Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

HIDUP DALAM KEBENARAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 460:1. “Jika jiwaku berdoa”
Jika jiwaku berdoa kepadaMu Tuhanku
Ajar aku t’rima saja pemberian tanganMu
Dan mengaku s’perti Yesus di depan sengsaraNya
Jangan kehendakku Bapa, kehendakMu jadilah!

02. Pembacaan Firman
Pagi : Filipi 1:27-30.
Malam : Lukas 1:46-55.

03. Renungan: Yesaya 11:5.
Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang

Orang benar berarti hidupnya, perbuatannya seturut dengan hal-hal yang sesuai dengan Firman Tuhan atau aturan aturan yang berlaku. Kesetiaannya untuk tetap hidup dalam kebenaran menjadi tuntutan bagi kita pengikut Yesus Kristus, sebab Yesus Kristus telah membuktikan keteladanan bagi kita, Dia setia mengemban tugas menyelamatkan manusia bahkan sampai mati di kayu salib tetap setia dalam kebenaran. Tidak ada bukti kesalahan (Mat 27:19) dimana istri Pilatus mengatakan bahwa Yesus adalah orang benar, bahkan pada akhir keputusannya, jelas mengatakan bahwa tidak ada ditemukan kesalahan pada Yesus (Lukas 23:4). Ini membuktikan dan sekaligus menjadi kekuatan bagi kita untuk tetap setia dalam kebenaran. Kebenaran dan kesetiaan kiranya melekat dalam diri kita, dalam situasi dan kondisi bagaimanapun kita tetap dalam kebenaran dan kesetiaan. Walau terkadang sulit karena begitu banyaknya godaan dunia yang sangat menarik dan menawarkan kenikmatan duniawi membuat seseorang hidup tidak setia. Lukas 16:10, jika setia dalam perkara kecil, akan setia juga dalam perkara besar dan Tuhan akan memberikan anugerah yang menjadi kekuatan kita untuk hidup takut akan Tuhan. Hidup dalam kebenaran dan kesetiaan menjadi bagian yang Tuhan anugerahkan kepada kita karena kita tetap setia takut akan Dia. Kiranya kita tetap mengenakan ikat pinggang kebenaran baik dalam kata-kata maupun dalam perbuatan. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 194:2. Aut so asi rohaM
Mauliate ma Di Ho o Debata Ala basaM
Sibahen dalan i Marhite AnakMi Tu banuaM

06. Doa Bapa kami – Amin.

BERKAT TUHAN TURUN-TEMURUN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 367:1. “PadaMu Tuhan dan Allahku”
PadaMu Tuhan dan Allahku, ‘ku persembahkan hidupku
dariMu jiwa dan ragaku, hanya dalamMu ‘ku teduh
hatiku yang Engkau pulihkan, padaMu juga ‘ku berikan

02. Pembacaan Firman
Pagi : Yohanes 1:15-18.
Malam : Lukas 1:39-45.

03. Renungan: Lukas 1:50.
Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.

Hak warisan dapat menimbulkan masalah bagi satu keluarga ketika terindikasi ada ketidakadilan. Sebagai contoh ketika satu keluarga orang tuanya (ayah dan ibunya) membagi warisan kepada anak-anaknya dan ada ketidakadilan menurut salah seorang anaknya karena memperoleh nilai warisan lebih kecil, akibatnya dia marah-marah dan mengatakan orang tuanya tidak adil. Perebutan hak warisan sering terjadi tetapi berbeda dengan HAK WARISAN bagi mereka yang takut akan Tuhan. Karena warisan bagi mereka yang takut akan Tuhan tidak dalam bentuk harta benda atau kekayaan, tetapi sesuatu yang membuat suka cita. Amsal 1:7 menyebutkan bahwa Takut akan Tuhan adalah permulaan hikmat dan didikan, artinya ketika kita Takut akan Tuhan maka yang menjadi kekuatan kita adalah memiliki hikmat dan didikan yang tidak terukur nilainya. Takut akan Tuhan berarti kita semakin dekat dengan Tuhan, melakukan hal-hal yang tidak bertentangan dengan ajaran Kristus. Rahmat Tuhan turun temurun atas orang yang takut akan Tuhan (Luk. 1:50). Sebagai warisan (yang Tuhan berikan secara turun temurun) bagi yang takut akan Dia adalah Rahmat yang pastinya mendatangkan suka cita dan kebahagiaan. Karena itu jangan pernah ragu, jangan kuatir sesungguhnya kita akan memperoleh Rahmat Tuhan ketika kita takut akan Dia, semakin dekat dengan Tuhan berarti makin taat melaksanakan ajaran Tuhan. Kiranya Rahmat Tuhan memberikan sukacita dan kekuatan kepada kita.
Amin

04. Berdoa

05. Bernyanyi KJ. No. 350:1. O Berkati kami
O berkati kami dan lindungi kami
Tuhan b’rilah rahmatMu oleh sinar wajahmu.

06. Doa Bapa kami – Amin

KUASA TUHAN TAK TERBATAS


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 401:1. “Makin dekat Tuhan”
Makin dekat, Tuhan, kepadaMu; walaupun saliblah mengangkatku,
inilah laguku: dekat kepadaMu; makin dekat, Tuhan, kepadaMu

02. Pembacaan Firman
Pagi : Lukas 3:10-20.
Malam : Lukas 1:26-38.

03. Renungan: Mazmur 71:15.
Mulutku akan menceritakan keadilan-Mu dan keselamatan yang dari padaMu sepanjang hari, sebab aku tidak dapat menghitungnya.

Daud sering menghadapi bahaya maut, tetapi dia juga sering mengalami pertolongan Tuhan. Daud dalam mazmur-mazmur yang dia tulis bukanlah penderitaan atau kesusahan yang dia alami, melainkan pertolongan dan kesetiaan Tuhan yang selalu menyelamatkan dia dari bahaya. Daud tidak pernah merasa bosan untuk selalu mencari pertolongan Tuhan.

Setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda dalam hidup ini, setiap orang beriman pasti pernah mengalami bahaya atau masalah berat yang berlanjut dengan datangnya pertolongan Tuhan. Bahaya atau masalah berat itu umumnya dipakai Tuhan sebagai alat untuk mendekatkan diri kita kepadaNya. Bila kita berpikir positif, kita akan melihat bahwa pertolongan Tuhan itu banyak sekali. Akan tetapi, bila kita berpikir negatif, kita akan mudah beranggapan bahwa kita adalah orang-orang yang paling menderita di muka bumi ini dan mungkin kemudian kita mencela Tuhan yang membiarkan kita mengalami bahaya atau masalah berat. Hidup ini bukanlah suatu kondisi dimana kita akan selalu berbahagia dan mendapatkan segala sesuatu yang kita inginkan. Hidup ini adalah suatu kondisi dimana kita akan dihadapkan dengan yang baik atau kebahagiaan maupun kesedihan. Marilah kita membiasakan diri untuk selalu berpikir positif yaitu melihat kebaikan Tuhan ketika kita menghadapi masalah dan kita selalu menyakini bahwa Tuhan lebih besar dari semua masalah yang kita hadapi dan Tuhan selalu sanggup menolong kita, Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 165:1. O Jesus na pangolu au
Na basa do rohaM di au, o Jesus, Tuhanki,
Di ihuthon Ho au tu na dao, mambuat rohangki.

06. Doa Bapa kami – Amin.

HIDUP DALAM TERANG


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 419:1. “Yesus pimpinlah”
Yesus, pimpinlah kami s’lamanya:
hanya Dikau kami ikut di sepanjang jalan hidup.
Tuntun umatMu masuk rumahMu.

02. Pembacaa Firman
Pagi : Matius 3:1-11.
Malam : Lukas 1:18-25.

03. Renungan: 1 Yohanes 2:8b
Sebab kegelapan sedang lenyap dan terang yang benar telah bercahaya

Ayat Renungan diatas merupakan pernyataan Yesus kepada para murid yang terdiam ketika Yesus menanyakan apa yang diperdebatkan oleh mereka. Sebenarnya Yesus sudah mengetahui apa yang diperdebatkan para murid tersebut, yaitu siapa yang terbesar diantara mereka. Memang merupakan hal yang wajar jika dalam suatu kumpulan akan terjadi kekosongan pimpinan (Yesus memberikan tanda/sinyal bahwa dia akan mati disalib), maka para murid membicarakan siapa yang terbaik dari antara mereka yang layak menjadi pimpinan mereka.

Kondisi murid di saat itu dengan kondisi orang-orang di zaman Now masih sama saja. Begitu banyak orang dengan segala cara mau menunjukkan kebesarannya dan berambisi menjadi pimpinan atau kedudukan yang tinggi dan terhormat. Namun karena mereka tidak memahami Firman Tuhan ini, maka kebanyakan dari mereka gagal mendapatkan yang diinginkannya. Seharusnya jika seseorang ingin menjadi pimpinan yang baik atau mendapat kedudukan yang terhormat harus siap untuk jadi pelayan bagi sesama dan harus siap mengalah kepada yang lain supaya tercipta kondisi yang nyaman dan aman serta damai. Dan untuk dapat memiliki sifat atau karekter demikian haruslah mengenal Yesus dengan baik, mengenal perjuangan Yesus untuk menolong dan menyelamatkan manusia, dan memahami makna di balik kematian Yesus di kayu salib. Orang-orang yang menjadi pengikut Kristus yang sejati tidak lagi memusingkan dirinya sendiri namun sudah naik ke level bagaimana hidup yang dimilikinya menjadi berkat bagi sesama. Mari kita berlomba melayani sesama. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 197:1. Namarmahani hita
Na marmahani hita Parholong roha i
I ma Tuhanta Jesus Silehon tua i, Silehon tua i

06. Doa Bapa kami – Amin.

INKARNASI YESUS


ADVENT III
Masa penantian kelahiran Yesus Kristus

Topik: Kedatangan Yesus dan kesudahan dunia
(Haroro ni Jesus dohot ujung ni portibi on)

Warna Tutup Altar : Ungu (voolet)
Warna Kasih dan Pengharapan

Yesus memberi pertumbuhan dan memelihara umat-Nya
Ev. Matius 24:3-8
Ep. Yoel 2:30-32

INKARNASI YESUS

Kata inkarnasi berasal dari bahasa Latin “In Carne” yang dalam bahasa Yunaninya en sarki yang artinya “dalam daging”. Jadi inkarnasi bisa diartikan “masuk ke dalam daging”. Tentu saja yang dimaksud dengan “daging” bukan hanya tubuh, tetapi seluruh manusia. Inkarnasi Tuhan Yesus yakni pribadi kedua dari Allah Tritunggal yang mengambil bentuk kemanusiaan, atau dengan kata lain Anak Allah menjelma dan menjadi daging. Siapakah yang Berinkarnasi?
Bukan Allah Tritunggal yang berinkarnasi, tetapi pribadi kedua dalam Allah Tritunggal, yang mengambil natur manusia. Tetapi juga harus diingat bahwa setiap pribadi dalam Allah Tritunggal ikut aktif dalam inkarnasi (Mat 1:20 Luk 1:35 Yoh 1:14 Kis 2:30 Ro 8:3 Gal 4:4 Fil 2:5-7). Alkitab sendiri dengan tegas mengatakan bahwa Firmanlah yang menjadi manusia (Yoh 1:1,14). Allah menjadi manusia tidak salah mutlak karena Yesus adalah Allah. Tetapi mungkin sebaiknya kita berkata bahwa Allah Anak/Firman/Logos menjadi manusia. Allah mencakup ketiga pribadi tersebut.

PERTOBATAN MEMBAWA SUKACITA


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 388:1. “S’lamat di tangan Yesus”
S’lamat di tangan Yesus, aman pelukanNya.
Dalam teduh kasihNya, aku bahagia.
Lagu merdu malaikat olehku terdengar
Dari neg’ri mulia, damai sejahtera, S’lamat di tangan Yesus,
aman pelukanNya. Dalam teduh kasihNya, aku bahagia.

02. Pembacaan Firman
Pagi : 1 Timotius 4:7-12.
Malam : Filipi 3:1-11.

03. Renungan: Lukas 15:10.
Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.

Yesus memberi perumpamaan tentang seorang gembala rela meninggalkan Sembilan puluh ekor dombanya hanya untuk mencari seekor domba yang hilang. Dan jika gembala itu menemukannya ia akan bersukacita dan memanggil sahabatnya untuk sama-sama bersukacita dengannya. Perumpamaan ini mau menegaskan bahwa ada sukacita yang besar di surga karena satu orang yang bertobat daripada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan. Orang berdosa merupakan orang yang telah hilang dari jalan Tuhan, sehingga hidupnya tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Maka dari itu Yesus mencari dan memanggil kita agar kembali ke jalan Tuhan, sebab kita adalah kepunyaan Tuhan. Rasul Paulus merupakan seorang yang berdosa sebelum menjadi pengikut Yesus. Ia adalah seorang penganiaya murid Yesus. Namun setelah Yesus menemukannya, ia berpaling dari dosanya kemudian menjadi pengikut Yesus yang setia. Nas hari ini mengajarkan kita agar kita meninggalkan dosa-dosa yang telah kita perbuat dan berbalik kepada-Nya. Sama seperti Rasul Paulus yang telah melepaskan semuanya supaya ia memperoleh Kristus, kita pun diajak untuk melepaskan dosa-dosa yang kita perbuat sampah supaya kita memperoleh Kristus. Sebab Kristus lebih mulia daripada semuanya, Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 118:1-2. Paian ma di hami
Paian ma di hami, o Jesus, asiMi, asa tung unang hami diansi musu i.
Paian Tuhannami, HataM di hami be, Asa martua hami, nuaeng nang sogot pe.

06. Doa Bapa kami – Amin.

HIDUP DALAM TUHAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 293:1. “Puji Yesus”
Puji Yesus! Pujilah Juru Selamat! Langit, bumi, maklumkan kasihNya
Haleluya, nyanyilah para malaikat. Kuasa hormat b’rilah kepadaNya
Selamanya Yesus Gembala kita, siang-malam kita didukungNya
Puji Dia b’ritakanlah keagunganNya! Puji Dia, mari bernyanyilah!

02. Pembacaan Firman
Pagi : Galatia 5:6-10.
Malam : Filipi 2:15-17.

03. Renungan: Yohanes 10:10b.
Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Bagi sebagian orang, istilah “hidup yang berkelimpahan” sudah langsung mendaratkan makna tertentu yang duniawi. Berkelimpahan dipahami secara material. Hidup berkelimpahan di Yohanes 10:10 tidak boleh dimengerti secara material. Yesus Kristus tidak sedang membicarakan tentang hal-hal yang duniawi, tetapi hidup berkelimpahan secara spiritual. Hidup ini memang sudah bisa dinikmati selama kita di dunia, tetapi hidup ini bukan bersifat duniawi. Ayat ini menampilkan sebuah kontras: apa yang dilakukan pencuri (ayat 10a) apa yang diberikan oleh Yesus Kristus (ayat 10b). Para pencuri datang hanya untuk mencuri dan membinasakan, sedangkan Yesus membawa kehidupan yang berkelimpahan. Orang-orang Farisi termasuk dalam kategori pencuri. Mereka dipandang sebagai rohaniwan dan penuntun jalan kepada kehidupan, tetapi sikap mereka jauh dari firman Tuhan.

Yesus menjelaskan kehidupan itu sebagai berikut: “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal (zōēn aiōnion) dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku”. Apakah kesuksesan material dalam hidup kita bersifat kekal? Tentu saja tidak! Bukan hanya kehidupan tersebut yang tidak dapat binasa. Penerima kehidupan itu juga tidak akan binasa, Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 464:1. Huboan ma diringku
Huboan ma diringku Tuhan hibul tu Ho. Ai au do tinobusMu umbaen tarbaen au ro.
Pagalak ma rohangku, di son managam, au TondiMi ma suru, na boi manggomgom au.

06. Doa Bapa kami – Amin.