Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

MELEPASKAN EGO DAN MELEBUR PADA DIRI YESUS


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI,BE-28:1 Hata ni Jahowa
Hata ni Jahowa Sipadame jolma, hangoluan i. Halalas ni roha siapuli roha ni na marsak i. Gogo ni Debatangki paluahon na porsea, sian nasa jea.

PEMBACAAN FIRMAN
Mat. 19:16-22 (Pagi)
Hos. 12:2-14 (Malam)

RENUNGAN
Yohanes 6:68 – Jawab Simon Petrus kepada-Nya: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal;

MELEPASKAN EGO DAN MELEBUR PADA DIRI YESUS

Iman para murid berada pada tahap melepaskan apa yang ada pada diri mereka dan meleburkan diri kepada Yesus Kristus. Ungkapan Yesus bahwa engkau harus memakan daging-Ku dan darah-Ku agar engkau beroleh kehidupan yang kekal. Tahapan ini sangat keras karena mereka sangat setia menjalankan Hukum Taurat salah satunya mengenai makanan yang haram dan halal. Oleh karena itu, ungkapan Yesus itu sangat bertentangan dan bahkan dipahami sebagai sebuah aliran ekstrem yang sesat. Banyak dari para murid yang mengikuti Yesus mundur. Sedangkan nas hari ini adalah jawaban dan pernyataan Simon Petrus atas pertanyaan Yesus dan respon terhadap sikap para murid yang mengundurkan diri dari Yesus Kristus. Baca lebih lanjut


Buku Ibadah Harian Keluarga Edisi September – Oktober 2016 akan terbit pada Minggu, 28 Agustus 2016. Karena itu seluruh warga jemaat dapat memilikinya. Parhalado mengharapkan seluruh jemaat dapat melakukan ibadah keluarga setiap harinya. Ibadah kepada Tuhan salah satu tanda kesetiaan kita pada-Nya untuk menjadikan Kristus sebagai Penolong kita. Tuhan memberkati keluarga kita dan mulialah namaNya melalui ibadah harian keluarga yang kita lakukan.

Kembali kepada Firman Tuhan


​MINGGU XIII SETELAH TRINITATIS, 21 AGUSTUS 2016

Yesaya 58:9-14

Sungguh indah percakapan antara Tuhan dengan umat-Nya. Sebuah percakapan sejati tanpa ada yang ditutupi, karena bagi Tuhan segalanya terang benderang. Dia dapat melihat sebuah kesalehan apakah kesalehan itu palsu atau sejati. Jika selama ini umat Israel selalu berpaling dengan menyembah berhala dan menghidupi kesalehan yang palsu maka Tuhan pun berpaling menjauh dari mereka bahkan menghukum mereka. Tapi firman Tuhan kali ini menunjukkan sebuah percakapan yang mau memperbaiki hubungan yang terputus akibat dosa umat Israel. 

Dari pembuangan itu Tuhan menawarkan sebuah restorasi hubungan dan dimulai kepada hal yang sangat mendasar. Tuhan menginginkan agar umat Israel kembali kepada ibadah yang sejati. Ibadah yang tidak hanya tinggal di dalam ritus tapi juga nyata dalam kehidupan sehari-hari. Ibadah dengan tidak memenderitakan orang lain, memfitnah, merendahkan orang lain, tidak berpusat kepada diri sendiri dengan segala bentuk ke-egoan, dan berbagai bentuk kegiatan kejahatan yang Tuhan tidak sukai. Semuanya ini akan merusak hubungan antara Tuhan dengan umat Israel begitu juga dengan kita. Ibadah yang diinginkan Tuhan adalah ibadah yang menyembah Tuhan dengan jujur, tulus, sungguh-sungguh dan juga tampak dalam kehidupannya sehari-hari.

Tuhan mau mengembalikan umat Israel dari pembuangan dan segera membangun kembali umat Israel menjadi sebuah bangsa yang besar. Pembangunan itu dapat dengan mudah dilakukan. Kelak Nehemia, Ezra dan banyak lagi bersama-sama dipanggil dan diutus Tuhan untuk membangun Israel pasca-pembuangan. Hanya satu yang sangat mendasar yaitu hubungan religi umat Israel kepada Tuhan. Apakah Israel percaya kepada Tuhan? Apakah Israel tidak lagi berpaling dari-Ku? Apakah Israel beribadah dengan sejati? Apakah Israel menghormati Sabat-Ku? 

Saudara, siklus kehidupan umat Israel ini bisa juga kita alami pada masa kini baik secara pribadi, keluarga maupun persekutuan. Sebuah hubungan yang kering, tandus, saling menghujat, saling menghakimi, saling melukai dan sebagainya. Tuhan yang menawarkan sebuah hubungan yang baru dan mendasarkan hubungan agar kembali kepada firman Tuhan. Percayalah kepada-Ku! Jangan lagi lakukan yang tidak baik dan marilah saling mendoakan, mengasihi, dan tolong menolong dengan jujur, tulus dan sungguh-sungguh. Jika hubungan ini sudah terjadi maka engkau akan menjadi mata air yang tak mengecewakan. Sebuah persekutuan sejati, yang tercipta aliran-aliran air kehidupan (Pdt. RSM Pardede) 

Pisah Sambut Pendeta Ressort


Pada hari Minggu ini, 21 Agustus 2016 dilaksanakan pisah sambut di HKBP Ressort Pasar Rebo Pendeta Ressort Pdt. Leonard Sigalingging, STh ditetapkan menjadi Pendeta Ressort di HKBP Ressort Pasar Rebo. Kumpulan Koor yang ikut pisah sambut adalah Koor Ama dan Koor Ina HKBP Serpong.

    Pada hari Minggu, 28 Agustus 2016 dilaksanakan pada Ibadah Minggu Siang pukul 10.00 wib Pisah Sambut Pendeta HKBP Ressort Serpong. Untuk memberangkatkan Pdt. Leonard Sigalingging, STh ke tempat pelayanan yang baru ke HKBP Pasar Rebo dan menetapkan Pdt. Rahmat Lumban Tobing, STh menjadi Pendeta Ressort HKBP Serpong yang baru. 

    Untuk memberangkatkan Pdt. Leonard Sigalingging, STh dan keluarga. Pada acara Minggu Pagi, Siang dan Sore Pendeta Leonard Sigalingging, STh bersama keluarga menyampaikan kata-kata perpisahan dan setelah ibadah Minggu Siang selesai akan dilaksanakan acara ramah tamah. 


      Hayatilah Firman Tuhan


      (Yes 43:16-21)
      Tuhan adalah pusat kehidupan, sebab Dia setia dan Maha Pengasih. Tuhan turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi kita sebagaimana Ia sendiri memelihara Israel. Sebagai umat pilihan Allah didalam Yesus Kristus, mari kita belajar dari masa lalu untuk menyongsong masa depan. Jika kita bisa makan dan minum, hidup tenang dan mendapat pekerjaan maka sekarang kita diutus menjadi saksi-saksi Kristus. Dalam kitab Yesaya 43:16-21 umat Israel diajak untuk belajar dari pengalaman hidup para leluhurnya, sebab apa yang mereka miliki sekarang adalah hasil dari sebuah proses yang panjang yang telah dilalui. Baca lebih lanjut

      MUJIZAT YESUS


      PANGGILAN BERIBADAH
      Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

      BERNYANYI BE-452 : 1, Na ro pandaoni bolon i
      Na ro Pandaoni bolon i, i ma Tuhanta Jesus. Didaoni na marsahit i, hisar dibahen Jesus.
      Uli ni barita i, las ni roha bolon i, sai dipuji rohangki Jesus, Jesus, Jesus.

      PEMBACAAN FIRMAN
      Rom. 2:1-11 (Pagi)
      Yer. 11:1-17 (Malam)

      RENUNGAN
      Markus 1 : 30-31 – Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus. Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka

      MUJIZAT YESUS
      Yesus membuat mujizat dengan menyembuhkan ibu mertua Petrus yang sakit demam. Petrus mengundang Yesus untuk melihat mertuanya yang sedang sakit dan Yesus mau menjumpai dan menyembuhkan ibu mertuanya. Kedekatan Petrus dengan Yesus, Dia mau memenuhi undangan Petrus, begitu juga siapapun yang mau mengundang Yesus, Dia pun pasti mau datang menjumpai. Lawatan Tuhan sebuah mujizat dan kesembuhan dari Tuhan begitu sempurna Baca lebih lanjut