Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

SIAPAKAH ORANG MAJUS ?


NATAL KEDUA
(Pesta Paduahon ari hatutubu ni Tuhan Jesus)

Topik: Yesus Terang Dunia
(Jesus Panondang di Portibi on)

Warna Tutup Altar : Bontar (Putih)
Warna simbol: Kasih dan Keagungan Tuhan

Ev. Yohanes 8:12-20
Ep. Wahyu 12:13-17

SIAPAKAH ORANG MAJUS ?
Orang Majus disebut orang bijak atau raja-raja dari timur. Mereka adalah ahli astronomi (ilmu perbintangan), tahu benar letak bintang, pergerakan dan tanda-tandanya. Bukan hanya itu, mereka juga percaya bahwa matahari, bulan dan bintang-bintang secara periodik memberi tanda-tanda yang dapat dipakai meramalkan peristiwa-peristiwa masa depan dan nasib seseorang atau bangsa. Karena itu mereka tahu benar apa arti bintang yang nampak di timur tersebut. Peristiwa ini semakin menegaskan bahwa Allah dapat memakai siapa saja dan apa saja untuk menggenapi setiap rencana-Nya. Selain memanggil dan memilih orang-orang yang sederhana, seperti Maria dan Yusuf, serta para gembala di padang yang menurut pandangan manusia tidak pantas dan tidak layak, ternyata Allah juga memakai orang-orang terpelajar supaya dengan pengetahuan yang dimiliki mereka memahami kehendak Allah dalam hidupnya. Selain itu kita dapat belajar tentang kerendahan hati. Kita tahu bahwa orang-orang Majus ini adalah raja-raja dari timur dan astronom, tetapi mereka rela meninggalkan kesibukan dengan menempuh perjalanan yang sangat jauh untuk mencari bayi yang baru dilahirkan. Setelah bertemu dengan Yesus mereka sujud menyembah Dia. Bagi mereka Yesus jauh lebih utama dan jauh lebih berharga dari segala sesuatu yang dimilikinya. Mereka mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.” Emas gambaran dari barang yang berharga, kemenyan berbicara tentang pujian dan penyembahan, sedangkan mur berbicara tentang ketekunan.

MENGAPA ALLAH MENJADI MANUSIA


NATAL PERTAMA
(Pesta Parjolo ari hatutubu ni Tuhan Jesus)

Topik: Telah lahir bagimu Juru selamat
(Ai naung tubu do di ho Sipalua i)

Warna Tutup Altar : Bontar (Putih)
Warna simbol: Kasih dan Keagungan Tuhan

Ev. Lukas 2:8-14.
Ep. Mika 7:18-20

MENGAPA ALLAH MENJADI MANUSIA

Alasan mengapa “Allah menjadi manusia” dari sudut yang relasional yaitu: bahwa di dalam Kristus, Allah yang Mahatinggi secara hakiki berkenan menjadi sahabat bagi umat manusia. Sebab dalam keberdosaan dan kefanaannya, umat manusia berada dalam situasi yang terasing dan terbuang. Manusia tidak hanya terasing dari sesama dan orang-orang di sekitarnya, tetapi dia juga terasing dengan dirinya sendiri dan terasing dengan Allah. Sehingga dengan keterasingan tersebut kehidupan manusia senantiasa ditandai oleh “keretakan-keretakan” spiritual yang membuat dia sering kehilangan makna dan tujuan hidupnya. Melalui Kristus, Allah menempatkan diriNya sama dan setara dengan umat manusia. Bahkan lebih dari pada itu, di dalam penderitaan dan kematian Kristus, Allah berkenan mengosongkan diriNya untuk menjadi seorang hamba yang menderita dan mengalami perlakuan yang sewenang-wenang, kejam dan tidak adil. Tujuannya agar di dalam Kristus, Allah dapat merasakan pula seluruh penderitaan setiap orang yang tidak berdaya. Sehingga di dalam Kristus, Allah yang jauh menjadi Allah yang sangat dekat. Dia hadir dalam realitas hidup manusia.

HIDUP DALAM PENGHARAPAN


PARPUNGUAN BODARI

Perayaan hari Kelahiran Tuhan Yesus
(Parningotan ari hatutubu ni Tuhan Jesus)

Topik: Penggenapan janji Allah
(Hasisinghop bagabaga ni Debata)

Warna Tutup Altar : Bontar (Putih)
Warna simbol: Kasih dan Keagungan Tuhan

Ev. Matius 1:18-23
Ep. 1 Timotius 3:14-16

HIDUP DALAM PENGHARAPAN
Puji syukur jika malam ini kita dapat bersekutu bersama untuk mengucap syukur dan merenungkan kasih Allah melalui kelahiran Yesus Kristus. Kita bersyukur bahwa Allah menyatakan karya selamatNya kepada kita. Dengan iman dan pengharapan kita harus berkata bahwa bagi Tuhan tak ada yang mustahil.

Kota Nazaret, adalah desa kecil di Galilea, tempat dimana Maria menerima pesan dari malaikat. Ada anggapa bahwa tidak ada sesuatu yang baik datang dari wilayah Galilea (Yoh 1:46). Justru di desa Nazaret itu, malaikat Tuhan datang. Utusan Allah Mahakuasa yang ditugaskan menyampaikan pesan sorgawi: Allah mengasihi manusia dan karena kasihNya Allah menjadi manusia untuk menebus manusia yang berdosa dan menyelamatkan manusia dari kutuk dosa dan maut.

Bukan perkara yang baru, tetapi sudah terjadi pada Elisabet, perempuan mandul yang hamil oleh kuasa Roh Kudus (Luk 1:36). Penyampaian malaikat merupakan kehendak Allah yang hanya dapat disikapi dengan iman; dalam percaya penuh; tidak ada keraguan. Maria mengimani apa yang dikatakan malaikat Tuhan: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu. Maria tidak ragu dengan firman Tuhan yang didengar dan diterimanya. Malam ini kita menyambut Natal. Apa pun masalah pribadi, keluarga, bangsa dan Negara kita. Mari kita tetap berdoa dan berharap kepada Tuhan bahwa masa depan kita akan lebih baik.

SAMBUTLAH RAJAMU !


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 247:1. “Sungguh Kerajaan Allah di Bumi tak kalah”
Sungguh kerajaan Allah di bumi tak kalah
Yesus yang bangkit dilantik menjadi kepala
Ia menang; g’lapmu menjadi terang. Lihatlah fajar menyala

02. Pembacaan Firman
Pagi : Kolose 1:15-23.
Malam : Lukas 2:1-7.

03. Renungan: Zakaria 9:9.
Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.

Bersorak-sorak tentu adalah ungkapan rasa bahagia dan syukur atas sesuatu peristiwa atau sesuatu yang kita dapatkan. Kedatangan raja kepada kita adalah sukacita besar, sebab seorang raja mau menjumpai kita. Apalagi yang datang itu adalah Raja Kekal yang adil dan jaya. Kitab Zakharia mengatakan, “Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda. … Wilayah kekuasaannya … sampai ke ujung-ujung bumi” (Zak. 9:9-10). Itulah nubuat yang digenapi ketika Tuhan Yesus dielu-elukan di Yerusalem dan orang banyak berseru, “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, (Mat. 21:9).

Tuhan Yesus datang sebagai raja Israel yang begitu mencintai rakyatnya sampai ia rela mengorbankan dirinya sendiri agar rakyatnya beroleh keselamatan. Kita, yang seharusnya mati tetapi telah beroleh keselamatan karena pengorbanan TuhanNya. Ketika kita masih berdosa, Tuhan Yesus mati bagi kita. Dia yang tidak berdosa rela dijadikan dosa untuk menerima hukuman kita dan sebaliknya kita dijadikan benar oleh karena kesalehan- Nya. Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, dan membuat Yesus yang tidak berdosa menjadi dosa karena kita, supaya kita dibenarkan oleh Allah (2Kor. 5:21), Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No.262:1. Jahowa Tuhanki
Jahowa Tuhanki, Ho mual ni na denggan; Sitompa sasude, silehon hangoluan!
Sai lehon ma di au pamatang na hipas. Maringan ma di au, baen roha na ias.

06. Doa Bapa kami – Amin.

TERANG LILIN ADVENT


ADVENT IV
Masa penantian kelahiran Yesus Kristus
Topik:Terang Tuhan terbit atasmu
(Naung binsar do panondang di ho)

Warna Tutup Altar : Violet (ungu)
Warna simbol: Kasih dan Pengharapan
Ev. Yesaya 60:1-7
1 Raja-raja 4:29:34 (Bhs Indonesia)
Ep. Lukas 1:26-37

TERANG LILIN ADVENT
Sepanjang jalan kehidupan yang sudah dan yang akan kita jalani, kita akan berhadapan pada berbagai tantangan kehidupan yang dapat membuat kita tersandung. Kita bisa jatuh tersandung. Dalam menjalani kehidupan ini, kita membutuhkan Yesus untuk menerangi jalan hidup yang akan kita tempuh. Tanpa tuntunan terang firman Tuhan Yesus kita seperti orang yang tidak dapat melihat, mendengar, berbicara, berjalan dan juga hati yang tidak bisa menimbang akan tindakan yang kita perbuat. Namun ketika kita hidup bersama firman Tuhan, maka telinga, mata, mulut, kaki dan hati kita akan dibimbing untuk dapat menjalani hidup yang benar. Sekali-kali bukan karena kemampuan kita dapat menjalani hidup ini, namun kita dapat melalui setiap perjalanan hidup yang kita tempuh adalah karena ketaatan kita pada firman Tuhan yang adalah hikmat bagi kita.

Kita adalah Terang Lilin Advent, maka di Minggu Advent yang kita rayakan hari ini, mempersiapkan diri kita menjadi terang bagi semua orang. Terangilah mereka dengan perkataan dan perbuatan yang baik supaya kita layak pada hari kedatanganNya.

BUKTI KASIH ALLAH


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 8:1. “BagiMu Tuhan nyanyianku”
BagiMu Tuhan nyanyianku, karena setaraMu siapakah?
Hendak kupuji Kau selalu; padaku Roh Kudus berikanlah
Supaya dalam Kristus, PutraMu, kidungku berkenan kepadaMu

02. Pembacaan Firman
Pagi : Roma 1:16-17.
Malam : Lukas 1:76-80.

03. Renungan: Yohanes 3:16.
Kerena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Nas ini merupakan salah satu dari ayat Alkitab yang sangat dikenal dalam kekristenan yaitu, “Kasih Allah yang besar bagi dunia”. Hal ini menjadi alasan mengapa Allah berinkarnasi menjadi manusia, bahwa Allah tidak menghendaki kebinasaan dari ciptaanNya. Kasih itu bukan hanya kepada satu kelompok maupun satu bangsa, tetapi keselamatan itu adalah kepada semua orang, yang percaya kepada Yesus akan mendapatkan keselamatan. Maka, kita akan mengerti bahwa Tuhan Yesus datang ke dunia adalah membawa kabar baik, bukan kabar penghukuman. Yang dibawaNya adalah keselamatan, sebab kebinasaan sedang membawa dunia karena dosanya. Demikianlah kita memahami kedatangan Tuhan Yesus ke dunia adalah kabar baik di tengah musibah yang akan membinasakan kita, tidak ada jalan lain selain percaya kepada Yesus Kristus. Jika Tuhan Yesus menyatakan FrimanNya bukan untuk menakut-nakuti kita, bukan pula untuk menyulitkan kita, tetapi Yesus justru datang supaya manusia itu selamat, berbahagia dan bersukacita dalam hidupnya dan memperoleh hidup yang kekal. Kunci kehidupan itu tidak lain adalah Firman Tuhan, keselamatan Tuhan yang tampak dalam hidup manusia. Itulah sebabnya dikatakan “Yang berbahagialah ialah mereka yang mendengarkan Firman Tuhan dan yang memeliharanya” (Luk 11: 28). Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 227:3. Jesus ngolu ni tondingku
Jangkon au baen siseanMu, na girgir tu podaMi
Sai surdukkon ma tanganmu, asa tong hutiop i.

06. Doa Bapa kami – Amin.

JADILAH TERANG


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 249:1. “Serikat Persaudaraan”
Serikat persaudaraan berdirilah teguh. Sempurnakan persatuan
didalam Tuhanmu. Bersama-sama majulah dikuatkan iman
Berdamai bersejahtera dengan pengasihan.

02. Pembacaan Firman
Pagi : Yesaya 9:1-5
Malam : Lukas 1:67-75.

03. Renungan: Yesaya 60:2b.
Tetapi terang Tuhan terbit atasmu, dan kemuliaanNya menjadi nyata atasmu.

Di dalam kehidupan kita, Tuhan Yesus mengajarkan agar kita hidup dalam terang artinya adalah hidup dalam Yesus Kristus, dimana Yesus yang menjadi cahaya dalam terang itu. Salah satu sikap hidup dalam terang adalah hidup dalam kasih. Kasih adalah suatu sikap yang sangat mendasar dalam kehidupan setiap manusia. Kasih itu bukan hanya sekedar menolong ataupun berbagi. Tetapi kasih adalah bagaimana sikap iman kita. Kalau kita hanya menolong tetapi dengan paksaan itu bukan kasih. Kalau kita memberi tetapi tidak iklas itu pun bukan kasih. Hidup dalam kasih pun berarti hidup untuk rendah hati. Rendah hati berarti selalu bersyukur untuk apa yang diterima. Tidak banyak mengeluh akan kesulitan-kesulitan hidup.

Ketika kita sudah hidup dalam terang kita harus membawa terang itu kepada setiap orang. Jangan kita biarkan terang itu hanya menyinari satu tempat saja, tetapi biarlah terang ini mampu menyinari semua tempat yang gelap. Artinya kita harus menjadi berkat bagi semua orang. Sikap terang yang telah kita pahami yaitu tentang kasih dan sikap selalu bersyukur. Dari sikap ini kita akan menghasilkan buah yang luar biasa. Buah itulah yang harus kita bagikan dengan sukacita. Sehingga setiap orang boleh hidup dalam terang yang berasal dari cahaya Tuhan Yesus yang membuat kehidupan penuh dengan sukacita di dalam Tuhan. Mari kita hidup menjadi terang dan membawa terang dalam dunia ini. Karena Tuhan ingin anak-anakNya tidak hidup lagi dalam kegelapan. Melainkan hidup dalam terang Kristus Yesus, Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE. No. 424:1. Soara ni Tondi
Soara ni Tondi ni Tuhanta i jotjot dilaosi, ditulak ho i.
Sai tanda jeamu, pauba roham, dapothon Tuhanmu, sisesa dosam.

06. Doa Bapa kami – Amin.