Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

KEPADA SIAPAKAH KITA MENCARI KESELAMATAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-518:1 – Marsinondang Dibaen Jesus
Marsinondang dibaen Jesus asi ni rohana i, jala hita do disuru, asa tapaboa i. Tapagalak palitonta, tapatiur dalan i. Ai torop dope na lilu, sai hatop ma mulak i.

PEMBACAAN FIRMAN
Mat 8:1-4 (Pagi) Ul. 4:30-35 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Kamis 15 Maret 2018
Mazmur 80:4
Ya Allah, pulihkanlah kami, buatlah wajahMu bersinar, maka kami akan selamat.

KEPADA SIAPAKAH KITA MENCARI KESELAMATAN
Keselamatan menjadi tujuan hidup seluruh umat manusia. Apapun agamanya pasti menginginkan dan mengajarkan agar jemaatnya ‘selamat’. Keselamatan yang dimaksud adalah keselamatan Sorgawi yaitu kebahagiaan sejati. Pada ajaran Kristen, Allah adalah sumber keselamatan. Setidaknya nas hari ini pada Mazmur 80:4 merupakan permohonan akan keselamatan. Hanya saja, sekarang (zaman now) semua ingin serba cepat tanpa terlebih dulu menganalisa baik buruk. Gaya hidup zaman “now” menggiring opini masyarakat pada umumnya dengan ketergantungan pada gedjet atau sejenisnya, sehingga apapun yang diinginkan cari di “mbah google” tanpa membaca, tanpa susah payah apapun yang ingin kita ketahui akan ada di sana walaupun itu belum tentu benar adanya. Firman Tuhan jelas mengatakan bahwa keselamatan datangnya dari Tuhan. Jangan pernah mencari keselamatan kepada siapapun atau kemanapun, walau dunia ini seolah-olah mampu memberikan keselamatan itu tidak akan berhasil. Ketika kita sedang susah, ketika kita benar-benar sedang menghadapi pergumulan hidup, terkadang kita sudah lelah, kita ingin cepat cepat keluar dari persoalan, di saat seperti itu bisa jadi banyak godaan yang bertentangan dengan Firman Allah. Untuk itu jangan pernah ragu akan Firman Allah, sesungguhnya Tuhan adalah sumber keselamatan. Carilah Tuhan sebab Dialah solusi akan setiap persoalan hidup kita. Mungkin saja kita tidak sabar karena kita ingin cepat-cepat keluar dari persoalan yang kita hadapi, berdoa pasti, rajin ibadah ok, konsultasi juga sudah namun hasilnya tetap nihil, untuk itu kita dituntut lebih sabar dan jangan sampai menyimpang, jangan sampai sesat sebab Tuhan pada akhirnya akan memberikan yang terbaik bagi kita. Kiranya renungan ini menguatkan kita untuk semakin yakin bahwa sesungguhnya keselamatan itu datang-Nya dari Tuhan, amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-424:1 – Yesus Menginginkan Daku
Yesus menginginkan daku bersinar bagi-Nya, di mana pun ‘ku berada, ‘ku mengenangkan-Nya. Bersinar, bersinar; itulah kehendak Yesus. Bersinar, bersinar aku bersinar terus.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin

Kisah Sebuah Benih


Suatu kali, ada sebuah benih yang tercecer dan tidak dipedulikan orang. Karena merasa rendah diri, benih itu menganggap dirinya tidak penting. Hingga suatu hari, angin kencang datang dan membuat benih itu terbang, ia tidak tahu akan dibawa kemana, lalu tiba-tiba ia dilemparkan ke sebuah tanah terbuka dan terpanggang di bawah sinar matahari.

Dia merasa bingung, mengapa ia harus mengalami semuanya itu? Tetapi yang ia butuhkan bukanlah sebuah jawaban, tetapi air hujan sebagai gantinya terik matahari, kadang gerimis dan kadang hujan deras.

Sementara waktu berlalu dan tahun berganti, ia melihat seorang pengelana duduk di dekatnya, “Terima kasih Tuhan untuk ini. Saya sangat membutuhkan istirahat.”

“Apa yang kamu bicarakan?” benih itu bertanya. Pikirnya sang pengelana sedang mengolok-olok dirinya. Benih itu memang melihat beberapa orang duduk di dekatnya dalam beberapa tahun terakhir, namun tidak ada yang berbicara seperti itu.

“Siapa itu?” orang tersebut terkejut.

“Ini aku, Benih..”

“Benih?” pria itu melihat pohon raksasa itu. “Apa kamu bercanda? Kamu bukan benih. Kamu pohon. Sebuah pohon raksasa!”

“Benarkah?”

“Ya! Kamu pikir kenapa semua orang itu datang ke sini?”

”Untuk apa mereka datang kesini?”

”Untuk berasakan keteduhanmu! Jangan beritahu saya bahwa kamu tidak tahu telah mengalami pertumbuhan bersama berjalannya waktu.”

Sesaat hening ketika pengelana itu selesai mengucapkan kalimat tersebut, dan membuat benih itu sadar siapa dirinya sekarang. Benih itu sekarang telah menjadi sebuah pohon raksasa. Sambil berpikir, ia tersenyum untuk pertama kalinya. Tahun-tahun melelahkan berada dalam penyiksaan matahari dan hujan akhirnya masuk akal baginya.

“Oh! Itu artinya aku bukan benih kecil lagi! Aku tidak ditakdirkan untuk mati tanpa dikenali siapapun tetapi sebenarnya aku lahir untuk memberi keteduhan bagi orang-orang yang lelah. Wow! Sekarang hidupku seharga ribuan permata!” ucap benih yang telah menjadi sebuah pohon raksasa itu.

Kehidupan manusia serupa dengan jalan hidup benih ini. Banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya berharga, dan setiap kesukaran yang dialaminya di masa lalu adalah sebuah proses untuk membuat mereka kuat dan bertumbuh menjadi pribadi yang besar yang dapat memberkati kehidupan banyak orang.

Ingatlah bahwa hidup anda lebih berharga dari ribuan permata, karena anda telah ditebus dengan darah Kristus yang mahal. Hari ini sadarilah, bahwa anda bukanlah sebuah benih lagi. Anda adalah sebuah pohon dimana ada banyak orang yang bernaung.

ANUGERAH


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-189:7- O Jesus Na Pangolu Au
O Jesus alealengki, rohaM nama di au
Ai Ho do hangoluanhi, nang di na mate au

PEMBACAAN FIRMAN
Yoh 8:21-30 (Pagi) Yunus 2:1-10 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Rabu 14 Maret 2018
Efesus 2; 8
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah

ANUGERAH
Anugerah dalam bahasa Indonesia dapat diartikan pemberian atau ganjaran tanpa mengharapakan imbalan dan tanpa biaya. Sedangkan Anugerah menurut Alkitab adalah pernyataan Allah melalui Anak-Nya yang tunggal itu, supaya barangsiapa yang percaya akan Dia jangan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal (Yoh 3:16).

Kenapa kita diselamatkan? Pada ayat permulaan dalam Efesus 2 disebutkan, manusia perlu diselamatkan karena manusia sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosanya, bahkan manusia hidup di dalamnya. Mati dimaksudkan di sini adalah mati secara rohani. Manusia perlu diselamatkan agar kembali mengenal dan mengikut Tuhan. Manusia yang sudah mati secara rohani berarti jauh dari Allah. Namun Allah yang penuh kasih mengambil inisiatif untuk menyelamatkan manusia. Dapat dikatakan bahwa dalam hal ini manusia tidak ada memiliki andil dalam memperoelh keselamatan itu karena semuanya adalah karya Tuhan semata. Di dalam diri kita tidak terdapat apapun yang memantaskan kita kepada Allah (Roma 3:10-11). Kita tidak memiliki “kasih karunia yang menyelamatkan” dari dalam diri kita. Karena ketidakpantasan itu, keselamatan adalah karya Allah. Ia memberikan kasih karunia yang kita butuhkan. “Kasih karunia yang menyelamatkan” kita ialah Kristus Sendiri. Karya-Nya di atas salib -lah yang menyelamatkan kita, bukan kepantasan kita sendiri. Janganlah kita beranggapan dengan perbuatan baik, kita jadi diperhitungankan apalagi memegahkan diri. Perbuatan baik adalah merupakan buah dari iman, karena iman tanpa perbuatan adalah mati (Yak 2; 17).

BERDOA

BERNYANYI KJ-406:1 – – Ya Tuhanb bimbing aku
Ya Tuhan bimbing aku di jalanku, sehingga ‘ku selalu bersama-Mu. Engganlah ku melangkah setapak pun. ‘Pabila Kau tak ada di sampingku.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-Amin-Amin

JADILAH KEHENDAKMU


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-189:1 O Jesus na Pangolu au
O Jesus na Pangolu au, Anak ni Debata. Asi rohaM sai togu au, sahat tu Debata.

PEMBACAAN FIRMAN
Mrk 12:1-9 (Pagi) Amos 8:2-3 (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Selasa 13 Maret 2018
Yunus 2:6
Aku tenggelam ke dasar bumi, pintunya terpalang di belakangku untuk selama-lamanya. Ketika itulah Engkau naikkan nyawaku dari dalam liang kubur ya Tuhan, Allahku.

JADILAH KEHENDAKMU
Ayat Ini adalah keyakinan dari nabi Yunus, ketika ia mengalami ujian hidup sebagai nabi. Ia memahami bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah kehendak Tuhan. Api penderitaan yang disebut ujian hidup bisa saja seperti api yang membara untuk membuat parang, pisau, paku dan lain sebagainya. Demikianlah Tuhan sedang membentuk kehidupan nabi takkala ia harus berhadapan dengan manusia-manusia yang kejam dan berdosa.

Firman Tuhan berkata, ” Aku tenggelam ke dasar bumi, pintunya terpalang di belakangku untuk selama-lamanya. Ketika itulah Engkau naikkan nyawaku dari dalam liang kubur ya Tuhan, Allahku (Yunus 2:6). Kita harus lebih taat dan setia atas panggilan Tuhan sekalipun kita harus mengalami kesulitan hidup seolah-olah merasa tenggelam dalam persoalan hidup ini. Tuhan memberi kekuatan pada kita agar dapat menanggungnya, sehingga kita akan menghadapinya bersama Tuhan, kita akan dihiburkan. Tuhan Yesus juga berdoa demikian di Getsemani (Mat. 26:42), Dia menyerah kepada kehendak Bapa. Dan doa itu dijawab dengan kekuatan untuk menanggung penderitaan-Nya (Luk. 22:43). Jadilah kehendak Tuhan, bukan kehendak kita. Jika kehendak Tuhan yang terjadi maka Kerajaan Allah akan hadir dalam kehidupan kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-467:1 – Tuhanku Bila Hati Kawanku
Tuhanku bila hati kawanku, terluka oleh tingkah ujarku, dan kehendakMu jadi panduku, ampunilah

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

TRUK SAMPAH


Suatu hari saya naik taxi menuju ke Bandara. Taxi melaju pada jalur yang benar, ketika tiba-tiba sebuah mobil hitam melompat keluar dari tempat parkir tepat di depan kami, Supir taxi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut.

Pengemudi mobil hitam yang ngawur tersebut mengeluarkan kepalanya & memaki-maki ke arah kami.

Supir taxi hanya tersenyum & melambai pada orang tersebut.

Saya sangat heran dan aneh dengan sikapnya itu. Saya pun bertanya, “Mengapa bapak tidak marah bahkan tersenyum? Bukankah orang itu hampir merusak mobil bapak dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit?”

Ia menjelaskan, “Banyak orang yg seperti truk sampah. Mereka berjalan keliling membawa sampah. Sampah kemarahan, kekecewaan, frustasi dan emosi negatif lainnya.

Seiring dengan semakin penuh bak sampahnya, semakin mereka membutuhkan tempat untuk membuangnya & seringkali mereka membuangnya kepada anda.

Jangan ambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, lalu lanjutkan hidup anda.

Jangan ambil sampah mereka untuk kembali membuangnya kepada orang lain yang anda temui di tempat kerja, di rumah atau dalam perjalanan...”

Saat itulah saya belajar dari supir taxi itu mengenai apa yg saya kemudian sebut “Kaidah Truk Sampah”.

Intinya, orang yang sukses adalah orang yg tidak membiarkan “truk sampah” mengambil alih hari-hari mereka dengan merusak suasana hati…

Hidup itu 10% mengenai apa yg kita buat dengannya dan 90% tentang bagaimana kita menyikapinya …

You choose to be Happy or Grumpy…

Hidup ini jangan diisi dengan penyesalan, maka cintailah orang yg memperlakukan kita dengan benar, berdoalah bagi yg memperlakukan kita tidak benar.

Hidup bukan tentang bagaimana menunggu badai berlalu, tapi tentang bagaimana belajar menari dalam hujan badai.

Jangan pernah menghakimi orang lain, Berusahalah menjadi pribadi bijak & mencoba belajar memahami orang lain.

KASIH YANG SEMPURNA


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-223:1 – Husomba Ho Tuhan
Husomba Ho Tuhan tangihon au
sangkapMu ma tongtong pasaut tu au
Lam ganda baenonMi holong ni rohangki
Sai lam gandai holong tu Ho

PEMBACAAN FIRMAN
1 Tes 4:1-7 (Pagi) Yes. 5:1-4. (Malam)

RENUNGAN HARIAN, Senin 12 Maret 2018
Yeremia 31:3
Dari jauh Tuhan menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.

KASIH YANG SEMPURNA
Kadang kita berpikir jika kita harus melakukan hal-hal tertentu untuk mendapatkan kasih Allah. Tapi yang perlu kita ingat adalah bahwa kasih Allah itu konsisten dan gigih. Allah berkata, “Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setiaKu kepadamu. Amat kontras bila kita membandingkan kasih Allah dengan cinta yang didefinisikan oleh budaya kita. Budaya kita mencintai kita ketika kita masih muda dan cantik, tapi Allah sangat mengasihi kita ketika kita tua dan tidak begitu menarik. Dunia kita mencintai kita ketika kita menjadi seorang selebriti, tapi Allah sangat mengasihi kita ketika kita menjadi orang yang tak dikenal dan bukan siapa-siapa. Dunia kita mencintai orang kaya dan yang berkuasa, tapi Allah sangat mengasihi orang miskin dan yang lemah. Dunia kita mencintai orang yang luarbiasa, tapi Allah sangat mengasihi orang biasa seperti engkau dan saya. Allah telah menunjukkan kasihNya kepada kita dengan cara yang nyata. Tuhan Yesus berkata, “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya” (Yohanes 15:13). Tuhan Yesus, menunjukkan kasihNya dengan mati bagi kita. Kita membaca dalam ~Wahyu 1:4-5~ dikatakan: “Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhtaNya, dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darahNya”. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-419:1 – Yesus Pimpinlah
Yesus pimpinlah kami s’lamanya, hanya di Kau kami ikut, di sepanjang jalan hidup. Tuntun umatMu masuk rumah-Mu.

DOA BAPA KAMI
Amin-amin-amin

Sukacita


Tuhan memberikan sukacita yang besar kepada umat pilihan-Nya. Sukacita merupakan bagian dari Buah Roh. Banyak yang berhubungan dengan Sukacita, dan salah satunya adalah: Sukacita Abadi. Dalam Firman Tuhan, Allah berjanji untuk memulihkan umat-Nya, setelah masa pembuangan mereka di Babilon. Ia memang membawa mereka kembali ke Yerusalem pada tahun 537 SM, dan mereka sangat bersukacita ketika fondasi bait diletakkan (Yes 35:10; 51:11; 65:17-19; Ezr 3:10-13). Namun, nubuat Yesaya (65:17) mengalami penggenapan yang lebih besar ketika ”langit baru dan bumi baru” terbentuk; dalam penyelenggaraan itu seluruh umat manusia akan memperoleh sukacita untuk selamanya di bawah ”Yerusalem Baru” (Why. 21:1-3). Sukacita tidak dapat dinikmati dengan langgeng dan sepenuhnya karena adanya kondisi-kondisi dewasa ini, kefasikan, penyakit, dan kematian. Akan tetapi, selaras dengan peraturan Alkitab, ”Raja yang berhikmat menyerakkan orang-orang fasik,” Yesus Kristus sebagai Raja akan melenyapkan semua musuh Allah dan musuh keadilbenaran (Ams 20:26; 1Kor 15:25, 26). Dengan demikian, semua hal yang menghalangi terwujudnya sukacita yang lengkap akan disingkirkan, karena bahkan ”kematian tidak akan ada lagi, juga tidak akan ada lagi perkabungan atau jeritan atau rasa sakit” (Why 21:4) Kesedihan atas orang-orang yang telah meninggal akan lenyap sama sekali, karena disingkirkan melalui kebangkitan orang mati. Dewasa ini pun, pengetahuan tersebut menghibur orang-orang Kristen yang, karena hal itu, ”tidak berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai harapan” (1Tes 4:13, 14; Yoh 5:28, 29).