MELEPASKAN EGO DAN MELEBUR PADA DIRI YESUS


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI,BE-28:1 Hata ni Jahowa
Hata ni Jahowa Sipadame jolma, hangoluan i. Halalas ni roha siapuli roha ni na marsak i. Gogo ni Debatangki paluahon na porsea, sian nasa jea.

PEMBACAAN FIRMAN
Mat. 19:16-22 (Pagi)
Hos. 12:2-14 (Malam)

RENUNGAN
Yohanes 6:68 – Jawab Simon Petrus kepada-Nya: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal;

MELEPASKAN EGO DAN MELEBUR PADA DIRI YESUS

Iman para murid berada pada tahap melepaskan apa yang ada pada diri mereka dan meleburkan diri kepada Yesus Kristus. Ungkapan Yesus bahwa engkau harus memakan daging-Ku dan darah-Ku agar engkau beroleh kehidupan yang kekal. Tahapan ini sangat keras karena mereka sangat setia menjalankan Hukum Taurat salah satunya mengenai makanan yang haram dan halal. Oleh karena itu, ungkapan Yesus itu sangat bertentangan dan bahkan dipahami sebagai sebuah aliran ekstrem yang sesat. Banyak dari para murid yang mengikuti Yesus mundur. Sedangkan nas hari ini adalah jawaban dan pernyataan Simon Petrus atas pertanyaan Yesus dan respon terhadap sikap para murid yang mengundurkan diri dari Yesus Kristus.

Saudara, keputusan para murid yang mengundurkan diri itu tentu dapat kita mengerti. Jawaban Simon Petrus pun dapat kita mengerti dan apresiasi. Semuanya itu bisa kita mengerti pada masa sekarang ini. Tapi jika sekarang ada orang yang mengingkari imannya karena sebuah kuasa, kekayaan, kenikmatan dunia dan keinginan daging, maka itu yang sulit kita mengerti. Jika ada orang yang bertengkar sampai melakukan kekerasan dan berbagai kejahatan lainnya dengan mengatas namakan agama bahkan Tuhan di tengah masyarakat bahkan di dalam rumah ibadah sendiri, maka kita mempertanyakan bagaimana iman percaya mereka. Masih banyak ajaran-ajaran Yesus yang keras. Bagaimana iman kita terus bertumbuh dan tiba sampai pada melespaskan dan melebur pada diri Yesus. Saudara, ikut Tuhan Yesus tidak hanya sekedar mengaku percaya saja tapi harus tiba kelak melepaskan semua yang ada pada diri kita dan meleburkan diri kepada diri Yesus Kristus. Baik itu prestasi, cita-cita, keinginan, harta, kuasa, kenikmatan dunia bahkan nyawa sekalipun untuk Tuhan Allah. Tapi bukan dalam rangka bunuh diri dengan bom bunuh diri, tapi karena kita melakukan pemberitaan atau percaya kepada Yesus Kristus, maka kita mendapat perlakuan yang tidak baik dari orang lain bahkan sampai mati martir kita harus siap. Iman kita mengatakan bahwa pada Yesuslah ada kehidupan yang kekal. Amin.

BERDOA
BERNYANYI KJ-376:1 Ikut Dikau Saja Tuhan
Ikut dikau saja Tuhan, jalan damai bagiku. Aku s’lamat dan sentosa hanya oleh darah-Mu.
Aku ingin ikut Dikau dan mengabdi pada-Mu, dalam Dikau Jurus’lamat, ‘ku bahagia

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI BE-465:1 Pasupasu LehononMu
Pasupasu lehononMu ido bagabagaMi. Songon angka udan nene sai tu au manetek i. Nang tu au, nang tu au, pantektehon i tu au.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s