Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

HIDUP DALAM HADIRAT TUHAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 26:1. “Mampirlah dengar doaku”
Mampirlah dengar doaku Yesus Penebus
Orang lain Kau hampiri jangan jalan t’rus
Yesus Tuhan, dengar doaku. Orang lain Kau hampiri
jangan jalan t’rus.

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Yehezkiel 36:22-32
 Malam : Yohanes 8:1-11

03. Renungan: Yesaya 49:8a
Beginilah firman Tuhan: “Pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau.”

Ada seorang gadis remaja bernama Oka, keluarganya hidup di lingkungan yang keras, kumuh dan jauh akan Tuhan. Semenjak Ibunya telah meninggal ayah Oka suka berjudi dan mabuk-mabukan. Adik Oka pun mulai suka melawan dan memberontak. Hanya Oka yang masih beribadah di keluarganya, Bertahun-tahun mereka seakan hidup dalam belenggu kuasa kegelapan. Tak berdaya untuk bisa lepas dari keadaan. Oka sudah tidak tahan dengan kehidupan yang ia jalani. Dengan kehausan dan kelaparan yang mendalam, Oka mencari wajah Tuhan, dengan membaca Alkitab setiap harinya. Apapun yang terjadi, Oka tidak mau menyerah dan patah semangat, ia hanya mau memandang Tuhan Yesus. Tuhan pun berkenan dengan sikap kerendahan hati, ketaatan dan imannya. Satu persatu Tuhan memulihkan keluarga Oka.
Saat ini Tuhan berkenan melawat kita semua, Dia sedang bergerak dengan dahsyat di tengah-tengah kita. Inilah waktunya Tuhan berkenan hadir, mendengarkan dan menjawab doa kita. Jangan sia-siakan, jangan pernah merasa tidak mampu, tidak berani dan tidak berdaya. Saat Allah berkenan, yang ada hanya kemenangan, kesembuhan, pemulihan dan mujizat terjadi. Ingat, Tuhan menciptakan kita bukan sebagai pecundang melainkan sebagai seorang pahlawan. Roh Allah yang gagah perkasa tinggal di dalam kita. Bangkitkan Roh Allah dan jadilah pahlawan bagi keluarga, kota dan bangsa kita. Kerjakan yang menjadi bagian kita maka Tuhan akan memberkati hidup kita. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 20:1. Paian ma di hami
O Jesus Tuhannami sai tatap hami on
Asi rohaM di hami, palua hami on

06. Doa Bapa kami – Amin.

LAWAN RASA TAKUT!


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 19:1. “Tuhanku Yesus”

Tuhanku Yesus, Raja alam raya, Allah dan manusia
Kau kukasihi, Kau junjunganku, Bahagia aku yang baka

02. Pembacaan Firman
Pagi : Yesaya 65:17-25
Malam : Roma 4:6-13.

03. Renungan: Yesaya 41:13.
Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: “Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.”

Ketika Yesus berada dalam perahu dan berlayar bersama murid-muridNya, Ia tertidur di buritan perahu tersebut. Tiba-tiba angin topan datang melanda, mengamuk dan menyerang, sehingga perahu hampir penuh dengan air bahkan hampir tenggelam. Mereka ketakutan dan membangunkan Dia serta berkata: “Guru Engkau tidak peduli kalau kita binasa?” Yesus segera bangun dan menghardik angin sehingga danau itu pun menjadi tenang kembali. Lalu Ia berkata: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” (Mrk 4:40). Para murid berpikir Yesus akan membiarkan mereka binasa. Mereka lupa jika ada Yesus di dalam perahu, bagaimanapun dahsyatnya topan dan badai, tidak mungkin perahu mereka akan tenggelam. Hal ini berlaku pula bagi kita. Kalau Yesus berada dalam perahu kehidupan kita, problem macam apapun tidak akan “menenggelamkan” kita. Di dunia ini memang banyak ketakutan yang disebabkan oleh berbagai hal. Musibah, peperangan, teroris, perampokan, pembunuhan, persaingan bisnis dan segala aspek kehidupan manusia lainnya. Dan rasa takut inilah yang seringkali membuat kita hilang kepercayaan akan Yesus, bahwa Ia sanggup menolong dan menyelamatkan kita dari segala persoalan yang mengamuk. Ketakutan membuat kita panik dalam menghadapi segala masalah. Tetapi, bagi umat Tuhan yang sungguh-sungguh berbakti dan setia kepada-Nya, ada suatu jaminan akan jalan keluar, keselamatan dan hidup yang kekal. Ya, kita membutuhkan ketenangan dalam menghadapi segala persoalan. Jika kita tenang, kita dapat yakin bahwa di setiap kesulitan pastilah Yesus akan hadir dan menolong kita. Ia tidak akan membiarkan kita dalam pergumulan melawan segala persoalan. Amin.

04. Berdoa

05. Bernyanyi BE No.464:1. Huboan ma diringku
Huboan ma diringku Tuhan hibul tu Ho. Ai au do tinobusMu
umbaen tarbaen au ro. Pagalak ma rohangku, di son managam au,
TondiMi ma suru, na boi manggomgom au.

06. Doa Bapa kami – Amin.

ALLAH TIDAK PERNAH INGKAR JANJI


Saat Teduh…………

01. Nyanyian KJ. No. 406:1. “Ya Tuhan Bimbing aku”
Ya Tuhan bimbing aku di jalanku, sehingga ku selalu bersamaMu
Engganlah ku melangkah setapak pun, ‘
pabila Kau taka da di sampingku

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Bilangan 21:4-9
 Malam : Ibrani 3:1-6.

03. Renungan: Kejadian 17:7.
Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dengan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadikan Allahmu dan Allah keturunanmu

Allah mengulangi perjanjian-Nya kepada Abraham, yaitu Abraham akan mempunyai keturunan dan tanah Kanaan akan diberikan Allah kepada keturunan Abram. Allah mengikat perjanjian-Nya dengan sebuah tuntutan bahwa Abram harus hidup taat sesuai dengan kehendak-Nya, hidup tak bercela Allah pun mengubah nama Abram menjadi Abraham, sedangkan Sarai menjadi Sara. Nama “Abram” berarti bapak yang diagungkan, sedangkan nama “Abraham” berarti bapak banyak bangsa. Sedangkan nama “Sara” berarti ia akan menjadi ibu raja-raja. Perubahan nama ini menegaskan bahwa janji Allah pasti tergenapi. Abraham menyodorkan Ismael agar diperkenan menjadi ahli warisnya. Namun, Allah tegas menolak Ismael dan menegaskan bahwa ahli waris satu-satunya hanyalah yang berasal dari Sara yang akan diberi nama Ishak.

Ketika Allah menginginkan hal-hal yang tampak mustahil terjadi dalam hidup, justru kita kadang meragukan kemampuan Allah. Akal budi kita sering kali menjadi persoalan utama. Ketidakmampuan pikiran manusia memahami cara kerja Allah membuat manusia menganggap rancangan Allah sebagai kemustahilan. Memang dibutuhkan kerendahan hati dan ketaatan kita untuk melihat bagaimana Allah mengabulkan janji-Nya. Marilah kita menunjukkan kesetiaan dan ketaatan kepada Allah. Karena Ia setia dan tidak pernah ingkar janji. Setiap pergumulan hidup kita justru harus dilihat sebagai ujian iman. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 115:1. Tuhan Debata
Tuhan Debata sai ramoti ma, daging dohot tondinami
ido pangidoannami. Sai pahipas be, hami on sude.

06. Doa Bapa kami – Amin.

MAKNA PRA-PASKAH


MINGGU REMINISCERE
Sai ingot ma angka denggan ni basaM

Topik: Manongtong do asi ni roha ni Debata tu bangsoNa
(Kasih setia Allah pada umatNya)

Warna Tutup Altar : Violet (Ungu)
Warna Kekudusan dan Keagungan

Ev. Keluaran 17:1-7
Ep. Roma 5:1-11

MAKNA PRA-PASKAH

Inti makna Pra-paskah adalah untuk mempersiapkan diri. Masa dan Minggu-minggu Pra-paskah adalah persiapan untuk Paskah; sama seperti Minggu-minggu Adven persiapan Natal. Dalam perayaan Liturgi Minggu-minggu pra-paskah adalah muncul lebih dahulu. Sedangkan Minggu-minggu Adven adalah imitasi dari Minggu-minggu Pra-paskah. Dalam Minggu-minggu pra-paskah di sanalah Gereja menghayati Minggu-minggu sengsara, peristiwa salib Kristus. Masa Pra-paskah adalah kesempatan spiritual umat untuk mengenal kasih Allah di dalam Kristus melalui pertobatan yang sungguh.
Persiapan Pra-Paskah

Masa empat puluh hari persiapan Paskah ini (quadraginta dierum exercitatio = masa empat puluh hari perlatihan spiritual) telah ditetapkan sejak awal abad ke-4 di Roma. Umat mempersiapkan diri dengan “membasuh nista” selama hidup sehari-hari. Konsili Nicea ke -4 menamakannya quaragesima paschae (empat puluh hari sebelum Paskah). Masa ini diisi dengan berpantang dan berpuasa untuk mempersiapkan Paskah.

TUHAN MENJAGAMU


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 242:1 “Muliakan Allah Bapa”
Muliakanlah Allah Bapa, muliakan PutraNya,
Muliakan Roh Penghibur, Ketiganya Yang Esa,
Halelunya, puji Dia kini dan selamanya

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Yesaya 51:4-8
 Malam : Lukas 7:1-10.

03. Renungan: Mazmur 121:7.
TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu

Integritas orang Kristen teruji saat menghadapi masa sulit. Sama seperti Abraham, Ayub, dan Yusuf yang imannya sangat teruji sekalipun dalam masalah dan tantangan besar. Banyak orang yang gampang sekali putus asa ketika diperhadapkan pada pergumulan hidup yang berat, karena mereka berpikir Tuhan tidak memperdulikan hidupnya. Sesungguhnya, Tidak sekalipun Tuhan meninggalkan dan membiarkan umat-Nya bergumul sendirian. Tuhan berkata, “Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.” (Yes 46:4), bahkan pemazmur menegaskan bahwa Penjaga Israel tidak terlelap dan tidak tertidur (Mzm 121:4). Jika Tuhan mengijinkan kita melewati masa-masa sulit itu artinya Dia sedang melatih kita untuk bergantung penuh kepada-Nya.

Hadapilah kenyataan hidup! Walau kadang terasa sakit tapi itu mendatangkan kebaikan bagi kita, sebab proses butuh waktu dan ketekunan. “Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.” (Ibr 10:36). Berbeda sekali dengan dunia yang selalu menawarkan segala sesuatu yang serba instan: pertolongan, uang/kekayaan, jabatan atau popularitas. Dapatkah kita menjaga dan melindungi keluarga kita selama 24 jam penuh? Takkan bisa. Perhatikan janji firman-Nya: “Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam. TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu. TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya.” (Mzm 121:6-8). TUHAN akan menjaga engkau terhadap kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu. Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 11:1 “Aha ma Endehononku”
Aha ma endehonongku, asa pujionku Ho, Ale Tuhan Debatangku, sai urupi au gogo
Ai ndang tarpajojor ahu, asi ni rohaM di ahu. Ala ni hupuji Ho tung marribu hali do.

06. Doa Bapa kami – Amin.

YESUS ARKHEGOS


Saat Teduh…

01. Nyanyian KJ. No. 235:1. “Ku dengar berkatMu turun”
Ku dengar berkatMu turun bagai hujan yang lebat
Menghidupkan padang gurun dan menghibur yang penat
Aku pun, aku pun, ya, berkati aku pun!

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Mika 7:18-20
 Malam : Roma 3: 21-31

03. Renungan: Ibrani 2:18.
Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

Semua orang berusaha menghindari segala persoalan yang mengakibatkan penderitaan. Namun penderitaan bisa membuat kita semakin kuat dalam menjaga dan mempertahankan iman. Tak sedikit manusia yang karena penderitaan meninggalkan imannya. Dalam hal ini, apa kualitas iman seseorang saat menghadapi ujian sungguh penting? Penulis Surat Ibrani menyebut Yesus sebagai pemimpin (arkhegos) keselamatan. Ia mengawali sesuatu supaya orang lain dapat ikut masuk ke dalamnya. Seorang arkhegos juga adalah seorang yang merintis jalan supaya diikuti oleh orang lain. Itulah yang dimaksud penulis Ibrani saat ia memakai istilah arkhegos pada Yesus. Allah dalam diri Yesus telah sempurna melalui penderitaan, kematian, dan kebangkitan-Nya. Yesus adalah pribadi yang sepenuhnya telah melaksanakan tugas hidupnya dengan sempurna. Ia hidup sesuai dengan tugas dan tujuan Allah. Tiada satu pun rancangan Allah yang lalai dilakukan Yesus. Melalui penderitaan-Nya, Dia sepenuhnya mampu memenuhi tugas-Nya menjadi perintis keselamatan umat manusia. Lewat penderitaan-Nya, Yesus benar-benar menjadi sama dengan manusia. Ia merasakan kesusahan dan penderitaan manusia. Ia telah mengalami pencobaan yang melampaui apa yang sanggup manusia tanggung. Bahkan Ia rela mati menggantikan posisi manusia untuk meminum cawan murka Allah yang bernyala-nyala. Tidak semua orang dapat memahami pergumulan, kesusahan, dan penderitaan hidup. Namun, Yesus sungguh-sungguh memahaminya dan Ia mengerti kondisi kita. Dia sanggup memberikan yang terbaik bagi kita. Karena itu, datanglah kepada Yesus dan bersandarlah kepada-Nya.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 176:1. Na mungkap do surgo
Na mungkap do surgo dibahen aha do?
Dibaen na ro Jesus mengungkap di Ho (2X)

06. Doa Bapa kami – Amin.

PERLENGKAPAN ROHANI


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 17:1. “Tuhan Allah hadir”
Tuhan Allah hadir pada saat ini hai sembah sujud di sini
Diam dengan hormat tubuh serta jiwa, tunduklah menghadap Dia
Marilah umatNya hatimu serahkan dalam kerendahan.

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Yesaya 51:1-3
 Malam : 1 Timotius 1:3-7.

03. Renungan: Efesus 6:17.
Dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah

Hidup ini adalah peperangan. Dalam peperangan hanya ada dua kemungkinan : Menang atau kalah. Dan di dalam peperangan ada dua hal penting yang harus dipersiapkan yaitu : Senjata dan Strategi. Efesus 6:12 “perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara” Lawan kita dalam peperangan ini bukanlah lawan yang ringan! Hanya ada satu strategi untuk menghadapi lawan dalam peperangan ini yaitu : JANGAN BERI PELUANG! Namun kita juga harus mengakui bahwa kita tidak akan sanggup melawannya bila hanya mengandalkan kekuatan diri sendiri. Karena itu Allah yang Maha kuasa dan Maha pengasih itu berkenan menolong kita dalam peperangan ini. Allah menyediakan perlengkapan senjata yang dapat kita pakai untuk melawan dan mengalahkan lawan kita dalam peperangan rohani ini. Di antara perlengkapan senjata yang Tuhan sediakan buat kita adalah KETOPONG KESELAMATAN dan PEDANG ROH , yaitu FIRMAN ALLAH!.

Firman Allah yang kita baca dan kita dengar akan memberi kekuatan (iman) kepada kita, sehingga kita akan mampu menahan sehingga tidak ada peluang bagi iblis untuk mendekat dan mempengaruhi kita. Firman Tuhan akan meneguhkan iman kita. Iman yang teguh adalah senjata ampuh melawan iblis (bandingkan I Petrus 5 : 8-9a). Dan Firman Tuhan juga akan memampukan kita melawan iblis dengan segala persenjataannya. Terutama Firman Allah yang menjadi manusia YESUS KRISTUS! Nama Yesus adalah nama yang penuh kuasa. Di dalam nama Yesus kita dapat mengalahkan iblis!

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 826:1 “Gohi Au Tuhan”
Gohi au Tuhan marhite hataMi, Gohi au Tuhan marhite hataMi.
Songon hudon na rumar do au Tuhan di sumurMi, Gohi au Tuhan marhite HataMi.

06. Doa Bapa kami – Amin.