Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

​Setia dalam perkara kecil pangkal kesuksesan


Suatu malam ada seorang pria tua dengan istrinya memasuki sebuah lobby hotel kecil di Philadelphia.
 “Semua hotel besar di kota ini telah terisi, bisakah kau memberi kami satu kamar saja?” kata pria tua itu.

Pegawai hotel menjawab “Semua kamar telah penuh karena ada 3 event besar yang bersamaan diadakan di kota ini, tapi saya tidak dapat menurut pasangan yang baik seperti Anda untuk berhujan-hujan di luar sana pada pukul satu dini hari seperti ini. Bersediakah anda berdua tidur di kamar saya?”

Keesokan harinya pada saat membayar tagihan, pria tua itu berkata pada si pegawai hotel “Kamulah orang yang seharusnya menjadi boss sebuah hotel terbaik di USA, karena kamu melakukan pekerjaanmu dengan hati yg mau melayani, mungkin suatu hari saya akan membangun sebuah hotel untukmu”.

Pegawai hotel itu hanya tersenyum lebar melupakan kata-kata pria tua itu, karena dia pikir dirinya hanya seorang pegawai biasa.

Kira-kira dua tahun kemudian, dia menerima surat yang berisi tiket ke New York dengan permintaan agar dia menjadi tamu pasangan tua tersebut.

Setelah berada di New York, pria tua tersebut mengajak pegawai hotel itu ke sudut jalan antara Fifth Avenue Thirty Fourth Street, dimana dia menunjuk ke sebuah bangunan baru yg luar biasa megah dan mengatakan “Itulah hotel yang saya bangun untuk kamu kelola”.

Pegawai hotel itu adalah George Charles Boldt, yang menerima tawaran William Waldorf Astor, si pria tua itu untuk menjadi pimpinan dari hotel Waldorf-Astoria, yang merupakan salah satu jaringan hotel terbaik di dunia.

Ternyata sikap kita dalam bekerja sangat menentukan masa depan kita.

Bila kita bekerja hanya untuk mencari uang semata, maka karir/hasil yang kita peroleh akan biasa saja.

Namun jika kita bekerja dengan hati yang mau melayani orang lain, dengan motivasi bahwa pekerjaan kita harus menjadi berkat buat orang lain, maka kita akan memperoleh hasil yang luar biasa..!!

George Charles Boldt setia dalam menjalankan tugasnya dengan memberi pelayanan se maksimal mungkin.

Kolose 3:23
“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”

Matius 25:23
“Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.”

Lukas 16:10.
“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.”

(Sahabat doa)

MEMULIAKAN TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-190:1 – Las rohangku situtu
Las rohangku situtu muda Jesus na lulu
Manjalahi hajolmaon, ai Ibana paluahon
Jolma manusia i, sian hamagoan i

PEMBACAAN FIRMAN
2 Pet. 3.14-18 (Pagi) Ams. 16.21-33 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Rabu 08 Nopember 2017
Lukas 1.69+72
Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu, untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus.

MEMULIAKAN TUHAN
Pernahkah Anda mengalami suatu keadaan yang sangat berbahaya dan nyaris celaka, kemudian ketika Anda lolos dengan ajaib, maka hati Anda penuh dengan syukur, mulut Anda tidak berhenti menyebut nama Tuhan dan Anda terus menyanyi karena kelepasan yang Anda alami? Ya, ketika Daud mengingat kembali peristiwa kelepasan dari bahaya serta kemenangan atas musuh yang dia alami, maka nyanyian pujian dan syukur itu terus memenuhi hatinya, suatu nyanyian pengharapan yang sangat indah dan menyentuh hati. Baca lebih lanjut

MENGANDALKAN TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-730:1 Sai Patau ma au Tuhan
Sai patauma diringku ale Tuhan, papatarhon hinauliMi Tuhan. Suru ma TondiMi saor tu rohangki, lao papatar holongMu tu donganki.

PEMBACAAN FIRMAN
2Pet. 3.1-13 (Pagi) Rat. 2.13-17 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Selasa 07 Nopember 2017
1 Rajaraja 20.11
Tetapi raja Israel menjawab, katanya: “Katakanlah! Orang yang baru menyandangkan pedang janganlah memegahkan diri seperti orang yang sudah menanggalkannya.”

MENGANDALKAN TUHAN
Banyak orang sulit untuk memperoleh kepastian dengan mengandalkan satu hal saja. Sebab itu mereka cenderung mengandalkan beberapa hal sebagai pedoman dalam hidup agar merasa lebih pasti dan lebih terjamin. Ahab adalah raja Israel yang tidak memiliki prinsip dan mengandalkan banyak hal, tergantung pada situasi dan kondisi. Kadang dia mau bekerjasama dengan bangsa yang menghina Tuhan, atau bersedia tunduk menjadi jajahan negara lain (ay.4) tetapi terkadang ia mengandalkan Tuhan juga (ay.13-16). Ahab sulit untuk mengandalkan Tuhan saja, meskipun Tuhan telah menunjukkan kuasa-Nya menumpas musuh-musuh Ahab/Israel.

Baca lebih lanjut

KEPENUHAN HIDUP


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-248:1 – Saleleng ho di tano on
Saleleng ho di tano on patigor ma roham
Paingot-ingot ma tongtong nidok ni Debatam

PEMBACAAN FIRMAN
2Pet. 2:11-22 (Pagi) Yer. 5.18-31 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Senin 06 Nopember 2017
Kolose 2:9-10.
Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmani seluruh kepenuhan ke-Allahan, dan kamu telah dipenuhi didalam Dia. Dialah kepala semua semua pemerintah dan penguasa.

KEPENUHAN HIDUP
Hari ini kita fokus pada satu tema The Fullness of Life (kepenuhan hidup), yang digali dari Kolose pasal 2. Sebelumnya hendaklah kita baca ayat 6-10.”Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.” Hati-hatilah supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus. Baca lebih lanjut

Penjelasan Tulisan INRI


Yohanes 19:19 mencatat, “Dan Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu salib itu, bunyinya: “Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi.” Yohanes 19:20 meneruskan,”Banyak orang Yahudi yang membaca tulisan itu, sebab tempat di mana Yesus disalibkan letaknya dekat kota dan kata-kata itu tertulis dalam bahasa Ibrani, bahasa Latin dan bahasa Yunani.” Saat ini, sering kali ketika salib Yesus ditampilkan ada tulisan INRI ditempatkan pada tanda di bagian atas salib. Dalam bahasa Latin, tulisan “Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi” ditulis “IESVS. NAZARENVS. REX. IVDÆORVM” (dibaca: “Iesus Nazarenus, Rex Iudaeorum“) disingkat dari tulisan ini menjadi “INRI.” tanda itu ditulis dalam tiga bahasa yaitu bahasa Aram/Ibrani, Latin dan Yunani. Tuduhan yang mengakibatkan Yesus dijatuhi hukuman mati oleh Pilatus adalah karena Yesus mengaku sebagai Raja orang Yahudi. Ironisnya, “kejahatan” yang membuat Yesus disalibkan ini sebenarnya sama sekali bukanlah kejahatan, akan tetapi betul-betul merupakan pengakuan yang benar. Yesus bukan saja Raja orang Yahudi, Yesus juga adalah benar-benar Raja atas segalanya.

​Belajar Bersikap Rendah Hati


Suatu malam, seorang wanita sedang menunggu di bandara. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu, ia membeli buku dan sekantong kue di sebuah gerai toko di bandara, lalu menemukan tempat duduk.
Sambil duduk, wanita tersebut memakan kue sambil membaca buku yang baru dibelinya. Dalam keasyikannya, ia melihat lelaki di sebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua kue yg berada diantara mereka berdua.

Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan. Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam. Sementara si “Pencuri Kue” yang pemberani itu menghabiskan persediaannya.

Ia makin kesal sementara menit-menit berlalu. Wanita itupun sempat berpikir: “Kalau aku bukan orang baik, tentu sudah kutonjok dia !”.

Setiap ia mengambil satu kue, si lelaki itu juga mengambil satu. Ia menghela napas lega saat penerbangannya diumumkan, dan ia segera mengumpulkan barang-barang miliknya dan menuju pintu gerbang.

Ia naik pesawat dan duduk di kursinya, lalu mencari buku yang hampir selesai dibacanya. Saat ia merogoh tasnya, ia menahan napas karena kaget. Ternyata disitu ada kantong kuenya. Koq milikku ada di sini, jadi kue tadi adalah milik siapa. Milik lelaki itu?

Ah, terlambat sudah untuk meminta maaf, ia tersandar dan sedih. Bahwa sesungguhnya akulah yang salah, tak tahu terima kasih dan akulah sesungguhnya sang pencuri kue itu, bukan dia!

Dalam hidup ini, kisah pencuri kue seperti tadi seringkali terjadi. Kita sering berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri, dan tak jarang kita berprasangka buruk.

Orang lainlah yang selalu salah, orang lain yang patut disingkirkan, orang lain yang tak tahu diri, orang lain yang berdosa, orang lain yang selalu bikin masalah.

Kita sering mengalami hal diatas, kita sering berpikir bahwa kita paling benar sendiri, kita paling suci, kita paling tinggi, kita paling pintar, dst.

Sejak detik ini, bisakah kita memulai untuk rendah hati? Dan tidak lagi menjadi “pencuri ku” yang teriak “maling..!” kepada orang lain..!

BERTUMBUH, BERBUAH DAN BERSINAR


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-20:1 – O Jesus Tuhannami
O Jesus Tuhannami sai tatap hami on
Asi rohaM di hami, palua hami on

PEMBACAAN FIRMAN
2Pet. 2.1-10 (Pagi) Mal. 1.6-2.9 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Sabtu 04 Nopember 2017
Lukas 6.45
Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.”

BERTUMBUH, BERBUAH DAN BERSINAR
Pohon menentukan buahnya, jika buahnya jelek maka yang perlu diperhatikan adalah pohonya bukan buahnya. Buah merupakan tanda pertumbuhan, bukti kematangan, kedewasaan, bertanggung jawab melakukan setiap perkataan yang diucapkanya. Buah juga menentukan jenis, karena pohon yang jenisnya baik akan menghasilkan buah yang baik, itu sebabnya Yesus pernah berkata” Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri ?” (Mat. 7:16) Tentu saja tidak mungkin, jadi jika pohonnya tidak baik jangan mengharapkan buah yang baik. Buah memastikan pohon, pohon dikenal dari buahya, (Yoh.15:5-6). Pohon menentukan buahnya, jika buahnya jelek maka yang perlu diperhatikan, diperbaiki adalah pohonya bukan buahnya. Buah merupakan hasil alamiah, bukan rekayasa. Baca lebih lanjut