, kita perlu meneladani Nabi Daud yang tetap bermazmur kepada Tuhan walaupun dalam penderitaan. Kita juga harus mampu berdoa dan mengucap syukur kepada Tuhan untuk semua yang kita rasakan dan alami. Bukan sekali atau dua kali Tuhan hadir dan membimbing dan menuntun kita. Bukan sekali atau dua kali pula Tuhan Allah hadir dan memberikan penghiburan kepada kita disaat sedang berduka didalam menjalani pergumulan kehidupan kita sehari-hari. Untuk itulah kita harus menyerahkan semua kehidupan kita kepada Tuhan, karena Tuhan telah berjanji akan terus menjaga anak-anakNya umat manusia dalam kondisi apapun. Tuhan akan terus menjadi pegangan kita sehingga tetap kuat dan kokoh dalam menjalani apapun, Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 197:1. Na marmahani Hita
Na marmahani hita Parholong roha i
I ma Tuhanta Jesus Silehon tua i, Silehon tua i

06. Doa Bapa kami – Amin.

DOMBA ALLAH


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 407:1. Tuhan Kau Gembala Kami
Tuhan Kau Gembala Kami, tuntun kami dombaMu
B’rilah kami menikmati hikmat pengorbananMu
Tuhan Yesus Juruslamat, kami ini milikMu
Tuhan Yesus Juruslamat, kami ini milikMu

02. Pembacaan Firman
Pagi : 1 Raja-raja 17:1-7.
Malam : 2 Korintus 9:1-7.

03. Renungan: Yehezkiel 34:31.
Kamu adalah domba-dombaKu, domba gembalaanKu, dan Aku adalah Allahmu, demikian firman Tuhan Allah.

Tugas seorang gembala adalah menjagai kawanan dombanya dari segala gangguan dan ancaman. Seorang gembala yang baik harus mengetahui berapa jumlah kawanan yang digembalakannya dan apa bila ada yang hilang dia akan mencarinya dan bila ada yang terancam dia akan menyelamatkannya. Banyak gembala yang tidak baik, apabila ada kawanan dombanya yang hilang dia tidak tahu atau tidak perduli dan bahkan kadang sengaja mengorbankan kawanan domba untuk keuntungan pribadi. Firman ini ditulis oleh Nabi Yehezkiel pada saat pembuangan di kerajaan babilonia dibawah pimpinan Raja Nebukadnezar. Yehezkiel bernubuat menentang para pemimpin Israel, yaitu para Raja, Imam dan nabi. Karena keserakahan, korupsi dan mementingkan diri sendiri. Mereka telah lalai, mereka tidak menuntun umatnya sebagaimana dikehendakiNya dan mereka memeras dan menggunakannya untuk kepentingan pribadi dan bukan menolong mereka. Mereka tidak menjadi gembala yang baik dan tidak setia. Nabi Yehezkiel menubuatkan bahwa akan datang satu saat seorang gembala yang baik yang berkenan kepadaNya yang akan sungguh-sungguh melindungi umatnya dan menuntun mereka kejalan yang benar. Demikianlah Yesus datang sebagai gembala untuk kita, dan kita sebagai dombaNya, Ia rela mati untuk menebus dosa-dosa kita, agar kita selamat, Dia adalah gembala yang baik dan akan mencari walaupun seorang dari kita yang tersesat dan tidak akan membiarkannya. Dia mengenal kita dan dia akan menuntun kawanan dombaNya kekandang dan ke padang rumput yang hijau. Dia mengenal kita secara pribadi sebagai dombaNya, Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi KJ. No. 211:1 “ Tuhan Jesus Siparmahan”
Tuhan Jesus Siparmahan Au birubiruNa do
Jesus gok di Ho rohangku Sai ihuthononku Ho
Sai ihuthononku Ho, Sai ihuthononku Ho
Jesus gok di Ho rohangku Sai ihuthononku Ho

06. Doa Bapa kami – Amin.

DULU JAUH SEKARANG DEKAT


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 401:1. “Makin dekat, Tuhan”
Makin dekat Tuhan kepadaMu. Walaupun saliblah mengangatku
Inilah laguku, dekat kepadaMu. Makin dekat Tuhan, kepadaMu.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Kisah Para Rasul 27:21-38.
Malam : 2 Korintus 8:16-24.

03. Renungan: Efesus 2:13.
Tetapi sekarang didalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu “jauh”, sudah menjadi “dekat” oleh darah Kristus.

Jemaat Efesus adalah Jemaat hasil pekerjaan pekabaran lnjil Paulus dalam perjalanan pekabaran lnjilnya yang ketiga. la berada di Efesus dan melayani di sana selama kira-kira 3 (tiga) tahun. Mayoritas anggota Jemaat Efesus berasal dari bangsa-bangsa non Yahudi, dan sebagian kecil lainnya adalah dari bangsaYahudi. Dalam tulisannya kepada Jemaat di Efesus, Paulus mengungkapkan bahwa Yesus melalui pengorbanan-Nya di atas kayu salib telah membuka jalan masuk kepada keselamatan dan telah “merubuhkan tembok pemisah” antara Yahudi dan non Yahudi, dan membuat setiap yang percaya kepada Yesus Kristus menjadi satu keluarga besar dan menerima jalan masuk kepada kehidupan yang kekal. Mari merenung sejenak melalui pertanyaan ini: “Adakah tembok-tembok” baru yang dibangun dan diciptakan dalam persekutuan? Tembok gelar pendidikan? tembok kaya-miskin?, “tembok aktifis gereja/jemaat biasa” atau “tembok-tembok” lain yang dapat membuat umat Tuhan tidak bersatu. Tuhan Yesus telah merobohkan tembok pemisah karena perseteruan oleh salib-Nya.

Melalui nas ini, kita hendak diingatkan beberapa hal, yaitu : Tuhan Yesus dengan karya-Nya di atas kayu salib telah membuka jalan baru bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya untuk memperoleh keselamatan, Setiap orang percaya adalah anggota keluarga Allah. Oleh karena itu, setiap anak Tuhan harus melihat saudara sepersekutuannya sebagai anggota keluarganya dan mempraktekkan kasih persaudaraan. Kita telah menyatu didalam Yesus, dekat dan tidak ada yang bisa memisahkan kita dari kasih Yesus, Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 118:1-2. Paian ma di hami
Paian ma di hami, o Jesus, asiMi, asa tung unang hami diansi musu i.
Paian Tuhannami, HataMa di hami be, Asa martua hami, nuaeng nang sogot pe.

06. Doa Bapa kami – Amin.