Arsip Penulis: Parjuangan Radyarto Siregar

avatar Tidak diketahui

Tentang Parjuangan Radyarto Siregar

GSM

BERKAT TUHAN TAK BERKESUDAHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-30:1- “Jesus lehon hatorangan”
Jesus lehon hatorangan, hapistaran mangantusi hataMi. Lehon mata na marnida, dohot roha, na umboto dalanMi. Asa tongtong maradophon, bohiMi mardalan au. Asa digombomi TondiMi ma au.

PEMBACAAN FIRMAN
Ayub 28:1-12 (Pagi)
Kej. 9:8-17 (Malam)

RENUNGAN
Kejadian 8:22
Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.

BERKAT TUHAN TAK BERKESUDAHAN
Peristiwa air bah yang terjadi pada jaman Nuh bukanlah sekedar pekerjaan penghancuran, melainkan pekerjaan mencari manusia baru yang setia mengikuti kehendak Allah. Kejadian ini juga mengingatkan kepada kita bahwa selain maha pengasih dan maha penyayang, ternyata Allah juga bisa murka karena dosa-dosa kita. Kemarau dan kekeringan dalam hidup kita, tanpa disadari karena ketidaksetiaan kita kepada Tuhan Yesus. Kita lebih mengutamakan kehidupan duniawi, lebih mengutamakan mencukupi kebutuhan jasmani kita dari pada mengutamakan Tuhan. Kita selalu mengandalkan kekuatan, kepintaran, harta kekayaan dari pada mengandalkan Tuhan. Secara perlahan kita mulai meninggalkan Tuhan sumber air yang hidup.

Alkitab berkata apa yang ditabur orang, itu akan dituainya. Maka, marilah perhatikan dengan seksama apa yang telah kita tabur. Prinsipnya, taburlah hanya kebaikan agar kitapun menuai kebaikan. Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak akan menuai banyak juga. Jadi prinsipnya, bila kita ingin menuai banyak maka kita memang harus menabur banyak. Ini berlaku dalam hal apapun dalam segala bidang kehidupan kita secara kualitas maupun kuantitas. Menabur atau memberi, adalah hal yang Tuhan mau agar kita mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Bukan sebagai suatu kewajiban melainkan bukti bahwa kita mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama. Selanjutnya Tuhan mau memberi pesan kepada kita bahwa saat sedang musim atau tidak musim, hidup kita harus tetap berbuah hingga pada saat Kristus datang, kita semua telah siap untuk dituai. Dalam segala masalah yang kita hadapi, yang bisa diharapkan hanya Tuhan Yesus. Kita mengikuti Tuhan tidak hanya untuk menantikan berkat saja, tetapi kita juga harus pikul salib Kristus. Dalam segala pergumulan yang dihadapi pasti terselesaikan pada waktunya, karena pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat. Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Tuhan.

BERDOA

BERNYANYI KJ-467:3 – Tuhanku bila hati Kawanku
Dan hari ini aku bersembah serta pada-Mu, Bapa berserah. Berikan daku kasih-Mu mesra. Amin, amin.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

BENIH


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-227:1 – Jesus ngolu ni
Jesus ngolu ni tondingku, Ho do haporusanki. Gok di Ho na ma diringku,
ro di nasa langkaki.

PEMBACAAN FIRMAN
Ayub 36:26-31 (Pagi)
Im. 25:17-19 (Malam)

RENUNGAN
2 Korintus 9:10
Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu.

BENIH
Kita tentu masih ingat perumpamaan tentang penabur yang jatuh ke tanah yang baik dan berbuah berlipat ganda (Mat. 13:8). Kerjasama yang baik antara benih dan tanah sangat menentukan untuk menghasilkan buah yang baik. Demikian juga kerjasama yang baik antara benih dalam nas renungan ini dengan tanah menghasilkan buah yang baik yang disebut buah kebenaran. Buah tersebut dibagi oleh si pemilik dengan penuh sukacita dan menjadi berkat bagi setiap orang yang menerimanya. Mari kita pastikan adanya kerjasama yang baik antara benih dengan penabur yang akan menaburkannya ke tanah yang baik menjadi kata kunci adanya sukacita dan menjadi berkat. Tuhan menyediakan benih bagi kita sebagai penabur untuk ditaburkan dengan penuh ketaatan ke tanah yang baik. Tuhan juga yang memastikan benih tersebut akan menghasilkan roti sebagai simbol kehidupan. Dan kehidupan tersebut menjadi berkat bagi banyak orang ketika kita bagikan dengan sukacita.

Roti Hidup yang tidak lain adalah Yesus Firman Kebenaran itu menyediakan benih untuk kita taburkan dan melipatgandakannya dengan buah-buah kebenaran kita. Melalui buah-buah kebenaran itulah anak-anak dunia ini akan berkata sungguh mereka ini adalah anak-anak Allah. Niscaya Allah akan menarik anak-anak dunia tersebut menjadi anak-anak Allah sama seperti kita. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ-300:1 Andaikan Yesus, Kau bukan Milikku
Andaikan Yesus, Kau bukan milikku dan tak Kau b’rikan darah-Mu bagiku. Kemana aku mohon pengampunan dan perlindungan.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

BERHASIL ATAU BERBUAH?


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE 440:1 Sai Puji ma Tuhanta
Sai puji ma Tuhanta Jesus Kristus Pasangapma, lomoNa ma patulus
Pinuji ma, goarNa da.

PEMBACAAN FIRMAN
Ayub 37:5-13 (Pagi)
Kel. 23:10-12 (Malam)

RENUNGAN
Kejadian 1:28
“Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka, “Beranak-cuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan takhlukanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

BERHASIL ATAU BERBUAH?
Sedikitnya ada empat proses pertumbuhan untuk mencapai kepenuhan hidup dalam Kristus yaitu: Berakar di dalam Kristus, Dibangun di atas Dia, Teguh dalam iman, dan Hati yang melimpah dalam ucapan syukur. Jika akar atau pondasi sudah kokoh maka bangunan yang ada di atasnya, pohon akan berbuah banyak, untuk membuat pundasi yang kokoh diperlukan pengerasan, pukulan, untuk naik kelas perlu ujian (Kol 1:23; Yak 2:2-4). Buah atau perbuatan yang melimpah lahir dari ucapan syukur. Hidup orang beriman seperti pohon, berakar, bertumbuh, dan berbuah. Berakar, bertumbuh dan berbuah di dalam Kristus. Orang yang bertumbuh di dalam Kristus, hidup beriman, melayani dan memiliki karakter yang baik. Allah memilih dan menetapkan kita untuk berbuah, karena buah yang dihasilkannya bukan untuk dirinya tapi untuk yang lain. Allah bersabda bahwa pohon yang tidak berbuah akan dipangkas, dibersihkan, dipotong, dan dibuang kedalam api (Mat 7:19).

Manusia boleh berlomba-lomba untuk berhasil, tetapi orang yang berhasil harus menghasilkan buah yang baik (Gal.5:22-23). Ada juga keluarga yang berhasil saat ini akan tetapi keberhasilannya tidak dinikmati keluarga tersebut. Hendaklah orang yang berhasil juga dapat berbuah supaya bisa dinikmati yang lain. Jika ada orang Kristen yang berhasil tapi tidak menjadi berkat bagi orang lain sebenarnya ia bukan Kristen sejati, belum berbuah. Semua manusia ingin diberkati Tuhan tetapi tidak semua manusia mau menjadi berkat. Oleh karena itu, hendaklah kita yang berhasil dan memiliki buah yang baik untuk menjadi berkat bagi orang lain. Amin

BERDOA

BERNYANYI KJ. 356:1 IKUT DIKAU SAJA, TUHAN
Tinggallah dalam Yesus jadilah murid-Nya. B’lajarlah firman Tuhan, taat kepada-Nya. Tinggallah dalam Yesus, andalkan kuasa-Nya. Dialah pokok yang benar, kitalah ranting-Nya.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

MEMELIHARA KEUTUHAN CIPTAAN TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE 299:1 Debata do Manggomgomi
Debata do manggomgomi, langit dohot tano on. Haholomon digomgomi dohot hatiuron on. Dirajai tanganna i, nasa tinompa i.

PEMBACAAN FIRMAN
Ef. 2:10-14 (Pagi)
Maz. 8:4-10 (Malam)

RENUNGAN
Ulangan 20:19
Apabila dalam memerangi suatu kota, engkau lama mengepungnya untuk direbut, maka tidak boleh engkau merusakkan pohon-pohon sekelilingnya dengan mengayunkan kapak kepadanya; buahnya boleh kaumakan, tetapi batangnya janganlah kautebang; sebab, pohon yang di padang itu bukan manusia, jadi tidak patut ikut kau kepung.

MEMELIHARA KEUTUHAN CIPTAAN TUHAN
Tuhan tidak hanya memperhatikan kehidupan manusia, justru secara tidak langsung dengan memperhatikan kehidupan dari tumbuhan, hewan dan lain sebagainya, keberlangsungan hidup manusia terpeliharan. Untuk itu, perlu dan sangat penting memelihara keutuhan ciptaan Tuhan akan semuanya kehidupan berlangsung dengan baik. Saking pentingnya, ketika manusia berperang, maka diaturkan akan tetap menjaga keberlangsungan hidup dari pohon-pohonan dengan tidak menebangnya. Lihatlah apa yang menjadi kebutuhanmu dan ambillah secukupnya dan janganlah sampai amarahmu mengalir kepada yang tidak semestinya. Ambillah buahnya dan jangan tebang pohonnya. Tapi, pohon yang tidak menghasilkan buah, boleh ditebang tapi itu pun untuk keperluan yang semestinya (ayat 20).

Nas ini sangat relevan pada masa kini. Di tengah pembangunan yang terus menerus membuat lahan untuk tumbuhan tergerus berkurang, pembakaran hutan untuk mencipta lahan perkebunan yang sejenis, pembalakan kayu yang rakus, dan sebagainya; Nas ini menjadi sangat nyaring dan tegas agar semua tindakan di atas dihentikan dan dapat dikelola dengan baik. Kepentingan sepihak atau sekelompok jangan sampai merusak kebutuhan dari orang banyak. Dewasa ini gereja bersama pemerintah telah melihat hal ini, sehingga sangat dibutuhkan kerjasamanya bahkan semua pihak untuk dapat mengelola alam dan segala kekayaan yang dikandungnya dengan baik. Salah satu di antaranya dengan menggalakkan untuk: “Menanam pohon.” Gerakan ini bisa secara lokal tapi jika dilakukan secara berantai maka bisa menjadi sebuah gerakan global untuk perbaikan keutuhan ciptaan Tuhan.

BERDOA

BERNYANYI KJ No. 19:2 Tuhanku Yesus
Indah tamasya, indah sawah ladang sungguh elok berseri; yang lebih indah Kau, Tuhan Yesus: Engkau menghibur yang sedih.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

MEMINTA HANYA KEPADA TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE 463 : 1 Pasupasum TongosonMu
PasupasuM tongosonMu, ido didok hataMi
Suru tondiM nabadia, bosur ma baen rohangki. HagogoonMu songgop ma tu rohangkon, unang sai holan manetek, gohi sandok diringkon.

PEMBACAAN FIRMAN
Luk. 6:24-25 (Pagi)
1 Raj. 4:1-6 (Malam)

RENUNGAN
Zakaria 10:1
Mintalah hujan daripada TUHAN pada akhir musim semi! Tuhanlah yang membuat awan-awan pembawa hujan deras, dan hujan lebat akan diberikan-Nya kepada mereka dan tumbuh-tumbuhan di padang kepada setiap
orang.

MEMINTA HANYA KEPADA TUHAN
Pada musim panas biasanya hujan sangat sedikit dan hampir tidak ada sehingga bisa terjadi kekeringan di mana-mana, tumbuhan kering, tidak subur, sumur kering dan bisa berakibat persediaan makanan berkurang karena musin kemarau, sehingga sangat banyak orang mengharapkan hujan datang yang dapat menyejukkan udara dan menyuburkan tanaman-tanaman. Persoalannya, kepada siapa kita meminta hujan tersebut? Dalam konteks penulisan kitab Nabi Zakaria ini, orang Israel lebih suka meminta petunjuk atau minta berkat kepada para terafim, jurutenung dan peramal-peramal padahal hasilnya adalah hampa, sia-sia dan tidak berguna.

Firman Tuhan jelas berkata bahwa seharusnya kita meminta hujan kepada Tuhan. Mengapa demikian? Karena Tuhan sendirilah yang menciptakan alam semesta beserta isinya, maka Ia juga berkuasa penuh atas alam semesta, termasuk iklim dan musim. Tuhan bisa menurunkan kemarau berkepanjangan hingga tiga tahun tidak turun hujan (Yak 5:17, 1 raj 18:1) tetapi Tuhan juga bisa menurunkan hujan deras untuk mengakhiri kemarau tersebut (1 raja 18:45) bahkan Tuhan sanggup menurunkan hujan selama 40 hari 40 malam sehingga air memenuhi bumi dan membinasakan seluruh mahluk kecuali yang ada di bahtera Nuh (Kej 7 : 12).Tuhan ingin kita meminta kepada-Nya, apapun permintaan kita, walaupun mungkin tidak semua permintaan kita dijawab Tuhan dengan “Ya”. Tuhan melarang kita untuk meminta selain kepada Tuhan. Dalam kondisi apapun, kita harus berserah dalam tuntunan Tuhan. Sekalipun kita melewati lembah kekelaman, ataupun melewati padang rumput dan air yang tenang, kita harus tetap berserah kepada Tuhan. Jangan pernah sekalipun kita berpaling dari Tuhan dan bertanya atau meminta sesuatu kepada orang lain, dukun, peramal dan orang pintar. Percaya pada Tuhan. Amin

BERDOA

BERNYANYI – KJ No. 19:1 Tuhanku Yesus
Tuhanku Yesus, Raja alam raya, Allah dan Manusia, Kau kukasihi, Kau Junjunganku, bahagiaku yang baka.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

KEADILAN TUHAN


PANGGILAN BERIBADAH
Kita hidup oleh belas kasihan Tuhan, karena itu marilah kita beribadah dan memuji nama-Nya setiap hari. Amin.

BERNYANYI BE-11:1 Aha Ma Endehononku
Aha ma endehononku asa pujionku Ho. Ale Tuhan Debatangku, sai urupi au gogo. Ai ndang tarpajojor ahu, asi ni roham di ahu. Ala ni hupuji Ho. Tung marribu hali do.

PEMBACAAN FIRMAN
Kel. 22: 5-6 (Pagi)
Yes. 24:4-7 (Malam)

RENUNGAN
Wahyu 9:4
Dan kepada mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan ataupun pohon-pohon, melainkan hanya manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya.

KEADILAN TUHAN
Nas hari ini adalah bagian dari firman Tuhan yang mengingatkan saya dan kita semua bahwa pada hari-Nya, TUHAN akan melaksanakan penghakiman dan keadilan-Nya, menyatakan kuasa, kebesaran dan kemuliaan-Nya. Kapan hari-Nya itu tiba? Tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri (Mat 24:36). Namun, sebelum masa dan hari itu tiba, Tuhan telah memberitahukan melalui firman-Nya akan tanda-tanda yang akan terjadi mendahuluinya. Karena itu, apa yang harus kita lakukan?

Jika kita membaca Firman Tuhan dengan sunguh-sungguh, sebagian dari tanda-tanda yang telah Tuhan sampaikan sudah dan sedang terjadi. Bagaimana kita menyikapinya? Sesungguhnya, saat ini adalah masa kemurahan, dimana Tuhan masih memberikan kesempatan kepada saya dan kita semua untuk bertobat dan meninggalkan kejahatan. Pada saat yang sama Ia ingin supaya kta juga bertumbuh dalam pengenalan akan kasih karunia Tuhan Yesus Kristus. Ketahuilah, Tuhan menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh hidup yang kekal. Karena itu, carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat. Kiranya orang-orang percaya semakin giat beribadah kepada-Nya, membangun dan memelihara kasih persaudaraan untuk saling mengingatkan dan saling menasihati. Amin.

BERDOA

BERNYANYI KJ No. 19:1 Tuhanku Yesus
Tuhanku Yesus, Raja alam raya, Allah dan Manusia, Kau kukasihi, Kau Junjunganku, bahagiaku yang baka.

DOA BAPA KAMI
BERNYANYI
Amin-amin-amin

Keledai dan Semut


Pada suatu siang yang panas, seekor keledai sedang asyik makan rumput di sebuah padang rumput yang luas. Tiba-tiba ia melihat seekor semut sedang sibuk menarik seutas jerami yang besarnya kurang lebih 10 kali dari badan semut. Keledai itu terheran-heran melihat semut yang mau bekerja demikian keras. “Hai semut,” katanya, “Sibuk benar engkau menarik beban yang 10 kali lebih besar dari badanmu. Aku benar-benar merasa heran mengapa engkau dapat melakukannya, padahal aku ini, baru dibebani satu karung saja, rasanya sudah sangat berat dan sukar untuk bergerak.”

Semut itu berhenti sejenak, lalu ia menjawab: “Rahasianya mudah saja, yaitu aku bekerja untuk diriku sendiri, sedangkan engkau bekerja untuk majikanmu!” Lalu dengan bergegas si semut kembali kepada pekerjaannya semula, menarik batang jerami yang besar itu menuju ke sarangnya. Tinggal si keledai yang berdiri termangu sambil meresapi kebenaran arti kata-kata dari si semut yang kecil tapi bijaksana itu.

Kalau orang melakukan sesuatu yang tidak langsung tersangkut paut dengan kepentingannya, maka orang itu akan merasa berat. Meski sebenarnya apa yang dikerjakannya itu bukan hal berat. Lain halnya kalau apa yang dikerjakannya itu langsung berkaitan dengan dirinya. Tentu ia amat bersemangat melakukan apa saja; demi keluarganya, demi tokonya, atau perusahaannya.

Tetapi untuk majikan kita yang di sorga, Tuhan Yesus Kristus, banyak orang Kristen merasa berat untuk melakukan suatu pekerjaan untuk Dia. Hal yang kecil dirasakan sebagai beban yang berat. Acapkali harus didorong-dorong bapak pendeta terlebih dahulu, baru mau melayani.

Tetapi di mana ada kasih yang membara, tidak ada suatu pekerjaanpun yang dirasakan berat.

Kejadian 29:20 menyatakan, Jadi bekerjalah Yakub tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel itu, tetapi yang tujuh tahun itu dianggapnya seperti beberapa hari saja, karena cintanya kepada Rahel.”

Roma 11:36: “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia. Bagi Dia Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! “