Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

KESELAMATAN SUDAH DEKAT


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-115:1. Tuhan Debata
Tuhan Debata sai ramoti ma, daging dohot tondinami ido pangidoan nami.
Sai pahipas be hami on sude.

PEMBACAAN FIRMAN
Mat 15:21-28 (Pagi) Yes 63:7-9 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Sabtu 10 Maret 2018
Mazmur 98:3
Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-NYA terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita.

KESELAMATAN SUDAH DEKAT
Everything happens is for a reason, bukanlah perkataan yang asing buat kita semua, apakah kita mengetahui alasannya atau tidak. Jika kita tidak mengetahuinya sekarang, pasti ada saatnya kita mengetahui dan menyadari apa alasannya. Tuhan punya rencana dalam kehidupan kita umat ciptaan-Nya. Demikian halnya dengan bangsa Israel, meskipun bangsa Israel sudah berulang kali membuat Tuhan murka, namun Tuhan mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel. Ia menggenapi janji-Nya dengan penyelamatan kaum Israel dari perbudakan Babel. Untuk itulah bangsa Israel selayaknya menyanyikan nyanyian baru bagi Tuhan. Nyanyian yang dinyanyikan sebagai ungkapan perasaan syukur dari lubuk hati terdalam. Kita juga diminta melakukan hal yang sama, berkat Tuhan tiada hentinya dalam kehidupan kita, selalu baru dan tak pernah terlambat pertolongan Tuhan bagi kita, besar setia-NYA sepanjang hidup kita. Baik maupun buruk yang terjadi dalam kehidupan kita, percayalah itu semua rencana Tuhan dan Dia akan selalu ada bersama-sama kita untuk menjalaninya. Pegang selalu janji Tuhan….semua indah pada waktunya.

BERDOA

BERNYANYI KJ 344:4 Ingat Akan Nama Yesus
Bila mendengar nama-Nya, baiklah kita menyembah dan mengaku Dia Raja kini dan selamanya. Indahlah nama-Nya, pengharapan dunia! Indahlah nama-Nya, suka sorga yang baka!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin, Amin, Amin.

KASIH SETIA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE No. 826 Gohi Au Tuhan
Gohi au Tuhan marhite HataMi
Gohi au Tuhan marhite HataMi
Na mauas do tondingku O Tuhan di HataMi. Gohi au Tuhan marhite HataMi.

PEMBACAAN FIRMAN
Rm. 4:13-16 (Pagi) Maz.36:6-8 (Malam)

RENUNGAN HARIAN,  Jumat 9 Maret 2018
Keluaran 34:9
Serta berkata: “Jika aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, ya Tuhan, berjalanlah kiranya Tuhan di tengah-tengah kami; sekalipun bangsa ini suatu bangsa yang tegar tengkuk, tetapi ampunilah kesalahan dan dosa kami; ambillah kami menjadi milik-Mu.”

KASIH SETIA
Nas ini melukiskan dimana saat Musa memimpin umat Israel keluar dari Mesir dan mengembara untuk masuk ke “Tanah Perjanjian”. Namun dalam perjalanan bangsa Israel tidak teguh hati percaya kepada Allah. Kita dapat melihat sederetan sejarah bangsa Israel yang sering “ngeyel” (tegar tengkuk) dengan Allah. Musa dengan berlutut ke tanah, lalu sujud meyembah kepada Tuhan, memohon ampun atas dosa bangsanya yang tegar tengkuk, agar tidak menjadi sempurna dalam dosa dan binasa. Nyata Allah mau melindungi orang yang mengakui keterbatasannya dan bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Sekalipun tegar tengkuk, tetapi karena Musa mengakui dosa umat Israel dan tetap percaya kepada Allah, maka Allah tetap menerima Israel menjadi umat-Nya dan berjalan di tengah-tengah kehidupan mereka. Penyerahan dan kepasrahan hidup ke dalam kuasa Allah pasti mendapat kasih setia yang besar dari Allah. Inilah yang perlu direnungkan; jangan “ngeyel”, karena itu berarti membiarkan tegar-tengkuk menjadi penghalang dan menyesatkan kita dari kasih karunia Allah sehingga kita berjalan seorang diri. Jadikanlah Kasih Setia Allah yang memenuhi hidup kita supaya Dia yang memimpin setiap langkah kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-376:1 “Ikut Dikau Saja, Tuhan”
Ikut dikau saja, Tuhan, jalan damai bagiku;
Aku s’lamat dan sentosa hanya oleh darah-Mu. Aku ingin ikut Dikau dan mengabdi padaMu: Dalam Dikau, Jurus’lamat, ‘ku bahagia penuh!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin, Amin, Amin.

Gema Kehidupan


Seorang anak kecil dan ayahnya sedang berjalan di sebuah gunung. Tiba-tiba anak itu tergelincir dan menjerit, “Aaaaahhh!!!” Betapa kagetnya ia, ketika mendengar ada suara dari balik gunung, “Aaaaahhh!!!”

Dengan penuh rasa ingin tahu, ia berteriak, “Hai siapa kau?” Ia mendengar lagi suara dari balik gunung, “Hai siapa kau?”

Ia merasa dipermainkan dan dengan marah berteriak lagi, “Kau pengecut…!!!” Sekali lagi dari balik gunung terdengar suara, “Kau pengecut…!!!” Ia lalu menengok ke ayahnya dan bertanya, “Ayah, sebenarnya apa yang terjadi?”

Ayahnya tersenyum dan berkata, “Anakku, mari perhatikan ini.”

Kemudian ia berteriak sekuat tenaga pada gunung, “Aku mengagumimu…!!!” Dan suara itu menjawab, “Aku mengangumimu…!!!” Sekali lagi ayahnya berteriak,”Kau adalah sang juara…!!!” Suara itu pun menjawab lagi,”Kau adalah sang juara…!!!”

Anak itu merasa terheran-heran, tapi masih juga belum memahami. Kemudian ayahnya menjelaskan, “Nak, orang-orang menyebutnya gema, tetapi sesungguhnya inilah yang dimaksud dengan hidup itu. Ia akan mengembalikan padamu apa saja yang kau lakukan dan katakan.”

Hidup kita ini hanyalah refleksi dari tindakan kita. Bila kita ingin mendapatkan lebih banyak cinta kasih di dunia ini, maka berikanlah cinta kasih dari hatimu. Bila kita ingin mendapatkan kebaikan dari orang lain, maka berikanlah kebaikan dari dirimu. Hal ini berlaku pada apa saja dan pada semua aspek dalam hidup. Hidup akan memberikan apa yang telah kamu berikan padanya. Maka, sebenarnya hidup ini bukan suatu kebetulan. Hidup adalah pantulan dari dirimu; gema dirimu.

HANYA TUHAN PENOLONGKU


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-504:1 Ditogu Tuhan Jesus Au
Ditogu Tuhan Jesus au, ido na mangapuli au. Di ganup dalan nang tung maol tanganNa do tongtong huhaol. Ditogutogu Jesus au tanganNa sai maniop au. Tongtong ma siseanNa au, paima boi tu surgo lao.

PEMBACAAN FIRMAN
Luk. 10:17-20 (Pagi) Yes. 43:1-7 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Kamis 8 Maret 2018
Keluaran 15:13
Dengan kasih setia-Mu Engkau menuntun umat yang telah Kautebus; dengan kekuatan-Mu Engkau membimbingnya ke tempat kediaman-Mu yang kudus.

HANYA TUHAN PENOLONGKU
Ayat Renungan di atas bagian dari nyanyian pujian Musa kepada Tuhan setelah Tuhan membantu mereka lolos dari kejaran raja Firaun ketika keluar dari Mesir melalui Laut Teberau. Musa dan Bangsa Israel saat itu benar-benar dan sungguh merasakan karya nyata Tuhan dalam menolong mereka. Mereka sampai kepada suatu titik yang menurut logika rasional mereka tidak ada lagi jalan keluar, mereka akan segera ditindas oleh Raja Firaun dan serdadunya, karena tidak ada lagi jalan meloloskan diri, laut Teberau telah menghalangi jalan mereka. Namun Musa sebagai Pemimpin memohon pertolongan dari Tuhan untuk menyelamatkan bangsa Israel.

Kita yang ada dalam zaman yang semakin canggih ini, ternyata tidak otomatis terbebas dari masalah kehidupan. Dan setiap orang dengan segala perbedaan latar belakang pendidikan, sosial, ekonomi dan rohaninya tidak ada yang luput dari permasalahan hidup. Dari beragam kejadian yang kita alami dalam kehidupan ini, pasti pernah sampai ke suatu titik di mana kita merasa tidak ada lagi jalan keluar. Suatu kondisi yang secara hitungan matematika atau logika rasional kita memang sudah tidak ada lagi harapan. Lalu bagaimana kita harus bersikap? Sebagian orang ada yang mengambil langkah bunuh diri karena tidak tahan menahan beban masalahnya, ada sebagian yang melakukan perbuatan kriminal untuk bertahan hidup, dan ada yang menjadi stress, depresi bahkan gila. Jika kita mengaku sebagai orang Kristen, pengikut Kristus, tentu tidak akan berhenti di masalah tersebut, tetapi kita harus mampu lolos dari permasalahan tersebut dengan bantuan daripada Tuhan. Hanya kasih setia Tuhan kita mampu keluar dari permasalahan hidup, Tuhan akan selalu berserta kita, menebus dosa kita, menuntun kita dan membimbing kita hingga pada akhirnya kita sampai ke tempat-Nya yang kudus. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-446:4 Setialah
Setialah kepada Yang Menang, meski maut kau tempuh. Setialah sehabis berperang terima upahmu: mahkota hidup diberi-Nya, kau masuk dalam t’rang ceria setialah!

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin, Amin, Amin.

DITUNTUT KESUNGGUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-207:1 Sai Tiop Ma Tanganku
Sai tiop ma tanganku, sai togu au, Paima tos hosangku ramoti au. Ndang olo au mardalan sasada au; Sai Ho ma ale Tuhan, manogu au.

PEMBACAAN FIRMAN
Yak 4:6b-10 (Pagi) Yer 1:11-17 (Mlm)

RENUNGAN HARIAN, Rabu 7 Maret 2018
2 Petrus 1: 10
“Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya , kamu tidak akan pernah tersandung”

DITUNTUT KESUNGGUHAN
Apapun yang kita kerjakan memerlukan kesungguhan hati, agar mendapat hasil yang maksimal. Misal seorang pelajar bila tidak belajar sungguh-sungguh tentu tidak akan mendapat nilai prestasi yang menggembirakan. Begitu juga sebagai orang yang sudah terpanggil sebagai saksi Kristus. ”Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sediri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib: kamu yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan (1 Pet 2: 9-10).

Kendala, kesulitan bahkan godaan pasti akan banyak kita alami sebagai hamba Tuhan dalam melakukan tugas pelayanan. Kita diminta untuk memberitakan kabar baik dan perbuatan-perbuatan Allah yang besar akan keselamatan manusia bahkan isi dunia ini. Yesus juga berkarya dengan sungguh-sungguh untuk menyelamatkan dunia ini melalui kematian-Nya di kayu salib. Orang yang dipanggil Tuhan akan menghadapi godaan dunia ini yang menghambat pelayanan kita, bisa dari masyarakat umum, saudara-saudara seiman, keluarga, dan sebagainya. Tetapi ingatlah dan percayalah kepada janji dan Amanat Agung Tuhan Yesus: ”Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku akan menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.” Oleh karena itu marilah kita terus bersungguh-sunguh melayani Tuhan sesuai dengan tugas panggilan kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-375:1 Saya Mau Ikut Yesus
Saya mau ikut Yesus, saya mau ikut Yesus sampai selama-lamanya. Meskipun saya susah, menderita dalam dunia. Saya mau ikut Yesus sampai selama-lamanya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Saling perduli


Seorang pria turun dari sebuah mobil mewah yang diparkir di depan kuburan umum.

Pria itu berjalan menuju pos penjaga kuburan. Setelah memberi salam, pria yang ternyata adalah sopir itu berkata, “Pak, maukah Anda menemui wanita yang ada di mobil itu?

Tolonglah Pak,karena para dokter mengatakan sebentar lagi beliau akan meninggal!”
Penjaga kuburan itu menganggukkan kepalanya tanda setuju dan ia segera berjalan di belakang sopir itu. Seorang wanita lemah dan berwajah sedih membuka pintu mobilnya dan berusaha tersenyum kepada penjaga kuburan itu sambil berkata, ” Saya Ny . Steven. Saya yang selama ini mengirim uang setiap dua minggu sekali kepada Anda. Saya mengirim uang itu agar Anda dapat membeli seikat kembang dan menaruhnya di atas makam anak saya. Saya datang untuk berterima kasih atas kesediaan dan kebaikan hati Anda. Saya ingin memanfaatkan sisa hidup saya untuk berterima kasih kepada orang-orang yang telah menolong saya.”

“O, jadi Nyonya yang selalu mengirim uang itu? Nyonya, sebelumnya saya minta maaf kepada Anda. Memang uang yang Nyonya kirimkan itu selalu saya belikan kembang, tetapi saya tidak pernah menaruh kembang itu di pusara anak Anda.” jawab pria itu. “Apa, maaf?” tanya wanita itu dengan gusar.

“Ya, Nyonya. Saya tidak menaruh kembang itu di sana karena menurut saya, orang mati tidak akan pernah melihat keindahan seikat kembang.

Karena itu setiap kembang yang saya beli, saya berikan kepada mereka yang ada di rumah sakit, orang miskin yang saya jumpai, atau mereka yang sedang bersedih. Orang-orang yang demikian masih hidup, sehingga mereka dapat menikmati keindahan dan keharuman kembang-kembang itu, Nyonya,” jawab pria itu.

Wanita itu terdiam, kemudian ia mengisyaratkan agar sopirnya segera pergi.

Tiga bulan kemudian, seorang wanita cantik turun dari mobilnya dan berjalan dengan anggun ke arah pos penjaga kuburan.

“Selamat pagi. Apakah Anda masih ingat saya? Saya Ny.Steven. Saya datang untuk berterima kasih atas nasihat yang Anda berikan beberapa bulan yang lalu. Anda benar bahwa memperhatikan dan membahagiakan mereka yang masih hidup jauh lebih berguna daripada meratapi mereka yang sudah meninggal.

Ketika saya secara langsung mengantarkan kembang-kembang itu ke rumah sakit atau panti jompo, kembang-kembang itu tidak hanya membuat mereka bahagia, tetapi saya juga turut bahagia. Sampai saat ini para dokter tidak tahu mengapa saya bisa sembuh, tetapi saya benar-benar yakin bahwa sukacita dan pengharapan adalah obat yang memulihkan saya!”

Jangan pernah mengasihani diri sendiri, karena mengasihani diri sendiri akan membuat kita terperangkap di kubangan kesedihan. Ada prinsip yang mungkin kita tahu, tetapi sering kita lupakan, yaitu dengan menolong orang lain sesungguhnya kita menolong diri sendiri.

(Seputar kebenaran)