Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

ALLAH SETIA AKAN JANJINYA


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 406:1. “Ya Tuhan Bimbing aku”
Ya Tuhan bimbing aku di jalanku, sehingga ku selalu bersamaMu
Engganlah ku melangkah setapak pun,
pabila Kau taka da di sampingku

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Yosua 3:1-17
 Malam : Matius 28:1-10

03. Renungan: Kisah Para Rasul 13:33
Seperti yang ada tertulis dalam mazmur kedua: Anak-Ku Engkau! Aku telah memperanakkan engkau pada hari ini.

Allah telah mengaruniakan kita kehidupan kekal dan kehidupan ini diperoleh di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Jalan beroleh kehidupan kekal adalah dengan memiliki Anak Allah. Mengapa memiliki Anak mutlak perlu untuk dapat beroleh kehidupan kekal? Allah menyatakan Kasih-Nya kepada kita melalui pengorbanan Anak-Nya. Mengapa Kristus harus mati untuk kita? Kita semua tanpa kecuali adalah orang-orang berdosa. Alkitab berkata kita semua telah berdosa, tidak dapat menerima kemuliaan Allah. Dengan kata lain, dosa telah memisahkan kita dari Allah yang memiliki kekudusan sempurna. Berdasarkan karya Yesus Kristus yang telah dikerjakan-Nya di atas kayu salib untuk kita, maka Alkitab menyatakan “Barang siapa memiliki Anak, ia memiliki hidup” Kita dapat memiliki Anak itu, yaitu Yesus Kristus, satu-satunya Penyelamat kita melalui iman secara pribadi, yakni dengan percaya kepada Kristus dan mengakui serta menerima karya kematian-Nya di salib untuk dosa-dosa kita.

Ini berarti setiap orang dapat datang kepada Allah dengan cara yang sama –yaitu datang kepada-Nya sebagai orang berdosa yang menyadari keberdosaan kita, menolak segala bentuk usaha dan cara manusia dalam menyelamatkan dirinya sendiri dan berserah dan beriman penuh hanya kepada Kristus untuk keselamatan kita. Ya Allah, saya menyadari bahwa saya adalah orang berdosa, dan tak ada satupun yang dapat saya perbuat untuk mendapatkan kehidupan kekal. Saya percaya Yesus Kristus telah mati untuk saya dan telah bangkit dari kematian. Sekarang saya mau menerima Dia sebagai Juruselamat saya dan berserah penuh hanya kepadanNya, Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 115:1. Tuhan Debata
Tuhan Debata sai ramoti ma, daging dohot tondinami
ido pangidoannami. Sai pahipas be, hami on sude.

06. Doa Bapa kami – Amin.

UMAT PILIHAN TUHAN


Saat Teduh……………

01. Nyanyian KJ. No. 235:1. “Ku dengar berkatMu turun”
Ku dengar berkatMu turun bagai hujan yang lebat
Menghidupkan padang gurun dan menghibur yang penat
Aku pun, aku pun, ya, berkati aku pun!

02. Pembacaan Firman
 Pagi : Keluaran 15:1-18
 Malam : Kolose 3:12-17

03. Renungan: Yehezkiel 36:28
Dan kamu akan diam di dalam negeri yang telah kuberikan kepada nenek moyangmu dan kamu akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu

Garam merupakan kebutuhan pokok dalah kehidupan manusia, diantara mineral yang ada dalam tubuh kita garam dalam bentuk senyawa NaCl, dimana kada Na dalam tubuh sekitar 135 -145 Meq/l. sehingga dalam kehidupan kita garam sangat penting. Dalam makanan garam memberikan cita rasa, tanpa garam makanan yang kita makan terasa hambar. Diperjanjian lama Yehezkiel 43: 24 saat memberikan persembahan kepada Tuhan garam juga sangat dibutuhkan. Mengingat pentingnya garam sehingga Tuhan Jesus membuat perumpamaan garam dalam kehidupan sehari-hari.. Matius 5:13 “ Kamu adalah garam dunia…, artinya kita dibutuhkan oleh dunia dan bisa memberi rasa/kwalitas yang baik dalam dunia, tentu bisa memberi pengaruh yang baik terhadap sesama. Tentu garam akan berfungsi baik apabila garam itu masih baik, sebaliknya bila garam tidak baik tentu akan hambar dan tidak berguna selain dibuang dan dinjak-injak orang. Oleh sebab itu garam harus kita jaga jangan sampai rusak. Dengan apa kita melakukannya supaya garam itu tetap berfungsi dengan baik?

Kita harus menjaga kualitasnya. Kita harus tetap menjaga diri kita sebagai garam supaya tetap bisa berguna bagi orang, tentu kita harus bisa membantu orang terutama bagi yang membutuhkannya. Kita harus tetap memiliki persediaan garam. Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain. Setaip orang percaya haruslah jadi garam dunia. Setaip hidupnya akan memberi Amin.

04. Berdoa.

05. Bernyanyi BE. No. 176:1. Na mungkap do surgo
Na mungkap do surgo dibahen aha do?
Dibaen na ro Jesus mengungkap di Ho (2X)

06. Doa Bapa kami – Amin.

SEJARAH PASKAH


PASKAH KEDUA
(Perayaan Kebangkitan Tuhan Yesus)

Topik: Hehe laho Pahehehon
(Bangkit dan Membangkitkan)

Warna Tutup Altar : Na bontar (Putih)
Warna Kasih

Ev. 1 Korintus 15:20-28
Ep. 1 Petrus 1:3-12

SEJARAH PASKAH

Paskah, atau Easter, adalah saat untuk memperingati kematian, khususnya kebangkitan Kristus. Di Inggris orang hampir-hampir tidak akan lupa hari libur ini. Setiap tahun, sedikitnya sebulan sebelum Paskah, toko-toko dan pasar swalayan mengingatkan konsumen dengan memajang berbagai jenis coklat telur dan kelinci, kartu ucapan, dan banyak lagi barang Paskah lainnya. Kata “Paskah” berhubungan dengan dewi musim semi bangsa-bangsa Jermanik (Anglo-Saxon), yang dikenal juga dengan sebutan Eostre, Ostara, atau Eastre. Bangsa Jerman di Eropa Utara mengadakan perayaan tahunan bagi dewi musim semi ini sebagai rasa syukur atas pembaruan hidup setelah musim dingin. Sejarah juga menceritakan ketika para penginjil mula-mula mulai mengabarkan injil di Eropa Utara, mereka membiarkan orang-orang Jermanik untuk mempertahankan praktik penyembahan berhala mereka demi menghindari penolakan atas pengajaran Kristen, dan untuk memudahkan mereka menjadi Kristen4. Para penginjil berhasil memenangkan mereka (menjadi Kristen), dan pada abad ke-8, Orang-orang Jermanik yang telah menjadi Kristen mulai memperingati kebangkitan Kristus dengan perayaan yang mereka sebut Eastra, yang kemudian diubah namanya menjadi Easter (Paskah). Perubahan ini termasuk mengganti Sabat Sabtu menjadi kebaktian hari pertama minggu (Hari Minggu) sebagai perayaan Kebangkitan Kristus secara mingguan, yang juga dikenal dengan “Hari Tuhan”.

PESAN PASKAH


PASKAH PERTAMA
(Perayaan Kebangkitan Tuhan Yesus)

Topik: Huaso ni Haheheon ni Jesus
(Kuasa Kebangkitan Yesus)

Warna Tutup Altar : Na bontar (Putih)
Warna Kasih

Ev. Matius 28:1-10
Ep. Yohanes 11:25-27.

PESAN PASKAH
Marilah kita hayati Pesan Paskah hari ini:
1. Paskah adalah pusat pemberitaan dan inti iman kekristenan
2. Paskah mengatakan bahwa kematian bukanlah akhir dari segalanya
3. Kalau Kristus tidak bangkit maka tidak ada kebangkitan orang mati
4. Andaikata Kristus tidak dibangkitkan maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah iman kamu
5. Hutang dosa telah dibayar mahal, bukan dengan uang dan harta tetapi darah Yesus yang kudus
6. Oleh karena satu orang (Adam), manusia mati selama-lamanya tetapi oleh karena satu orang (Kristus) maka manusia hidup untuk selama-lamanya
7. Peristiwa Paskah mengatakan bahwa jaman baru telah dimulai: Jaman Penuh pengharapan, sukacita dan damai sejahtera
8. Paskah memperjelas Tujuan Hidup orang kristen
– Bersama Kristus dalam Kehidupan
– Bersama Kristus dalam Kematian
– Bersama Kristus dalam Kebangkitan